dari milis sebelah,
selamat menikmati ;)
Suatu sore telepon berbunyi.
"Hallo, Tuan Butto? Ini saya, Idum, pembantu di villa tuan.."
"Oh iya. Ada apa Dum? Ada masalah?
"Anu..saya nelepon cuma mau ngasih tau, burung kakaktua tuan mati.."
"Kakaktua saya? Mati? Yang pernah menang di Lomba Tingkat Dunia itu??"
"Ya tuan..yang itu"
"Waduh sial juga ya...lumayan banyak juga tuh duit keluar buat ngelatih tu
burung..matinya kenapa dum?"
"Gara2 makan daging busuk, tuan"
"Daging busuk?? Siapa yang ngasih dia daging busuk??!!"
"Ngga ada tuan..dia cuma makan daging kuda yang udah mati."
"Kuda mati? Kuda mati apa??"
"Kuda punya tuan."
"Kuda yang menang pacuan internasional itu?!!!"
"Iya tuan, Dia mati kecapen setelah narik gerobak tong air."
"Lu gila ya? gerobak air apaan???"
"Gerobak air buat madamin api, tuan"
"Ya ampuun..api apa lagi???"
"Api di rumah tuan! Ada lilin yang jatuh dan apinya kena tirai..trus merembet deh."
"Ja..jadi..maksud lu villa mewah gua itu ancur berantakan gara2 lilin?!!!"
"Begitulah, tuan."
"Tapi kan disitu banyak lampu!!! Tu lilin buat apaan???"
"Buat pemakaman, tuan."
"Demi Tuhan, pemakaman apa dumm??!!"
"Pemakaman istri tuan.. Suatu malam dia berjalan2 di dalam rumah yang
gelap gulita, saya pikir maling, jadi saya hajar aja dia pake tongkat golf Nike tuan..."
Sunyi.................. ,
Sunyi cukup lama....
"Dum....lu bener2 dalam bahaya besar, kalo tu tongkat ampe patah....."
adzan101.blogspot.com
Kamis, 13 Desember 2007
Senin, 10 Desember 2007
Ketika Mundur Menjadi Pilihan Terbaik...
Pada era musim semi dan musim gugur, Jenderal Zi Yu dari negara Chu memimpin empat negara yang lebih kecil untuk menyerang negeri Jin. Dengan alasan pernah berhutang dengan negeri Chu, Jin Wengong dari negara Jin memutuskan untuk mundur. Ia memerintahkan pasukannya untuk mundur sejauh 90 li. Wilayah tanah yang lapang dicari pasukan Jin adalah tanah yang lapang dan menanti waktu unutk bergerak.
Setelah mundurnya pasukan Jin, tentara sekutu yang lebih lemah terpancing untuk bergerak maju dan mudah untuk mengalahkan tentara musuh. Pasukan Jin pun mundur lebih jauh lagi, memancing pasukan Chu untuk mendekat dan kemudian pasukan Jin malah berbalik mengepungnya. Akibatnya tentara Chu mengalami kekalahan besar. Pada saat Zi Yu menyadari apa yang terjadi, pasukan utama telah terkepung dan mengalami kekalahan besar.
Jin Wengong memilih untuk mundur dan menunggu kesempatan untuk menyerang. Ia meraih kesempatan dan mendapatkan kemenangan akhir. Seluruh pasukan mundur dan menantikan waktu untuk menyerang kembali agar dapat menghindari konfrontasi dengan musuh yang lebih kuat.
Contoh kasus kontemporer adalah ketika tahun 1964 Matsushita Company tiba-tiba mengumumkan bahwa perusahaan akan berhenti membuat komputer. Padahal semua orang tahu Matsushita telah menjalani usaha itu selama lima tahun dan berinvestasi ratusan juta yen untuk riset. Tapi mereka tetap keukeuh, alasannya karena persaingan pasar PC sangat ketat. Selain itu, pasar Amerika yang besar praktis dimonopoli oleh IBM, bahkan pasar Jepang yang kecilpun ada tujuh perusahaan yang rebutan "kue" itu seperti Fujitsu dan Hitachi. Akhirnya Grup Matsushita tetap menjadi yang terdepan di Jepang walau meninggalkan persaingan di pangsa komputer.
Hal ini yang pernah kami alami di berbagai macam bisnis kami. Kami memang pernah mundur dari toko komputer di Mangga Dua Square, kami memang pernah gagal di Agrobisnis baik gula merah ataupun perikanan, kami pernah gagal juga di bisnis pijat refleksi. Tapi apa kami kalah? justru kami akan kalah jika nekat mempertahankan bisnis-bisnis yang gagal itu. Semua daya, tenaga, waktu, uang, pikiran akan terserap habis untuk hanya sekedar mempertahankan bisnis yang ada, hanya sekedar mempertahankan gengsi (malu sama teman-teman jika sampai gulung tikar). Ketika ada peluang lain yang lebih baik kenapa tidak? apalagi kembali ke core bisnis lama yakni jasa setup warnet dan franchise warnet Alphanet dan juga ISP kami yang kini sedang asyik dengan RTRWnet nya yakni Net-Cyber
So, tentukan visi anda. Kenali bisnis anda. Jika memang sudah tidak prospek dan tidak ada semangat untuk berjuang, maka jangan malu untuk meninggalkan.
adzan101.blogspot.com
Setelah mundurnya pasukan Jin, tentara sekutu yang lebih lemah terpancing untuk bergerak maju dan mudah untuk mengalahkan tentara musuh. Pasukan Jin pun mundur lebih jauh lagi, memancing pasukan Chu untuk mendekat dan kemudian pasukan Jin malah berbalik mengepungnya. Akibatnya tentara Chu mengalami kekalahan besar. Pada saat Zi Yu menyadari apa yang terjadi, pasukan utama telah terkepung dan mengalami kekalahan besar.
