tag:blogger.com,1999:blog-74824428028916945862009-07-14T03:20:02.775-07:00Retire Young Retire Rich, Pengusaha Muda dengan IdealismeBlog ini didedikasikan untuk anak-anak muda di Indonesia. Agar merubah cara pandang dari "mencari lowongan pekerjaan" menjadi "membuka lowongan pekerjaan". Ditunggu kontribusi anda, pengusaha muda indonesia!Adzan W. Jatmikonoreply@blogger.comBlogger65125tag:blogger.com,1999:blog-7482442802891694586.post-13016577160811725602009-06-03T18:31:00.000-07:002009-06-03T19:06:24.868-07:00Berbisnis bermodalkan ketakwaan...Basi banget ya judulnya...<br /><br />ceritanya Selasa kemarin, ditemani bapak Dedy (owner dan CEO PT.Alpha Multimedia Tech www.net-cyber.com) dapet kehormatan karena salah satu guru kami, Bpk Robbyantono, bersedia meluangkan waktu untuk bersilaturahmi.<br /><br />so, as always, sayang nih klo perkataan2nya yg bergizi itu tidak didokumentasikan untuk diwariskan ke anak-cucu hehehe..<br /><br />setelah ditraktir makan,<br />kira2 beginilah perkataan2 beliau..<br /><br />"bertahun2 saya berbisnis, ternyata kesimpulan saya mengerucut bahwa kesuksesan kita itu pada akhirnya bergantung dari kedekatan kita kepada Allah"<br /><br />waw.. opening yg bagus hihihihi..<br />tampak Dedy semakin serius<br /><br />"saya pernah bertemu dengan pengusaha sukses, beliau punya perusahaan di Perancis, Malaysia, punya peternakan di New Zealand, dan lain2. Beliau ini ketika akan ekspansi bisnis baru, satu hal yg pertama ditanya adalah apakah bisnis baru ini akan membuat kita semakin bertakwa? dan juga mengajak orang2 untuk bertakwa?"<br /><br />hehehe klo kita mah ada bisnis baru pasti pendekatannya, berapa lama ROI? berapa lama BEP? betul ga... tapi ini ada sebuah pendekatan baru, yaitu ketakwaan<br /><br />"maka ketika orang itu ditanya kunci suksesnya ya beliau jawab bahwa kuncinya adalah takwa"<br /><br />"mas, klo ustadz yg ngomong kunci sukses bisnis adalah takwa, biasa aja toh. tapi ini yg ngomong adalah pengusaha yg tinggal dikawasan elit, dengan kendaraan mercy nya, dan perusahaan2nya yg tersebar di berbagai negara. Ya, beliau bilang kunci sukses bisnis adalah takwa!"<br /><br />"coba perhatikan ibadah2 wajib kita. apakah dengan bisnis kita sekarang sudah membuat kita shalat wajib berjamaah di masjid?"<br /><br />"seharusnya kita heran ada orang yang berani menunda waktu shalat karena urusan bisnis. Padahal kita sama2 tahu bahwa yg mengatur rezeki itu adalah Allah, padahal kita sama2 tau bahwa yg memiliki diri kita adalah Allah, bahkan kita tau bahwa semua yang ada di bumi dan langit juga milik Allah"<br /><br />"mas adzan, kita sering mengeluh karena bisnis kita. Kita mengeluh karena mengecewakan pelanggan, mengecewakan karyawan, mengecewakan investor, mengecewakan keluarga, tapi pernah kita berpikir klo kita sering mengecewakan Allah?"<br /><br />kemudian ditutup dengan perkataan,<br /><br />"kita kan paham banget tuh klo kita harus bergantung sama Allah, nah pertanyaannya, layak-kah Allah menolong kita?"<br /><br />terakhir, alhamdulillah Pak Robby bersedia dilamar menjadi guru kita hehehe<br /><br />Trima kasih Pak Robby, smoga Allah membalas kebaikan bapak dengan balasan yg berlipat, amiin..<br /><br />Mau nambahin Ded?<br /><br />btw buat pak Robby, kami siap menerima tantangannya insya Allah<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482442802891694586-1301657716081172560?l=adzan101.blogspot.com'/></div>Adzan W. Jatmikonoreply@blogger.com3tag:blogger.com,1999:blog-7482442802891694586.post-23853364639684477962009-04-24T16:48:00.000-07:002009-04-25T16:42:29.496-07:00Harga dan persepsinyasedikit dari hasil perenungan..<br /><br />kenapa klo kita belanja di pasar becek, kita bisa nawar harga?<br />tetapi klo belanja di carrefour, ga kita tawar harga nya?<br /><br />kenapa klo kita di toko obat tradisional bisa kita tawar harga nya?<br />tapi klo beli di apotik atau toko obat modern spt century, guardian, ga kita tawar?<br /><br />kenapa klo kita beli buah di tukang sayur keliling bisa kita tawar?<br />tapi klo beli di toko buah seperti Total tidak kita tawar?<br /><br />kenapa klo kita belanja di tanah abang bisa kita tawar?<br />tapi klo beli di Matahari, atau Manet misalnya, ga brani kita tawar?<br /><br />kenapa langganan internet-an kita ga brani kita tawar?<br />kenapa langganan pulsa kita ga brani kita tawar?<br />kenapa cicilan mobil/rumah kita ga brani kita tawar?<br /><br />ini adalah masalah persepsi..<br /><br />perusahaan2 tersebut telah membuat kesan yg seolah2 tidak bisa ditawar. Dan paling tidak, pembeli akan dibikin malu untuk menawar harga barang kita.<br /><br />saya pun tes kecil2an..<br />suatu hari saya membeli obat di apotik, kemudian saya tawar harga.<br />dan ajaib!<br />harga bisa ditawar!<br /><br />kita, sebagai pengusaha, harusnya membuat produk kita yang membuat persepsi bahwa harga produk tsb adalah harga pas..<br />berikut cara2nya<br /><br /><br />1. layout toko kita dibuat sedikit modern<br /><br />hal ini akan menimbulkan efek ke pelanggan bahwa kita bukan toko murahan, dan akan menimbulkan persepsi bahwa harga tidak bisa ditawar. termasuk toko online kita disini<br /><br /><br />2. beli mesin buat kasir, atau timbangan digital<br /><br />pernah perhatikan tukang buah pinggir2 jalan yg skrg menggunakan timbangan digital untuk menimbang buahnya? ya.. sepanjang pengamatan saya, harga yg dicetak ditimbangan itu jarang untuk ditawar orang, bahkan ibu2 sekalipun!<br /><br />saya pernah beli buah di pinggir jalan yg menggunakan timbangan digital. Seperti biasa, sifat iseng saya keluar. pada saat itu saya tidak membawa kendaraan, dan hanya memakai kaos dan celana belel. pokoknya tampilannya kere bgt dahh<br /><br />Kebetulan pemiliknya adalah ibu2. ketika saya tawar harganya, ibu2 itu kaget dan melototi saya. seolah2 mengatakan, "kamu kampungan banget sih, aku udah pake timbangan digital lhoo.. kok masih ditawar!"<br /><br />lah saya bales pandangannya itu sambil ngomong jg dihati "emangnya orang nawar itu dosa bu!"<br /><br />dan bener, ibu itu seperti marah dan tersinggung. intinya harga tidak bisa ditawar. hehe kaget kali ya ada orang yg out of the box seperti saya hehe.<br /><br />Begitu juga pengalaman saya dengan mesin kasir digital..<br />adalah sebuah toko material bangunan yg di modernisasi. Padahal toko itu hanyalah berjualan digarasi rumahnya pinggir jalan (orang2 kampung tengah pasti tau deh hehe). Tapi layout toko dibikin modern, dan menggunakan mesin kasir digital itu.<br /><br />akhirnya persepsi orang<br />"harga tidak bisa ditawar"<br />"wajarlah harga mahal"<br /><br />nah menarik bukan..<br />bahkan pelanggan kita bisa memberikan justifikasi atas pricing kita yg mahal hehehe..<br /><br />nah lagi2 saya tes, saya beli engsel pintu. harga 126rb ditawar jadi 125rb cuma turun seribu perak hehehe..<br /><br /><br /><br />3. harga keriting dan tempel stiker/ label harga<br /><br />misalkan harga produk kita Rp 123.426<br />pasti menimbulkan persepsi bahwa harga itu adalah harga pas<br />hal ini dilakukan oleh retail2 besar. Dan pernahkah ada orang yg brani nawar harga di Carrefour? Alfamart? Indomaret?<br /><br /><br />4. karyawan menggunakan seragam<br /><br />seragam yg bagus yaa<br />dijamin, pelanggan akan malu klo mau nawar harga<br /><br /><br />5. Tagihan/bon/kwitansi dicetak secara digital<br /><br />trust me, it works!<br /><br /><br />6. Berikan diskon, hadiah, atau up selling<br /><br />Diskon 20% untuk kerudung<br />Beli kerudung dapet manset<br />Beli satu kerudung, dapet diskon 50% untuk kaos kaki misalnya.<br />ya begitulah.. <br /><br /><br />Walah.. masih kesel jg tuh sama ibu2 penjual buah..<br />sampe skrg ga balik lagi ke toko buahnya..<br /><br />so,<br />walau kita punya trik untuk "harga pas"<br />tapi tetep harus ramah sama pelanggan :)<br />setuju???<br /><br />www.adzanwahyu.com<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482442802891694586-2385336463968447796?l=adzan101.blogspot.com'/></div>Adzan W. Jatmikonoreply@blogger.com2tag:blogger.com,1999:blog-7482442802891694586.post-8502383862155513702009-04-20T17:40:00.000-07:002009-04-20T18:03:26.972-07:00The Swordless SamuraiJulukan untuk legenda Jepang, Toyotomi Hideyoshi<br /><br />kisah lengkapnya ada di buku Taiko,<br />sedikit ceritanya diangkat dibuku yg baru dicetak mas haikal berjudul The Swordless Samurai.<br /><br />Hideyoshi adalah tokoh pemersatu Jepang, bahkan konon sempat mencoba ekspansi wilayah ke China dan Mongol.<br /><br />Tapi ketika ditilik ke belakang, ternyata Hideyoshi hanyalah anak seorang petani, bukan kasta Samurai. Perawakannya kecil, sebagian orang bahkan majikannya Oda Nobunaga memanggilnya "Monyet".<br /><br />Tidak pandai bermain Katana, keahliannya hanyalah imajinasi, negosiasi, diplomasi, dan strategi. Itu sudah lebih dari cukup untuk menyatukan Jepang Raya. dan mendapat posisi yg paling terhormat di Jepang.<br /><br />sekali lagi, hideyoshi adalah anak petani miskin, berperawakan pas2an (dipanggil monyet), ga bisa main pedang. parah kan hehehe<br /><br />hampir sama seperti saya, dan kebanyakan teman2.. ya.. kita adalah swordless samurai juga.. tentu saja sebagai pengusaha<br /><br />- kita bukan anak orang kaya<br />- kita ga ganteng (gw doank kali yak hehe)<br />- kita ga punya modal<br />- kita bukan anak pejabat yg bisa jadi pengusaha dadakan lwt proyek2 pemerintah<br />- kita ga punya bakat dagang<br />- dll dll<br /><br />kita hanya perlu bekerja secara cerdas, dan tentu saja menyenangkan :)<br /><br />Ya.. kita adalah The Swordless Samurai<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482442802891694586-850238386215551370?l=adzan101.blogspot.com'/></div>Adzan W. Jatmikonoreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-7482442802891694586.post-6250331191022999122009-04-19T01:00:00.000-07:002009-04-19T01:20:09.620-07:00Ide Outsource PRThehe<br />tulisan ini sebenernya dari pengalaman temen2 yg pada susah nyari tenaga PRT.<br />Udah nyarinya susah, sekalinya dapet orangnya malah kaga bener.<br />ga betahan lah, hobi ngutil lah, dll dll..<br /><br />pokoknya jaman sekarang susah cari PRT,<br />orang2 di kampung pada milih jadi TKW atau buruh pabrik<br />lebih bergengsi lahyaw daripada PRT<br /><br />di sisi lain,<br />di jakarta ini orang2 bahkan brani bayar 250-300rb per bulan hanya untuk sekedar mencuci baju. Ya, nyuci baju doank. Ga pake ngepel, nyapu, nguras kamar mandi, apalagi masak hehe<br /><br />Aha! peluang nih!<br />nah, knapa ga kita bikin usaha yg mem-provide tenaga itu.<br />lebih enak toh..<br /><br />modalnya, gampang aja, cuma seragam lengkap ala janitor kantoran yg di outsource itu.<br />biar karyawan juga bangga, trus kita ga kliatan sbg perusahaan ecek2..<br />klien kita pun jd bangga<br /><br />nih itung2annya klo ga percaya..<br /><br />misalkan 1 rukun tetangga ada 60 Kepala keluarga, anggep cuma 30 kepala keluarga yg menggunakan jasa kita.<br />(saya yakin ke depan nya, bisa2 60 KK itu akan ga punya PRT sama sekali. dan bakal jadi klien kita)<br /><br />yg kita perlukan cuma,<br />1. 6 mesin cuci, dan 4 tenaga operator<br />2. 4 tenaga untuk nyapu, ngepel, dll<br />3. tentu saja dengan seragam yg keren dan elit kekeke..<br /><br />misalkan satu KK ditarik @Rp400rb, (ke depan nya bisa jadi 600rb per bulan)<br />30 orang maka 12jt per bulan.<br /><br />pengeluaran untuk tenaga kerja @900rb<br />8 orang maka 7,2jt<br />listrik Rp 800rb<br />total pengeluaran 8jt<br /><br />so, untung bersih 4jt per RT, gimana klo satu RW? satu kelurahan kekeke<br />jgn lupa tambahin service cuci mobil or motor bwt nambah2 penghasilan..<br />tentu saja ada uang jasa juga untuk tenaga kerja kita (alias bagi hasil)<br /><br />klien kita pun enak, soalnya<br />1. ga perlu repot jatahin makan PRT<br />2. klo ada masalah apa2, tinggal komplain ke providernya<br />3. Ga ada istilah diutangin sama pembantu<br />4. kaga ada istilah pembantu bawa pacar ke rumah dan berbuat mesum<br />5. kaga rebutan chanel TV gara2 si mbok mau nonton sinetron<br />6. ga ada istilah si bapak selingkuh sama si mbok wekekeke<br />7. ga ada istilah PRT izin pulang krn anak sakit<br /><br />hayo.. siapa brani tangkap peluang ini hehe<br /><br />adzanwahyu.com<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482442802891694586-625033119102299912?l=adzan101.blogspot.com'/></div>Adzan W. Jatmikonoreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-7482442802891694586.post-21357774549287864232009-04-15T20:29:00.000-07:002009-04-15T21:28:34.729-07:00The Strongest Mastermind Group, Proggressive-Revolusioner!Udah ah ga mau ngomong bahasa inggris hehehe..