Sabtu, 08 September 2007

Jangan bilang kenal dulu!

Sebagai makhluk sosial, manusia tidak bisa melakukan semuanya sendirian. Hampir dalam segala bidang, baik bisnis, komunitas, pendidikan, pertanian, kesehatan, dan lain-lain sebenarnya adalah sebuah sinergi yang dahsyat dari individu-individu sebagai unit terkecil dari masyarakat.

Adakalanya kita dipercaya untuk memegang amanah tertentu, mulai dari ketua panitia 17 Agustus-an, pimpinan proyek, pimpinan perusahaan, bahkan presiden sekalipun. who knows...

Nah, pada titik tertentu, pasti ada hal-hal atau bidang-bidang yang kita delegasikan kepada orang-orang kepercayaan kita. Sang ketua panitia pasti HARUS mencari orang-orang terbaik untuk ketua-ketua bidangnya, begitu juga pimpinan proyek, bahkan presiden sekalipun harus jeli memilih yang terbaik untuk menteri-menterinya. Karena semua ini menyangkut amanah, yang mengharuskan sebuah pertanggungjawaban...

Pertanyaannya, setelah melewati beberapa tahap seleksi (seperti wawancara, fit and proper test dan lain-lain), gimana caranya agar kita yakin sama pilihan kita....

Ada pelajaran bagus dari seorang bijak bernama Umar ra. Seorang jenius yang hidup 15 abad yang lalu. Menurutnya setidaknya ada tiga cara untuk mengenal orang
1. Pernah bermalam bersama
2. Pernah melakukan perjalanan jauh bersama
3. Pernah bertransaksi uang (pernah berbisnis bareng misalnya)

yuk, kita kupas satu persatu dalam kacamata Tim Alpha tentunya :D Soalnya 3 hal diatas diterapkan juga dalam manajemen Alpha yang saat ini membawahi 30 lebih karyawan dimana 4 diantaranya menjabat selevel manajer.

1. Pernah Bermalam Bersama
Kenapa point ini begitu penting? karena dengan bermalam bersama, kita bisa mengetahui dengan persis kebiasaan sehari-hari dari orang yang bersangkutan. Bahkan sampai hal paling detail sekalipun. Kita bisa memperhatikan bagaimana prinsip orang itu tentang kebersihan, tentang pergaulan, dari obrolan nya kita bisa mengetahui seberapa dalam ilmunya. Belum lagi pandangan-pandangannya tentang berbagai permasalahan dan lain-lain. Makanya ketika Tim Alpha ingin menunjuk seseorang menjabat manajer, diwajibkan bermalam bersama kami di base camp tercinta..

Bahkan Umar ra ketika akan menunjuk seorang Gubernur, beliau akan mengutus orang kepercayaannya yang menyamar menjadi musafir, untuk bermalam di tempat sang calon Gubernur. Dan pernah dikisahkan ada calon gubernur yang gagal menjadi gubernur dikarenakan tes-nya umar ini. Sang calon gubernur dinilai kurang bersih menjaga nilai-nilai keruhanian, terlalu banyak menghabiskan waktu untuk tidur (standar jam tidur gubernur ketika itu kira-kira tidak boleh lebih dari 4 jam setiap harinya. Luar biasa!)

Umar ra ini adalah figur luar biasa. Bahkan beliau pernah memecat Gubernur di Mesir hanya karena memiliki pagar rumah yang agak tinggi dan dinilai kurang wajar karena dianggap membuat batas dengan rakyatnya. Padahal prinsip Umar, pemimpin itu adalah pelayan.


2. Pernah Melakukan Perjalanan Jauh Bersama
Tes yang sangat penting. Dalam manajemen tim Alpha, tes ini lebih bersifat ketahanan fisik dan mental. Seperti diketahui, para anggota tim alpha ini rata-rata hanya memiliki jam tidur sebanyak 3-4 jam per harinya. Kami mengharapkan agar para manajer untuk setidaknya bisa mendekati ketahanan fisik dan mental pemimpin-pemimpin nya.