Jin Wengong memilih untuk mundur dan menunggu kesempatan untuk menyerang. Ia meraih kesempatan dan mendapatkan kemenangan akhir. Seluruh pasukan mundur dan menantikan waktu untuk menyerang kembali agar dapat menghindari konfrontasi dengan musuh yang lebih kuat.
Contoh kasus kontemporer adalah ketika tahun 1964 Matsushita Company tiba-tiba mengumumkan bahwa perusahaan akan berhenti membuat komputer. Padahal semua orang tahu Matsushita telah menjalani usaha itu selama lima tahun dan berinvestasi ratusan juta yen untuk riset. Tapi mereka tetap keukeuh, alasannya karena persaingan pasar PC sangat ketat. Selain itu, pasar Amerika yang besar praktis dimonopoli oleh IBM, bahkan pasar Jepang yang kecilpun ada tujuh perusahaan yang rebutan "kue" itu seperti Fujitsu dan Hitachi. Akhirnya Grup Matsushita tetap menjadi yang terdepan di Jepang walau meninggalkan persaingan di pangsa komputer.
Hal ini yang pernah kami alami di berbagai macam bisnis kami. Kami memang pernah mundur dari toko komputer di Mangga Dua Square, kami memang pernah gagal di Agrobisnis baik gula merah ataupun perikanan, kami pernah gagal juga di bisnis pijat refleksi. Tapi apa kami kalah? justru kami akan kalah jika nekat mempertahankan bisnis-bisnis yang gagal itu. Semua daya, tenaga, waktu, uang, pikiran akan terserap habis untuk hanya sekedar mempertahankan bisnis yang ada, hanya sekedar mempertahankan gengsi (malu sama teman-teman jika sampai gulung tikar). Ketika ada peluang lain yang lebih baik kenapa tidak? apalagi kembali ke core bisnis lama yakni jasa setup warnet dan franchise warnet Alphanet dan juga ISP kami yang kini sedang asyik dengan RTRWnet nya yakni Net-Cyber
So, tentukan visi anda. Kenali bisnis anda. Jika memang sudah tidak prospek dan tidak ada semangat untuk berjuang, maka jangan malu untuk meninggalkan.
adzan101.blogspot.com
Sabtu, 08 Desember 2007
Balada sang tukang urut tuna netra
Lagi-lagi profil wong cilik saya angkat. Karena dari mereka ini saya banyak belajar. Dengan segala keterbatasan yang ada, tapi mampu berkontribusi lebih untuk masyarakat...
Profil kali ini adalah seorang tukang urut tuna netra keliling bernama Pak Sahlan. Pada suatu hari kira-kira dua tahun yang lalu, setelah seharian menjemput rizki, badan terasa lelah. Kebetulan sekali ada tukang pijat tuna netra keliling, ya tidak ada salahnya saya pikir menikmati jasanya, itung-itung silaturahmi..
Ketika mulai memijat, banyak terjadi obrolan menarik tentang hal-hal yang sedang marak. Mulai dari korupsi hingga terorisme. Ketika beliau tahu bahwa saya tidak merokok ditambah pandangan-pandangannya yang dianggap "sejalan" dengannya, beliau pun langsung men-judge saya, "mas-nya nyunah juga ya?" maksud "nyunah" disini adalah istilah gerakan bernama salafy yang sekarang marak. Ya karena tidak tepat seperti tebakannya, saya pun cuma mengatakan bahwa saya hanyalah simpatisan semua orang yang berbuat baik insya Allah.
Akhirnya seenaknya sendiri beliau menganggap saya sebagai orang yg "nyunah". hehehe padahal dosa bejibun. Pak Sahlan dengan bangga mengatakan bahwa ia adalah simpatisan gerakan "nyunah" itu. Beliau menyebut beberapa nama ustadz yang sering dikunjungi dan bercengkerama. Beliau menyebut betapa dekatnya ia dengan radio dakta dan lain-lain. Lebih semangat lagi ketika bahas George Bush hehehehe.. sudah terbayang donk obrolannya :)
Dari beberapa obrolan, pak sahlan adalah orang yang ikhlas. Cobaan menjadi tuna netra datang ketika menduduki bangku smu. Tidak mengeluh dan selalu percaya bahwa ini adalah iradah (kehendak) Allah yang akan membawanya menjadi lebih baik. Setelah beberapa tahun beradaptasi akhirnya ia mulai terbiasa dengan kehidupan barunya. Setelah mendapat ijazah dari Depsos, ia pun memulai profesi baru sebagai tukang pijat. Lagi-lagi ia menunjukan rasa syukurnya karena dengan bangga mengatakan bahwa profesinya adalah profesi halal, jadi ia merasa tidak perlu malu..
Obrolan menjadi semakin "nyambung" seiring intensnya pertemuan (baca : pemijatan). Kadang-kadang beberapa masalah saya (termasuk urusan bisnis) dipecahkan olehnya, tentu saja lengkap dengan dalil-dalilnya (baca : quran dan hadits). Yang lebih mengejutkan hafalan haditsnya banyak sekali, dan tebak hafalan qurannya... 10 juz!!! sering saya curhat ke beliau, dan beliau pun tak segan curhat juga tentang segala hal. Itulah yang terjadi ketika Allah mengikat hati dua saudara yang dikehendaki-Nya. Pernah dalam satu sesi pemijatan beliau mengecek hafalan quran saya. Ketika sampai surat Ar-Rahman, ternyata hafalan saya masih belepotan disana-sini. Dikoreksi oleh beliau abis-abisan. Dan ternyata koreksinya benar semua, subhanallah....Terima kasih saudaraku :)
Ia juga bercerita bahwa ia tidak pernah menyerah dengan cobaan. Bahkan ia membuka usaha konveksi dengan istrinya. Pak Sahlan bisa menjahit! bahkan bisa mengendarai sepeda motor! tentu saja ketika ada orang dibelakangnya untuk berjaga-jaga. Ia paling tidak suka dikasihani karena kekurangannya. Pernah dalam suatu waktu ia bersama teman-teman pengajiannya membuka usaha kredit handphone, pak sahlan pun mendapatkan beberapa "klien". Dan ada beberapa klien yang kabur entah kemana dan tidak membayar cicilan. Teman-temannya merasa iba, dan tidak menuntut apa-apa dari beliau. Tapi ia menolak, "jangan mentang-mentang Sahlan tuna netra jadi tidak punya kewajiban yang sama dengan kalian. Tidak. Sahlan akan tetap membayar cicilan karena itu kesalahan Sahlan!" Subhanallah...
