Rabu, 28 April 2010

kenali diri dan lawan, menangkan pertempuran




"Know your enemy and know yourself and you can fight a thousand battles without disaster." suntzu..

karena prinsipnya setiap hari adalah perang..
kata orang islam, setiap hari adalah jihad (makna jihad sebenarnya adalah bersungguh-sungguh)
bersungguh-sungguh dalam bekerja, berusaha, berkeluarga, berteman dsb

perang itu adalah tentang aku dan dia
perang itu adalah tentang kami dan mereka

bagaimana kita bisa memenangi peperangan jika kita tidak mengenali diri kita dan lawan kita..

ah.. saya tidak suka bicara serius...
kita analogikan ke dunia sepakbola saja yaa..

sebuah kemenangan perang, atau kemenangan sepakbola.. adalah ketika kita mendapatkan achievement2 kecil (baca: sebuah gol) yang kemudian berakumulasi hingga dinyatakan menang.

Ya, tidak ada kemenangan besar tanpa dimulai oleh kemenangan-kemenangan kecil. kemenangan kecil ini lah yang membuat morale atau semangat pasukan bangkit, confidence alias percaya diri, sehingga kemampuan terbaik akan keluar. kemenangan-kemenangan kecil ini lah yang akan mengawali dan membuka langkah penjang menuju kemenangan besar.

Coba kita lihat bagaimana Gol balasan Manchester United ketika Final Champions League melawan Bayern Munich dulu.. begitu dirayakan walau sudah di akhir waktu. dan ternyata menentukan hasil pertandingan.

Mencetak prestasi, achievement, atau sebuah Gol menjadi hal yang mutlak untuk meraih kemenangan. Lantas bagaimana cara yang mudah untuk mencetak gol? simple aja, perbanyak peluang!(opportunity)

logika mudahnya, akan lebih mudah mencetak sebuah gol ketika kita mendapatkan belasan peluang shot on goal. betul tidak?

ya mungkin ada saja yang sedikit beruntung, mencetak satu gol dari satu peluang tembakan saja. Tapi ya normalnya, butuh tembakan berkali-kali untuk mencetak sebuah gol.

jika digambarkan akan seperti ini

Perbanyak peluang --> cetak gol yang banyak (continual improvement) --> menang

semudah itu!

Sekarang mari kita kenali diri..
lebih spesifiknya adalah kekuatan dan peluang kita. kita comot pendekatan ala SWOT, Strength, Weakness, Opportunities, Threats.

coba, misalnya dengan belasan peluang emas yang sama untuk mencetak gol ke gawang Iker Casillas. Mungkin seorang Lionel Messi berhasil mencetak 4 atau 5 gol. Tapi seorang seperti Bambang Pamungkas misalnya (tanpa bermaksud merendahkan), mungkin hanya bisa mencetak 1 gol saja. (klo orang kayak saya mah malah ngebobolin gawang sendiri hehe).

Liat tuh lawan dibikin kocar kacir sama messi hehe

ya jelas aja, seorang messi memiliki kontrol bola yang nyaris sempurna, punya great composure (ini apa ya terjemahannya), tendangan nya keras dan akurat, gocekannya dengan mudah melewati bek sekaliber Sergio Ramos, Pepe dkk. Artinya seorang Messi bisa membuat gol lebih banyak dari peluang yang sama dengan Bambang Pamungkas! maka kita pun harus meningkatkan kualitas diri kita seperti Messi yang bisa menghasilkan gol 400% lebih banyak dari skill kita sekarang.

Pahami kekuatan kita dengan baik..
apa kita punya kelebihan di Heading macam Peter Crouch, atau kelebihan dalam memberikan umpan seperti Xabi Alonso. atau apapun. Tapi yang pasti, ketika kita berperang, atau bermain bola, kita harus punya fisik dan stamina yang kuat. Betul?

Baru setelah itu cari peluang yang terbaik. Peluang bisa diperbesar, dengan berlatih teamwork, berlatih set-piece, ber-networking, menambah jaringan, bersilaturahim, membantu orang, investasi di marketing dan penjualan, iklan di media, membuat promo, direct selling. Apapun yang kira-kira bisa menghasilkan "gol" kita akan menjadi lebih banyak.

Serang "Musuh" kita dari semua penjuru yang ada. Total Football istilahnya. Perhatikan hal-hal kecil yang bisa membantu tajamnya serangan kita sehingga lebih mudah mencetak gol. Kita kepung musuh. Contoh hal kecil yang bisa membantu serangan kita, tempel stiker tentang usaha kita di kendaraan-kendaraan karyawan, kendaraan kita. Contoh lain adalah menanyakan kabar klien, dan menjenguknya jika dirawat di rumah sakit. Begitu juga yang berkarir, bantu atasan kita untuk menyelesaikan masalah-masalah diluar pekerjaan misalnya. dan lain-lain. tambahin sendiri ya..