Salah satu tes kami yang sederhana adalah belanja komputer bareng di mangga dua... Berangkat dari jam 9 pagi (terkena macet) pulang bisa jam 10 malem (terkena macet lagi, makan dijalan). Sepanjang waktu itu lebih banyak dihabiskan waktunya dalam kondisi berdiri. Jika pada masa-masa tertentu sang calon bisa melepas penat dengan duduk atau rebahan, kita pasti akan bergegas bergerak agar dikondisikan selalu berdiri. Intinya agar terkuras fisik dan mentalnya..

Setelah jam 10 malam tiba di base camp, kita terus bombardir dengan diskusi-diskusi yang menguras otak... disini terlihat jelas, orang yang memiliki keseimbangan mental akan masih kuat untuk tersenyum, tertawa, bahkan berdiskusi! sementara tipe yang satunya akan memilih diam, mudah marah, tidak fokus, tidak konsentrasi dan lain-lain. Gampang deh memantapkan pilihan :)


3. Pernah Bertransaksi
Disinilah pemisah yang jelas antara yang amanah atau bukan. Seperti yang saya ceritakan sebelumnya, dengan uang semua bisa berubah. Kawan bisa menjadi lawan, bahkan lawan bisa menjadi kawan.. seolah fitnah yang hebat, bahkan tes yang satu ini tidak sebanding dengan amal ibadah seseorang. Orang dengan label ustadz atau pemuka agama sekalipun, dapat dengan mudah tergelincir di fitnah ini.

Jika di tim alpha, sang calon manajer akan dicoba untuk memegang keuangan salah satu cabang warnet, atau unit usaha lain nya. Atau jika tim alpha akan ekspansi usaha, dan bermitra dengan orang baru, pasti akan memulainya dengan transaksi yang "kecil" terlebih dahulu. Jika transaksi "kecil" gagal, ya wassalam... masih banyak orang lain yang amanah :)


Kesimpulannya, jangan kita mengaku kenal dahulu dengan seseorang sebelum melakukan 3 hal diatas! jadi, waspadalah waspadalah!

semoga berguna
wassalam

Kamis, 06 September 2007

A power to forgive...

Melanjutkan tulisan sebelumnya tentang kebaikan, kali ini tentang kemampuan memaafkan.

Mungkin kita pernah mendengar tentang konsep "tabungan emosional" ala Stephen Covey. Setiap kita berbuat kebaikan kepada seseorang, anggap saja kita menambah "tabungan emosional" kita kepadanya. Dan setiap kita khilaf, dan berbuat hal yang tidak baik kepadanya, maka sama saja dengan mengambil "tabungan emosional" kita dari dia..

Ada cerita juga dari (lagi-lagi) Cina kuno. Ketika Cao-cao tidak menghukum mati jenderal nya yang berbuat kesalahan fatal. Akhirnya sang jenderal menunjukan loyalitasnya yang luar biasa untuk tuan nya. Tentu saja kasus-kasus seperti ini adalah tipikal, artinya tidak semua orang bisa bereaksi sama. Disini diperlukan kejelian seorang pemimpin untuk memberi "hukuman" yang tepat untuk bawahannya. Dan Cao-cao telah memilih "hukuman" yang tepat untuk jenderalnya.

Kisah nyata pun pernah menimpa saya. Saya cuma ingin bereksperimen tentang konsep "tabungan emosional". And it works! ketika ada orang yang terus memfitnah, menebar kebencian dan kedengkian, saya tidak mencoba meluruskannya, saya hanya diam dan terus bekerja, memberi bukti dan bukan janji. Setiap orang itu mencibir, saya berikan senyuman. Setiap ada berita tidak baik, saya beristighfar, dan tentu saja terus memberi bukti, bukan janji. Bahkan dalam beberapa kesempatan orang itu butuh pertolongan, saya lah orang yang pertama menolong (belajar dari sang guru, Muhammad SAW) Dan Allah sebaik-baiknya makar, tidak butuh waktu lama untuk membuktikan bahwa semua tuduhannya adalah fitnah. Bahkan saya mencoba untuk mendoakan orang itu agar diampuni dosanya. Sesuai prinsip tabungan emosional, karena saya yakin Allah akan semakin ridha dengan kita jika kita memaafkan. Toh ga ada ruginya buat kita :)