Rasa ingin tahu beliau sangat tinggi. Saat ini sedang coba-coba belajar servis handphone dan bahkan internet. Orang yang sangat memahami hakikat rejeki. "Semua yang ada dibumi dan langit milik Allah mas, jadi kita ga harus merasa sedih ketika kehilangan sesuatu, karena ga ada yang milik kita, semua milik Allah". Pada masa lalunya ia pernah bertanam jagung. Saat semua ladang diserang hama, para petani menjadi setres dan uring-uringan. Pak Sahlan tetap tenang, ia memiliki keyakinannya sendiri. Karena paham betul keutamaan shalat Dhuha (salah satunya untuk memudahkan rejeki) ia pun segera mendirikan shalat Dhuha. Ajaib, dari banyak ladang jagung, hanya milik Pak Sahlan yang tidak terkena hama. (wah jadi mau rajin Dhuha hehehe)
Orang yang sangat takut hisab setelah kematian. Dengan dalil-dalilnya ia menjelaskan tentang riba dan segala sesuatu yang diharamkan. Wah hati terasa sejuk mendengar nasehat-nasehatnya. Seringkali saya tidak merasa perlu dipijat, tapi karena saya membutuhkan nasehatnya saya suka pura-pura minta dipijat hahaha...
Kadangkala saya memiliki feeling tertentu ketika Pak Sahlan ini sedang terhimpit urusan dapur, ya lagi-lagi suka pura-pura memijat. Worth it banget berbagi rejeki ke Pak Sahlan karena sebanding dengan ilmu yang diberi.
Orang seperti Pak Sahlan inilah yang menjaga optimisme saya bahwa negeri ini masih banyak memiliki orang hebat dengan potensi tersembunyi dan belum maksimal tersalurkan. Sementara kita abaikan para koruptor dengan dosa-dosanya, para anak muda yang asyik memikirkan diri sendiri dengan narkoba, dugem dan lain-lain. Dengan Law of Attraction saya hanya mengasumsikan bahwa di negeri ini lebih banyak yang seperti Pak Sahlan dibanding para manusia egois itu.
Ya Allah perbanyak orang seperti Pak Sahlan...
Pak Sahlan, sungguh bapak beruntung karena Allah telah menutup salah satu celah dosa manusia...
Betapa mata saya ini sering digunakan untuk yang tidak seharusnya dilihat...
ketika nanti kami dikumpulkan untuk mempertanggungjawabkan mata yang Allah titipkan, yakinlah Pak Sahlan tidak ada di barisan kami...
Doakan kami, semoga mata kami saat digunakan untuk melihat hal-hal yang disukai Allah.. untuk menebus kekurangan kami sebelumnya...
Wahai mata, jangan engkau perberat hisab kami nanti..
dari yang mencintai Pak Sahlan karena Allah SWT
NB : untuk yang membutuhkan jasa pijat Pak Sahlan bisa menghubungi nomor hp nya 081388616842. Bilang aja tau dari Mas Wahyu (dirumah tidak ada yang kenal nama Adzan hehehe). Selamat belajar :)
adzan101.blogspot.com
Profil kali ini adalah seorang tukang urut tuna netra keliling bernama Pak Sahlan. Pada suatu hari kira-kira dua tahun yang lalu, setelah seharian menjemput rizki, badan terasa lelah. Kebetulan sekali ada tukang pijat tuna netra keliling, ya tidak ada salahnya saya pikir menikmati jasanya, itung-itung silaturahmi..
Ketika mulai memijat, banyak terjadi obrolan menarik tentang hal-hal yang sedang marak. Mulai dari korupsi hingga terorisme. Ketika beliau tahu bahwa saya tidak merokok ditambah pandangan-pandangannya yang dianggap "sejalan" dengannya, beliau pun langsung men-judge saya, "mas-nya nyunah juga ya?" maksud "nyunah" disini adalah istilah gerakan bernama salafy yang sekarang marak. Ya karena tidak tepat seperti tebakannya, saya pun cuma mengatakan bahwa saya hanyalah simpatisan semua orang yang berbuat baik insya Allah.
Akhirnya seenaknya sendiri beliau menganggap saya sebagai orang yg "nyunah". hehehe padahal dosa bejibun. Pak Sahlan dengan bangga mengatakan bahwa ia adalah simpatisan gerakan "nyunah" itu. Beliau menyebut beberapa nama ustadz yang sering dikunjungi dan bercengkerama. Beliau menyebut betapa dekatnya ia dengan radio dakta dan lain-lain. Lebih semangat lagi ketika bahas George Bush hehehehe.. sudah terbayang donk obrolannya :)
Dari beberapa obrolan, pak sahlan adalah orang yang ikhlas. Cobaan menjadi tuna netra datang ketika menduduki bangku smu. Tidak mengeluh dan selalu percaya bahwa ini adalah iradah (kehendak) Allah yang akan membawanya menjadi lebih baik. Setelah beberapa tahun beradaptasi akhirnya ia mulai terbiasa dengan kehidupan barunya. Setelah mendapat ijazah dari Depsos, ia pun memulai profesi baru sebagai tukang pijat. Lagi-lagi ia menunjukan rasa syukurnya karena dengan bangga mengatakan bahwa profesinya adalah profesi halal, jadi ia merasa tidak perlu malu..
