adakah wanita tercantik?
kalaulah kau lihat ada wanita tercantik,
nikahilah..
jika kemudian aku melihat dirimu,
masih mengagumi yang lain setelahnya,
maka sungguh tidak ada wanita yang tercantik..
adakah manusia terkaya?
manusia terkaya itu pun masih meminjam
bahkan sang saudagar kaya masih membutuhkan pembelinya,
apakah masih kaya ketika ditinggal pembelinya?
terkadang si miskin beli dari si kaya
si kaya menerima uang si miskin
adakah manusia paling berkuasa?
sebutkan salah satunya,
jika kita mendapatkan dirinya
masih menuruti perintah yang lain,
bukti bahwa kuasa itu tidak ada..
wahai Dzat Yang Maha Indah..
Yang Maha Kaya..
Yang Maha Kuasa..
hanya kepada-Mu lah kami berlindung
hanya kepada-Mu kami berharap..
Tampilkan postingan dengan label poems. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label poems. Tampilkan semua postingan
Rabu, 16 Desember 2009
Selasa, 05 Mei 2009
Lagu yg wajib didengar Die-Harders...
nih lagu top banget dah buat pengusaha yg tahan banting macam kita2..
lumayan buat ngejaga motivasi
lagu Meraih mimpi by JRock..
yes, i am a JRockstar hahahaha
nih lagu TDA banget..
selamat menikmati :)
Meraih Mimpi
mari berlari meraih mimpi
menjangkau langit yang tinggi
jalani hari dengan berani
tegaskan suara hati
kuatkan diri dan janganlah kau ragu
tak kan ada yang hentikan langkahmu
Reff : ya..ya..kita kan terus berlari
ya..ya..tak kan berhenti di sini
ya..ya..larilah meraih mimpi
ya..ya..hingga nafas tlah berhenti
ku akan bertahan
hadapi rintangan
perlahan-lahan dan menang
jalani hari dengan berani
tegaskan suara hati
kuatkan diri dan janganlah kau ragu
tak kan ada yang hentikan langkahmu
tak ada yang tak mungkin’
bila kita yakin
pastilah engkau dapati..
lumayan buat ngejaga motivasi
lagu Meraih mimpi by JRock..
yes, i am a JRockstar hahahaha
nih lagu TDA banget..
selamat menikmati :)
Meraih Mimpi
mari berlari meraih mimpi
menjangkau langit yang tinggi
jalani hari dengan berani
tegaskan suara hati
kuatkan diri dan janganlah kau ragu
tak kan ada yang hentikan langkahmu
Reff : ya..ya..kita kan terus berlari
ya..ya..tak kan berhenti di sini
ya..ya..larilah meraih mimpi
ya..ya..hingga nafas tlah berhenti
ku akan bertahan
hadapi rintangan
perlahan-lahan dan menang
jalani hari dengan berani
tegaskan suara hati
kuatkan diri dan janganlah kau ragu
tak kan ada yang hentikan langkahmu
tak ada yang tak mungkin’
bila kita yakin
pastilah engkau dapati..
Selasa, 18 November 2008
Amanah itu ..
amanah itu jujur, tidak berdusta
amanah itu menepati janji
amanah itu tidak berkhianat
amanah itu professional
amanah itu ahli
amanah itu ketika kita berada di posisi yang sesuai keahlian kita
amanah itu bukan hanya tidak korupsi
amanah itu bukan hanya perkara nilep duit
amanah itu unik, karena
amanah itu kadang tidak bergantung dari banyaknya ibadah orang
amanah itu juga tidak bergantung dari banyaknya sesumbar
amanah itu barang fragile, karena
amanah itu susah untuk dibangun tapi mudah sekali dihancurkan
amanah itu sebuah kedamaian
amanah itu sebuah persaudaraan
amanah itu sebuah kepercayaan
amanah itu.... harus dijaga!
amanah itu menepati janji
amanah itu tidak berkhianat
amanah itu professional
amanah itu ahli
amanah itu ketika kita berada di posisi yang sesuai keahlian kita
amanah itu bukan hanya tidak korupsi
amanah itu bukan hanya perkara nilep duit
amanah itu unik, karena
amanah itu kadang tidak bergantung dari banyaknya ibadah orang
amanah itu juga tidak bergantung dari banyaknya sesumbar
amanah itu barang fragile, karena
amanah itu susah untuk dibangun tapi mudah sekali dihancurkan
amanah itu sebuah kedamaian
amanah itu sebuah persaudaraan
amanah itu sebuah kepercayaan
amanah itu.... harus dijaga!
