ketika kebebasan datang
mengawali langkah-langkah kecil ini
ketika pintu itu dibuka
air datang tumpah meluap
tak tertahan
kemudian benak bertanya-tanya
apakah ia air keabadian?
tumpahan sedih kini bercampur
ketika semua tertunduk
hingga yang terinjak pun takluk
semua tidak berguna
semua tidak berguna
itu bukan kebebasan sejati!
berapa banyak yang terinjak
hati ini tak henti bertanya
semua menjadi berguna
ketika belenggu dilepas
ketika semua belenggu dilepas
hingga semua terbebas
semua menjadi sama
yang terinjak dan diinjak
semua tertunduk, bersujud
diri hanya terus berjalan
tapak demi tapak
untuk menyambut kebebasan sejati
dimulai dari langkah
langkah yang kecil ini...
Rabu, 09 Mei 2007
bersama menakluk bukit
bersama kita mendaki bukit
walau terasa curam
bersama kita bahu-membahu
jurang yang dalam menertawakan
menunggu kita lengah
untuk kemudian ditelan olehnya
angin kencang menggoda
hujan dan petir seperti berpesta
mengikis bebatuan
akankah hilang pegangan?
bukit yang culas!
seolah ia memilih,
seolah ia tak rela
untuk didaki orang-orang pemalas!
orang yang lalai!
tak terhitung berapa menjadi korban
izinkan kami menaklukanmu,
hai bukit hina!
walau terasa curam
bersama kita bahu-membahu
jurang yang dalam menertawakan
menunggu kita lengah
untuk kemudian ditelan olehnya
angin kencang menggoda
hujan dan petir seperti berpesta
mengikis bebatuan
akankah hilang pegangan?
bukit yang culas!
seolah ia memilih,
seolah ia tak rela
untuk didaki orang-orang pemalas!
orang yang lalai!
tak terhitung berapa menjadi korban
izinkan kami menaklukanmu,
hai bukit hina!
Selasa, 08 Mei 2007
syukur
debu-debu beterbangan
mengiringi denyut kehidupan
dahaga menyapa ditengah terik
tapi mengapa ia tak nampak
oase menjadi sebuah impian
seperti kompas yang menentukan arah
tiba-tiba oase terlihat
dahaga ini telah terbasuh
sejuk hingga ke hati
akankah diri serakah?
diri yang merindukan oase
seperti makhluk yang merindukan nyawanya
syukur pun terucap
energi baru datang
seolah terlahir kembali
jalan itu semakin terbuka
arahnya mulai menjelas
terlihat jejak tapak itu
dari situ kita akan memulai
kini harus dilanjutkan
hingga jejak kita diwariskan
mengiringi denyut kehidupan
dahaga menyapa ditengah terik
tapi mengapa ia tak nampak
oase menjadi sebuah impian
seperti kompas yang menentukan arah
tiba-tiba oase terlihat
dahaga ini telah terbasuh
sejuk hingga ke hati
akankah diri serakah?
diri yang merindukan oase
seperti makhluk yang merindukan nyawanya
syukur pun terucap
energi baru datang
seolah terlahir kembali
jalan itu semakin terbuka
arahnya mulai menjelas
terlihat jejak tapak itu
dari situ kita akan memulai
kini harus dilanjutkan
hingga jejak kita diwariskan
rindu dirinya...
ia datang tiba-tiba
secepat kilat
pesona yg tertambat kuat
tidak mudah terlepas
selalu ingat dirinya
ingin memeluk dirinya
menangis di hadapan
bersandar padanya
kerinduan ini begitu kuat
seolah menunggu tertumpah
keanggunannya
senyumannya
ketenangannya
kecerdasannya
rasa sayangnya
izinkan aku untuk bertemu
izinkan aku untuk menyingkap tabir
dan menatap wajahmu
secepat kilat
pesona yg tertambat kuat
tidak mudah terlepas
selalu ingat dirinya
ingin memeluk dirinya
menangis di hadapan
bersandar padanya
kerinduan ini begitu kuat
seolah menunggu tertumpah
keanggunannya
senyumannya
ketenangannya
kecerdasannya
rasa sayangnya
izinkan aku untuk bertemu
izinkan aku untuk menyingkap tabir
dan menatap wajahmu
Jumat, 04 Mei 2007
cahaya itu datang..