Obrolan menjadi semakin "nyambung" seiring intensnya pertemuan (baca : pemijatan). Kadang-kadang beberapa masalah saya (termasuk urusan bisnis) dipecahkan olehnya, tentu saja lengkap dengan dalil-dalilnya (baca : quran dan hadits). Yang lebih mengejutkan hafalan haditsnya banyak sekali, dan tebak hafalan qurannya... 10 juz!!! sering saya curhat ke beliau, dan beliau pun tak segan curhat juga tentang segala hal. Itulah yang terjadi ketika Allah mengikat hati dua saudara yang dikehendaki-Nya. Pernah dalam satu sesi pemijatan beliau mengecek hafalan quran saya. Ketika sampai surat Ar-Rahman, ternyata hafalan saya masih belepotan disana-sini. Dikoreksi oleh beliau abis-abisan. Dan ternyata koreksinya benar semua, subhanallah....Terima kasih saudaraku :)
Ia juga bercerita bahwa ia tidak pernah menyerah dengan cobaan. Bahkan ia membuka usaha konveksi dengan istrinya. Pak Sahlan bisa menjahit! bahkan bisa mengendarai sepeda motor! tentu saja ketika ada orang dibelakangnya untuk berjaga-jaga. Ia paling tidak suka dikasihani karena kekurangannya. Pernah dalam suatu waktu ia bersama teman-teman pengajiannya membuka usaha kredit handphone, pak sahlan pun mendapatkan beberapa "klien". Dan ada beberapa klien yang kabur entah kemana dan tidak membayar cicilan. Teman-temannya merasa iba, dan tidak menuntut apa-apa dari beliau. Tapi ia menolak, "jangan mentang-mentang Sahlan tuna netra jadi tidak punya kewajiban yang sama dengan kalian. Tidak. Sahlan akan tetap membayar cicilan karena itu kesalahan Sahlan!" Subhanallah...
Rasa ingin tahu beliau sangat tinggi. Saat ini sedang coba-coba belajar servis handphone dan bahkan internet. Orang yang sangat memahami hakikat rejeki. "Semua yang ada dibumi dan langit milik Allah mas, jadi kita ga harus merasa sedih ketika kehilangan sesuatu, karena ga ada yang milik kita, semua milik Allah". Pada masa lalunya ia pernah bertanam jagung. Saat semua ladang diserang hama, para petani menjadi setres dan uring-uringan. Pak Sahlan tetap tenang, ia memiliki keyakinannya sendiri. Karena paham betul keutamaan shalat Dhuha (salah satunya untuk memudahkan rejeki) ia pun segera mendirikan shalat Dhuha. Ajaib, dari banyak ladang jagung, hanya milik Pak Sahlan yang tidak terkena hama. (wah jadi mau rajin Dhuha hehehe)
Orang yang sangat takut hisab setelah kematian. Dengan dalil-dalilnya ia menjelaskan tentang riba dan segala sesuatu yang diharamkan. Wah hati terasa sejuk mendengar nasehat-nasehatnya. Seringkali saya tidak merasa perlu dipijat, tapi karena saya membutuhkan nasehatnya saya suka pura-pura minta dipijat hahaha...
Kadangkala saya memiliki feeling tertentu ketika Pak Sahlan ini sedang terhimpit urusan dapur, ya lagi-lagi suka pura-pura memijat. Worth it banget berbagi rejeki ke Pak Sahlan karena sebanding dengan ilmu yang diberi.
Orang seperti Pak Sahlan inilah yang menjaga optimisme saya bahwa negeri ini masih banyak memiliki orang hebat dengan potensi tersembunyi dan belum maksimal tersalurkan. Sementara kita abaikan para koruptor dengan dosa-dosanya, para anak muda yang asyik memikirkan diri sendiri dengan narkoba, dugem dan lain-lain. Dengan Law of Attraction saya hanya mengasumsikan bahwa di negeri ini lebih banyak yang seperti Pak Sahlan dibanding para manusia egois itu.
Ya Allah perbanyak orang seperti Pak Sahlan...
Pak Sahlan, sungguh bapak beruntung karena Allah telah menutup salah satu celah dosa manusia...
Betapa mata saya ini sering digunakan untuk yang tidak seharusnya dilihat...
ketika nanti kami dikumpulkan untuk mempertanggungjawabkan mata yang Allah titipkan, yakinlah Pak Sahlan tidak ada di barisan kami...
Doakan kami, semoga mata kami saat digunakan untuk melihat hal-hal yang disukai Allah.. untuk menebus kekurangan kami sebelumnya...
Wahai mata, jangan engkau perberat hisab kami nanti..
dari yang mencintai Pak Sahlan karena Allah SWT
NB : untuk yang membutuhkan jasa pijat Pak Sahlan bisa menghubungi nomor hp nya 081388616842. Bilang aja tau dari Mas Wahyu (dirumah tidak ada yang kenal nama Adzan hehehe). Selamat belajar :)
adzan101.blogspot.com
Keuntungan yang sesungguhnya
Sebuah pelajaran menarik dari acara kick andy kemarin yang mendatangkan tamu Aa Gym. Ketika ditanya tentang bisnisnya yang sebagian gulung tikar karena turunnya popolaritas Aa Gym (mengingat kontroversi poligami nya), beliau cuma menjawab "bahwa keuntungan itu bukan dilihat dari omzet dan sebagainya, tapi seperti hadits nabi, yang untung itu adalah ketika kita sebagai manusia menjadi lebih baik dibanding hari kemarin. Yang rugi itu adalah ketika hari ini sama saja seperti kemarin."