Dan terbukti, beberapa orang yang saya lapangkan pintu maaf dan kesabaran, kini menjadi orang-orang yang selalu siap untuk membantu saya kapan saja. Bahkan ketika mendengar ada orang lain yang berbuat tidak baik kepada saya, orang-orang itu yang pertama bereaksi dan membela saya, bahkan tak segan melakukan apapun untuk membalasnya. Terima kasih Tuhan, Engkau telah membuktikan janji-Mu.

Coba yuk, kita mulai hobi menabung... eits, tapi dalam hal ini bukan menabung di bank, melainkan menabung disisi emosional orang-orang yang kita kenal. Balesannya dobel, di dunia dan di akhirat. Di akhirat dapat pahala, di dunia dapat kemudahan. Kebetulan orangtua saya adalah penganut fanatik "tabungan emosional" ini. Dan ketika sudah renta dan tiada, anak-anaknya lah yang menikmati "bunga tabungan" yang mereka simpan selama ini. Semua menjadi mudah ketika orang-orang yang dulu dikenal orang tua saya membantu saya sekarang ini.

Jadi, ketika kita paham konsep ini, harusnya kita menjadi pribadi yang tidak mudah pemarah. Dahulu dosen psikologi saya pernah berkata bahwa yang membedakan manusia dengan binatang adalah masalah reaksi. Ketika kita melakukan aksi ke binatang, binatang langsung bereaksi tanpa dicerna akal. Sementara manusia selalu berpikir sebelum bereaksi (harusnya ya... hehehe). Saran saya, jika kita dalam posisi marah atau tidak enak, berikut ini hal-hal yang mesti kita lakukan

1. Ingat Tuhan dan mohon ampun (dalam agama Islam dikenal kata "astaghfirullah")
2. Diam sembari berpikir (carilah reaksi terbaik, jangan terbawa nafsu. Pikirkan kepentingan orang banyak, pikir jangka panjang juga apa akibat dari reaksi kita, pikir juga 70 kebaikan yang pernah dilakukan orang yang sedang kita benci sekarang, pikir juga apakah kita mau menambah "tabungan emosional" kita atau malah ingin mengambilnya)
3. Kalau masih emosi juga, Minum air putih, cuci muka, cuci tangan atau Hydroterapi (dalam agama Islam bisa mengambil air wudhu)
4. Kalau masih emosi juga ya pulang, merenung (dalam agama Islam bisa memilih shalat), dan diamkan. Bahkan di agama saya (islam) sangat memahami sisi emosi manusia dan membiarkan kita untuk mendiamkan orang-orang yang berbuat keburukan kepada kita. Namun tetap ada batasnya hanya untuk tiga hari.
Jangan marah...jangan marah...jangan marah... itu kata idola saya :)

sekian semoga berguna
wassalam

Balasan paling sadis sebuah kejahatan adalah dengan kebaikan...

Sebelum saya mulai artikel ini, mari sama-sama kita bedakan definisi tentang aksi dan reaksi. Ketika kita berbicara tentang sebuah kelompok, komunitas, ataupun negara, setiap aksi yang kita lakukan harus dapat dipertanggungjawabkan sesuai aturan dan norma yang berlaku. Hal ini merupakan hal yang niscaya dalam rangka penegakan reward and punishment.

Sama halnya dalam hukum Islam tentang Qishas. Negara wajib memberikan punishment untuk pelaku kejahatan. Masalah pihak keluarga korban akan memaafkan, ya itu nomor sekian. Sekali lagi, negara harus memenuhi kewajiban nya untuk memberikan hukuman. Nah, tinggal hak preogratif keluarga korban yang akan memaafkan perbuatan tersebut atau tidak.. Kira-kira mengerti ya.. (harus ngerti pokoknya hehehe). Jadi yang saya bahas disini adalah tentang aksi-reaksi yang sifatnya lebih banyak berupa individual (person to person).