Rabu, 04 Juni 2008
Bangkit itu................
Bangkit itu SUSAH!
Susah melihat orang lain susah
Senang melihat orang lain senang
Bangkit itu Takut…
Takut korupsi
Takut makan yang bukan haknya
Bangkit itu Mencuri!
Mencuri perhatian dunia dengan prestasi…
Bangkit itu MARAH!
MARAH!!! Bila martabat bangsa dilecehkan!
Bangkit itu malu…
Malu jadi benalu
Malu karena minta melulu
Bangkit itu… Tidak ada!
Tidak ada kata menyerah!
Tidak ada kata putus asa!
Bangkit itu… AKU!
Untuk Indonesiaku…
By Dedy Mizwar
(Makasih ya pak Iim sudah dibuatkan)
Susah melihat orang lain susah
Senang melihat orang lain senang
Bangkit itu Takut…
Takut korupsi
Takut makan yang bukan haknya
Bangkit itu Mencuri!
Mencuri perhatian dunia dengan prestasi…
Bangkit itu MARAH!
MARAH!!! Bila martabat bangsa dilecehkan!
Bangkit itu malu…
Malu jadi benalu
Malu karena minta melulu
Bangkit itu… Tidak ada!
Tidak ada kata menyerah!
Tidak ada kata putus asa!
Bangkit itu… AKU!
Untuk Indonesiaku…
By Dedy Mizwar
(Makasih ya pak Iim sudah dibuatkan)
Jumat, 21 September 2007
Kapal yang hilang
berjalan mereka ditemani sinar
dalam sebuah pencarian
untuk kehidupan
sinar yang meredup..
api yang memadam..
akankah semua berakhir?
tidak
bukan disini kapal bertambat
dimanakah ia?
seisi bumi terkecoh
sang nahkoda tersenyum
untuk sebuah kemenangan
untuk sebuah pemahaman
akan arti kesetiaan
hanya yang kekal untuk menggantung asa
mengapa kebinasaan mengubah arah?
hingga setengah hati membusuk
dalam sebuah pencarian
untuk kehidupan
sinar yang meredup..
api yang memadam..
akankah semua berakhir?
tidak
bukan disini kapal bertambat
dimanakah ia?
seisi bumi terkecoh
sang nahkoda tersenyum
untuk sebuah kemenangan
untuk sebuah pemahaman
akan arti kesetiaan
hanya yang kekal untuk menggantung asa
mengapa kebinasaan mengubah arah?
hingga setengah hati membusuk
Jumat, 11 Mei 2007
sebuah bukti
ia sangat kuat
layaknya paku bumi terpancang
tak goyah
ia berdiri sendiri
tanpa penyangga ia tegak
ketika berharap
mendapat sinar mentari untuk tumbuh
namun sinarnya tak kunjung datang
asanya bertahan, demi sebuah cita
ia tumbuh dalam kegelapan
kala hati goyah
menyaksikan tumbuhnya kekuatan
yang dipupuk sinar
sang waktu datang mengingatkan
hati ini harus mencari
sinarnya sendiri
sudah lama sinar itu menerangi
menghangatkan, nyaman, menyejukan
bahkan kini terasa lebih
dan menjadi bukti...
jangan menangis
disana masih banyak sinar lain
untuk tumbuh lebih kuat
sinar dahulu tidak membuatnya lebih kuat
layaknya paku bumi terpancang
tak goyah
ia berdiri sendiri
tanpa penyangga ia tegak
ketika berharap
mendapat sinar mentari untuk tumbuh
namun sinarnya tak kunjung datang
asanya bertahan, demi sebuah cita
ia tumbuh dalam kegelapan
kala hati goyah
menyaksikan tumbuhnya kekuatan
yang dipupuk sinar
sang waktu datang mengingatkan
hati ini harus mencari
sinarnya sendiri
sudah lama sinar itu menerangi
menghangatkan, nyaman, menyejukan
bahkan kini terasa lebih
dan menjadi bukti...