bumi tua yang selalu ditapaki
semua seperti bayang
dunia yang tanpa arti
sebelum akhirnya cahaya datang
sinarnya terang, hangat..
perlahan tapi pasti melahap kegelapan
siapa yang sangka apa dibalik semua
langkah kecil telah memulai
memulai jutaan langkah panjang
apakah diri siap menerjang
memikul beban ini
langit kelam,tangisnya tak tertahan
satu per satu ia datang
pedang-pedang keteguhan melawan
hingga asa bertahan
menanti tiba masanya pembebasan
semua seperti bayang
dunia yang tanpa arti
sebelum akhirnya cahaya datang
sinarnya terang, hangat..
perlahan tapi pasti melahap kegelapan
siapa yang sangka apa dibalik semua
langkah kecil telah memulai
memulai jutaan langkah panjang
apakah diri siap menerjang
memikul beban ini
langit kelam,tangisnya tak tertahan
satu per satu ia datang
pedang-pedang keteguhan melawan
hingga asa bertahan
menanti tiba masanya pembebasan
gadai...
hidup yang telah tergadai
mendengar langit lantang menyadarkan
tiga puluh atau empat puluh tahun
harga yang tidak mahal
tidaklah lama
untuk digadai keabadian
dimanakah kebadian?
dimanakah kepastian?
mendengar langit lantang menyadarkan
tiga puluh atau empat puluh tahun
harga yang tidak mahal
tidaklah lama
untuk digadai keabadian
dimanakah kebadian?
dimanakah kepastian?
Selasa, 01 Mei 2007
4 Kuadran Pekerja kata Pak Adi Prayitno..
makasih ya pak adi atas tambahannya :)
Ass. Wr. Wb.
Artikel anda menarik. Saya hanya menambahkan sedikit ya..........
Pengalaman FedEx (perusahaan pengiriman terbesar di dunia milik Frederick W. Smith) merupakan contoh terbaik dalam pengelolaan manusia (SDM)
FedEx mencanangkan 3 filosofi dasar yaitu manusia, pelayanan, dan laba. Manusia ditempatkan pada pondasi utama dalam menunjang pilar bangunan perusahaan. Dalam arti kata, pelayanan prima kepada konsumen untuk mendapatkan laba optimal hanya akan terjadi apabila didukung oleh pekerja yang terampil, cerdas, cekatan dengan nilai-nilai moral yang tidak dipertanyakan lagi.
Dalam mengelola Manusia FedEx menetapkan 6 prinsip utama:
Tidak ada PHK
Jaminan perlakuan yang adil
Promosi dari dalam
Kebijakan Manajemen terbuka
Penelitian, umpan balik, dan tindakan
Pembagian keuntungan yang proposional.
Dengan nama besarnya, FedEx telah membuktikan kepada masyarakat dunia bahwa mengelola manusia merupakan hal yang tidak dapat ditawar-tawar lagi bagi pencapaian optimal kinerja perusahaan
Bagaimana pengelolaan manusia pada perusahaan umumnya di Republik Mimpi ini ?
Pengelolaan manusia di Republik ini merupakan wacana baru, mungkin sudah basi melihat geliat bisnis yang sudah berlari kencang.
Idealnya ketika pasar semakin global, persaingan bertambah ketat, teknologi mengalami revolusi, dan perilaku konsumen semakin majemuk, pengelolaan manusia sudah tidak diperbincangkan lagi.
Namun melihat kinerja pekerja di banyak perusaah di Republik Mimpi yang masih dipertanyakan, alhasil mengelola manusia patut dikedepankan.
Apabila bila dibandingkan dengan Negeri Dongeng Malaysia, Singapura, Thailand, dengan segala hormat dan maaf, pekerja kita paling kalah bersaing alias berkinerja paling rendah.
Berdasarkan banyak kasus pekerja dapat dikelompokan dalam 4 kuadran :
K1 = Tinggi kemampuan Rendah motivasi.
K2 = Tinggi Kemampuan, Tinggi Motivasi.
K3 = Rendah kemampuan, Tinggi motivasi.
K4 = Rendah kemampuan, rendah motivasi.