Sejarah telah mencatat seorang tokoh paling berpengaruh, Muhammad SAW yang segala tindakannya patut kita tiru. Ketika ia mengajak seseorang untuk kebaikan, dikisahkan dibalas dengan kedengkian, pelecehan, penghinaan, hingga diludahi. Tapi apa kemudian yang ia balas? ketika orang yang melecehkan itu jatuh sakit dan hampir tidak ada orang yang menjenguknya, Muhammad SAW menjadi satu-satunya orang yang merawatnya.. Endingnya pun jelas, dua kalimat syahadat..

Ada sebuah kisah dari negeri Cina kuno yang menggambarkah betapa dahsyatnya arti sebuah kebaikan.. Ketika itu terjadi peperangan dahsyat antara dua negara yang selalu bertentangan. Korban pun berjatuhan satu demi satu. Salah seorang jenderal panglima perang merasa iba dengan banyaknya korban yang berguguran. Ia pun menemukan seorang tentaranya yang sedang terkapar, dengan luka yang menganga di bagian kaki. Tentara itu pun tak sendiri, karena tak lama dari kejauhan muncul seorang wanita tua (belakangan diketahui kalau itu adalah ibu sang tentara) yang berlari mendekati sang tentara untuk merawatnya.

Sang jenderal tertegun menyaksikan pemandangan ini, ia kemudian menghampiri sang tentara dan menanyakan tentang kondisinya. Akhirnya diketahui bahwa luka sang tentara bukanlah luka biasa, namun terkena tusukan yang mengandung racun. Pada saat itu adalah sebuah hal yang aneh dan tabu, jika ada seorang jenderal yang turun langsung menanyakan kondisi tentaranya. Tentu saja sang tentara merasa bangga, karena bisa langsung berbicara dengan jenderal yang menjadi teladan nya...

Lebih dari itu, sang jenderal diluar dugaan berlutut, mencium lukanya, menjilatinya, menghisapnya hingga racun nya keluar. Kemudian ibunda dari sang tentara itu menangis... semua orang mengira bahwa sang ibu menangis karena merasa bangga akan anaknya yang mendapat perhatian khusus dari sang jenderal, tapi ternyata beda, sang bunda kemudian berkata.. "dahulu, ayah dari anak ini tertimpa musibah yang sama, dan jenderal ini (jenderal yang sama) melakukan hal yang sama persis seperti yang ia lakukan sekarang. Saya tahu bahwa anak saya tidak lama lagi akan mati, karena dulu ayahnya langsung berdiri menerjang musuh hingga tewas setelah sang jenderal menyembuhkannya..."

Dan apa yang dikatakan ibunya terbukti. Sang anak berkaca-kaca mendapat kasih sayang sang jenderal. Kemudian ia segera berdiri tegak, menerjang musuh-musuhnya hingga tewas. Belasan musuhnya berhasil dibunuh sebelum ia menemui ajal...

Kita semua bisa simpulkan dari cerita diatas bahwa tidak pernah ada rugi atas semua kebaikan yang kita lakukan. Dan ingat, "faktor kali" kebaikan akan terus berlipat ganda layaknya jaringan MLM. Tiap kita berbuat baik, tentu semua orang yang merasakan kebaikan kita akan menyebarkan kebaikan itu juga kepada orang banyak. Coba kita bayangkan jika ini berlaku masal, mungkin tidak akan ada lagi kejahatan di muka bumi....

So, mari kita sebarkan kedamaian di muka bumi :)

Selasa, 04 September 2007

10 hal yang mengiringi keburukan

Salah satu agenda tim alpha adalah rapat koordinasi setiap hari senin dan kamis (bisa sampe pagi nih rapat hiks..)

Nah, salah satu budaya tim alpha sebelum memulai rapat adalah, masing-masing anggota memberikan nasihat kepada anggota yang lain. Bisa berupa nasihat agama, bisa juga nasihat bisnis. Pokoknya intinya sampaikan walau satu ayat.

Baru setelah masing-masing memberikan nasihat, masing-masing anggota tim menjabarkan ide-idenya secara bebas dalam rangka meningkatkan margin tim alpha secara umum. Setelah di kumpulkan idenya dan di kritisi, baru deh kita mulai rapat...