<br />jelek nih english nya..<br /><br />yak, intinya mau ceritain kelompok mastermind kita yg bernama Kelompok Progresif-Revolusioner hehehe anak muda banget dahh<br /><br />kelompok kita ini pernah khusus dibahas di radio Suara Metro, karena bisa jadi kelompok kita ini adalah kelompok yang terkuat, terlama (4thn lebih), tersolid, terawet dan bahkan ter-konsisten yang pernah ada hehe<br /><br />awalnya 4thn lalu, Saya dan dedy yg saat itu kuliah bareng di Fasilkom UI, berbisnis bareng dengan Mita (yg kini jadi istri saya hehe). Saat itulah kelompok kita pertama berdiri. Gak lama kemudian Dimas bergabung, dan sekarang ditambah Dendy.<br /><br />dulu itu ga tau mastermind seperti apa, tapi kita sudah melakukan hal2 yg ternyata ada di panduan mastermind. WIFLE dsb. bahkan dari awal kita mewajibkan anggota untuk memberikan "nasehat"-nya yg digilir di awal setiap pertemuan kita.<br /><br />Alhamdulillah, kelompok inilah yg membuat kita kuat. dan beberapa orang menyebut anggota kelompok kita ini sebagai Die Hard-ers. Karena kita ga akan pernah menyerah.<br />kelompok inilah rahasia kenapa kita bisa ngebut berlari..<br /><br />sedikit cuplikan pas wawancara lalu<br /><br />mas tias : siapa pemimpin kelompoknya?<br /><br />saya : pemimpin kelompok ini adalah anggaran dasar kelompok. alias kepemimpinan kolektif. klo ada yg keluar dari koridor itu ya kita tegor, bahkan tak segan dikeluarkan dari kelompok<br /><br />mas tias : pernahkah ada bentrok kepentingan antara bisnis dan persahabatan<br /><br />saya : bagi kami persahabatan adalah diatas kepentingan bisnis. Persahabatan boleh aja "ngacak2" bisnis, tapi jgn sampe bisnis "ngacak2" persahabatan. Intinya komunikasi mas. Karena semua bisa di komunikasi kan.<br /><br />contoh, suatu saat teman kami tidak bisa menjalankan tugas karena ada masalah krusial di keluarganya, teman yg lain dengan senang hati meng-cover tugas2nya. luar biasa memang<br /><br />mas tias : pernah ga ada ide bisnis anggota yg tidak disetujui anggota lain? <br /><br />saya : sering doonk.. ya sudah hak individu untuk menerima atau menolak ide. Biasanya anggota jalan sendiri, dan tetep kita bantu kasih masukan<br /><br />dan pertanyaan2 lain yg udah lupa :D lanjutin Dim hehe<br /><br />Berikut ini spesialisasi2 anggota kami (usia 24-26thn)<br /><br />1. Dimas, ahlinya internet-marketing<br />2. Dedy, ahli bisnis, ahli IT<br />3. Dendy, ahli urusan korporasi, perbengkelan, bisnis makanan, agrobis, dan kewanitaan hahaha<br />4. Mita, ahli urusan property, keuangan dan perbankan, legal<br />5. Adzan, ga punya keahlian ahaahahha... cuma punya sedikit ilmu dibidang saham, klo tmn2 sih julukinnya ahli strategi, padahal ga ahli sama sekali kekekek<br /><br />Nah, kelompok Progresif-Revolusioner ini sebenernya masih bisa nampung 2-3 orang lagi.. klo temen2 ada yg minat ya monggo kirim lamaran hehe.. tapi ada sedikit syarat2 ya.. supaya lari kita bisa ngebut..<br /><br /><br />1. Memiliki visi kebangsaan/kemanusiaan dan sosial<br /><br />2. Bersemangat, Progresif, Revolusioner, tahan banting, die-hard-er, ga gampang nyerah<br /><br />3. Full TDA (yg ini ga bisa ditawar hehe.. maap)<br /><br />4. Lokasi dimana aja, asal siap kumpul di wilayah jabodetabek paling tidak 2 minggu sekali. dan mengikuti program olahraga rutin seminggu sekali<br /><br />5. Diutamakan usia dibawah 30 dan status lajang (klo udah nikah dan usia lebih sih gpp jg, yg penting bisa meyakinkan kami mengapa anda layak jadi anggota)<br /><br />6. Diutamakan yg sudah berbisnis minimal 2-3thn (klo bisnis masih baru gpp jg, yg penting bisa meyakinkan kami mengapa anda layak jadi anggota)<br /><br />7. Diutamakan jg yg omzetnya minimal sudah 10 digit setahun (yg masih belom jg gpp, yg penting bisa meyakinkan kami mengapa anda layak jadi anggota)<br /><br />8. Diutamakan memiliki keahlian yang belom ada di tim ini<br /><br />9. Siap untuk bersama2 menerima challenge "Go Triple".<br /><br /><br />[nyontek pak fauzi]<br />Mohon dipahami, ke-9 syarat tadi untuk lebih menyetarakan "frequensi" member "The Progresif Revolusioner", karena permasalahan2 member yg baru membangun usaha dengan sedang membesarkan usaha akan sangat berbeda.<br /><br />Anda berminat bergabung dengan "The Progresif Revolusioner"?, segera kirimkan email pernyataan minat Anda kepada saya via Japri (jalur pribadi). Ceritakan sedikit passion dan visi Anda.<br /><br />Saya akan segera menghubungi Anda kembali.<br /><br />Jika peminat melebihi 5 orang, mohon maaf saya terpaksa akan melakukan seleksi. Seleksi akan saya dasarkan pada keselarasan passion dan visi. Saya yakin, jika memang sudah ditakdirkan utk bersama2 mewujudkan mimpi kita, kita akan saling bertemu, sekalipun hari ini mungkin Anda belum mengenal saya. Dan saya yakin Allah SWT akan mempertemukan saya dengan orang2 terbaik yg dapat saling mendukung mewujudkan impian kita semua.<br /><br />Salam Progresif Revolusiner!<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482442802891694586-2135777454928786423?l=adzan101.blogspot.com'/></div>Adzan W. Jatmikonoreply@blogger.com3tag:blogger.com,1999:blog-7482442802891694586.post-11046986840728176882009-04-13T19:38:00.000-07:002009-04-13T20:45:25.942-07:00sedikit pemikiran buat bisnis garmen..mengamati sepak terjang bisnis garmen di TDA, khususnya kaos.<br />maklum jadi ngomongin bginian gara istri yg katanya mau jualan kaos.<br /><br />begini, saya punya pemikiran sendiri mengenai kaos (lebih spesifiknya kaos casual remaja dan dewasa)<br />pemikiran itu adalah, plis correct me if im wrong (maklum saya bukan orang garmen, cuma sok tau aja hehe)<br />- bahwa tidak mungkin mengawinkan bisnis ini antara online dan offline<br /><br />tolong bedakan bisnis kaos oblong ini dengan bisnis garmen lainnya yg telah menjadi "komoditas". misalkan produk2 tanah abang.<br /><br />sebagai contoh begini, misalkan kaos Joger di jual online, pasti lah penjualan kaos Joger di Bali turun, dan juga penjualan kaos Joger secara umum juga turun.<br />Mengapa? alasan orang beli Joger itu karena mau menunjukan bahwa orang itu pernah ke Bali. Itu lah value dari kaos Joger. Klo misalkan dijual online, value itu pastinya menghilang. Dan orang ga ada lagi yang mau beli Joger, karena ga ada kebanggaan lagi pake Joger. Jadi menurut saya, kaos Joger harus stay Offline.<br /><br />skrg contoh kaos yg di jual online. <br />bisnis online itu tipikal. <br />dalam hal kaos, harus ada sesuatu yang "gila" yg bener2 membuat orang mau membeli kaos kita tanpa mikir2 lagi. <br />sesuatu yg ga akan ditemui di pasar offline konvensional.<br />"ngapain toh gw repot2 di internet hanya untuk sekedar kaos! dipasar jg banyak"<br /><br />Kita harus pikirkan pembeli kita yg harus punya alasan yg kuat untuk membeli kaos kita, ketimbang pembeli kita itu nyebrang jalan dan belanja ke mall untuk beli kaos. Karena menurut saya, kaos itu sudah menjadi komoditas.<br /><br />Klo akhirnya bisnis kaos online ini bisa dijual grosir (secara offline), misalkan dengan agen2, akhirnya kita akan terjebak untuk kemudian kaos kita akan menjadi komoditas. Ketika kita terjebak menjadi komoditas, maka kita akan bertarung dengan kaos2 asal china atau yg murah2 yg beli nya itu kiloan hehe.. seremmm<br /><br />Beda dengan busana muslim, yg bisa luwes mainin model dan design. Seperti Manet nya pak roni misalnya, orang di Papua yg mencari busana muslimah berkualitas ya pasti mending beli manet daripada ke pasar depan rumahnya. karena ga akan nemu yg kayak manet. dan di pasar, pasti dapetnya yg (maaf) design nya "kampungan". Sebaliknya, klo "cuma" kaos, ya mending beli aja di pasar depan rumah<br /><br />kaos itu ga bgitu kliatan bedanya antara beli di pasar sama di distro misalnya (dalam pandangan mata awam lho). karena ya modelnya bgitu2 aja, tanpa kerah. sampe Afrika pun, model kaos bakal tetep sama. paling cuma design/gambar nya aja yg beda. jadi menurut saya, ga bisa di pasarin dengan model kayak manet dengan sistem agen.<br /><br />klo mau jual kaos secara online, harus direct selling alias B2C. dan harus ada value yg kuat, dan ga mungkin bisa dicari tuh kaos di pasaran offline.<br /><br />Contoh, misalkan tau2 Britney Spears iseng bisnis kaos dengan label "Britney". Trus expose media besar2an, masuk tipi2, majalah2, koran2, berita2 internet dll. dan Britney bilang, "kaos ini ekslusif cuma saya jual di website saya seharga $200 per kaos, langsung dpt tanda tangan dari saya"<br /><br />Jreeeng.. saya yakin tuh kaos laku. Karena orang beli "gengsi". dan klo tuh kaos britney dijadiin "komoditas" alias dijual di mall-mall, saya yakin gengsi nya malah turun, dan bisa jadi profitnya malah menurun.<br /><br />memang tidak menutup kemungkinan juga untuk sukses ketika mengawinkan offline dan online. Contohnya kaos2 motivasi yg skrg banyak dibuat member tda. karena di pasar atau di mall, saat ini tidak ada yg jual produk serupa (kaos yg ber-design dgn tema motivasi). Namun harus dipikirkan juga jika tema motivasi ini sudah menjadi "komoditas". harus kita pikirkan juga added value produk kita nantinya. supaya lagi2, kita tidak berhadapan face to face sama yg jualnya kilo-an itu.<br /><br />Jadi pada akhirnya, klo memang berniat untuk menjadi perusahaan raksasa garmen (dalam hal ini kaos), pada akhirnya pasti harus memilih antara jualan offline atau online. dan klo masih merintis, lebih baik konsisten dari awal berdiri, supaya produk kita punya identitas tertentu.<br /><br />Klo mutusin jualan offline bukan brarti ga boleh online. Online nya boleh saja untuk sarana marketing dan branding, tapi tidak untuk jualan di online. <br /><br />Hehe.. sedikit pemikiran dari saya yg buta dunia garmen, cuma jadi pengamat doank..<br /><br />kesimpulannya, sampai saat ini saya berpendapat tidak bisa mengawinkan online dan offline dalam hal jualan kaos.<br /><br />Bagaimana pendapat teman2?<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482442802891694586-1104698684072817688?l=adzan101.blogspot.com'/></div>Adzan W. Jatmikonoreply@blogger.com4tag:blogger.com,1999:blog-7482442802891694586.post-26315081148027592882009-04-11T15:58:00.000-07:002009-04-11T16:59:59.509-07:00susahnya memulai bisnis dari hobi...<a href="http://rumametmet.com/wp-content/uploads/2007/12/two-sheep-dari-google.jpg"><img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 439px; height: 344px;" src="http://rumametmet.com/wp-content/uploads/2007/12/two-sheep-dari-google.jpg" border="0" alt="" /></a><br />saya, Adzan Wahyu Jatmiko (ceritanya ngikutin Prabowo Subianto), percaya atau tidak bahwa passion bisnis saya itu Agrobisnis... dan harus menunggu 4tahun baru bisa bisnis agro..<br /><br />oh.. penantian yg panjang.. tapi nikmat.. kyk orang lagi puasa, pasti bisa ngerasain nikmatnya sesuap nasi..<br /><br />jadi begini critanya, tulisan ini mencoba memberi sudut pandang lain dari teman2 yg suka menyarankan "mulailah bisnis sesuai hobi kita"..<br /><br />begini, saya sebenernya setuju sama ungkapan "bisnislah sesuai hobi kita", tapi klo ada yg bilang "MULAILAH bisnis sesuai hobi kita" saya kayaknya agak kurang setuju.<br /><br />kenapa? ya simple aja, kadang hobi kita itu ga bisa ngehasilin duit secara instant kok..<br /><br />kemudian pihak yg bersebrangan menjawab... "lha makanya klo bisnis jangan mau cepet dapet hasil instant"<br /><br />nah disinilah bedanya! disini!<br /><br />latar belakang saya adalah keluarga pas2an..<br />jawaban seperti "lha makanya klo bisnis jangan mau cepet dapet hasil instant" hanya cocok untuk orang yg nyambi bisnis sambil bekerja.<br />karena mereka uang untuk isi perut masih bisa dari gaji.<br /><br />nah klo orang kyk saya?<br />ya apapun pasti saya lakuin supaya bisa makan, <br />jadi ga bisa milah milih mana yg saya suka atau sesuai hobi<br /><br />mungkin ini yg dimaksud dengan "The Power of Kepepet"<br />dan "game" ini sangat mendebarkan..<br />seru lho.. makanya Om Bob Sadino aja tertantang main "game" ini<br />namanya game "me-miskin-kan diri" (beda dengan om bob, klo saya emang beneran miskin hehehe)<br /><br />ketika kita Kepepet, kita ga punya pilihan<br />kita harus bertahan hidup<br />apapun yg bisa dijadiin nasi, pasti kita lakuin<br />karena HARI INI kita harus makan<br />klo ikutin hobi, BELUM TENTU hari ini kita bisa makan<br /><br />So, sudah paham toh klo untuk orang2 kyk saya, dan mungkin sebagian besar masyarakat kita, kadang memulai bisnis ga mesti dari hobi. pokoknya yg bisa jadi nasi! mau kita ga suka ya mau apalagi.. daripada laper<br /><br />nah, ada dua pendekatan jadinya selain hobi ini yg bisa dijadikan ajang memulai bisnis yang nyaris tanpa modal dan risiko. ingat, semua pendekatan ini kuncinya adalah silaturahmi<br /><br />1. demand driven (ah istilahnya sok keren bgt, abis susah cari padanan-nya di indonesia)<br /><br />- kita temui temen2 kita, dengarkan kebutuhan mereka, lalu kita bantu penuhi kebutuhannya. gampang kan<br /><br />- kita cari masalah di sekitar kita... kemudian Aha! itulah peluang!