Business is human. Sekali lagi kejeniusan Rasulullah SAW terbukti. Akhir-akhir ini ditemukan lagi tentang definisi orang kaya. Ternyata orang kaya itu adalah seberapa banyak ia bisa mengumpulkan uang ketika ia bangkrut sama sekali. Contohnya begini, misalkan usaha saya bangkrut total, kemudian saya butuh pinjaman untuk bertahan hidup. Ternyata total uang pinjaman yang bisa saya dapatkan dari orang-orang dekat saya adalah satu juta rupiah. Ya, satu juta rupiah itulah nilai kekayaan kita sesungguhnya. (berapa ya kekayaan saya hehehe). Contohnya Bill Gates yang ketika bankrut mendapat pinjaman milyaran dollar dari Warren Buffet. Apa kata kuncinya? integritas! SDM! human! orangnya!
Sekarang pun dikenal istilah Money Magnet. Jadi bukan kita yang mencari-cari uang, money magnet itu justru dikejar-kejar uang karena brand image nya yang sudah ternama. Simple nya seperti ini, coba kita pikirkan berapa banyak orang/bank/perusahaan yang ingin berinvestasi di perusahaan Bill Gates? buanyak sekali. Ya, itulah money magnet. Bagaimana caranya menjadi money magnet? tingkatkan integritas! SDM! human! orang! lagi-lagi manusianya...
Jadi bisakah kita simpulkan jika kesuksesan atau keuntungan perusahaan bergantung dari manusianya? jadi jika kualitas manusia baik, maka perusahaan akan menjadi untung. jika kualitas manusia buruk, perusahaan akan merugi. Sepakat ya!
Jika ditarik lagi, keuntungan perusahaan itu pada akhirnya hanyalah masalah peningkatan kualitas sumberdaya manusia. Jadi maju atau mundurnya perusahaan kita adalah bagaimana kita mampu untuk selalu belajar dalam rangka peningkatan kualitas diri.
Misalkan perusahaan kita sedang merugi, jika mental kita selalu positif dan menganggap itu adalah bagian dari pembelajaran dalam rangka peningkatan kualitas diri, maka kita akan selalu untung. Asalkan kita belajar dari kesalahan dan tidak mengulanginya lagi. Ya, KITA AKAN SELALU UNTUNG!
Apakah hari ini kita sudah lebih baik dari kemarin?
adzan101.blogspot.com
Business is human. Sekali lagi kejeniusan Rasulullah SAW terbukti. Akhir-akhir ini ditemukan lagi tentang definisi orang kaya. Ternyata orang kaya itu adalah seberapa banyak ia bisa mengumpulkan uang ketika ia bangkrut sama sekali. Contohnya begini, misalkan usaha saya bangkrut total, kemudian saya butuh pinjaman untuk bertahan hidup. Ternyata total uang pinjaman yang bisa saya dapatkan dari orang-orang dekat saya adalah satu juta rupiah. Ya, satu juta rupiah itulah nilai kekayaan kita sesungguhnya. (berapa ya kekayaan saya hehehe). Contohnya Bill Gates yang ketika bankrut mendapat pinjaman milyaran dollar dari Warren Buffet. Apa kata kuncinya? integritas! SDM! human! orangnya!
Sekarang pun dikenal istilah Money Magnet. Jadi bukan kita yang mencari-cari uang, money magnet itu justru dikejar-kejar uang karena brand image nya yang sudah ternama. Simple nya seperti ini, coba kita pikirkan berapa banyak orang/bank/perusahaan yang ingin berinvestasi di perusahaan Bill Gates? buanyak sekali. Ya, itulah money magnet. Bagaimana caranya menjadi money magnet? tingkatkan integritas! SDM! human! orang! lagi-lagi manusianya...
Jadi bisakah kita simpulkan jika kesuksesan atau keuntungan perusahaan bergantung dari manusianya? jadi jika kualitas manusia baik, maka perusahaan akan menjadi untung. jika kualitas manusia buruk, perusahaan akan merugi. Sepakat ya!
Jika ditarik lagi, keuntungan perusahaan itu pada akhirnya hanyalah masalah peningkatan kualitas sumberdaya manusia. Jadi maju atau mundurnya perusahaan kita adalah bagaimana kita mampu untuk selalu belajar dalam rangka peningkatan kualitas diri.
Misalkan perusahaan kita sedang merugi, jika mental kita selalu positif dan menganggap itu adalah bagian dari pembelajaran dalam rangka peningkatan kualitas diri, maka kita akan selalu untung. Asalkan kita belajar dari kesalahan dan tidak mengulanginya lagi. Ya, KITA AKAN SELALU UNTUNG!
Apakah hari ini kita sudah lebih baik dari kemarin?
adzan101.blogspot.com
Rabu, 05 Desember 2007
Belajar dari alam
Yuk sama-sama kita merenung dari alam...
Sebenarnya ini dari rutinitas pribadi yang suka "lari" ke alam kalau pikiran udah mumet. Pilihannya ya pantai atau gunung..
Siang tadi sengaja shalat Dzuhur di masjid At-Taawun puncak-bogor. Sengaja merenungi ayat-ayat Allah yang tersembunyi. Maklum sedang mengalami gejala penurunan motivasi. Biasanya sepulang dari perenungan (tafakur) "bensin" motivasi kembali menjadi "full-tank" insya Allah...
berikut ini pelajaran yang bisa dibagi
1. Bahwa bumi Allah itu luas (melihat hamparan gunung dan kebun teh, serta rumah-rumah di lembah), namun tidak sejengkal tempat pun lewat dari pengawasan Allah. Diri ini merasa hina dan rendah. Malu, ternyata selama ini Allah tidak pernah alpha mengawasi kita. Diri ini cuma bisa menangis ketika mengingat kemaksiatan yang pernah dilakukan...
2. Bahwa Allah itu Maha Perkasa. Adalah hal mudah bagi Allah untuk membolak-balikan gunung, gempa bumi, tanah longsor, dan lain-lain. Semakin sadar bahwa kesombongan adalah hak dari Sang Pencipta. Jangan sekali-kali kita mencurinya..