Rapat tadi malam agak beda. Kebetulan seharian saya kelelahan survey mencari lokasi futsal. Jadinya tidak mempersiapkan nasihat yang akan saya berikan. Jadi ya saya baca buku aja buat dibacakan. Buku itu penulisnya langsung Ibnul Jauzy judulnya lautan air mata. Kebetulan akhir-akhir ini saya kok sering lalai.. jadi kayaknya perlu nih ngeluarin air mata..

Saya kutipkan dari buku tersebut...
"Saudaraku, sampai kapankah kamu menunda-nunda amalan? Sampai kapankah kamu menambah impian? Sampai kapankah kamu terpedaya oleh kesempatan yang diberikan? Sampai kapankah kamu tidak mengingat datangnya kematian? Semua hasil usahamu hanyalah untuk tanah. Apa yang dibangun semua akan hancur, segala yang kamu kumpulkan akan pergi dan seluruh amalanmu akan tertulis dalam satu kitab yang disiapkan untuk hari perhitungan...."

"...karena sesungguhnya keburukan, meskipun hanya satu tetapi mengiringinya 10 macam hal yang tercela...
Pertama, bila seseorang melakukan dosa berarti ia telah membuat Allah SWT murka sedang Allah Maha Berkuasa atasnya...
Kedua, ia telah menjadikan iblis bersuka ria...
Ketiga, ia telah menjauh dari surga...
Keempat, ia telah mendekat ke neraka...
Kelima, ia telah menyakiti sesuatu yang paling ia cintai, yaitu dirinya...
Keenam, ia telah mengotori jiwanya yang sebelumnya suci...
Ketujuh, ia telah menyakiti malaikat yang mengawasinya...
Kedelapan, ia telah membuat Nabi SAW bersedih didalam kuburnya...
Kesembilan, ia telah mempersaksikan langit dan bumi atas kemaksiatannya...
Kesepuluh, ia telah mengkhianati semua manusia serta Tuhan semesta alam...."

Astaghfirullahaladzim... saya pun tak kuasa melanjutkan bacaan.. tak terasa juga pipi membasah.. makin terasa bahwa diri ini hina dan lemah di hadapan-Nya.. Rabbana..zhalamna anfusana... Ya Allah ampuni dosa-dosa hamba...

Lebih ga nyangka lagi ketika saudara saya anggota tim alpha, menangis dengan terisaknya disebelah.. Ya Allah, padahal dosanya lebih banyak saya, mengapa bisa reaksi saya biasa saja... memang disini kualitas iman yang berbicara, ketakutan saudara saya kepada Allah JAUH melebihi saya...

Lebih teduh lagi ketika saudara saya yang satu lagi menentramkan hati dan mengingatkan bahwa tangisan karena takut Allah dapat memadamkan api neraka.. amiin ya Allah..

Luar biasa... kurang apalagi saya ketika dianugrahkan Allah dua sahabat seperti mereka. Ded, dim, ane cinta kalian karena Allah. Semoga kita bisa menjadi saudara di dunia dan di akherat. Alhamdulillah ya Allah saya dipertemukan dengan mereka...

Allahuma innaka ta'lam anna haazihil qulub.
Fawatstsiq Allahuma rabithataha...

Yang Muda Yang Wirausaha, Gimana mulainya?

Dalam beberapa kesempatan seringkali saya ditanya tentang bagaimana cara memulai usaha. Atau diminta tips gimana caranya biar bisa menikmati financial freedom.. reaksi pertama saya, lho.. apa pantes saya ditanya beginian? saya masih jauh dari standar kelayakan orang berkategori sukses.. tapi ya apa mau dikata, karena maksa ya akhirnya saya cuma share pengalaman aja.