<br /><br /><br /><br />2. pendekatan produksi<br /><br />- lagi2, temui temen2 kita yg punya produk barang atau jasa. kemudian bantu teman2 kita yg lain untuk memenuhi kebutuhannya dengan produk tadi itu dengan sebuah penawaran.<br /><br />ikutilah komunitas bisnis, contohnya TDA. Saya ingat Pak Iim (presiden TDA) pernah bilang, klo produk2 member TDA dikumpulin, mungkin bisa bikin Carrefour tandingan!<br />artinya banyak sekali produk member TDA yang bisa kita jualin ke tetangga sekitar<br />inget lho, masih belum banyak orang2 yg bisa online<br /><br /><br />pendekatan produksi ini agak2 ga enak, soalnya kita harus nawarin barang kesana kemari layaknya sales. makanya mending cari demand aja dulu hehe<br /><br /><br />Nah kembali ke laptop<br /><br />Saya sendiri memulai bisnis warnet dengan skema "cari masalah di sekitar"<br />kala itu sebenernya saya sendiri sih yg susah cari warnet. dan saya yakin banyak orang yg senasib (susah cari warnet). Aha! demand nih<br />lahirlah www.warnet-alpha.net<br /><br />akhirnya warnet saya jadi belasan, dan kemudian ada kendala untuk cari ISP yg bisa diandalkan. wuih susah banget cari ISP yg murah, bagus, dan terpercaya. temen2 pengusaha warnet yg lain pun merasakan hal yg sama. Aha! demand lagi nih<br />lahirlah ISP saya www.net-cyber.com<br /><br />Dan tahukah anda? saya tidak pernah mencintai dunia Teknologi Informasi :D<br />cinta saya hanyalah di dunia Agro..<br />simple saja, saya tinggal mengumpulkan teman2 yg cinta mati sama IT (Pak Dedy dan Pak Dimas) jadi bisnisnya adalah bisnis yg dijalankan dengan hobi! (tentu saja hobinya teman saya, bukan hobi saya)<br /><br />harus menunggu 4 tahun baru akhirnya tahun ini, alhamdulillah, saya bisa terjun ke bisnis agro...<br />rasanya gimanaaaaaaaa gitu..<br />kayak kekasih yg dulu hilang, kini dia tlah kembali pulang<br />adrenalin juga berasa naek klo lagi ngurus agro..<br />wiih.. seru rasanya hehe<br /><br />makanya saya tersentak oleh perkataan bang jay di tulisan saya yang lalu. <br />seandainya saya dari dulu sudah ketemu bang jay,<br />mungkin saya ga perlu nunggu 4thn untuk bisnis sesuai hobi saya itu..<br />wallahualam<br /><br />begini kata bang jay yg mengatakan ke sepupu saya, <br />"ngasong aja. gw pikir sih klo nyari 25rb sehari bisa-lah dari ngasong. nah, sehabis ngasong kan mungkin masih ada sisa waktu 5 jam sehari tuh. lakuin deh yg lu suka!"<br /><br />nah...<br />dapet kan poin nya!<br /><br />sekarang anda bebas menentukan pilihan<br />tapi ingat, intinya tetep silaturahmi<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482442802891694586-2631508114802759288?l=adzan101.blogspot.com'/></div>Adzan W. Jatmikonoreply@blogger.com4tag:blogger.com,1999:blog-7482442802891694586.post-58766407921104428442009-04-09T21:05:00.000-07:002009-04-09T21:23:40.981-07:00Semudah itu.. (untuk menjadi pengusaha)Pada suatu hari kedatangan sepupu dari Malang yang kini menetap di Kebumen. sang sepupu bosan bekerja dengan orang lain, tekadnya sudah bulat menjadi pengusaha. Maklum, tuntutan hidup membesar, anak sudah 4thn dan butuh susu hehe<br /><br />sepupu saya itu telah memilih untuk DO dari Teknik Informatika ITB<br /><br />sore itu saya ajak ketemu Om Bob Sadino dan Bang Jay<br />(walah enak bgt ya belom2 udah ketemu dua coach hebat.. dulu mah ane kaga begini)<br /><br />Om bob langsung berkelakar,<br />"wong kebumen? kepriwe kiye'"<br />"Bagus mas sudah memilih DO, karena yg dikampus itu isinya sampah semua. Anda harus berterima kasih kepada pak rektor karena telah membuat anda memilih DO. Jalan hidup anda segera berubah"<br /><br />sepupu saya bertanya,<br />"lalu saya mesti gimana om?"<br /><br />om bob menjawab,<br />"seorang sarjana akan malu untuk menjual koran, tapi tidak untuk anda. karena anda telah memilih DO. Anda jual koran sekarang, jangan pikir hari esok, tapi lihat diri anda 40thn kemudian! anda bisa lebih dari seorang Bob Sadino!"<br /><br />"seorang sarjana hanyalah sampai batas TAHU, sementara orang anda harus masuk kuadran BISA. mulai lah jualan koran ke rumah2, pelanggan anda akan menjadi 20 orang, 40 orang, lalu anda akan menjadi agen koran, kemudian distributor, mungkin malah akan punya percetakan sendiri!"<br /><br />"ga usah berencana mas, jalankan saja"<br /><br />Sepupu saya itu berpaling ke Bang Jay..<br /><br />"usaha apaan ya Bang?"<br /><br />Bang Jay berkata<br />"lu kerjain aja usaha yg lu suka, dan terus disitu sampe 10 tahun. jangan pindah2 usaha!"<br />"Bikin aja tempat makan, dengan konsep bla bla bla (konsep dirahasiakan hehehe)"<br /><br />si sepupu menjawab<br />"Aku mau aja ngerjain yg aku suka, cuma untuk susu anak-ku gimana bang?"<br /><br />Bang Jay membalas<br />"ngasong aja. gw pikir sih klo nyari 25rb sehari bisa-lah dari ngasong. nah, sehabis ngasong kan mungkin masih ada sisa waktu 5 jam sehari tuh. lakuin deh yg lu suka!"<br /><br />waw...<br />semudah itu ya...<br />seandainya semua orang bisa bgitu, tentu indonesia sudah sesak dengan pengusaha.<br /><br />intinya kita hidup cukup2 aja dari ngasong, sisa waktu bisa kita gunain sesuai passion kita. dijamin bisnis pasti sukses.<br /><br />sepupuku itu masih ga puas, pulang dari sana lanjut diskusi abis2an di rumah.<br />tapi tekadnya sudah bulat untuk tidak bekerja<br />tekad khas arema<br /><br />smoga dalam waktu tidak lama segera lahir pengusaha mapan asal kebumen, amiin<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482442802891694586-5876640792110442844?l=adzan101.blogspot.com'/></div>Adzan W. Jatmikonoreply@blogger.com23tag:blogger.com,1999:blog-7482442802891694586.post-40875594695927231042009-03-16T18:32:00.000-07:002009-03-16T18:44:31.374-07:00Let It Flow.. by Bob SadinoSuatu saat di dalam Jaguar Om Bob<br /><br />Saya : <br />om, dalam beberapa kesempatan om sering bilang klo bisnis itu just let it flow.. saya membaca pragmatisme sikap, dan bagaimana jika pragmatis yg juga cenderung oportunis itu membuat bisnis kita menjadi tidak fokus?<br /><br />Om Bob : <br />Mas, coba apa asosiasi anda tentang "Flow"? pasti air bukan? <br />dan apa asosiasi anda tentang air? pasti sungai!<br />sungai itu sifatnya selalu mengalir ke muara nya<br /><br />tapi coba anda lihat sungai itu<br />apa yg ia lakukan ketika menabrak karang? apakah terus dipaksakan?<br />tidak! ia akan berbelok, ia fleksibel<br />bertemu karang lagi, berbelok lagi.. hingga akhirnya sampai ke muara<br /><br />kita pelajari filosofi dari sungai ini<br />setiap hari manusia membuang sampah ke sungai,<br />membuang kotoran nya ke sungai, kencing di sungai, dan lain2<br />apakah sungai pernah protes?! tidak kan!<br />sungai terus mengalir..<br />sungai tidak pernah memikirkan akan bermuara kemana,<br />sungai hanya fokus untuk terus mengalir<br /><br />bisnis tidak fokus? itu bagian dari proses mas..<br />klo mas ketemu jalan buntu, ya cari jalan lain, atau bikin jalan baru..<br />inget, fokus sungai adalah terus mengalir<br />mungkin prosesnya akan berkelok-kelok, tapi terus saja mengalir..<br /><br />wow.. speechles..<br />begitu sederhana, namun sangat mendalam..<br />trima kasih om.. smoga ilmu ini menyebar, dan menjadi amalan yg tidak putus2 untuk om bob, amiin<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482442802891694586-4087559469592723104?l=adzan101.blogspot.com'/></div>Adzan W. Jatmikonoreply@blogger.com2tag:blogger.com,1999:blog-7482442802891694586.post-53926224057286853042008-12-03T15:22:00.001-08:002008-12-03T15:23:52.079-08:00Dat Big Retail FranchiseSiang tadi dateng ke salah satu franchise yang bergerak di bidang retail, bersama bapak Ipung (founder tda) dan bapak Dendi (founder robber cat)..<br /><br />Tersentak, terhenyak, dan hening sesaat.. (ciyee dramatis bgt)<br />bagaimana tidak..<br />untuk membeli bisnis yang sudah running dengan net profit 9jt-an per bulan, kita mesti invest kurang lebih 500jt.. Gile bener.. 1,8 persen per bulan...<br /><br />eiiit tunggu dulu..<br />ada yg janggal dari laporan keuangan..<br />kok... ga ada penyusutan franchise fee yg harus dikumpul tiap bulan? kan franchise fee cuma buat 5 tahun..<br />kok... ga ada penyusutan untuk peremajaan alat2..?<br />dan yg paling parah.. kok ga ada penyusutan buat sewa tempat??<br /><br />pas saya tanya2 masalah itu akhirnya franchisor "nyerah"<br />dan berkata jujur (saya ttp appreciate sama kejujurannya..)<br />bahwa klo nanti pas 5thn berjalan, kita sebagai investor diminta inject sebesar 300jt lagi untuk sewa tempat, franchise fee, dan peremajaan<br />Luar biasa!<br /><br />Anggeplah 300jt ini kita susutkan selama 5thn pertama..<br />maka kita harus menyisihkan 5jt per bulannya supaya di akhir masa 5thn itu bisa terkumpul 300jt..<br /><br />gleg..<br />net profit aja udh 9jt per bulan mesti dikurangi lagi dengan penyusutan 5jt per bulan!<br /><br />oke, saya simpulkan..<br />saya sederhanakan..<br /><span style="font-weight:bold;">jadi bisnis ini total modalnya 500jt dan net-profit "hanya" 4jt per bulan!</span><br />gain cuma 0,8% per bulan atau hanya 9,6% per tahun!<br /><br />bahkan lebih rendah dari bunga deposito sekalipun!<br />dan dengan risiko lebih besar, bisa bangkrut!<br />sementara deposito itu dana nya lebih aman<br /><br />buset..<br />udah keuntungan lebih rendah dari deposito,<br />resikonya lebih besar dari deposito..<br /><br />heran.. <br />masih ada aja yg minat dan kejebak..<br />cmon, wake up lah..<br />ini mah bener2 buat gengsi doank klo ada yg beli franchise bginian..<br /><br />Masih mending warnet saya deh..<br />invest 100jt net profit sekitar 4-5jt..<br />udah bener2 bersih<br /><br />hidup franchise warnet hehehe<br />www.warnet-alpha.net (lah jadi promosi)<br />yuk..<br /><br />smoga mencerahkan<br />dan menyadarkan<br /><br />wass<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482442802891694586-5392622405728685304?l=adzan101.blogspot.com'/></div>Adzan W. Jatmikonoreply@blogger.com4tag:blogger.com,1999:blog-7482442802891694586.post-31648484866514806332008-11-22T17:52:00.001-08:002008-11-22T18:20:34.446-08:00Everyday is sundayHere, everyday is sunday<br />And every night is saturday night <br /><br />bgitu jawaban saya pas ada teman saya yang bertanya,<br />"Malem mingguan ga jalan loe sama istri?"<br /><br />membuat saya jadi merenung.. bener juga ya...<br />sehari-hari yang saya lakukan adalah kegiatan yang biasa orang normal lakukan ketika hari libur..<br /><br />saya bisa olahraga tiap pagi, saya bisa makan di mall kapan aja, saya bisa janjian ketemu org kapan aja, saya bisa lakuin semua yang saya mau, di waktu yang sesuka-suka saya.<br /><br />usut punya usut, klo kita cermati, hukum pareto ternyata berlaku lho<br />hanya 20% waktu yang kita habiskan dalam sebulan untuk menghasilkan 80% income kita.<br />ya tentu saja, angka-angka ini cuma berlaku buat teman2 yg profesinya pengusaha :p<br /><br />anggep lah bisnis kita udh running, ternyata cuma butuh waktu 6 hari dalam sebulan yang kita habiskan untuk bisnis kita itu. Bahkan kadang pareto nya menjadi 10:90 alias cuma butuh waktu 3 hari.<br /><br />lalu 27 hari sisanya? have fun! weekend! hahaha..<br /><br />dan biasanya karena statusnya weekend, otak kanan kita bekerja dengan optimal (inget lho abad 21 ini eranya orang2 otak kanan kata mas ippho), ujung2nya dapet duit banyak juga kan karena otak kanan optimal.<br /><br />contoh nih, liburan saya bulan ini dipake jalan2 sama bang Jay ke vila domba, ke warung bakso dsb.. akhirnya banyak deh kolaborasi yang mau dijalankan.. <br />dan nanti klopun ada bisnis yang bisa berdiri ya tetep aja cuma ngabisin 3-6hari per bulan.. sisanya? tetep weekend! hahaha<br /><br />klo di perpanjang, dari setahun itu ternyata cuma 2 bulan yang kita butuhkan untuk me-maintain 80% penghasilan kita. Sisanya? weekend!<br />nah ini dia yang mendasari aturan baru di keluarga saya,<br />uang belanja istri sekarang dikasihnya ga bulanan lagi, tapi tahunan :D<br />seru kan..