jangan menangis
disana masih banyak sinar lain
untuk tumbuh lebih kuat
sinar dahulu tidak membuatnya lebih kuat
tunas-tunas
pohon yang telah senja
sedang tertunduk lesu
usia memang sudah menggerogotinya
bumi mengelukan namanya
dulu ia gagah
segenap hutan ia lindungi
dari hujan dan panasnya terik
kini geraknya lamban
bahkan dirinya tak terlindung
rayap-rayap datang
menemaninya untuk berpisah
atau justru mempercepatnya?
tapi kita semua menyaksikan
tunas-tunas baru telah tumbuh
seolah tugas telah diwariskan
untuk generasi yang lebih kuat
sudah menjadi hukumnya
bahwa yang lebih baik akan menggantikan
tumbuhlah kuat wahai tunas-tunas baru
sedang tertunduk lesu
usia memang sudah menggerogotinya
bumi mengelukan namanya
dulu ia gagah
segenap hutan ia lindungi
dari hujan dan panasnya terik
kini geraknya lamban
bahkan dirinya tak terlindung
rayap-rayap datang
menemaninya untuk berpisah
atau justru mempercepatnya?
tapi kita semua menyaksikan
tunas-tunas baru telah tumbuh
seolah tugas telah diwariskan
untuk generasi yang lebih kuat
sudah menjadi hukumnya
bahwa yang lebih baik akan menggantikan
tumbuhlah kuat wahai tunas-tunas baru
Rabu, 09 Mei 2007
arti kebebasan
ketika kebebasan datang
mengawali langkah-langkah kecil ini
ketika pintu itu dibuka
air datang tumpah meluap
tak tertahan
kemudian benak bertanya-tanya
apakah ia air keabadian?
tumpahan sedih kini bercampur
ketika semua tertunduk
hingga yang terinjak pun takluk
semua tidak berguna
semua tidak berguna
itu bukan kebebasan sejati!
berapa banyak yang terinjak
hati ini tak henti bertanya
semua menjadi berguna
ketika belenggu dilepas
ketika semua belenggu dilepas
hingga semua terbebas
semua menjadi sama
yang terinjak dan diinjak
semua tertunduk, bersujud
diri hanya terus berjalan
tapak demi tapak
untuk menyambut kebebasan sejati
dimulai dari langkah
langkah yang kecil ini...
mengawali langkah-langkah kecil ini
ketika pintu itu dibuka
air datang tumpah meluap
tak tertahan
kemudian benak bertanya-tanya
apakah ia air keabadian?
tumpahan sedih kini bercampur
ketika semua tertunduk
hingga yang terinjak pun takluk
semua tidak berguna
semua tidak berguna
itu bukan kebebasan sejati!
berapa banyak yang terinjak
hati ini tak henti bertanya
semua menjadi berguna
ketika belenggu dilepas
ketika semua belenggu dilepas
hingga semua terbebas
semua menjadi sama
yang terinjak dan diinjak
semua tertunduk, bersujud
diri hanya terus berjalan
tapak demi tapak
untuk menyambut kebebasan sejati
dimulai dari langkah
langkah yang kecil ini...
bersama menakluk bukit
bersama kita mendaki bukit
walau terasa curam
bersama kita bahu-membahu
jurang yang dalam menertawakan
menunggu kita lengah
untuk kemudian ditelan olehnya
angin kencang menggoda
hujan dan petir seperti berpesta
mengikis bebatuan
akankah hilang pegangan?
bukit yang culas!
seolah ia memilih,
seolah ia tak rela
untuk didaki orang-orang pemalas!
orang yang lalai!
tak terhitung berapa menjadi korban
izinkan kami menaklukanmu,
hai bukit hina!
walau terasa curam
bersama kita bahu-membahu
jurang yang dalam menertawakan
menunggu kita lengah
untuk kemudian ditelan olehnya
angin kencang menggoda
hujan dan petir seperti berpesta
mengikis bebatuan
akankah hilang pegangan?
bukit yang culas!
seolah ia memilih,
seolah ia tak rela
untuk didaki orang-orang pemalas!
orang yang lalai!
tak terhitung berapa menjadi korban
izinkan kami menaklukanmu,
hai bukit hina!