Masalah Luck
A
da yang berpendapat bahwa sukses atau tidak sukses adalah karena faktor luck atau keberuntungan. Saya sendiri tidak sepenuhnya setuju tapi juga tidak sepenuhnya menolak. Bagi saya Sukses itu adalah keberuntungan untuk orang-orang yang berikhtiar/berusaha. Sama seperti dahulu kita mengikuti ujian negara (umptn/sipenmaru/spmb), orang-orang yang lulus pada saat itu adalah orang-orang yang belajar dengan giat ditambah sedikit keberuntungan. Ingat, penekanannya adalah belajar dengan giat. Jadi intinya, kita boleh berharap faktor keberuntungan hanya ketika kita sudah berusaha/ikhtiar.


Apapun bisa kita jual!
P
ernah ada pertemuan para marketer-marketer handal di seluruh dunia. Kemudian salah satu yang terhebat menjadi pembicara ditengah-tengah mereka. Orang itu berkata, "saya akan memberikan pertanyaan yang jika ada salah satu diantara kalian bisa menjawab, maka saya akui bahwa anda lebih hebat dari saya". Hingga satu minggu lebih pertanyaan nya tidak bisa terjawab, bahkan mungkin sampai bertahun-tahun tidak akan ada yang sanggup menjawabnya. Pertanyaan yang simple, "Coba cari satu barang yang tidak bisa dijual!"......

C
erita diatas hanya ingin menggambarkan bahwa apapun bisa kita jual. Namun masih banyak pendekatan lain agar yang kita jual itu menghasilkan manfaat atau hasil yang lebih..


Awali dari Mimpi...
S
emua berawal dari mimpi. Pastikan bahwa kita memahami motivasi kita memilih jalan menjadi pengusaha. Apakah sekedar ikut-ikutan, atau memang pilihan hidup


Mulai dari yang kita suka dan kita tahu
Kata orang, jika ingin memenangkan pertarungan kita harus mengenali diri dan lawan. Soalnya namanya usaha, apalagi masih merintis, pasti banyakan duka-nya daripada suka-nya. Beda kalau kita memang suka. Misalkan hobi saya adalah ikan hias, maka dulu saya memulainya dari ikan hias. Enaknya bisnis yang disambi oleh hobi adalah ketika omzet atau penjualan sedang menurun (bahkan merugi) kita masih bisa bertahan dan hanya menganggap bahwa hal tersebut adalah bagian dari "perjuangan". Penekanannya adalah kita dengan mudah masih bisa bertahan...


Cermati Pasar!

Istiliah lain dari pengusaha adalah pedagang, atau penjual. Ingat, penjual bukan pembeli. Memang dalam prosesnya, kita pun membeli barang dari supplyer untuk kemudian dijual. Tapi kenapa kita disebut penjual?? sangat mudah! karena untuk menjual itu jauh lebih besar perannya dari sekedar membeli. saya permudah, jika kita jual sesuatu, pastikan ada yang beli! kalo bahasa ekonomi nya pastikan ada demand. Lebih baik lagi jika kita memilih bisnis yang tren-nya cenderung mengalamai penaikan, bukan penurunan. Lebih sempurna lagi jika kita bisa memastikan bahwa ada yang mau berlangganan dengan kita.


Bunuh Rasa Malu

Tentu saja rasa malu yang positif. Selalu ingat prinsip, bahwa kita hanya malu ketika melakukan perbuatan yang melanggar aturan agama. Yang malu itu harusnya para pejabat korup, bukan para penjual bakso keliling. Yang malu itu harusnya yang nilep BLBI, bukan pedagang asongan atau pemungut sampah. mindset seperti ini yang harus kita bentuk.

kembali ke peran kita sebagai penjual. Menjual adalah hal paling penting dalam berbisnis. Maka dari itu, hapus rasa malu kita untuk menjual produk kita sebanyak-banyaknya. Kalau perlu kita turun langsung sebagai tenaga penjualan. Misalnya, kita mau buka warnet, ya ga usah malu kita latihan jadi operator warnet. Kita bikin pabrik makanan ikan, ga usah malau nawarin produk ke toko-toko atau farm ikan yang ada. Kita bikin konveksi, ya ga usah malu nawarin baju-baju kita ke tetangga.

P
ada poin ini lah saya sering menemukan teman-teman saya yang "berguguran" karena memiliki mindset yang salah tentang rasa malu...