<br />tuh uang belanja mau diputer dulu buat usaha ya terserah, pokoknya uang belanja tahunan<br /><br />kenapa uang belanja tahunan? lagi2 supaya otak kanan bekerja. inget bos, sekarang abadnya orang2 kanan..<br />klo uang belanja bulanan kan pertanyaannya, "bulan depan makan apa?" stres jg kan jadinya mikirin bulan depan yg udh deket<br />di uber2 waktu, akhirnya otak kiri yang kerja, setres, dll<br />tapi klo uang belanja tahunan, "tahun depan makan apa?" huahuauhuahua...<br />dengernya aja lucu<br /><br />liburan bulan ini mau ngapain ya...<br />1. jalan2 nyari kontakan kosong atau tanah kosong buat warung bakso<br />2. jalan2 ke sukabumi buat agro<br />3. nulis2 bantu istri nyusun buku<br />4. wisata2 kuliner<br />5. jalan2 nyari dandanan buat tunggangan<br />6. mau nambahin?<br /><br />every is sunday<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482442802891694586-3164848486651480633?l=adzan101.blogspot.com'/></div>Adzan W. Jatmikonoreply@blogger.com2tag:blogger.com,1999:blog-7482442802891694586.post-91143924399866980372008-11-09T02:54:00.000-08:002008-11-09T04:01:38.024-08:00Muslim pengusaha, bukan pengusaha muslimSekedar sharing, mohon maaf tidak bermaksud memojokan pihak-pihak tertentu, riya, atau segala perilaku negatif yang lain..<br />sekali lagi ini blog personal saya, untuk warisan anak cucu dan generasi muda di bawah saya nanti nya insya Allah..<br /><br />Seorang teman bertanya kepada saya di Bandung ketika halal bihalal TDA kemarin. Ia bertanya mengapa jika saya berbicara dengan orang lain, saya jarang sekali berbicara tentang bisnis ataupun me-lobi tentang sesuatu.<br /><br />Si penanya ini adalah sahabat saya sendiri, kebetulan beberapa bulan terakhir rajin mengikuti saya bersilaturahmi menyambangi beberapa kenalan-kenalan saya.<br /><br />Saya sendiri tidak bisa menjawab, saya hanya merasa bahwa itu adalah gaya saya. Karena "pekerjaan" saya bukanlah pengusaha, "pekerjaan" saya adalah sebagai seorang muslim. Adapun status pengusaha saya sekarang adalah inisiatif saya, supaya "pekerjaan" saya sebagai seorang muslim berjalan optimal, dan makin mendekati tujuan yakni ridha Allah.<br /><br />Bagi saya, menjalin ikatan persaudaraan jauh lebih nikmat dibanding obrolan2 atau lobi2 bisnis. Di halal bihalal kemarin, saya jauh merasa lebih dekat dengan beberapa orang, antara lain Pak Ipung, Pak Sigit, Pak Ananto, Pak Agustav dan lain-lain. Dan bagi saya itu jauh lebih nikmat dibanding mendapat proyek bisnis.<br /><br />Lalu darimana datangnya rejeki kita? tenang aja, "saya yakin rejeki saya tidak akan bisa dikurangi, karena itu diri saya tenang" begitu kata Hasan Al-Basri (status andalan nya kang Putra di YM hehehe)<br /><br />Tapi serius, saya bukan termasuk orang yg njlimet mikirin uang, mikirin "dapet apa" dsb..<br />ah.. serius deh, ga ada yg bisa gantiin nikmatnya dapat saudara baru..<br />dapat "orangtua" baru..<br />dapat guru baru..<br />Lagian, bukankah "mempunyai teman" lebih berharga dari "memiliki omzet besar"? Coba deh baca buku2 Anthony Robins sama Zig Ziglar hehehe<br /><br />Jadi prinsip pertama saya sebagai Muslim pengusaha, "Mengutamakan silaturahmi/persaudaraan dibanding keuntungan"<br /><br />Sesaat teman saya itu mengiyakan. kemudian mengatakan bahwa dia sangat tidak ingin kehilangan teman. Apapun yang terjadi.<br /><br />Lalu saya bilang, jangan pernah fokus untuk kehilangan atau mendapatkan teman. Tapi fokuslah untuk berbuat yang benar. Tanpa Kompromi. Walau tindakan kita mungkin akan menyebabkan kita kehilangan teman2 kita. <br /><br />Contohnya, beberapa saat yang lalu saya berhasil melakukan efisiensi dana setup pabrik sebesar 50jt. Saya bisa saja bilang ke investor bahwa tidak terjadi perubahan harga. Tapi saya tau itu TIDAK BENAR. saya lebih memilih tindakan BENAR, apapun risikonya<br /><br />contoh kedua, bisa baca disini http://adzan101.blogspot.com/2008/09/tidak-akan-meninggalkan-jalan-ini.html<br />saya hanyalah memilih jalan yang menurut saya benar, apapun risiko nya (kehilangan partner bisnis)<br /><br />contoh ketiga, adalah ketika saya membutuhkan jasa perantara untuk sebuah bisnis. Dari akad awal pun sudah tercetus kesepakatan harga dengan sang perantara. Ia pun menemukan saya dengan suplier yang bersangkutan. Saat ini saya punya power yang cukup untuk "memotong jalur". Tapi hal itu tidak akan pernah saya lakukan, karena itu TIDAK BENAR. Sedikit ilustrasi, jika saya bisa "memotong jalur" akan menghemat hingga 9 digit rupiah per bulan. Mungkin hanya sedikit orang yang bisa bertahan di posisi saya untuk tetap berbuat yang benar (hehehe narsis bgt ya).<br />sekali lagi, saya hanya fokus berbuat benar, walau risiko nya ditinggalin tim saya yang tidak setuju<br /><br />contoh keempat, yang simple2 aja, saya orangnya tepat waktu. 3 hari berturut2 janjian sama orang, 3 hari berturut2 juga saya menghadapi orang yang jam karet (dasar melayu ya). Hari pertama janjian di Mcdonald cibubur (hahahaha dijadiin contoh deh, sori om). saya janjian jam 12 siang, dan ternyata jam 11 saya sudah tiba di Mcdonald. Sekitar jam 12.30 orang yang saya tunggu baru datang. Padahal orang tsb lah yang menentukan waktu pertemuan, bukan saya.<br /><br />di hari kedua, saya berjumpa salah satu direktur perusahaan swasta. Ditetapkan jam 10 pagi. Seperti biasa, jam 9 pagi saya sudah tiba, dan seperti biasa orang ybs ngaret, baru dtg jam 10.30 hehehe dan lagi2 ybs lah yg menetapkan waktu pertemuan, bukan saya<br /><br />di hari ketiga, janjian jam 13.00 di mall artha gading. Seperti biasa, jam 12.00 kita sudah tiba di tempat, seperti biasa lagi ybs dtg jam 13.30. dan lagi2, ybs lah yg menetapkan waktu pertemuan.<br /><br />Saya hanyalah fokus berbuat benar (tepat waktu) apapun risiko nya (nungguin orang ngaret)<br /><br />keputusan saya diatas bukan tidak mungkin membuat anggota tim saya tidak suka, tapi saya selalu berprinsip untuk fokus berbuat benar, karena saya tidak suka di zalimi, maka saya pun sangat menjaga diri untuk berbuat zalim.<br /><br />Dan lucunya lagi, emang udah hukum alam (sunnatullah) klo orang2 yang berusaha berbuat benar itu hanya berkumpul dengan orang2 yg sejenis. Makanya ga perlu takut kehilangan teman hanya karena kita berbuat benar, tenang, anda tidak sendiri.<br /><br />Itu pelajaran kedua.<br /><br />Lanjut?<br />selanjutnya, bahwa muslim itu dianjurkan untuk produktif, bukan berangan-angan. Saya sendiri orang yang mengutamakan proses, bukan hasil.<br /><br />saya pernah bilang ke tim saya, "seandainya perusahaan kita perang, dan kita kalah. Padahal tubuh kita sudah berdarah-darah, tulang-tulang pun patah, sayatan pedang dimana. Kita tidak perlu bersedih dan berkecil hati. Karena kita sesungguhnya sudah menang, karena kita sudah berusaha, dan memberikan yang terbaik. Justru yang harusnya berkecil hati adalah orang-orang yang kalah perang, sementara mereka belum bertanding dan memberikan segala-galanya"<br /><br />saya pernah juga bilang ke istri, bahwa tugas suami adalah bertugas MENCARI/MENJEMPUT nafkah, bukan MENDAPATKAN nafkah. Mengerti bedanya? Karena kalo orang MENCARI/MENJEMPUT menekankan proses, masalah hasil, itu urusan Allah. Klo kita bekerja untuk MENDAPATKAN nafkah, maka itu pernyataan sifat sombong kita kepada Yang Maha Memberi Rizki..<br /><br />Begitulah yang saya lakukan dengan bisnis saya sekarang dan yang akan saya jalankan<br /><br />saya bisnis isp dan konsultan IT, karena ingin membantu orang yang membutuhkan bantuan internet dan IT dengan harga yang lebih murah dan orang-orang yang amanah. <br /><br />saya bisnis energy karena concern saya untuk energy yang murah dan ramah lingkungan<br /><br />saya bisnis agro adalah untuk memastikan bangsa kita ga akan kekurangan bahan pangan, dan lain2.<br /><br />Ya, saya suka "berkarya" disini..<br />dan akan terus "berkarya" tanpa memikirkan hasil<br />karena hasil hanyalah akibat.<br /><br />Inget, Islam itu mengajarkan kita untuk produktif, untuk terus berkarya. Bukan kebanyakan rencana dan angan-angan. Karena rencana2 tidak akan bisa merubah dunia, tapi karya2 kita, amal2 kita, tindakan2 kita yang akan merubah diri kita dan dunia<br /><br />Istriku, Anak-anak ku, adik-adik ku, semoga tulisan ini berguna buat kalian. bahwa<br />1. Silaturahmi itu jauh lebih berharga daripada keuntungan<br />2. Fokuslah untuk berbuat benar, ga usah pikirin konsekuensinya. Pilih juga cara2 yang baik..<br />3. Fokuslah untuk terus berkarya, bukan untuk berencana dan bermimpi<br /><br />Karena kita adalah Muslim Pengusaha<br />bukan Pengusaha Muslim! <br /><br />smoga berguna,<br />www.adzanwahyu.com<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482442802891694586-9114392439986698037?l=adzan101.blogspot.com'/></div>Adzan W. Jatmikonoreply@blogger.com8tag:blogger.com,1999:blog-7482442802891694586.post-60732054990681769872008-11-04T15:59:00.000-08:002008-11-04T16:34:10.971-08:00Mau bisnis ga ada demand? beli demand!Seperti cerita saya sebelumnya, jaman lagi susah. Perusahaan banyak yang gulung tikar. Saya berikan pertanyaan simple, jika anda dipercaya orang untuk mengelola investasi uang senilai 10 kali nilai perusahaan anda skrg (atau 10 kali dari gaji anda setahun)kira2 akan anda gunakan untuk apa?<br /><br />bingung kan buat apa!<br />sama saya juga bingung hehehe<br /><br />Saran saya cuma ada dua pilihan,<br />1. Jika ada demand, boleh lah setup perusahaan baru<br />2. Jika tidak ada demand, beli lah demand. Maksudnya beli perusahaan yang udah jalan.<br /><br />Jangan pernah konyol untuk meraba-raba, coba2, atau gambling. Ati2 sama duit orang bos...<br /><br />Mending beli perusahaan yang udah jalan. Berikut tips2 dari saya kalo mau beli perusahaan<br />1. Perusahaan harus sudah berjalan minimum 2thn<br />2. Net-Profit perusahaan selalu bergerak naik setiap bulan<br />3. Survey kecil2an ke klien atau customer perusahaan yang kita beli<br />4. Pelajari track record direksi nya<br />5. Pelajari laporan keuangannya, stabilitasnya, sama ROI nya yang pasti<br />6. Survey ke karyawan2<br />7. Belajar tentang genre bisnis perusahaan yang bersangkutan<br />8. Jangan rombak direksi, pertahankan direksi lama paling ngga setahun untuk membuktikan kebenaran laporan keuangan<br /><br />Ga perlu mikir duit milyaran untuk beli sebuah perusahaan, jangan bayangin beli perusahaan semacam astra donk hehehe<br /><br />Menurut saya klo kita sudah pegang modal 50-100jt ya layak lah untuk beli sebuah usaha yang sudah jalan. Contohnya kos2an, retail (indomaret, alfamart, dll), software house, perusahaan konstruksi, dll. <br /><br />50-100jt ga cukup buat beli perusahaan yang kita mau? ya koalisi donk! patungan sama temen2 kita. Saya rasa jika cashflow perusahaan yang kita beli sangat menarik dan prospek, saya yakin jarang orang menolak permohonan kita.<br /><br />jadi inget pesan penguasa Jepang ketika hancru lebur pasca perang dunia kedua.<br />Jepang meng-encourage warga nya untuk menjadi entrepreneur, jika tidak mampu, maka diwajibkan patungan sama yang lain. Nah kenapa kita ngga bisa.<br /><br />Kondisi ideal adalah ketika kita menguasai demand produk tertentu, dan kebetulan ada perusahaan yang hampir colaps yang memproduksi demand itu. So Perfect!<br /><br />Cara2 begini yang dipake sama Brad Sugar, atau bang Sandi (yo apa kabar bang sandi hehe maksudnya Sandiaga Uno). Dan terbukti bisa cepet kaya kan hehe...<br />Atau kisah salah seorang guru saya yang baru saja meng-akuisisi sebuah restoran di daerah kemang :D kemaren baru aja cerita ehehehe.. saya share ya bos..<br />blio ini mengakuisisi restoran yang nyaris mati. Omzet aja cuma 30jt per bulan. Jalan beberapa bulan kini restoran nya ber-omzet 100 juta per bulan.<br /><br />contoh lain begini, saya memiliki beberapa demand untuk bioethanol. Dan ternyata saya mengetahui ada pabrik bioethanol yang hampir bangkrut karena merugi. klop!<br /><br />contoh lainnya lagi, saya memiliki pabrik garmen dimana permintaan lebih banyak dari kapasitas produksi, kebetulan ada pabrik garmen yang mau bangkrut. klop!<br /><br />bagaimana caranya supaya kita memiliki demand bioethanol dan garmen?<br />bagaimana caranya supaya kita tau klo ada pabrik bioethanol dan garmen dijual?<br /><br />Silaturahmi donk!<br />Networking!<br />jangan cuma didepan komputer!<br /><br />Intinya demand demand demand!<br />susah cari demand? beli aja!