Selasa, 08 Mei 2007
syukur
debu-debu beterbangan
mengiringi denyut kehidupan
dahaga menyapa ditengah terik
tapi mengapa ia tak nampak
oase menjadi sebuah impian
seperti kompas yang menentukan arah
tiba-tiba oase terlihat
dahaga ini telah terbasuh
sejuk hingga ke hati
akankah diri serakah?
diri yang merindukan oase
seperti makhluk yang merindukan nyawanya
syukur pun terucap
energi baru datang
seolah terlahir kembali
jalan itu semakin terbuka
arahnya mulai menjelas
terlihat jejak tapak itu
dari situ kita akan memulai
kini harus dilanjutkan
hingga jejak kita diwariskan
mengiringi denyut kehidupan
dahaga menyapa ditengah terik
tapi mengapa ia tak nampak
oase menjadi sebuah impian
seperti kompas yang menentukan arah
tiba-tiba oase terlihat
dahaga ini telah terbasuh
sejuk hingga ke hati
akankah diri serakah?
diri yang merindukan oase
seperti makhluk yang merindukan nyawanya
syukur pun terucap
energi baru datang
seolah terlahir kembali
jalan itu semakin terbuka
arahnya mulai menjelas
terlihat jejak tapak itu
dari situ kita akan memulai
kini harus dilanjutkan
hingga jejak kita diwariskan
rindu dirinya...
ia datang tiba-tiba
secepat kilat
pesona yg tertambat kuat
tidak mudah terlepas
selalu ingat dirinya
ingin memeluk dirinya
menangis di hadapan
bersandar padanya
kerinduan ini begitu kuat
seolah menunggu tertumpah
keanggunannya
senyumannya
ketenangannya
kecerdasannya
rasa sayangnya
izinkan aku untuk bertemu
izinkan aku untuk menyingkap tabir
dan menatap wajahmu
secepat kilat
pesona yg tertambat kuat
tidak mudah terlepas
selalu ingat dirinya
ingin memeluk dirinya
menangis di hadapan
bersandar padanya
kerinduan ini begitu kuat
seolah menunggu tertumpah
keanggunannya
senyumannya
ketenangannya
kecerdasannya
rasa sayangnya
izinkan aku untuk bertemu
izinkan aku untuk menyingkap tabir
dan menatap wajahmu
Jumat, 04 Mei 2007
cahaya itu datang..
bumi tua yang selalu ditapaki
semua seperti bayang
dunia yang tanpa arti
sebelum akhirnya cahaya datang
sinarnya terang, hangat..
perlahan tapi pasti melahap kegelapan
siapa yang sangka apa dibalik semua
langkah kecil telah memulai
memulai jutaan langkah panjang
apakah diri siap menerjang
memikul beban ini
langit kelam,tangisnya tak tertahan
satu per satu ia datang
pedang-pedang keteguhan melawan
hingga asa bertahan
menanti tiba masanya pembebasan
semua seperti bayang
dunia yang tanpa arti
sebelum akhirnya cahaya datang
sinarnya terang, hangat..
perlahan tapi pasti melahap kegelapan
siapa yang sangka apa dibalik semua
langkah kecil telah memulai
memulai jutaan langkah panjang
apakah diri siap menerjang
memikul beban ini
langit kelam,tangisnya tak tertahan
satu per satu ia datang
pedang-pedang keteguhan melawan
hingga asa bertahan
menanti tiba masanya pembebasan
gadai...
hidup yang telah tergadai
mendengar langit lantang menyadarkan
tiga puluh atau empat puluh tahun
harga yang tidak mahal
tidaklah lama
untuk digadai keabadian
dimanakah kebadian?
dimanakah kepastian?
mendengar langit lantang menyadarkan
tiga puluh atau empat puluh tahun
harga yang tidak mahal
tidaklah lama
untuk digadai keabadian
dimanakah kebadian?
dimanakah kepastian?
Senin, 30 April 2007
kaki dan tangan ini...
kini tangan dan kaki terasa mengeluh
tiada tempat untuk kemalasan
satu tujuan, menyisakan sedikit warisan
tidak akan lisan membeku untuk bersaksi
tidak pun kaki dan tangan ini
tidak pula seluruh jiwa raga
berharap kebanggaan dihadapan
hingga benak tak tertunduk
namun tetap tegak
hingga tiada sisa persembahan ini...
tiada tempat untuk kemalasan
satu tujuan, menyisakan sedikit warisan
tidak akan lisan membeku untuk bersaksi
tidak pun kaki dan tangan ini
tidak pula seluruh jiwa raga
berharap kebanggaan dihadapan
hingga benak tak tertunduk
namun tetap tegak
hingga tiada sisa persembahan ini...
Langganan:
Postingan (Atom)