Masing-masing kuadran ini memiliki cirri tersendiri sehingga cara pengelolaannya berlainan
Misal : K1 = Tinggi kemampuan, rendah motivasi. Biasanya ditempati pekerja lama. Mereka mempunyai keahlian yang luar biasa, namun karena banyak mengalami kekecewaan maupun sikap negative lebih besar ketimbang sikap positip, pekerja kan malas bekerja. Motivasi mereka berada pada titik nadir.
Kasus K1, perusahaan mengalami dilemma. Mau memecat terasa berat karena keahliannya belum tentu dimiliki pekerja lain, mau dipromosikan perusahaan terganjal semangatnya yang loyo.
Jalan keluarnya agar win-win solution adalah melakukan konseling pada pekerja tersebut agar kekecewaan dipinggirkan dan motivasi ditingkatkan.
Kebalikan K1 adalah K3 = Motivasi tinggi, kemampuan rendah, terjadi pada pekerja baru (lulusan baru).
Dengan segudang ilmu dari kampus dan semangat luar biasa karena lolos seleksi ketat, mereka punya motivasi luar biasa. Hanya segudang ilmu kampus itu tersa hambar karena tidak ada hubungannya dengan pekerjaan.
Cara terbaik untuk mengelola mereka adalah melalui proses coaching (pembelajaran), agar mereka mampu dan trampil dalam bekerja.
K4 merupakan sumber penyakit perusahaan , karena kemampuan terbatas dan motivasi kerjanya tidak jelas. Alasan pekerja berada pada kondisi ini ada beberpa kemungkinan : salah rekrut di awal proses seleksi, sikap tidak mau belajar, merasa imferior, atau dpat juga lingkungan perusahaan tidak mendukung. Jalan paling mudah adalah mem PHK, namun ini tidak bijak, Jalan terbaik adalah manajemen harus ekstra aktif mengelolanya dengan cara konseling sekaligus coaching.
Kebalikan K4 adalah K2 = pekerja yang tinggi kemampuan , tinggi motivasi. Ini pekerja ideal namun tidak mudah mendapatkan pekerja ideal ini. Cara mengelola pekerja demikian adalah promosi. Peningkatan karir merupakan sebuah kepantasan yang tidak layak untuk ditunda.
Posisi K1 dan K4 memang merupakan pekerjaan rumah yang berat bagi perusahan. Menggiring mereka menjadi K2 memerlukan strategi khusus yang perlu dilakukan terus menerus.
Tidak seperti K3 dimana perusahaan tinggal memberi pelatihan dan kemampuan tehnik, maka K1 dan K4 layak diubah sikap (paradikma) mereka dalam memaknai pekerjaan.
Salah satu cara untuk mengubah sikap pekerja K1 dan K4 adalah memberikan tanggung jawab yang lebih disertai penghargaan layak, karena naluri paling purba dari manusia adalah kebutuhan kepercayaan dan penghargaan, bukan sekedar kebutuhan fisik (dalam hal ini upah).
Mayoritas pekerja di tempat kerja anda berada pada kuadran mana ?
Demikian, semoga bermanfaat.. Salam Super ……………Fuuuntastic………….
Ass. Wr. Wb.
Artikel anda menarik. Saya hanya menambahkan sedikit ya..........
Pengalaman FedEx (perusahaan pengiriman terbesar di dunia milik Frederick W. Smith) merupakan contoh terbaik dalam pengelolaan manusia (SDM)
FedEx mencanangkan 3 filosofi dasar yaitu manusia, pelayanan, dan laba. Manusia ditempatkan pada pondasi utama dalam menunjang pilar bangunan perusahaan. Dalam arti kata, pelayanan prima kepada konsumen untuk mendapatkan laba optimal hanya akan terjadi apabila didukung oleh pekerja yang terampil, cerdas, cekatan dengan nilai-nilai moral yang tidak dipertanyakan lagi.
Dalam mengelola Manusia FedEx menetapkan 6 prinsip utama:
Tidak ada PHK
Jaminan perlakuan yang adil
Promosi dari dalam
Kebijakan Manajemen terbuka
Penelitian, umpan balik, dan tindakan
Pembagian keuntungan yang proposional.
Dengan nama besarnya, FedEx telah membuktikan kepada masyarakat dunia bahwa mengelola manusia merupakan hal yang tidak dapat ditawar-tawar lagi bagi pencapaian optimal kinerja perusahaan
Bagaimana pengelolaan manusia pada perusahaan umumnya di Republik Mimpi ini ?