<br />gitu aja kok repot<br /><br />www.adzanwahyu.com<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482442802891694586-6073205499068176987?l=adzan101.blogspot.com'/></div>Adzan W. Jatmikonoreply@blogger.com2tag:blogger.com,1999:blog-7482442802891694586.post-10934013949343050962008-11-03T14:49:00.000-08:002008-11-03T18:38:49.130-08:00Bisnis angkot, modal gede margin tipis, tapi konsisten..Setelah almarhum ayah saya pensiun dini dari TNI ketika saya masih duduk di bangku sekolah dasar, usaha yang dipilihnya adalah angkot. Ya, angkot-angkot inilah yang menyekolahkan 4 anak2nya hingga ke bangku kuliah, bahkan dua diantaranya sempat di luar negeri.<br /><br />Sekarang lagi jaman susah, mau nyari duit receh-receh juga susah. Perusahaan-perusahaan yang ada beberapa sudah gulung tikar, beberapa hidup segan mati tak mau, sangat jarang perusahaan yang tetap bisa melaju kencang.<br /><br />Krisis ini pun memimpa perusahaan yang saya pimpin ketika laju pertambahan klien menjadi melambat, bahkan klien2 yg sudah ada menurunkan layanan untuk mengurangi biaya produksinya. Tapi alhamdulillah klo untuk berhentinya klien berlangganan tidak kami alami, karena klien kami selalu puas dengan layanan perusahaan. Wah harus segera mencari solusinya donk nih untuk mencari back up jika terjadi force majure.<br /><br />Akhirnya pilihan pun jatuh ke bisnis angkot. Tujuh alasan kenapa usaha angkot?<br />1. Saya mengetahui persis bisnis ini karena bisnis angkot ortu sudah 15thn berjalan<br />2. Walau sedikit, Angkot memberikan hasil yang konsisten setiap bulan, tidak peduli krisis<br />3. Saya memiliki bengkel rekanan yang terpercaya<br />4. Jaringan supir yang amanah<br />5. Sistem yang sudah teruji<br />6. Tempat parkiran yang luas jika usaha berkembang<br />7. Harga jual kembali yang tidak jatuh. Angkot baru seharga 195jt ketika sudah 5thn masih bisa dijual 160jt. Keren kan! yang bikin mahal trayek nya ternyata<br /> <br />Gimana itung2annya?<br />Modal angkot baru : Rp 195.000.000<br />Pemasukan per bulan : Rp 180.000 x 30 hari = Rp 5.400.000<br />pemasukan per bulan akan berkurang sekitar 3-4% setiap TAHUNnya seiring bertambahnya usia mobil (buat servis2 maksudnya)<br /><br />Simulasinya seperti ini<br />Pendapatan di tahun pertama : 5,4jt per bulan<br />Pendapatan di tahun kedua : 5,2jt per bulan<br />pendapatan di tahun ketiga : 5jt per bulan<br />pendapatan di tahun keempat : 4,8jt per bulan<br />pendapatan di tahun kelima : 4,6jt per bulan<br />pendapatan di tahun keenam dan seterusnya insya allah tetap di : 4,4jt per bulan<br />(berdasarkan pengalaman 15thn hehe)<br /><br />Lumayan kan.. <br />walau margin tipis tetapi konsisten.<br />bayangkan 15thn tahan banting ga ngaruh sama krismon<br />gimana minat tidak?<br />oiya kemarin saya baru cek dealer (mau tambah armada critanya hehe)<br />klo kredit 3thn itu TDP nya 110jt dan cicilan 3,7jt per bulan.<br /><br />Bisnis angkot ini cocok untuk distribusi risiko kita. Terutama temen2 yg hobi bisnis yang berisiko tinggi. Jangan semuanya ditaruh di tempat yg berisiko tinggi, berdasarkan saya, klo lagi susah ya ga ada sama sekali hehehe.. usaha angkot ini layak dikoleksi<br /><br />Saat ini armada kami ada 4 buah. Dan kami pun menerima investasi angkot anda klo anda ga mau repot, dan hanya mengenakan manajemen fee sebesar 10% sudah termasuk sewa tempat untuk parkiran. Gimana, menarik bukan?<br /><br />sukes selalu <br />www.adzanwahyu.com<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482442802891694586-1093401394934305096?l=adzan101.blogspot.com'/></div>Adzan W. Jatmikonoreply@blogger.com3tag:blogger.com,1999:blog-7482442802891694586.post-43430973683181389142008-10-31T04:24:00.000-07:002008-11-02T20:04:43.784-08:00Ricardo Kaka yang selalu semangat<a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.exposay.com/celebrity-photos/ricardo-kaka-ac-milan-vs-celtic-uefa-champions-league-group-d-matchday-6-YpjnFX.jpg"><img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 620px;" src="http://www.exposay.com/celebrity-photos/ricardo-kaka-ac-milan-vs-celtic-uefa-champions-league-group-d-matchday-6-YpjnFX.jpg" border="0" alt="" /></a><br />"Hendro Kartiko memberikan bola kepada Ismed Sofyan"<br />"Ismed Sofyan memberikannya lagi kepada Kaka" (loh kok Kaka..)<br />"Kaka melewati beberapa pemain, membuka ruang gerak penyerang, kemudian berlari cepat, menggocek kiper, memberikan umpan sempurna....!!!!"<br />"Bambang Pamungkas sendirian disana berhadapan dengan gawang kosong!!!.."<br />"Dan...!!!!!"<br />"Oohh.. apa yang terjadi saudara2! bola terbang melayang, gol gagal tercipta! sungguh mustahil!"<br /><br />"Serangan balik.. Patrice Evra memberikan umpan kepada Cristiano Ronaldo. Ia sendirian ditengah lapangan.."<br />"Oh.. apa yang terjadi.. 10 pemain ia lewati sendirian.. bahkan kiper Hendro Kartiko pun cuma terpana melihat bola masuk ke gawangnya.. padahal bola sangat mudah!"<br /><br />Ya tentu saja cerita ini hanya dagelan<br />Ketika Kaka masuk tim Persija, dan berhadapan dengan Manchester United.<br /><br />Cerita diatas mencoba mengilustrasikan sebuah teamwork..<br /><br />Kaka tidak akan bisa membawa AC Milan juara liga champion tanpa bantuan teman-temannya yang hebat. Disana ada Andrea Pirlo, Gennaro Gattuso, Fillipo Inzaghi, Paolo Maldini dan lain-lain<br /><br />Cerita diatas mencoba menggambarkan perjuangan Kaka jika bermain satu tim dengan Persija<br /><br />Hal ini pun terjadi dalam berbagai bidang. Termasuk dalam berbisnis<br /><br />Bisnis adalah kerja tim. Ini salah satu formasi impian saya..<br /><br /><br /> Torres Messi<br /><br />Ronaldo Kaka Pirlo Gerrard<br /><br />Marcelo J.Terry Pepe Sergio Ramos<br /> <br /> Buffon<br /><br /><br />Nah, kalo Kaka punya temen2 kyk begini, Kaka akan fokus bekerja sebagai dirigen tim, pengatur serangan. Kaka akan percaya bahwa Torres dan Messi akan meng-convert assist nya untuk menjadi sebuah Gol.<br /><br />Bahkan jika serangan tengah mandeg, Kaka bisa menggunakan alternatif (strategi bisnis lain) serangan kiri ataupun kanan dengan kehadiran Ronaldo di kiri dan Gerrard di kanan. Rasanya tidak ada keraguan untuk Kaka memberikan bola ke mereka..<br /><br />Bahkan Kaka tidak khawatir dengan serangan lawan (kompetitor) karena ada gelandang bertahan kelas dunia di Andrea Pirlo yang siap meng-intercept serangan lawan<br /><br />Di barisan belakang pun ada orang-orang yang akan mempertahankan tim (baca:perusahaan) dari gempuran-gempuran yang ada. Jadi ga ada ceritanya Kaka sibuk nyerang, tau2 lini belakang rapuh.<br /><br />Contohnya begini, let say kita bikin bisnis produksi baju muslimah. Tugas Kaka adalah mecari pasar-pasar baru, dan mengatur strategi perusahaan. Biasanya fungsi Kaka ini adalah pemilik perusahaan, sebagai Kapten Tim. Kaka mengatur strategi keuangan, marketing dan penjualan, dan dengan relasi2nya dengan mudah perusahaan penetrasi. Untuk akhirnya di follow up dan di-"closing" oleh tim marketing atau sales perusahaan kita, yakni duet Torres dan Messi<br /><br />Jangan sampai ketika asik menyerang, bagian produksi malah kewalahan. Misalkan, tingkah polah karyawan yang tidak disiplin, suply bahan baku yang tak pasti, dan variabel2 lain. Tim pertahanan lah yang menjaga hal-hal seperti ini. Disinilah guna nya Sergio Ramos cs.. Klo di dunia bisnis, area ini masuk area "produksi".<br /><br />Nah, apa jadinya jika seorang Ricadro Kaka bermain di tim Persija?<br /><br />hehe.. maaf lho bukan berarti mengecilkan tim Persija...<br />Tapi ya klo boleh jujur ya memang kualitas Persija masih jauh dibawah formasi tim di atas..<br /><br />oke saya ulangi lagi.. apa jadinya jika seorang Ricadro Kaka bermain di tim Persija?<br /><br />Pernahkah kita berada di kondisi seperti itu?<br /><br />menurut saya cuma ada 4 peluang<br />1. Kaka yang ngerjain semua tugas. Mulai dari penyerang sampai dengan kiper. ya namanya bukan kesebelasan lagi, tapi ke-satu-an. Karena cuma satu orang. ah pilihan ini ga disukain Kaka.. Bagi Kaka, sepakbola adalah olahraga tim.<br /><br />2. Kaka ngajarin teman2nya di tim Persija bermain bola. Ini cara yang paling sabar. Tapi mungkin sampe 10thn ke depan anggota tim nya baru jago main bola. Sementara umur udah habis. Akhirnya Kaka ga dapet achievement, Persija pun ga dapet. Dunia ga akan pernah mengenal Kaka jadinya.. Gak win-win solution. Malah lose-lose<br /><br />3. Kaka menyarankan rombak tim. Kaka menyarankan pelatihnya untuk membeli pemain2 diatas. Seperti Pirlo, Torres, Messi, Ronaldo, Gerrard, dan lain-lain. <br />Persija berpeluang besar menjadi juara Dunia klub, Kaka pun berpeluang besar menjadi pemain terbaik dunia. Termasuk dapet lagi Ballon D'Or hehe oke ga tuh. Mana ada balon D'Or di asia haha. Walau tetep sih ga bangga, masa' pemain Persija isinya ganteng2 hahaha... gak Indonesia banget dehhh :p<br /><br />4. Kaka pindah tim. Kaka milih sama tim AC Milan aja deh soalnya disana ada Pirlo, Gattuso, Pato, Ronaldinho, Zambrotta, dkk. Kaka pun bisa ngerasain pemain terbaik dunia dan juara piala champion, juara dunia klub. <br /><br />Tapi yang pasti Kaka masih bermain, dan akan memberikan kemampuan terbaiknya, sampai sang pelatih menariknya untuk replacement... dan akan terus bermain hingga kontraknya habis, atau sang pelatih menjualnya..<br /><br />Ricardo Kaka akan terus bersemangat<br />Ya entahlah apa yang akan dipilihnya.. <br />Menurut anda gimana?<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482442802891694586-4343097368318138914?l=adzan101.blogspot.com'/></div>Adzan W. Jatmikonoreply@blogger.com4tag:blogger.com,1999:blog-7482442802891694586.post-79176715269414986462008-10-19T07:44:00.000-07:002008-10-19T07:46:29.548-07:00Belajar bisnis dari Thalhah, Sang syahid yang hidup (3)“Nenek moyang kami juga melakukan berbagai usaha untuk meningkatkan kesejahteraan hidup. Beberapa orang dari mereka diutus untuk belajar ke negeri Cina. Negeri ini terkenal dengan produksi bahan pakaian yang bermutu tinggi. Ada katun, ada juga yang disebut sutera. Para utusan itu belajar membuat pakaian disana." <br /><br />"Setelah merasa mahir, seluruhnya kembali kesini dengan membawa banyak bahan pakaian dari Cina. Disini mereka menjahitnya menjadi pakaian yang biasa dikenakan oleh orang-orang di negeri ini. Sampai kini kami membeli berbagai jenis bahan pakaian dari Cina. Disini kami mengolahnya menjadi pakaian yang siap pakai. Sudah menjadi budaya kami untuk saling bekerjasama."<br /><br />"Orang-orang yang sudah pandai menjahit, mengajarkan keterampilannya kepada yang belum bisa. Sampai akhirnya hampir semua penduduk negeri ini pandai menjahit. Kualitas jahitan yang dihasilkan sangat baik. Pakaian hasil produksi negeri ini sangat diminati pembeli dari berbagai negeri. Dan kami anak-cucunya, bisa hidup seperti ini dengan bekal keterampilan menjahir pakaian yang diwariskan oleh nenek moyang kami,” kata Morsan mengakhiri ceritanya.<br /><br />“Menarik sekali cerita bapak. Di Makkah, negeri kami, harga pakaian asal negeri Bushra memang lebih tinggi daripada pakaian yang berasal dari negeri-negeri lain. Kualitasnya tidak terkalahkan. Selain terbuat dari bahan yang berkualitas tinggi, teknik penjahitannya pun menghasilkan pakaian yang tahan lama. Dimana saya bisa membeli pakaian yang dibuat penduduk Bushra dengan harga yang paling murah ?” tanya Thalhah.<br /><br />“Di negeri ini, pembagian tugas sudah berjalan dengan baik sekali. Ada orang yang pekerjaannya sebagai penjual bahan pakaian yang dibawa dari Cina. Ada juga orang yang bekerja sebagai penjahit. Hasil jahitan mereka dijual kepada pengumpul. Tujuan pembagian tugas itu adalah untuk mempertahankan harga. Tidak ada banting-bantingan harga. Setiap pekerjaan memberikan keuntungan yang setara dengan pekerjaan yang dilakukan. Kebetulan ayahku bertugas sebagai pengumpul. Kau bisa berbelanja pakaian padanya,” jawab Morsan.<br /><br />“Jika kau berminat, kau bisa ikut bersamaku sekarang,” lanjut Morsan.<br /><br />“Baiklah. Kali ini, minumanmu aku yang bayar,” kata Thalhah sambil mengeluarkan sejumlah uang receh dan memberikannya kepada pemilik warung.<br /><br />“Mari kita berangkat,” ajak Morsan. <br /><br />Tak lama kemudian, keduanya pun sampai di rumah orang tua Morsan. Betapa takjubnya Thalhah. Ia melihat tumpukan pakaian jadi berkualitas tinggi yang sudah siap dibawa ke berbagai negeri. Pakaian seperti itu, biasanya dijumpainya di Syam. Ia lebih takjub lagi karena harga pakaian-pakaian itu sangat murah. Jauh lebih murah daripada ketika ia membelinya di Syam.<br /><br />“Sayang sekali aku tidak membawa uang dalam jumlah banyak. Tapi aku punya keyakinan bahwa barang-barang seperti ini akan laku di Makkah. Aku ingin membeli pakaian-pakaian ini sebanyak seratus potong,” kata Thalhah.