3. Terkait dengan poin diatas, bahwa nyawa kita bisa dicabut kapan saja. Sementara apa saja yang sudah kita lakukan selama ini? bagaimana kontribusi kita untuk bangsa? masyarakat? bahkan keluarga kita sekalipun.. ternyata masih sedikit...dan kita masih terlalu pemalas untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang memberikan manfaat untuk orang banyak...
4. Bahwa alam diciptakan dengan penuh keseimbangan. Lihat dan renungi bagaimana pohon-pohon liar bisa tumbuh.. bagaimana Allah menghidupi makhluknya dengan hujan, kemudian dari air dan tumbuhan mendatangkan manfaat bagi manusia dan hewan-hewan. begitu seterusnya. sangat sophiscated! Jadi merefleksikan diri yang begitu kekurangan ilmu disana-sini...
5. Perhatikan bagaimana Allah mengatur rezeki makhluk-makhluknya. Dari mulai manusia yang berjualan di sepanjang jalan, burung-burung gereja yang tidak pernah risau memikirkan rezeki nya, hingga hama-hama kecil yang ternyata tetap diatur rezekinya oleh Allah. Masa iya kita yang diberikan kelebihan akal tidak percaya oleh rezeki yang Allah gariskan...
6. Semakin memahami bahwa hakikat hidup ini adalah dalam rangka ibadah kepada Allah.... bahwa harta, ilmu, keluarga, persahabatan hanyalah sebuah sarana untuk mencapai ridha Allah...
sekian semoga berguna
adzan101.blogspot.com
Sebenarnya ini dari rutinitas pribadi yang suka "lari" ke alam kalau pikiran udah mumet. Pilihannya ya pantai atau gunung..
Siang tadi sengaja shalat Dzuhur di masjid At-Taawun puncak-bogor. Sengaja merenungi ayat-ayat Allah yang tersembunyi. Maklum sedang mengalami gejala penurunan motivasi. Biasanya sepulang dari perenungan (tafakur) "bensin" motivasi kembali menjadi "full-tank" insya Allah...
berikut ini pelajaran yang bisa dibagi
1. Bahwa bumi Allah itu luas (melihat hamparan gunung dan kebun teh, serta rumah-rumah di lembah), namun tidak sejengkal tempat pun lewat dari pengawasan Allah. Diri ini merasa hina dan rendah. Malu, ternyata selama ini Allah tidak pernah alpha mengawasi kita. Diri ini cuma bisa menangis ketika mengingat kemaksiatan yang pernah dilakukan...
2. Bahwa Allah itu Maha Perkasa. Adalah hal mudah bagi Allah untuk membolak-balikan gunung, gempa bumi, tanah longsor, dan lain-lain. Semakin sadar bahwa kesombongan adalah hak dari Sang Pencipta. Jangan sekali-kali kita mencurinya..
3. Terkait dengan poin diatas, bahwa nyawa kita bisa dicabut kapan saja. Sementara apa saja yang sudah kita lakukan selama ini? bagaimana kontribusi kita untuk bangsa? masyarakat? bahkan keluarga kita sekalipun.. ternyata masih sedikit...dan kita masih terlalu pemalas untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang memberikan manfaat untuk orang banyak...
4. Bahwa alam diciptakan dengan penuh keseimbangan. Lihat dan renungi bagaimana pohon-pohon liar bisa tumbuh.. bagaimana Allah menghidupi makhluknya dengan hujan, kemudian dari air dan tumbuhan mendatangkan manfaat bagi manusia dan hewan-hewan. begitu seterusnya. sangat sophiscated! Jadi merefleksikan diri yang begitu kekurangan ilmu disana-sini...
5. Perhatikan bagaimana Allah mengatur rezeki makhluk-makhluknya. Dari mulai manusia yang berjualan di sepanjang jalan, burung-burung gereja yang tidak pernah risau memikirkan rezeki nya, hingga hama-hama kecil yang ternyata tetap diatur rezekinya oleh Allah. Masa iya kita yang diberikan kelebihan akal tidak percaya oleh rezeki yang Allah gariskan...
6. Semakin memahami bahwa hakikat hidup ini adalah dalam rangka ibadah kepada Allah.... bahwa harta, ilmu, keluarga, persahabatan hanyalah sebuah sarana untuk mencapai ridha Allah...
sekian semoga berguna
adzan101.blogspot.com
Sabtu, 24 November 2007
Menjadi kaya karena kejujuran
Menjadi kaya karena kejujuran
Alkisah pada jaman Dinasti Utara dan Selatan (Cina kuno) hiduplah seorang ayah bernama bernama Meng Xin. Hidupnya miskin, pekerjaannya hanyalah pedagang biasa ditambah bertani. Pada suatu hari, anak dan istri Meng kehabisan beras dan makanan setelah beberapa hari ditinggal Meng berdagang.
Sapi yang ditinggalkan Meng pun sakit, dan tidak bisa digunakan anak dan istrinya untuk bekerja di ladang. Timbul niatan dari sang anak untuk menjual sapinya yang sakit sebelum sapinya itu mati. Hingga tiba sang anak dipasar dan menawarkan sapinya untuk hanya sekedar membeli beras. Sang pembeli pun sudah curiga bahwa sapi itu sebenarnya sakit. Tapi sang anak mengelak, berbohong mengatakan bahwa sapinya baik-baik saja. Pembeli itu berhasil ditipunya dan akhirnya membeli sapi itu seharga 80 qiant (mata uang cina kala itu). Akhirnya sang anak dapat memenuhi kebutuhan dasar hidupnya dengan membeli beras untuk ibunya.
Hingga tiba ketika Meng Xin pulang dan membawa sejumlah uang. Tak lama Meng Xin marah besar karena tahu sapinya dijual. Meng Xin marah karena mengetahui sapinya sedang sakit dan tak layak dijual. Ia sangat takut akan mengecewakan orang yang membeli sapi itu. Dan mengatakan kepada anaknya bahwa tindakan yang ia lakukan adalah sebuah penipuan. Setelah sang anak meminta maaf kepada ayahnya, mereka berdua bergegas menuju ke rumah orang yang baru saja membeli sapinya.