Pengelolaan manusia di Republik ini merupakan wacana baru, mungkin sudah basi melihat geliat bisnis yang sudah berlari kencang.
Idealnya ketika pasar semakin global, persaingan bertambah ketat, teknologi mengalami revolusi, dan perilaku konsumen semakin majemuk, pengelolaan manusia sudah tidak diperbincangkan lagi.
Namun melihat kinerja pekerja di banyak perusaah di Republik Mimpi yang masih dipertanyakan, alhasil mengelola manusia patut dikedepankan.
Apabila bila dibandingkan dengan Negeri Dongeng Malaysia, Singapura, Thailand, dengan segala hormat dan maaf, pekerja kita paling kalah bersaing alias berkinerja paling rendah.
Berdasarkan banyak kasus pekerja dapat dikelompokan dalam 4 kuadran :
K1 = Tinggi kemampuan Rendah motivasi.
K2 = Tinggi Kemampuan, Tinggi Motivasi.
K3 = Rendah kemampuan, Tinggi motivasi.
K4 = Rendah kemampuan, rendah motivasi.
Masing-masing kuadran ini memiliki cirri tersendiri sehingga cara pengelolaannya berlainan
Misal : K1 = Tinggi kemampuan, rendah motivasi. Biasanya ditempati pekerja lama. Mereka mempunyai keahlian yang luar biasa, namun karena banyak mengalami kekecewaan maupun sikap negative lebih besar ketimbang sikap positip, pekerja kan malas bekerja. Motivasi mereka berada pada titik nadir.
Kasus K1, perusahaan mengalami dilemma. Mau memecat terasa berat karena keahliannya belum tentu dimiliki pekerja lain, mau dipromosikan perusahaan terganjal semangatnya yang loyo.
Jalan keluarnya agar win-win solution adalah melakukan konseling pada pekerja tersebut agar kekecewaan dipinggirkan dan motivasi ditingkatkan.
Kebalikan K1 adalah K3 = Motivasi tinggi, kemampuan rendah, terjadi pada pekerja baru (lulusan baru).
Dengan segudang ilmu dari kampus dan semangat luar biasa karena lolos seleksi ketat, mereka punya motivasi luar biasa. Hanya segudang ilmu kampus itu tersa hambar karena tidak ada hubungannya dengan pekerjaan.
Cara terbaik untuk mengelola mereka adalah melalui proses coaching (pembelajaran), agar mereka mampu dan trampil dalam bekerja.
K4 merupakan sumber penyakit perusahaan , karena kemampuan terbatas dan motivasi kerjanya tidak jelas. Alasan pekerja berada pada kondisi ini ada beberpa kemungkinan : salah rekrut di awal proses seleksi, sikap tidak mau belajar, merasa imferior, atau dpat juga lingkungan perusahaan tidak mendukung. Jalan paling mudah adalah mem PHK, namun ini tidak bijak, Jalan terbaik adalah manajemen harus ekstra aktif mengelolanya dengan cara konseling sekaligus coaching.
Kebalikan K4 adalah K2 = pekerja yang tinggi kemampuan , tinggi motivasi. Ini pekerja ideal namun tidak mudah mendapatkan pekerja ideal ini. Cara mengelola pekerja demikian adalah promosi. Peningkatan karir merupakan sebuah kepantasan yang tidak layak untuk ditunda.
Posisi K1 dan K4 memang merupakan pekerjaan rumah yang berat bagi perusahan. Menggiring mereka menjadi K2 memerlukan strategi khusus yang perlu dilakukan terus menerus.
Tidak seperti K3 dimana perusahaan tinggal memberi pelatihan dan kemampuan tehnik, maka K1 dan K4 layak diubah sikap (paradikma) mereka dalam memaknai pekerjaan.
Salah satu cara untuk mengubah sikap pekerja K1 dan K4 adalah memberikan tanggung jawab yang lebih disertai penghargaan layak, karena naluri paling purba dari manusia adalah kebutuhan kepercayaan dan penghargaan, bukan sekedar kebutuhan fisik (dalam hal ini upah).
Mayoritas pekerja di tempat kerja anda berada pada kuadran mana ?
Demikian, semoga bermanfaat.. Salam Super ……………Fuuuntastic………….
Langganan:
Postingan (Atom)