Tampilkan postingan dengan label book review. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label book review. Tampilkan semua postingan

Selasa, 21 April 2009

The Swordless Samurai

Julukan untuk legenda Jepang, Toyotomi Hideyoshi

kisah lengkapnya ada di buku Taiko,
sedikit ceritanya diangkat dibuku yg baru dicetak mas haikal berjudul The Swordless Samurai.

Hideyoshi adalah tokoh pemersatu Jepang, bahkan konon sempat mencoba ekspansi wilayah ke China dan Mongol.

Tapi ketika ditilik ke belakang, ternyata Hideyoshi hanyalah anak seorang petani, bukan kasta Samurai. Perawakannya kecil, sebagian orang bahkan majikannya Oda Nobunaga memanggilnya "Monyet".

Tidak pandai bermain Katana, keahliannya hanyalah imajinasi, negosiasi, diplomasi, dan strategi. Itu sudah lebih dari cukup untuk menyatukan Jepang Raya. dan mendapat posisi yg paling terhormat di Jepang.

sekali lagi, hideyoshi adalah anak petani miskin, berperawakan pas2an (dipanggil monyet), ga bisa main pedang. parah kan hehehe

hampir sama seperti saya, dan kebanyakan teman2.. ya.. kita adalah swordless samurai juga.. tentu saja sebagai pengusaha

- kita bukan anak orang kaya
- kita ga ganteng (gw doank kali yak hehe)
- kita ga punya modal
- kita bukan anak pejabat yg bisa jadi pengusaha dadakan lwt proyek2 pemerintah
- kita ga punya bakat dagang
- dll dll

kita hanya perlu bekerja secara cerdas, dan tentu saja menyenangkan :)

Ya.. kita adalah The Swordless Samurai

Jumat, 15 Agustus 2008

Book review : Monyet aja bisa cari duit!!

Lagi jalan2 di Gunung Agung...
Eh tau2 liat buku karangan Bang Jay, Monyet aja bisa cari duit!

Udah beberapa kali di telpon sama Bang Jay untuk dapet bukunya gratis, tapi masih belum sempet juga. Maap bos...

Eh di belakang bukunya ada tulisan keren (halah narsis)
"Sebuah buku dari guru sejati. Bentuk dialog dalam buku ini menimbulkan kesan tidak menggurui. Salut atas kontribusi Bang Jay dalam upayanya mengubah wajah dunia usaha Indonesia masa depan"
Adzan W. Jatmiko - Jakarta, ISP and IT Consultant. www.adzanwahyu.com

Eh di dalem bukunya ada lagi
"Bang Jay benar-benar guru sejati. Benar-benar memahami bahwa sukses atau tidaknya suatu bisnis hanya dipengaruhi oleh mental pelakunya. Peran Bang Jay sebagai "dokter" spesialis Bedah Mental cukup kuat disini. Salut atas kontribusi Bang Jay dalam upayanya mengubah wajah dunia usaha Indonesia masa depan"
Adzan W. Jatmiko - Jakarta, ISP and IT Consultant. www.adzanwahyu.com

Buku ini cuma diperuntukan untuk calon pengusaha tangguh.
Bagi orang yang memiliki mental yang standar, pasti akan ngerasa kalo Bang Jay ini orangnya keras, arogan, dsb. Padahal coba deh ketemu orangnya... a very nice person to bargain with hehehe

Asal kita punya keinginan dan keyakinan yang kuat, apapun bisa kita lakukan! bahkan sepeda aja bisa dimakan ya Bang Jay hehehe..

Bang Jay ini paling anti kalo usaha pake modal. Karena modal paling berharga ya kepercayaan kita di mata orang lain. Seperti Aristotle Onassis.

Aduh manteb banget deh buku ini..
Istilahnya kayak "How to start a business for dummies" lah..
cocok banget buat saya, dan buat temen2 yang sedang merintis atau bahkan bercita-cita membangun bisnis

Sukses terus Bang Zainal Abidin, PHD
(PHD = Permanent Head Damage)

Jumat, 11 Mei 2007

47 Ronin

Buku ini menceritakan tentang kesetiaan 47 orang samurai yang dipimpin Oishi untuk membalaskan kematian tuannya..

Setting buku ini adalah era ketika cucu dari shogun tokugawa memimpin Jepang. Kala itu sang shogun tidak memiliki anak, yang menyebabkan ia bertanya kepada seorang biksu perihal kegagalannya tersebut. Kemudian sang biksu menyalahkan sang shogun yang sering membunuh binatang sehingga mendapat kutukan tidak memiliki anak...

Seketika itu juga shogun membuat undang-undang yang melarang pembunuhan terhadap semua makhluk hidup. Apalagi anjing, karena anjing adalah shio dari sang shogun. Maka pemandangan malam di Edo penuh dengan lolongan anjing-anjing liar.. bahkan pemandangan hukuman mati menjadi hal yang lumrah. Hukuman mati ini dijatuhkan bila kita membunuh seekor anjing, dengan alasan apapun..

Yang lebih parah adalah ketika petani tidak bisa membunuh hama tanaman dikarenakan pelarangan tersebut. Bisa ditebak, petani jadi miskin, gadis-gadis dijual ke kota untuk dijadikan wanita penghibur... pengangguran dan kemiskinan dimana-mana...

Kondisi buruk tersebut ditambah dengan bangsawan-bangsawan busuk lagi penjilat yang berada disekitar shogun. Tidak kuat dengan kondisi tersebut, akhirnya Lord Asano (salah satu daimyo atau penguasa daerah) membunuh salah satu penjilat shogun yang menyebabkan ia dipaksa melakukan seppuku (bunuh diri secara terhormat) oleh sang shogun...

Setelah dilakukan penyitaan terhadap tanah dan pengasingan terhadap Lady Asano, para pengikut Lord Asano tidak tinggal diam. Selama dua tahun mereka tetap teguh untuk membalaskan dendam tuannya walaupun hidup dalam penderitaan dan kemiskinan. Slogan mereka yang tak rela hidup dibawah langit yang sama dengan pembunuh tuannya, menjadikan balas dendam sebagai tujuan utama mereka, walau taruhannya nyawa sekalipun..

Dan dari semua prajurit, hanya tersisa 47 orang untuk membalaskan dendam tuan-nya sekaligus mengungkapkan bentuk protes mereka atas kebijakan-kebijakan shogun yang sangat tidak manusiawi.. mereka ini dicatat sebagai pahlawan-pahlawan Jepang hingga saat ini...

Luar biasa, buku ini mengajarkan kita tentang sebuah kehormatan dan kesetiaan. Dua hal yang telah lama hilang dari bangsa kita ini. Bangsa ini sudah banyak yang tidak memiliki rasa malu untuk menghapus kehormatan dirinya dengan tindakan korupsi yang nyata.. Bangsa ini sudah kehilangan kesetiaan terhadap orang-orang yang mempercayainya... bahkan dirinya sendiri!

Namun begitu kita sedang berproses, jangankan 47 orang, saya yakin di Indonesia ini, jumlah orang yang sudah sadar akan perannya melebihi 47 orang... dan jumlah itu masih terus bertambah.. akankah kita sedang menuju kejayaan seperti yang Jepang rasakan sekarang? jawabannya adalah Pasti! kita bisa! kita mulai dari diri kita sendiri, kita jaga kehormatan dan kesetiaan kita untuk bangsa ini!