Setibanya ditempat pembeli, Meng Xin langsung meminta maaf kepadanya dan mengatakan bahwa sapinya memang sedang sakit. Meng Xin berniat menebusnya dengan harga 100 qiant. Sang pembeli tersentuh dengan kejujuran Meng Xin, dan mengatakan bahwa Meng Xin cukup menebusnya dengan 80 qiant saja. Tapi Meng Xin bersikeras, dan mengatakan bahwa 20 qiant sisanya adalah untuk dipakai biaya merawat sapi selama beberapa hari.
Singkat cerita, kisah ini menyebar dengan cepat ke penjuru kota. Kejujuran Meng Xin menjadi buah bibir masyarakat hingga banyak orang yang mencarinya untuk bermitra usaha. Hingga menjadikan Meng Xin sebagai salah satu orang yang kaya.
"Bisa dipercaya dalam urusan kecil membantu menunjang nama baik seseorang" kata Hanfei Zi. Seperti Muhammad SAW yang selalu jujur ketika berdagang hingga dijuluki Al-Amin (orang yang terpercaya). Muhammad SAW selalu berterus terang kepada pembelinya jika ada barang dagangannya yang cacat. Tidak pernah akan rugi seseorang yang memilih jalan kejujuran. Seperti bola salju yang semakin membesar, keuntungan yang jauh lebih besar sedang menunggu orang-orang yang jujur. Sementara orang-orang yang yang tidak jujur sebenarnya sedang menukar keuntungan yang sangat besar dengan sesuatu yang murah.
Salah satu guru saya pernah berujar, "bahkan maling nomor satu pun butuh orang kepercayaan dan anak buah yang jujur!" bahkan ia menambahkan, "sangat gampang jadi orang kaya di jaman kita sekarang ini, cukup menjadi pengusaha yang jujur. Karena pengusaha yang jujur masih langka di negeri ini. Pengusaha jujur ini akan dicari-cari orang seantero negeri untuk diajak bermitra"
Tim Alpha sebagai kumpulan pengusaha muda (sangat muda karena usia anggotanya masih dibawah 25 tahun) memegang teguh masalah integritas yang selama ini menjadi ciri khas tim ini. Kejujuran merupakan harga mati, yang harus dipegang teguh tim ini apapun yang terjadi. Karena jika manusia sudah tidak bisa dipegang lidahnya, lantas apa lagi yang bisa dijadikan sandaran dan pegangan?
adzan101
Alkisah pada jaman Dinasti Utara dan Selatan (Cina kuno) hiduplah seorang ayah bernama bernama Meng Xin. Hidupnya miskin, pekerjaannya hanyalah pedagang biasa ditambah bertani. Pada suatu hari, anak dan istri Meng kehabisan beras dan makanan setelah beberapa hari ditinggal Meng berdagang.
Sapi yang ditinggalkan Meng pun sakit, dan tidak bisa digunakan anak dan istrinya untuk bekerja di ladang. Timbul niatan dari sang anak untuk menjual sapinya yang sakit sebelum sapinya itu mati. Hingga tiba sang anak dipasar dan menawarkan sapinya untuk hanya sekedar membeli beras. Sang pembeli pun sudah curiga bahwa sapi itu sebenarnya sakit. Tapi sang anak mengelak, berbohong mengatakan bahwa sapinya baik-baik saja. Pembeli itu berhasil ditipunya dan akhirnya membeli sapi itu seharga 80 qiant (mata uang cina kala itu). Akhirnya sang anak dapat memenuhi kebutuhan dasar hidupnya dengan membeli beras untuk ibunya.
Hingga tiba ketika Meng Xin pulang dan membawa sejumlah uang. Tak lama Meng Xin marah besar karena tahu sapinya dijual. Meng Xin marah karena mengetahui sapinya sedang sakit dan tak layak dijual. Ia sangat takut akan mengecewakan orang yang membeli sapi itu. Dan mengatakan kepada anaknya bahwa tindakan yang ia lakukan adalah sebuah penipuan. Setelah sang anak meminta maaf kepada ayahnya, mereka berdua bergegas menuju ke rumah orang yang baru saja membeli sapinya.
Setibanya ditempat pembeli, Meng Xin langsung meminta maaf kepadanya dan mengatakan bahwa sapinya memang sedang sakit. Meng Xin berniat menebusnya dengan harga 100 qiant. Sang pembeli tersentuh dengan kejujuran Meng Xin, dan mengatakan bahwa Meng Xin cukup menebusnya dengan 80 qiant saja. Tapi Meng Xin bersikeras, dan mengatakan bahwa 20 qiant sisanya adalah untuk dipakai biaya merawat sapi selama beberapa hari.
Singkat cerita, kisah ini menyebar dengan cepat ke penjuru kota. Kejujuran Meng Xin menjadi buah bibir masyarakat hingga banyak orang yang mencarinya untuk bermitra usaha. Hingga menjadikan Meng Xin sebagai salah satu orang yang kaya.
"Bisa dipercaya dalam urusan kecil membantu menunjang nama baik seseorang" kata Hanfei Zi. Seperti Muhammad SAW yang selalu jujur ketika berdagang hingga dijuluki Al-Amin (orang yang terpercaya). Muhammad SAW selalu berterus terang kepada pembelinya jika ada barang dagangannya yang cacat. Tidak pernah akan rugi seseorang yang memilih jalan kejujuran. Seperti bola salju yang semakin membesar, keuntungan yang jauh lebih besar sedang menunggu orang-orang yang jujur. Sementara orang-orang yang yang tidak jujur sebenarnya sedang menukar keuntungan yang sangat besar dengan sesuatu yang murah.