<br /><br />“Baiklah. Silahkan pilih barang yang ingin kau beli. Setelah itu kau bisa ke ayahku untuk mengetahui jumlah harganya,” kata Morsan. Thalhah pun memilih pakaian yang ingin dibelinya. Tak lama kemudian, ia sudah kembali ke penginapan dengan membawa sejumlah barang yang sudah dibungkus rapi. Morsan membantunya membawakan sebagian barang bawaannya.<br /><br />Dan itu adalah tonggak kejayaan imperium dagang Thalhah bin Ubaidillah. Setelah kembali ke Makkah, ia menjual seluruh barang bawaannya. Benar dugaannya. Semuanya cepat laku dengan harga yang cukup tinggi. Hasil penjualannya digunakan untuk membeli bahan makanan, dan segera dibawanya ke Bushra. Hanya itu yang dilakukannya selama tiga bulan ini.<br /><br />Pada awalnya ia hanya membawa tiga ekor unta dan dua orang budak, tetapi setelah tiga bulan, armada dagangnya sudah bertambah banyak. Jumlah untanya sudah sepuluh ekor. Ia pun dibantu oleh lima orang budak. Selama tiga bulan itu, ia tidak pernah kembali ke Makkah. Hanya para budak dan unta-untanya lah yang bolak-balik Makkah – Bushra membawa barang dagangan. Dan kerinduan pada kampung halaman pun semakin memuncak.<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482442802891694586-7917671526941498646?l=adzan101.blogspot.com'/></div>Adzan W. Jatmikonoreply@blogger.com3tag:blogger.com,1999:blog-7482442802891694586.post-2645121598245106762008-10-18T20:10:00.000-07:002008-10-18T20:43:52.293-07:00Belajar bisnis dari Thalhah, Sang syahid yang hidup (2)Di pojok pasar, ia menemui seorang pengunjung yang membawa banyak barang belanjaan.<br /><br />"selamat pagi, Bapak. Saya melihat bapak belanja banyak hari ini. Bolehkah saya bertanya tentang beberapa hal?" Sapa Thalhah<br /><br />Orang yang disapa memandang Thalhah curiga. Dipandanginya Thalhah dengan pandangan curiga. Dipandanginya Thalhah berulang-ulang. Saat itu pasar sedang ramai. Tidak mungkin orang ini bermaksud jahat kepadaku, pikir orang itu. Walaupun orang yang ada dihadapannya tampak asing, tetapi ia tidak membawa senjata apapun, pikirnya lagi.<br /><br />"Anda tampak seperti orang asing. Apakah anda datang dari negeri lain?" orang itu balik bertanya.<br /><br />"Benar, bapak. Saya Thalhah bin Ubaidillah, saya berasal dari Makkah. Sekitar dua hari perjalanan dari negeri ini. Kemarin kami kemalaman, sehingga kafilah kami terpaksa menginap disini. Tadi pagi, mereka kembali ke Makkah, sedangkan aku tinggal lebih lama disini." jawab Thalhah sambil mengulurkan telapak tangan kanannya. Orang itu menjabat tangan Thalhah.<br /><br />"Oh, namaku Morsan. Aku sangat haus. Bagaimana jika kita bicara sambil minum di warung itu?" tanya orang itu seperti meminta persetujuan dari Thalhah.<br /><br />"Baiklah. Mari Kita kesana!" ajak Thalhah. Beriringan mereka menuju warung. Thalhah membantu Morsan membawa barang belanjaannya.<br /><br />Keduanya memesan segelas minuman. Kemudian mengambil tempat duduk yang menghadap ke jalan. Mereka melanjutkan pembicaraan yang terputus tadi. Morsan memulai pembicaraan.<br /><br />"Adakah yang bisa kubantu?"<br />"Betul, bapak. Aku hanya ingin sekedar bertanya. Sejak memasuki negeri ini, aku tidak melihat sepetak tanah pun yang ditumbuhi tanaman gandum atau kurma. Tanah disini tampak gersang. Apakah keadaan ini terjadi sepanjang tahun?" tanya Thalhah<br /><br />"Betul anak muda. Negeri ini sangat gersang. Sangat jarang tanaman yang bisa tumbuh disini. Bahan makanan untuk para penduduk biasanya dibawa dari luar Bushra. Para pedagang dari negeri ini yang membawanya dari Makkah. Mereka membelinya disana dan kemudian menjualnya kembali disini." jawab Morsan.<br /><br />"Aku sering melintasi negeri2 yang keadaan alamnya seperti ini. Tanahnya tandus. Air sulit didapat. Biasanya negeri itu keadaan ekonominya sangat parah. Tapi negeri ini sungguh berbeda. Walaupun tandus, negeri ini cukup makmur. Kulihat rumah2 yang cukup baik kondisinya. Hampir semuanya terbuat dari batu. Bagaimana ini bisa terjadi?" tanya Thalhah.<br /><br />"Ya. Nenek moyang kami sangat sadar dengan kondisi alam negeri ini. Mereka sangat paham bahwa kami semua tidak akan mungkin mengandalkan hidup dari pertanian. Itu lah sebabnya kami mencari sumber penghidupan yang lain." papar Morsan sambil meneguk isi gelasnya.<br /><br />"Yang pertama kali mereka lakukan adalah membuat kolam penampungan air. Hampir semua rumah disini memiliki kolam untuk menampung air di musim hujan. Beberapa sumber air di negeri ini akan kering pada musim kemarau. Dengan air dari kolam itu, kami bisa memenuhi kebutuhan air untuk mandi dan mencuci. Beberapa sumber air yang tidak kering bisa digunakan untuk seumber air minum." lanjut Morsan.<br /><br />"Nenek moyang kami juga melakukan berbagai usaha untuk melanjutkan kesejahteraan hidup."<br /><br />Apakah usaha itu? ini yang menarik<br />tapi lanjut besok aja deh capek ngetiknya :D<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482442802891694586-264512159824510676?l=adzan101.blogspot.com'/></div>Adzan W. Jatmikonoreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-7482442802891694586.post-40023450331537616082008-10-17T16:21:00.000-07:002008-10-17T16:51:52.363-07:00Belajar bisnis dari Thalhah, Sang syahid yang hidupKita flashback ke 15 abad yang lalu...<br />tulisan Bang Jay yang layak di dokumentasikan<br /><br />Pedagang berkebangsaan Arab itu masih sangat muda, tetapi semangat berdagangnya sangat besar. Usianya masih belasan tahun, tetapi ia sudah datang ke negeri Bushra dengan kafilah dagang yang cukup besar. Ia adalah Thalhah bin Ubaidilah, seorang saudagar muda asal negeri Makkah. <br /><br />Tiga bulan yang lalu ia berangkat dari Makkah dengan membawa tiga ekor unta yang sarat dengan muatan barang2 dagangan khas dari jazirah Arab seperti kurma dan gandum. Bahan makanan seperti ini sangat laku di Bushra, yang tanahnya gersang. Harganya pun jauh lebih tinggi daripada di negeri asalnya.<br /><br />Ia juga membawa dua orang budak yang bertugas menjajakan dagangannya di pasar. Mereka memang budak, tetapi Thalhah memperlakukan mereka tidak seperti orang-orang Arab umumnya memperlakukan budak. Ia menetapkan jam kerja yang manusiawi bagi mereka. Di luar jam kerja itu, mereka bisa melakukan aktifitas lainnya diluar rumah yang disewanya di Bushra.<br /><br />Mereka pun beristirahat dengan leluasa. Dan bila Thalhah membutuhkan bantuan di luar jam kerja, mereka pasti akan mendapatkan hadiah berupa makanan ataupun pakaian. Tidak ada sumpah serapah atau lecutan cambuk.<br /><br />Beberapa bulan sebelumnya, ia masih menjadi bagian dari kafilah dagang Abu Bakar. Terakhir, ia mengikuti saudagar tua yang sarat pengalaman dagang itu berniaga ke negeri Syam. Dari perjalanan itu, ia memperoleh cukup banyak keuntungan yang bisa digunakannya sebagai modal untuk berdiri sendiri. Bahkan Abu Bakar bersedia memberinya bantuan modal ketika ia mengutarakan maksudnya untuk memulai usaha dagangnya sendiri. Niat baik Abu Bakar dan baik budi itu ditolaknya dengan halus. Ia merasa cukup dengan modal yang dimilikinya.<br /><br />Dalam perjalanan pulang ke negeri Mekkah, mereka harus melintasi sebuah kota kecil bernama Bushra. Seluruh anggota kafilah terpaksa menginap disini karena hari sudah menjelang malam ketika mereka tiba di batas negeri ini. Dalam pengamatan Thalhah, negeri ini adalah negeri yang tandus dan gersang.<br /><br />Tanaman hanya tumbuh pada musim hujan. Di luar musim itu, nyaris tidak ada tanaman yang bisa bertahan hidup. Itulah sebabnya negeri ini sangat kekurangan bahan makanan, terutama pada musim kemarau. Dan keadaan inilah yang tercium oleh naluri dagangnya.<br /><br />Untuk mempertajam hasil pengamatannya, Thalhah meminta izin kepada Abu Bakar untuk tinggal lebih lama di Bushra. Selain itu Thalhah juga menitipkan sebagian barang bawaannya. Permintaan itu diluluskan Abu Bakar. Saudagar baik budi ini pun meminjamkan seekor kudanya sebagai kendaraan Thalhah. Esok paginya ketika kafilah dagang Abu Bakar mulai bergerak kembali menuju Makkah, Thalhah memulai pengamatannya di negeri yang miskin hasil pertanian ini.<br /><br />Pada mulanya ia merasa sangat heran. Bagaimana mungkin negeri tandus seperti Bushra ini tingkat ekonominya cukup tinggi? Rumah-rumah penduduk disini tergolong cukup besar dan terbuat dari batu. Biaya pembuatannya pasti cukup mahal.<br /><br />Walaupun masih muda usia, ia sudah cukup berpengalaman. Misi dagangnya bersama Abu Bakar sudah melintasi berbagai negeri yang sangat jauh dari kampung halamannya. Biasanya ia menemui kemiskinan di negeri-negeri gersang seperti ini. Tapi Bushra adalah pengecualian.<br /><br />Walaupun gersang, negeri ini cukup makmur. Di beberapa pasar yang didatanginya, ia menyaksikan sendiri bagaimana penduduk Bushra membelanjakan uangnya. Daya beli mereka sangat tinggi. Bahan-bahan makanan yang di beli di Makkah harganya sangat mudah dipasar itu dijual dengan harga dua atau tiga kali lipat. Itu pun laku keras.<br /><br />Thalhah semakin penasaran. Dari mana para penduduk Bushra memperoleh uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya?<br /><br />Darimana hayo?<br />lanjut besok ya :)<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482442802891694586-4002345033153761608?l=adzan101.blogspot.com'/></div>Adzan W. Jatmikonoreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-7482442802891694586.post-39745088827173141302008-10-11T18:20:00.000-07:002008-10-11T18:44:52.527-07:00Cukup satu keburukan, anda tamatKenapa ya orang suka menukar yang murah dengan yang mahal..<br />Mengapa kita suka membunuh bebeknya demi sebuah telur emas..<br />Mengapa kita tidak membiarkan bebek hidup untuk menghasilkan telur-telur emasnya..<br /><br />Kadang keuntungan bisnis emang menggiurkan<br />sehingga kita lebih tergoda dengan keuntungan jangka pendek<br />done. orang hanya sekali transaksi sama kita. kemudian kapok.<br />apakah dunia ini begitu luas?<br />tidak, dunia ini sempit..<br />anda tamat<br /><br />Percayalah kabar buruk itu lebih cepat menyebar dari kabar baik..<br />banyak orang lebih percaya dengan kabar buruk daripada kabar baik..<br />dunia tempat kita bernaung sudah sempit<br />internet telah menembus batas2 ruang dan waktu<br />keburukan anda akan segera menyebar<br />anda tamat<br /><br />cukup satu keburukan anda, maka akan segera menyebar..<br />layak jamur di musim penghujan..<br />hingga satu orang pun tidak akan ada lagi yang percaya anda..<br />anda tamat.<br /><br />Segala sesuatu yang ada pada diri kita..<br />kelebihan2 yang ada pada diri dan perusahaan kita<br />sangat mudah untuk ditiru di era ini..<br />Anda merasa punya produk bagus? punya pasar bagus? tidak..<br />puluhan perusahaan sejenis akan cepat menyaingi anda..<br />anda tamat<br /><br />lalu apa yang tersisa?<br />our integrity<br /><br />business is human..<br />ketika anda menyia2kan kepercayaan<br />ketika apa yang anda katakan beda dengan yang anda lakukan<br />anda tamat<br /><br />Ingat kemampuan marketing word to mouth alias dari mulut ke mulut<br />apalagi jika orang yang anda salahi kepercayaannya memiliki integritas tinggi..<br />kebayangkah jika orang itu memberikan testimoni tentang anda dan perusahaan anda?<br />Ya, sekali lagi, anda tamat.<br /><br />Minna san,<br />kenapa kita ga pernah belajar, bahwa silaturahmi jauh lebih penting dari nilai bisnis itu sendiri..<br />kebayangkah diri kita menjadi kaya? namun kemudian kita tidak memiliki teman untuk berbagi?<br />Tidak, jangan rusak kepercayaan itu hanya demi keuntungan sesaat<br />anda tamat<br /><br />So, sebenarnya ini nasihat untuk diri sendiri<br />untuk jangan pernah menyia2kan kepercayaan orang<br />karena kita ga akan pernah tau, siapa orang yang kita sia2kan kepercayaannya..<br />berapa besar pengaruhnya<br /><br />Masih ada waktu untuk kita berbenah..<br />untuk merubah diri kita<br />Dan memperbaiki kepercayaan yang sudah ada.<br />sebelum segala keburukan kita menjadi terlambat dan menyebar<br /><br />Smoga kita sadar, dan bebek itu akan segera menghasilkan telur2 emasnya<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482442802891694586-3974508882717314130?l=adzan101.blogspot.com'/></div>Adzan W. Jatmikonoreply@blogger.com2tag:blogger.com,1999:blog-7482442802891694586.post-32320746367161455932008-10-09T18:37:00.000-07:002008-10-09T21:10:24.900-07:00List Kegagalan Bisnis dan Alasan2nya..Baru aja chating sama temen, katanya takut gagal mau bisnis hehehe...<br />nih gw tulis daftar gagal gw biar kaga takut hihiihi<br /><br />Sebagian masih relevan lho untuk ditindaklanjuti. Semoga bisa dipetik pelajaran. Bangga banget ya banyak gagal hehehe<br /><br />Biar pada tau, klo saya bukan orang hebat.. tapi berdarah2 dengan kegagalan2.. hihihi..