Karena kadang-kadang hal-hal kecil dan detail seperti ini lah yang akan membuat perbedaan besar. Coba liat lagi buku Tipping point nya. Ada sebuah kasus menarik dimana tingkat kejahatan di kota besar menurun drastis karena pendekatan sederhana, yaitu merubah suasana sistem busway dan menghukum pelanggaran-pelanggaran kecil. Hal ini berdasarkan teori broken windows, dimana jika di sebuah gang ada kaca yang pecah dan tidak diganti, akan memberikan kesan bahwa tidak ada otoritas yang berkuasa di daerah itu. Hal kecil ini akan terus menjalar sehingga akan banyak kaca-kaca yang pecah di daerah itu, dan membuat suasana kota menjadi semakin tidak terkontrol. Jadi perhatikan terus hal-hal detail.


sekarang sudah kita bisa tambah alurnya

tingkatkan skill untuk lebih mudah mencetak gol --> Perbanyak peluang --> cetak gol yang banyak --> menang

peningkatan skill menjadi mutlak untuk menjadi seorang Lionel Messi yang bisa lebih banyak merubah peluang menjadi gol. dalam SWOT, hal ini untuk menguatkan faktor Strength kita dan mengantisipasi atau menutup Weakness kita.


Setelah known ourself dengan strength dan opportunity nya..

sekarang mari kita lihat lawan kita.. paling tidak lawan yang ada dalam diri kita terlebih dahulu, yakni weakness kita dan ancaman yang ada.

Mari sama-sama kita saksikan video komersil yang sangat inspiratif ini




video itu menggambarkan dengan jelas weakness dan ancaman yang ada. Messi kecil 11 tahun adalah bocah yang sudah divonis punya kelainan hormon yang membuat tubuhnya tidak akan bertambah tinggi alias mungil. Oh, tapi ternyata weakness bisa menjadi kekuatan kita. Bahkan ancaman yang ada bisa diubah menjadi peluang.

Messi yang kelemahannya berbadan kecil, ternyata itu menambah kekuatannya untuk menjadi lebih cepat berlari dan lebih agile alias lincah. Ancaman lawan yang berbadan besar, ternyata adalah peluang messi untuk menendang bola lebih rendah.

Pertarungan klasik David vs Goliath juga menggambarkan yang sama. Perusahaan kecil selalu takut untuk melawan perusahaan besar, padahal perusahaan besar itu terlalu "gemuk" dan tidak lincah. kecil bukan berarti kelemahan. coba aja, untuk menentukan pricing aja, perusahan besar harus rapat berminggu-minggu. calon klien keburu kabur karena kelamaan. sementara kita perusahaan kecil, cuma butuh waktu 1 jam untuk ambil keputusan.

Ancaman internal juga bukannya tidak ada. ego pemain, kurangnya teamwork, ini pun bagian dari seni kita untuk memperoleh kemenangan besar. Lagi asik-asik nyerang, eh defender juga egois mau ikut nyerang, akibatnya serangan balik lawan berubah mematikan karena tidak ada yang menjaga pertahanan.

Belum lagi pengkhianatan ditengah kompetisi, ditinggal pemain kunci karena iming-iming transfer dan gaji besar. ini semua bagian dari risiko yang harus kita hitung dan harus kita antisipasi.

Nah, sekarang mari kita coba kenali lawan kita.
Lawan kita dalam hal ini bisa berarti kompetitor, ataupun calon klien (atau prospek)
pahami kelemahan-kelemahan lawan, dan gunakan strategi yang berbeda untuk lawan yang berbeda.

Misalkan kita tim inggris, mau melawan timnas indonesia, ya gunakan bola-bola atas karena postur tubuh lebih tinggi (ga usah pake bola-bola atas juga kayaknya inggris tetep menang hehe).

Mengenali lawan sangatlah penting, karena dengan itu kita bisa mencetak gol lebih banyak. Dan kita juga bisa membuat lawan kita frustasi karena tidak bisa mencetak gol sama sekali ke gawang kita alias menggagalkan misi kemenangan kita.

berikut ini keuntungan kita ketika mengenali lawan dalam koridor SWOT

o> strength and weakness : Dengan mengenali diri dan lawan, kita akan lebih efektif dan efisien dalam menambah, meningkatkan, mempertahankan skill yang dibutuhkan untuk berperang

o> oportunity : dengan mengenali diri dan lawan, kita akan bisa membuat peluang-peluang yang lebih banyak dan jauh lebih efektif untuk mencetak gol. serangan-serangan kita akan lebih tajam dan menggigit

o> threats : dengan mengenali diri dan lawan, kita akan mudah dan tenang untuk berhadapan dengan ancaman yang menanti. serangan-serangan lawan pun terbaca, bahkan gerakan-gerakannya bisa diramalkan. kemudian lebih dari itu, ancaman yang ada juga bisa kita ubah menjadi peluang

Jadi terakhir akan seperti ini,
Kenali diri dan lawan --> tingkatkan skill --> perbanyak peluang --> cetak banyak gol --> menang!

Jika ini terus dijalankan.. seratus kali berperang, seratus kali pula kita menang

Maka,

"Know your enemy and know yourself and you can fight a thousand battles without disaster!!!".
"If you know the enemy and know yourself, you need not fear the result of a hundred battles. If you know yourself but not the enemy, for every victory gained you will also suffer a defeat. If you know neither the enemy nor yourself, you will succumb in every battle."
- Sun Tzu


semoga berguna,
adzan101

(bersambung)

1 komentar:

Riferson mengatakan...

kyk teori perang tsun ju,,

http://rifersons06.student.ipb.ac.id