Racik Strategi yang Apik
B
aru deh kita bahas strategi. Misalnya strategi marketing. Inget kata pak Hermawan Kertajaya bahwa strategi marketing pada intinya cuma tiga, positioning, product differentiation, branding. Hehehe... cari-cari sendiri deh buat yang ga tau istilah diatas. Setelah itu bikin business plan, dan inget, untuk yang baru mulai usaha, jangan menggunakan modal yang berasal dari utang. Jual aja semua yang kita punya, nah mulai dari yang ada. Jangan lupa untuk coaching. Ga mesti bayar kok, bisa aja kita cari figur yang kita anggap lebih berpengalaman untuk tempat kita konsultasi. Kan lumayan bisa gratis hehehhe.. jangan lupa juga ikut komunitas-komunitas yang berhubungan dengan bisnis kita. Berguna banget tuh.


Just Action!
M
ulailah! nah di poin ini juga banyak sekali teman-teman saya yang berguguran. Banyak yang berani berencana tapi tidak cukup berani untuk memulai. Untuk mengobati penyakit ini gampang saja.. Coba aja kita buat mimpi-mimpi hidup kita 5 tahun, 10 tahun, bahkan hingga 30 tahun kedepan. Jabarkan lebih detail! dan kita akan semakin paham, semakin kita menunda, semakin lama pula mimpi-mimpi itu tiba. so, just start it!


Terakhir : Kontrol dan Maintain!
J
angan terlena. Biasanya ada istilah keberuntungan pemula. Omzet diawal bisa saja drastis. Tapi jangan lupa ciptakan sistem kontrol yang baik. Poin ini lah yang membedakan antara pengusaha yang langgeng, dengan pengusaha yang ikut-ikutan. Banyak juga yang berguguran disini. Jangan lupa juga untuk terus konsultasi dengan orang yang kita anggap tahu.



Mungkin demikian hal yang bisa saya share, semoga tulisan ini bermanfaat, dan bisa lahir pengusaha-pengusaha baru di Indonesia sehingga bisa membawa bangsa ini dari keterpurukan amiin



Sabtu, 01 September 2007

Kalo bisa cashflow yang positif, ngapain jg milih negatif !

Mau buka bisnis/usaha? tapi tiap bulan nombok? wah, jadi kita yang membesarkan usaha donk! padahal kan harusnya usaha yang membesarkan kita tul gak...

Robert Kiyosaki pernah mengatakan bahwa financial freedom bisa diraih ketika passive income (inget, sekali lagi passive income, bukan sekedar income apalagi cuma salary) melebihi expenses. Ingat, tekanan nya jelas, passive income! bukan asset, apalagi liability, apalagi gengsi, prestise, nafsu dan lain sebagainya..

Jadi ketika ada tawaran atau peluang bisnis datang, pastikan Feasibility Study yang mumpuni. Jangan asal nafsu. Ungkapan-ungkapan seperti
"Yang penting coba dulu, masalah untung rugi belakangan"
"Ah judulnya gue bisa punya toko di mall. Ini suatu prestasi buat gue. Ga peduli deh nih usaha untung apa ngga"
"Feeling gue sih kayaknya bakal rame nih. Rugi-rugi diawal gapapa. Nanti juga perlahan naik penjualannya"

Sekarang misalkan kita disuruh memilih, ada suatu bisnis yang jelas-jelas menguntungkan, dan ada bisnis lain yang belum pasti keuntungannya, bahkan malah sudah pasti rugi di awal-awal pembukaan. Kita harus obyektif, dan sedikit oportunis (ya namanya juga pengusaha). Inget, jangan pernah jatuh cinta dengan obyek bisnis, tapi jatuh cinta dengan transaksinya. Misalkan kita mendapat peluang buka toko di mall, jangan kita silau dengan mall nya, tapi cermati untung-rugi nya prospek nya dll. Jika ada peluang properti, jangan pernah jatuh cinta dengan bangunan nya, tapi dengan transaksinya. Transaksi haruslah menguntungkan.