<br /><br />List bisnis saya yang gagal :<br />1. Jualan buku. Alasan gagal : ketepu sama rekan bisnis<br />2. Nyetak kaos. Alasan gagal : fokus sm produksi ga ada demand<br />3. Pijat refleksi. Alasan gagal : karyawan ga bener<br />4. Balong/kolam di Sukabumi. Alasan gagal : mismanagement<br />5. Toko komputer. Alasan gagal : fokus sm produksi<br />6. Jualan Baju. Alasan gagal : fokus sm produksi<br />7. Jualan Selimut. Alasan gagal : ga fokus aja cuma disambi<br />8. Konsultan IT. Alasan gagal : ga fokus aja cuma disambi. Padahal project banyak<br />9. Jualan voucher hp. Alasan gagal : ga fokus aja cuma disambi<br />10. Servis komputer Alasan gagal : ga fokus aja cuma disambi<br />11. Toko ikan. Alasan gagal : cuma ikut tren<br />12. Bikin stiker n gantungan kunci Alasan gagal : fokus sm produksi doank<br />13. Rental PS. Alasan gagal : Mismanagement<br />14. Petshop. Alasan gagal : ga fokus cuma disambi<br />15. Distributor gula merah Alasan gagal : mismanagement<br />16. cetak majalah, sempat 5000 eksepmlar. Alasan gagal : ga fokus cuma iseng<br />17. cucian motor. Alasan gagal : salah ngitung asumsi hehe<br />18. proyek2 online store sama internet marketing. Alasan gagal : cume iseng2 n blajar<br />19. Roti bakar. Alasan gagal : karyawan bubar dipecat bos hehe.. lagi mau distrategi ulang<br />20. Warnet. Alasan gagal : ga siap antisipasi perubahan. tutup 3 cabang euy<br />21. dan lain2.. sampe lupa<br /><br />Belum lagi kalo ditambah rencana-rencana yang gagal, macam es sari tebu, kebab dan lain2.. wah ga keitung deh<br /><br />Nah buat temen2 yg udah pegang modal, jangan gatel mau buru2 buka bisnis. Pastiin dulu permintaannya.. tuh, pengalaman saya bisa diambil deh.. hasilnya pasti gagal<br /><br />Tapi beberapa masih relevan lho.. antara lain<br />1. Bikin kaos. Sekarang bisa dijual online dan eksklusif. design yang bagus ya.. nanti saya beli deh. ada yg minat hehe<br />2. Balong. Permintaan banyak. Malah balong kita yg didatengin. bisa sukses, asalkan kelola sendiri.<br />3. Rental PS. asal kuat aja dimarahin ibu2 n pihak sekolah hehe<br />4. Distributor gula merah. Masih lezat nih bisnis. <br />5. Proyek2 online store. Siapa yg mau garap nih bareng saya?<br /><br />btw saya baru aja bikin facebook. pake adzan101[at]gmail[dot]com add ya<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482442802891694586-3232074636716145593?l=adzan101.blogspot.com'/></div>Adzan W. Jatmikonoreply@blogger.com4tag:blogger.com,1999:blog-7482442802891694586.post-69682630568776666382008-10-08T17:19:00.000-07:002008-10-08T18:09:03.052-07:00Fokus untuk terus berkarya bukan menyalahkan kondisiBahwa saya pernah bercerita kalo masing2 kita adalah milyarder. Aset yang kita miliki itu milyaran, bahkan tidak ternilai.. bisa dibaca di <a href="http://adzan101.blogspot.com/2007/09/ga-punya-modal.html">http://adzan101.blogspot.com/2007/09/ga-punya-modal.html</a><br /><br />Suatu saat saya chating dengan seseorang, kira2 isinya begini<br />chater : Mas saya minta info orang yang bisa memberikan modal, karena saya mau resign<br /><br />saya : loh pak, seandainya saya punya info nya, pasti akan saya gunakan sendiri. Jangankan saya yang masih kroco, mungkin Bob Sadino aja yang udah besar juga pasti masih membutuhkan pemodal. Jadi bapak yang cari, nanti klo udah dapet bagi2 infonya ya hehehe<br /><br />chater : serius nih mas, saya cuma punya 3 sapi di kampung. Minimal harus ada 9 sapi biar ekonomis dan bisa cepat balik modal. <br /><br />saya : Nabung aja pak<br /><br />chater : Ga mungkin mas, gaji saya cuma 1juta setiap bulan. Saya ga seperti mas Adzan, ortu saya orang gak punya, saudara2 saya juga<br /><br />saya : Loh, sama kok pak, ortu saya juga orang ga punya, sampai detik ini saya ga pernah dpt modal dari keluarga. Kan modal awal saya dulu cuma 1jt perak. Bohong donk klo bapak ga punya uang 1juta<br /><br />chater : Mas adzan mah enak, punya skill, lulusan komputer<br /><br />saya : Masa sih pak? saya modal 1jt itu jualan makanan ikan. apa perlu skill komputer? rasaya orang yang ga sekolah jg bisa jualan makanan ikan. Pak, jangan suka menyalahkan keadaan<br /><br />chater : Lalu gmn pak solusi buat saya. Gaji saya habis. Saya ga bisa nabung<br /><br />saya : Ya cari kerjaan lain yang gaji lebih gede. Klo ngga nyambi part time. Klo ngga ya mulai bisnis dari modal yang ada aja. Klo ga sapi yang 3 ekor dijual aja, bikin bisnis dengan modal dari hasil jualan. Ya pokoknya bisnis dari uang yang ada aja skrg<br /><br />dan sepertinya beliau masih tetap kekeuh mencari pemodal. Ya sudah saya doakan saja<br /><br />Kenapa ya kita selalu menyalahkan keadaan?<br />Mental pemenang tidak pernah menyalahkan kondisi, tapi selalu fokus untuk terus berkarya!<br /><br />Coba kita bayangkan kehidupan teladan kita Rasulullah SAW. Kalopun blio punya hak protes, ya wajar aja, tugas blio paling berat. Dari lahir udah yatim, umur 6 tahun ibu nya meninggal, ga lama kakek dan pamannya meninggal. Ditugaskan Allah untuk menyerukan seluruh umat manusia, padahal kota Mekah aja masih ga bener<br /><br />Intinya Rasulullah seorang diri berhadapan dengan seluruh umat manusia. Ditengah tugasnya, istrinya pun meninggal. Bahkan dalam perangnya pun Rasulullah terluka. Bisa aja kan blio protes, kenapa ga kayak nabi Musa aja yang bisa belah lautan, atau kayak nabi ibrahim yang kebal dari api. Tapi sayangnya, jagoan kita ini mentalnya tidak culun seperti itu.. Beliau adalah ksatria sejati. Yang beliau lakukan hanyalah fokus untuk berkarya untuk selalu berdakwah menyeru manusia<br /><br />apakah beliau menyalah kondisi? padahal blio adalah orang yang paling layak untuk menyalahkan kondisi!<br />Mental pemenang tidak pernah menyalahkan kondisi, tapi selalu fokus untuk terus berkarya!<br /><br />Cerita ketiga dari negeri Paman Sam sana, lupa dulu baca di buku mana. Kisah tentang saudara kembar dengan takdir yang berbeda. Yang satu adalah orang sukses, orang kaya dan selalu bahagia. Sementara saudaranya adalah orang yang putus asa, pemabuk, tukang judi, zina dan perbuatan bejat lainnya<br /><br />Ketika mereka ditanya tentang motivasi sukses dan gagalnya, jawaban mereka sama. "Karena orang tua kami!" Ya, orangtua mereka adalah orang yang sama. Tapi kenapa "output" nya bisa beda?<br /><br />Selidik punya selidik, ternyata ayah mereka adalah ayah yang kasar. Pemabuk, ringan tangan, tukang judi, dan segala hal buruk lainnya.<br /><br />Ketika anak gagal menjawab "Ayah saya aja seperti itu, lantas apa lagi yang kamu harapkan dari saya!"<br /><br />maka anak sukses menjawab "Ayah saya seperti itu, dan saya paham dampak buruknya kepada ibu saya dan saya. SAYA TIDAK MAU SEPERTI AYAH SAYA. Saya harus sukses!"<br /><br />Nah, keliatan banget kan. Padahal pabrikannya sama.<br />Mental pemenang tidak pernah menyalahkan kondisi, tapi selalu fokus untuk terus berkarya!<br /><br />Pernah juga denger cerita dari Bang Jay guru saya, bahwa ada orang membutuhkan mesin tik. Padahal ia tidak punya kedua tangan. Dan ternyata profesi dia usaha tukang ketik! ketik pake apa? pake kaki! dan dia menjalan profesinya sudah bertahun-tahun... Subhanallah, orang dengan kekurangan ini masih memuliakan dirinya untuk terus berkarya dan tidak merendahkan dirinya untuk meminta2. <br /><br />Tukang ketik ini lebih berhak menyalahkan kondisi dibanding kita yang masih lengkap. Tapi apa ia mengeluh?<br />Mental pemenang tidak pernah menyalahkan kondisi, tapi selalu fokus untuk terus berkarya!<br /> <br />Tulisan ini untukmu wahai saudaraku, Dimas, jangan merasa lemah dan rendah diri dengan kuatnya saudaramu Dedy. Dedy itu emang kuat, bahkan gw sendiri ga bisa nandingin dedy. <br /><br />Teruslah termotivasi untuk berlomba-lomba dalam kebaikan.. Jangan biarkan Dedy sendirian masuk surga. Ga asik loe ded di surga sendirian kaga ada kita hahaha..<br /><br />Walaupun kita tidak sekuat dedy, tapi kita jangan berhenti berkarya. Kita fokus aja untuk terus berkarya, jangan pernah untuk terus melihat kekurangan diri kita. Karena ga akan ada habisnya, dan ga ada gunanya. Tapi fokus terus sama apa yang bisa kita lakukan dengan segala kelemahan kita.. insya Allah kita bisa ngimbangin dedy<br /><br />Bahkan seorang Tiger Woods bisa sukses hanya dengan mengayunkan tangannya saja. Artinya apa, klo kita mengoptimalkan apa yang ada pada diri kita (contohnya tangan tiger woods) kita bisa sukses. Ya, hanya tangan bisa bikin kita sukses. Dan kita lebih dari sekedar memiliki tangan!<br /><br />Tangan tim Alpha lebih kuat dan hebat dari Tiger Woods, karena digunakan untuk sedekah dan memberi. Bahkan menjadi tangan di atas. Bahkan kita memiliki nilai persaudaraan yang tiger woods ga punya. Kita selalu siap pasang badan untuk melindungi saudara2 kita sendiri, untuk selalu bersama dalam susah dan senang.<br /><br />ingat,<br />Mental pemenang tidak pernah menyalahkan kondisi, tapi selalu fokus untuk terus berkarya!<br /><br />Ayo kita buat dunia tercengang dengan karya-karya kita!<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482442802891694586-6968263056877666638?l=adzan101.blogspot.com'/></div>Adzan W. Jatmikonoreply@blogger.com4tag:blogger.com,1999:blog-7482442802891694586.post-78730710250557700052008-09-25T19:56:00.000-07:002008-09-26T00:29:17.653-07:00Jangan pernah jatuh cinta sama obyek!!!Suatu saat iseng2 jalan2 nyari2 rumah2 (halah keren ga tuh ada angka 2 smua hahaha)<br /><br />maklum, saya masih kontrak rumah lho!! percaya ga! hehe..<br /><br />Ya, saya kontrak rumah di Jatiasih, karena ibu baru aja ditinggal bapak, dan gak ada laki2 dirumah ibu. Dan saya udah rumah tangga ga mau nebeng donk sama ortu..<br /><br />Kenapa ga beli rumah? Maklum ada titipan dari mertua supaya belinya di daerah Kampung Tengah Kramat Jati. Jadinya belom beli2 rumah (alesan aja ya padahal gak punya duit hehehhe..)<br /><br />Kembali ke laptop, ya Jangan jatuh cinta sama obyek!<br /><br />kemarin2 saya iseng2 jalan2 nyari2 rumah2 (wah angka 2 nya lebih banyak hehehe)<br /><br />sampailah di Kota Wisata<br /><br /><a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.kota-wisata.com/gambar/Costa%20Verde%20175%20A%20-%20zoom.jpg"><img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://www.kota-wisata.com/gambar/Costa%20Verde%20175%20A%20-%20zoom.jpg" border="0" alt="" /></a><br /><br />Siapa yang ga menarik liat rumah kayak begini?<br /><br />Komplek besar hijau asri, jalanan lebar banget, taman2 dan statue dimana2, ada kampoeng cina, tempat outbond, pasar, ruko2, bank, foodcourt, wah pokoknya lengkap! kayaknya segala urusan ga perlu keluar komplek tuh!<br /><br />Dan pas ngeliat DP sama cicilan? sanggup2 aja (ciyee gaya dikit ah)<br /><br /><br />Kemudian saya liat mobil saya. Ya Mobil Timor tua tahun 98. Rasanya asin tuh mobil, karena bener2 dari keringet saya belinya. Mobil itu saya beli 2 tahun yang lalu. Dandanin nih mobil udah lebih dari harga belinya! bener2 deh!<br /><br />Masalahnya nih mobil ga bisa jalan jauh, klo udah jalan 4 jam pasti penyakitnya kambuh. Walah jadi emosi donk! apalagi pas liat gambar dibawah ini<br /><br /><a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.thetycho.com/news/new/nissan_livina_cgear_1.jpg"><img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px;" src="http://www.thetycho.com/news/new/nissan_livina_cgear_1.jpg" border="0" alt="" /></a><br /><br />Dateng lah ke dealer liat2 harga<br />Dan ternyata DP dan cicilan sanggup2 aja tuh (ciyeee gaya lagi ahh)<br /><br />Beberapa hari sempet diskusi sama istri<br />Tambah panas dooonk<br /><br />Tapi Pas Inget kata2 Brad Sugar yang melarang untuk membeli aset properti di saat cashflow bisnis masih pas-pasan. KArena membeli aset properti akan memperlambat pertumbuhan bisnis.<br /><br />Pertumbuhan nilai aset properti relatif stabil. Paling-paling 5 sampai 10% per tahun. Sedangkan pertumbuhan nilai bisnis bisa tak terhingga (infinity), jika dikelola dengan baik.<br /><br />Begitu tuh di blog Pak Roni..<br /><br />Membuat saya mikir2 ulang..<br /><br />Buat DP rumah sama mobil aja hampir 300jeti. Belom cicilannya euy, rumah 7 jutaan, mobil 4 jutaan.. Defisit 11jt per bulan hiks<br /><br />Bandingin sama yang ini<br />Coba tuh 300 jeti dibeliin kos2an, bisa dapet cashflow 2,5 juta per bulan.. <br />Coba tuh 300 juta di invest ke ethanol, bisa dapet 20jt an sebulan. wow!<br />coba tuh 300 juta di invest ke net-cyber atau net-home, dapet 20jt an juga<br />cashflow nambah 20jt an!