Salah satu guru saya pernah berujar, "bahkan maling nomor satu pun butuh orang kepercayaan dan anak buah yang jujur!" bahkan ia menambahkan, "sangat gampang jadi orang kaya di jaman kita sekarang ini, cukup menjadi pengusaha yang jujur. Karena pengusaha yang jujur masih langka di negeri ini. Pengusaha jujur ini akan dicari-cari orang seantero negeri untuk diajak bermitra"
Tim Alpha sebagai kumpulan pengusaha muda (sangat muda karena usia anggotanya masih dibawah 25 tahun) memegang teguh masalah integritas yang selama ini menjadi ciri khas tim ini. Kejujuran merupakan harga mati, yang harus dipegang teguh tim ini apapun yang terjadi. Karena jika manusia sudah tidak bisa dipegang lidahnya, lantas apa lagi yang bisa dijadikan sandaran dan pegangan?
adzan101
Jumat, 23 November 2007
Tentang Kemasan
Tentang Sebuah Kemasan
Pada suatu hari seorang pria dari Chu melihat seorang nelayan membawa mutiara. Tertarik dengan ukuran mutiara yang sangat besar akhirnya pria tersebut mencoba menawarnya. Akhirnya mutiara terbeli dan sesampainya di rumah pria itu langsung merencanakan untuk membuat kotak tempat penyimpanannya. Dibenaknya, kotak itu akan dibuat dari kayu cendana yang mahal dan akan diukir gambar Naga dan Burung Hong kemudian dihiasi dengan permata. Tak lupa bagian dalamnya dilapisi beludru merah.
Karena besarnya mutiara tersebut ditambah kemasan yang indah, tak lama barang itu pun terjual. Keuntungan yang didapat sangat besar. Kemudian hal yang aneh terjadi. Sang pembeli kembali datang untuk mengembalikan mutiara yang baru saja dibeli. Pria itu menjadi sedih, mengira sang pembeli tidak menyukai mutiara yang ia jual. Sang pembeli mengiyakan, dan mengatakan bahwa sebenarnya ia hanya tertarik dengan kotak kemasannya yang indah...
Pria itu menjadi senang, karena mendapatkan keuntungan lebih dengan dikembalikannya mutiara secara cuma-cuma.
Kisah ini mengingatkan saya dengan suatu kejadian lucu di negeri kita. Masih ingat dengan lagu-lagu "sms siapa ini bang", "kucing garong", "ketahuan"? ya, lagu-lagu itu menjadi booming setelah dikemas ulang dengan penyanyi yang berbeda. Artinya dengan "barang" yang sama, ketika dikemas dengan SEDIKIT berbeda akan memiliki value yang BANYAK berbeda.
Tak beda dengan produk Gulaku. Selama ini kita selalu membeli gula curah dengan dibungkus plastik seadanya. Dengan memberi kemasan yang menarik, Gulaku dapat mengambil margin lebih. Kemasannya memberikan kesan bahwa Gulaku lebih bersih, berkualitas, higienis, elegan dan berbagai kesan positif lainnya.
Sama juga seperti Carrefour jika dibandingkan dengan pasar tradisional. Hanya berbeda kemasan. Bahkan hampir semua item lebih mahal di carrefour daripada pasar tradisional. Tapi kenapa banyak masyarakat yang tetap memilih belanja di carrefour?
Kemasan akan memberi kesan yang berbeda tentang produk kita. Mahal murah akan menjadi relatif. So, sudahkah kita mengemas produk kita dengan baik?
adzan101
Pada suatu hari seorang pria dari Chu melihat seorang nelayan membawa mutiara. Tertarik dengan ukuran mutiara yang sangat besar akhirnya pria tersebut mencoba menawarnya. Akhirnya mutiara terbeli dan sesampainya di rumah pria itu langsung merencanakan untuk membuat kotak tempat penyimpanannya. Dibenaknya, kotak itu akan dibuat dari kayu cendana yang mahal dan akan diukir gambar Naga dan Burung Hong kemudian dihiasi dengan permata. Tak lupa bagian dalamnya dilapisi beludru merah.
Karena besarnya mutiara tersebut ditambah kemasan yang indah, tak lama barang itu pun terjual. Keuntungan yang didapat sangat besar. Kemudian hal yang aneh terjadi. Sang pembeli kembali datang untuk mengembalikan mutiara yang baru saja dibeli. Pria itu menjadi sedih, mengira sang pembeli tidak menyukai mutiara yang ia jual. Sang pembeli mengiyakan, dan mengatakan bahwa sebenarnya ia hanya tertarik dengan kotak kemasannya yang indah...
Pria itu menjadi senang, karena mendapatkan keuntungan lebih dengan dikembalikannya mutiara secara cuma-cuma.
Kisah ini mengingatkan saya dengan suatu kejadian lucu di negeri kita. Masih ingat dengan lagu-lagu "sms siapa ini bang", "kucing garong", "ketahuan"? ya, lagu-lagu itu menjadi booming setelah dikemas ulang dengan penyanyi yang berbeda. Artinya dengan "barang" yang sama, ketika dikemas dengan SEDIKIT berbeda akan memiliki value yang BANYAK berbeda.
Tak beda dengan produk Gulaku. Selama ini kita selalu membeli gula curah dengan dibungkus plastik seadanya. Dengan memberi kemasan yang menarik, Gulaku dapat mengambil margin lebih. Kemasannya memberikan kesan bahwa Gulaku lebih bersih, berkualitas, higienis, elegan dan berbagai kesan positif lainnya.
Sama juga seperti Carrefour jika dibandingkan dengan pasar tradisional. Hanya berbeda kemasan. Bahkan hampir semua item lebih mahal di carrefour daripada pasar tradisional. Tapi kenapa banyak masyarakat yang tetap memilih belanja di carrefour?
Kemasan akan memberi kesan yang berbeda tentang produk kita. Mahal murah akan menjadi relatif. So, sudahkah kita mengemas produk kita dengan baik?
adzan101
Langganan:
Postingan (Atom)