Sekali lagi, jika ada peluang yang menawarkan cashflow/passive income yang positif, itu jelas lebih baik daripada yang negatif (ya iyalah...). Semudah itu, tapi banyak dari kita yang sering terkena perangkap.

Jujur, dulu ketika saya mendapat tawaran buka toko komputer di salah satu mall, saya silau sama obyek bisnis. Kapan lagi punya toko komputer di mall?

Akhirnya saya bayar tanda jadi, dan kemudian baru bikin business plan. Ternyata menurut perhitungan saya, bisnis ini akan merugi alias cashflow negatif karena mall tersebut masuk kategori sepi. Daripada terus merugi (baca:nombok) lebih baik kehilangan uang tanda jadi saya. Bener-bener ga seberapa dibanding uang yang harus saya suntik setiap bulan nantinya. Belum lagi tenaga dan pikiran yang saya korbankan...

Mending juga usaha yang walaupun cashflow kecil, tapi jelas-jelas dapat untung dibanding cashflow yang negatif tanpa ada kejelasan kapan menjadi positifnya. Sekali lagi, jangan jatuh cinta sama obyek bisnis melainkan dengan transaksinya.

Smoga berguna

Membandingkan Indonesia dengan Jepang

Sebagai seorang yang sangat menggemari sejarah, tentu kisah-kisah bangsa Jepang menjadi salah satu yang saya kagumi....

Dalam hati selalu berharap, di balik carut marutnya negeri ini, akan datang sebuah masa keemasan. Sama seperti carut marutnya Mekah sebelum datang kenabian, perang saudara di peradaban Cina hingga bersatunya daratan Tiongkok, hingga era Sengoku Jidai di Jepang yang ditutup oleh keberhasilan negeri matahari terbit ini di berbagai bidang.

Infrastruktur peradaban pun serba sama, kala itu Jepang adalah kumpulan dari berbagai kelompok/golongan yang sama-sama berambisi untuk menguasai Jepang. Kita mengenal clan Oda, Imagawa, Uesugi, Mori, Takeda, dll. Begitu juga bangsa ini yang terdiri dari berbagai kelompok/golongan.

Bahkan pada era Meiji, pendapat pun berbeda-beda antara kelompok pro status-quo dan kelompok reformis. Persis seperti era Indonesia sekarang ini, dimana kelompok status-quo masih ada dimana-mana, dan terus berusaha menancapkan pengaruhnya.

Pada saat itu, samurai-samurai yang berjiwa ksatria bermunculan. Samurai-samurai yang lebih mementingkan kepentingan bangsa, daripada urusan pribadi. Bahkan tak segan mengorbankan harta dan jiwanya demi kemaslahatan bangsa. Dan hebatnya, saat ini saya pun menyaksikan "samurai-samurai" versi Indonesia, yang pengorbanan nya tak kalah jauh dari Jepang era meiji. Dalam hal ini sesuai bidang saya tentunya, "samurai-samurai" pengusaha Indonesia.

Para samurai Indonesia itu berjibaku juga, mengurangi jam tidur, bekerja keras, fokus, dan ketika ditanya cita-citanya, bukan untuk dirinya sendiri melainkan dengan visi yang lebih jauh, untuk bangsa dan negaranya. Bahkan ada samurai Indonesia yang membuka unit usaha dan semua keuntungannya disumbangkan ke pendidikan. Luar biasa!! persis seperti di Era Meiji!

Kapankah kejayaan itu tiba untuk negeri tercinta ini?

Wah, saya agak kaget (campur rasa senang tentunya) ketika Chairul Tanjung bercita-cita agar di tahun 2030 Indonesia akan menjadi salah satu negara kuat. Tentu saja Chairul Tanjung tidak asal bicara, melainkan melalui perhitungan yang matang layaknya business plan :D
Bahkan beberapa teman pengusaha yang lain menyatakan keoptimisan yang sama, paling tidak 20 tahun lagi Indonesia menjadi negara nomor satu!! dahsyat!

pertanyaanya, siapkah kita?
apakah mental kita sudah layak menjadi nomor satu?

sekian