<br /><br />Ini nih, yang dinamain "transaksi". Sementara rumah bagus di kota wisata itu adalah "obyek". Ternyata jatuh cinta sama obyek itu menyakitkan. Udah ga dapet tambahan cashflow 20 jutaan, malah harus defisit 11 juta. Berarti potensial loss 30 juta lebih per bulan!!<br /><br />Beginilah menyesakkan klo jatuh cinta sama obyek..<br /><br />Bisa berlaku di bidang lain, percintaan misalnya.<br />Dari awal kita sudah menetapkan "transaksi" yang kita mau ttg calon pasangan kita. misalkan<br />1. Penurut<br />2. Solehah/Soleh<br />3. Pinter<br />4. Tajir <br />5. Cantik/Ganteng<br />6. turunan raja<br /><br />Nah tau2 kita ketemu cewe yang cantik, kemudian jatuh cinta. Kalap deh. Akhirnya "transaksi" penurut, solehah, pinter dilewatin. Abis itu kita berkompromi dengan "transaksi" nya..<br />Ah klo istri nurut mah bisa diajarin<br />Ah istri solehah bisa sambil jalan<br />Istri pinter buat apa sih, Gue kan udah pinter<br />Nah, kelar dah<br /><br />Bisa diduga selanjutnya bakal berantakan donk!<br />ya karena pada saat itu nafsu kita mengalahkan akal. Padahal kan yang membedakan kita sama binatang ya akal kita ya ngga<br /><br />aduh OOT nya jadi kepanjangan. Soalnya lagi banyak orang nih yg konsultasi tentang milih pasangan hidup hehehe.. Jadi sekali lagi, jangan jatuh cinta sama obyek nya, tapi sama transaksinya!<br /><br /><br />Btw Kota Wisata sama livina? Ga dulu deh hehehe..<br />Toh yang penting udah ada tempat berteduh dari kehujanan dan kepanasan..<br />bukan begitu istriku..<br /><br />(Trus kapan belinya yak :( )<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482442802891694586-7873071025055770005?l=adzan101.blogspot.com'/></div>Adzan W. Jatmikonoreply@blogger.com5tag:blogger.com,1999:blog-7482442802891694586.post-28225188613410339252008-09-15T18:07:00.000-07:002008-09-15T18:55:37.377-07:00Tips Rahasia dari Saya supaya Gak Minder.. (rahasia ya..)Kemarin ada sahabat yang SMS mau usaha dengan modal 1,5jt. Beliau bingung mau usaha apaan.. nah ini lagi2 fokus sama modal, harusnya fokus sama demand... bisa baca di <a href="http://adzan101.blogspot.com/2008/09/fokuslah-pada-demand-bukan-pada.html">http://adzan101.blogspot.com/2008/09/fokuslah-pada-demand-bukan-pada.html</a><br /><br />Trus blio sms lagi, gimana caranya nyari demand?<br />nah saya jawab disini aja ya pak.. perbanyak silaturahmi! sudah saya jelaskan juga disini.. <a href="http://adzan101.blogspot.com/2008/09/ask-bingung-mau-usaha-apa.html">http://adzan101.blogspot.com/2008/09/ask-bingung-mau-usaha-apa.html</a><br /><br />Nah ini yang menarik, chatingan saya dengan salah seorang sahabat baru yang lain. Beliau ini sudah senang bersilaturahmi, tapi merasa minder kalo mau bicara dengan orang2 yang beliau anggap senior..<br /><br />Berikut ini ada 4 tips dari saya supaya gak minder kalo ketemu para "tokoh"<br /><br />Pertama, niatin bisnis kita untuk bantu sesama, anak yatim misalnya. Jadi cuek2 aja klo nyapa2 para tokoh2. Toh kita deketin mereka demi anak2 yatim niatnya. Walau ga usah dibilangin ke orang ybs. Makanya bapak/ibu sekalian, niatkan bisnis kita untuk tujuan yang mulia, pasti lebih lancar kesana kemari. Karena spiritnya bakal beda.<br /><br />Kedua, buang sifat ke-aku-an kita, sebaliknya, banyak tanya2 ttg bisnis tokoh itu. Puji2 dikit lah, tanya2 sejarah bisnisnya, jatuh bangunnya dan lain2, pasti seneng dia :D. Jangan malah meng-explore diri sendiri di depan ybs. Ini kesalahan rata2 banyak orang. Malah nyeritain diri sendiri klo ketemu tokoh2 itu. Ya tokoh2 itu juga manusia lah... bosen juga dengerin cerita orang hehe.. kita bikin dia seneng lebih oke.<br /><br />Ketiga, semua pebisnis pasti punya motivasi mencari keuntungan. Sekaya2nya orang punya 2 gunung emas, pasti masih nyari yang ketiga. Nah tawarkan peluang ke mereka (pede aja). Misalkan tokoh itu pengusaha garmen, langsung aja bilang begini "pak/bu, saya punya ibu2 satu RT yg bisa jual produk bapak/ibu. Enaknya gmn nih pak/bu?" Wah pasti seneng dia ;)) taruhan yuk sama saya hehehe<br /><br />Keempat,ya kita menjadi tangandiatas buat mereka. Pede banget ga sih. Tapi serius, banyak memberi ke mereka, jgn justru meminta. Misalkan kasih2 info ttg suplier yang murah untuk mereka, tempat jualan yang murah, calon2 buyer/klien, dll. Jangan malah kita yang "meminta" ke mereka, justru kita yang "memberi" ke mereka. tambah seneng deh mereka :D<br /><br />Nah, 4 hal diatas adalah langkah awal yang bagus untuk pedekate ke orang yang kita suka. Sehabis "akrab" sama mereka, baru deh kita bisa maksa mereka seperti apa yang kita inginkan.. Jadi guru kita, mentor kita, dsb..<br /><br />Inget, sudah menjadi fitrah manusia untuk gak suka diganggu. Termasuk Nabi sekalipun. Maka rebut hatinya dulu, insya Allah kita akan mendapatkan apa yang kita inginkan hehehe..<br /><br />Inti tulisan saya adalah<br /><br />Bingung mau bisnis? bingung punya modal sedikit --> Cari demand<br /><br />Bingung mau cari demand kemana --> perbanyak silaturahim<br /><br />Minder mau silaturahim --> Lakukan 4 Tips diatas hehehe...<br /><br />Smoga berguna ya<br />Hayu babat habis pengangguran<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482442802891694586-2822518861341033925?l=adzan101.blogspot.com'/></div>Adzan W. Jatmikonoreply@blogger.com3tag:blogger.com,1999:blog-7482442802891694586.post-71109457610414917112008-09-10T18:21:00.000-07:002008-09-10T18:22:20.828-07:00Dan Mereka yang Sukses karena Fokus sama DemandSekitar 4-5 tahun yang lalu bermunculan ISP-ISP baru di Jakarta. Banyak sekali pemainnya, hingga terbentuk asosiasi. Beberapa pemain rajin datang pertemuan asosiasi, ada juga yang jumawa dengan nama besar, ada juga yang fokus ke produksi (teuteup) dengan rencana jangka panjang bandwidth murah dan lain-lain..<br /><br />Ada salah satu ISP yang cuma terus bergerilya mencari klien, dan gak peduli sama urusan asosiasi dan lain-lainnya. Ketika para bos ISP lain mengikuti seminar-seminar marketing kelas tinggi, ia tidak terpengaruh, terus berjualan (baca : fokus sama demand)<br /><br />Perjalanan 1-2 tahun memang tidak berpengaruh signifikan. Tapi sekarang, setelah berjalan hampir 5 tahun, perbedaan begitu terasa. Ketika ISP lain hanya memiliki 50 sampai dengan 80 klien warnet, ia membuat perbedaan dengan memiliki 500 klien warnet!! well done sir :). Coba itung deh klo satu warnet langganan 2,5jt per bulan. Omzet bapak ini 1,25M per bulan. <br /><br />Belum lagi dari klien corporate, mungkin omzet bisa 1,5M per bulan. Overhead paling besar 300jt per bulan. Wah net profit 1,2M per bulan. Maknyus kan. kalo bapak yang saya maksud sedang membaca tulisan saya, saya tidak bisa menyembunyikan rasa kagum saya ke bapak ;) <br /><br />btw siap2 dapet saingan baru pak dari kami hehe..<br />gara2 bapak, kami pun harus mencari blue ocean, karena bapak telah me-merah-kan lautan..<br />kami fokus di rtrw net dan corporate..<br />Someday hanya akan dua ISP yang besar, milik bapak dan milik kami :D<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482442802891694586-7110945761041491711?l=adzan101.blogspot.com'/></div>Adzan W. Jatmikonoreply@blogger.com0tag:blogger.com,1999:blog-7482442802891694586.post-36434026280152130092008-09-07T03:04:00.000-07:002008-09-07T16:31:52.312-07:00Fokuslah pada Demand (bukan pada Produksi, apalagi keuangan)suatu siang ada sahabat datang ke rumah<br /><br />mr.X : Zan, istri gw udah siap nih buka resto bakmi<br />saya : Oh bagus, emang ada permintaan?<br />mr.X : Ga sih, cuma dia diajarin sama koki terkenal, bahan baku murah dsb...<br /><br />ditempat lain, dengan tokoh yang berbeda<br />si Y : Eh gw kenal sama produsen jilbab yang itu lho.. mau jualan jilbab juga ah<br />saya : Emang ada permintaan jilbab?<br />si Y : Ya ga ada sih..<br /><br />Coba perhatikan,<br />dua orang diatas hanya memperhatikan aspek produksi dari perusahaan (kesediaan suplier dan bahan baku). Padahal prinsip entrepreneur adalah "to sell". kata "to sell" ini memerlukan obyek tentunya, yaitu buyer or customer. Subyek nya pun diri kita sendiri sebagai pedagang. Sama sekali ga perlu peran Suplier disini. Betul ga?<br /><br />Kalau kata Pak Fauzi, sama dengan konsep dagang di negeri china.<br />Satu cerita lagi dari temen saya yang lain, sebut saja Z<br /><br />mr.Z : gw mau bikin sabun sejenis sunlight<br />saya : wah bagus donk. ada permintaan? (pertanyaan standar saya hehehe)<br />mr.Z : ya pasti ada lah. Pengguna sunlight itu misalkan 10 juta orang, masa ya susah saya mau ambil 10% nya (baca : 1juta orang). Harga kita lebih murah loh<br />saya : ya susahlah.. (tentu saja diucapkan dalam hati ahhaha)<br /><br />Kenapa dibilang berdagang di negeri china, karena ada pepatah "masa iya dari 1 milyar penduduk china 1%-nya ga menggunakan sabun produksi saya"<br /><br />Lagi-lagi aspek produksi!<br />Kenapa sih ga mulai bisnis dari yang jelas2 sudah ada permintaan!!<br /><br />Nah ini contoh yang lebih mentingin aspek keuangan<br />mr.A : Gw punya duit 1 M diabisin buat apa ya<br />saya : terserah<br />mr.A : gw beli indomaret sama shop and drive deh<br />saya : pertimbangannya? emang suka bisnis retail sama bengkel?<br />mr.A : ngga juga sih. cuma mau invest aja<br /><br /><br />Bandingkan dengan yang ini.. rasakan bedanya<br />mr.B : gw mau produksi bioethanol ah..<br />saya : loh kenapa?<br />mr.B : abis udah ada buyer yang mau, tinggal kontrak maka beres<br />Udah pasti untung kan?<br /><br />atau yang satu ini<br />Mrs.C : Mas, karyawan mas kan ada 30 orang, saya yang bikin catering nya deh. Dijamin lebih murah, sehat, enak. Saya belum punya usaha apa2 nih mas.<br />saya : Ya, kenapa enggak<br />Udah pasti untung kan?<br /><br />ditambahin deh<br />Mr.D : Mas, kan warnet ada belasan, ditambah ada ISP sama konsultan, gimana klo yang suplay komputer dan hardware saya aja. Saya jamin lebih murah, servis dan purna jual lebih memuaskan<br />saya : ya kenapa ngga<br />Udah pasti untung kan?<br /><br />Gimana, ada perbedaan kan?<br />Yang fokus sama produksi sepertinya lebih gambling dan berisiko. Model seperti inilah yang sering dianut oleh teman2 kita. Dan salah satu penyebab terbesar kegagalan berbisnis.<br /><br />Sementara 3 ilustrasi terakhir adalah orang2 yang fokus sama demand, baru setelah itu mikirin produksi dan lain2. Orang2 seperti inilah yang memastikan kemenangan sebelum bertarung.<br /><br />Itulah mengapa Bob Sadino pada awalnya door to door jualan telur ayam. Karena saat itu (selain kurang modal tentunya), permintaan yang ada hanyalah yang dari rumah ke rumah. Jadi ga perlu kan bermodal ribuan peti telur. Orang permintaannya baru tetangga sekitar. Jadi utilitas modal tinggi, penggunaaan modal menjadi efisien, perputaran uang pun cepat. Yang begini ini nih!<br /><br />Itulah mengapa Adzan (gaya dikit ah) berani bisnis ISP internet provider. Dulu kita berani bisnis ISP karena kita sudah ada "modal" 10 warnet lebih plus warnet-warnet rekanan yang siap berlangganan dengan kita. Dan saat itu kita sedang mengarahkan rudal-rudal marketing kita ke corporate.<br /><br />Semoga tulisan ini menjawab pertanyaan2 seperti<br />"Mau bisnis apa ya.."<br />"Mulai darimana ya.."<br />"Gak punya modal nih.."<br /><br />Atau menjawab pertanyaan2 seperti<br />"Kok bisnis si A bisa ancur ya, padahal kan dia dekat dengan suplier nya blablabla..."<br /><br />Karena informasi tentang permintaan itu yang "mahal"<br />kalo kita udah tau info tentang kebutuhan suatu produk barang/jasa,<br />dengan mudah kita mencari calon suplier2 kita. Bisnis kita pun sudah hampir bisa dipastikan untung. <br /><br />Nah nanti kalo permintaan sudah menjadi banyak, pasti urusan produksi dan keuangan bisa menyesuaikan dengan sendirinya. Produksi bisa di outsource, keuangan bisa ke bank. wong ada permintaan ya ga<br /><br />Beda klo dari awal kita mentingin produksi. Permintaan belum tentu ada. Akhirnya gulung tikar deh karena produk kita ga ada yang beli. Sementara overhead tinggi<br /><br />Sekali lagi mohon dicatat<br />(sebenernya ini pesen buat diri sendiri yang juga sering kegelincir disini)<br />Jangan silau dengan aspek Produksi!<br />Tapi pastikan Permintaan!<br /><br />Smoga bisa mengubah mindset kita, bahwa bisnis itu gak perlu modal uang besar. Karena diri kita sendiri lah modal terbesar. Perbanyak silaturahmi, jaga amanah.<br /><br />Smoga berguna<div class="blogger-post-footer"><img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7482442802891694586-3643402628015213009?l=adzan101.blogspot.com'/></div>Adzan W. Jatmikonoreply@blogger.com11