Tampilkan postingan dengan label business. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label business. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Juli 2011

Bisnis populis vs tidak populis :D

Bisnis populis
- langsung bersentuhan dengan masyarakat luas (umumnya retail)
- banyak di ekspose media, baik bisnisnya maupun owner nya
- biasanya mengarah ke franchise
- owner nya biasanya merangkap jadi pembicara/motivator

Bisnis tidak populis
- berurusannya dengan perusahaan, organisasi, lembaga dll
- hampir tidak pernah di ekspose, just show me the money

Ada yang mau nambahin?
kebetulan saat ini saya berurusan dengan kedua jenis bisnis tersebut
bisnis saya yg tidak populis : bisnis IT (bersama pak dedy mengurusi konsultan, ISP, lelang/tender, hingga internet marketing di luaran (dropship, adsense), saham, property
bisnis yang populis nya : chocolata, plasaEmas, cattery

Suka duka nya :

- Bisnis tidak populis, pasang surut nya tidak terlalu terlihat. Sementara bisnis populis, sangat terlihat ketika sedang ramai/sepi

- Seperti yg dibilang diatas, bisnis populis memaksa owner nya harus jadi "seleb". wawancara majalah, radio, hingga tv, menjadi pembicara dll. ga cocok buat sebagian orang (kyk saya :D) tapi cocok bgt buat sebagian banyak orang

- Efek bola salju pada bisnis populis berlangsung cepat. Kalo kita deliver product ke customer dengan beyond expectation (pada bisnis populis), efek sebarnya hebat. word to mouth segera kemana2.. itu kabar baiknya.

- Nah, kabar buruknya, klo kita pernah mengecewakan customer (walau ga sengaja), atau produk kita jelek dan asal2an.. jangan harap repeat order. bahkan bisa bangkrut seketika bisnisnya. So, hati2 ya buat yang memilih bisnis populis.

- Kabar buruknya lagi, popularitas yg merupakan efek dari bisnis populis ini sering melenakan. Menjadi pembicara dimana2, bikin organisasi bisnis, wawancara media dll, membuat waktu kita untuk mengurusi bisnis jadi berkurang. Risiko selebpreneur, akhirnya biasanya bisnis terbengkalai. Kita harus jeli. Bukan berarti menolak sama sekali, yg penting jangan kebablasan

- Entah kenapa, klo di indonesia, sebagian besar bisnis populis sangat terkait dengan personal branding. Klo pemiliknya kenapa2, maka bisnisnya runtuh. Pemiliknya ketauan poligami, outlet nya sepi bahkan bangkrut. Padahal klo bisnis populis versi asing ga gitu ya? coba aja liat McD, KFC, Pizza Hut, peduli amat sama siapa pemiliknya :p eh tapi di indonesia jg ada, seperti Hokben, gokana-platinum, J.Co. keren!

- Klo di bisnis yang tidak populis, memang jadi kurang responsif. kejelekan perusahaan kita bisa tidak tersebar, tapi servis kita yg excellent pun jg hampir tidak memiliki efek ketok tular. Buat tipe orang yg seneng popularitas, bisnis jenis ini sangat tidak cocok :D

Bagaimana dengan bisnis anda? tipe yang populis atau tidak populis?
pahami risiko2nya, dan cari jalan keluarnya..
oke, see you on top!

Rabu, 06 Juli 2011

Gado-gado bisnis...

mungkin saya ini pengusaha yg nyentrik..
atau bisajadi saya tidak layak dikategorikan sebagai pengusaha :D
karena bagi saya, profit itu soal ke-sekian
masih banyak yg lebih utama dari profit, antara lain
- kenyamanan berkarya
- full passion
- ketenangan hati
- hobi
klo buat pribadi, saya nambahin beberapa poin lagi
- nambah silaturahmi
- bisa bantu orang

skip skip...

jadi ceritanya punya perusahaan IT yg lumayan mapan bersama sahabat saya, Dedy. Bisnis ini bergerak dibidang konsultan, provider internet, infrastruktur. Saya pun baru sadar, ternyata entrepreneur pun punya "comfort zone".

Dimana comfort zone ini buat sebagian orang bisa melenakan dan menjerumuskan. Contoh, tidak adanya product improvement, pelayanan jg tidak diperbaiki, dll. Ah, untungnya kita tetap disiplin, dan memiliki tim handal.

Disinilah nikmatnya jadi entrepreneur, ketika kita punya waktu luang untuk sharing dan membantu orang-orang yang kita sayangi.

Karena waktu luang itu, saya jadi punya bisnis iseng-iseng. Yang jalanin nya ga perlu strategi, istilahnya gak pake otak :p
1. Cattery
Fitrah saya adalah bisnis agro, hati saya disana. Tapi karena susah berbisnis agro di ibukota, akhirnya milih pelihara kucing. kebetulan dari kecil dulu memang hobi pelihara hewan.
saya memulai cattery ini awal 2011. dan ga neko2, cuma punya 3 kucing aja kok. hobi sekaligus menghasilkan. Tahukah anda harga anak kucing pedigree? yes, rata-rata 9jt. 8 bulan sekali, kucing melahirkan rata-rata 3 anak. lumayan kan kalo punya 2 induk betina xixixi...

2. Emas
Nah klo ini bener2 iseng. Karena memang rutin ke antam, dan prosesnya memang agak menyebalkan, makanya diniatkan memang untuk membantu teman-teman yang tidak mau repot beli di antam. sementara pake blog http://beliemasbatanganantam.blogspot.com sambil develop www.plasaemas.com

3. Internet marketing
ini bareng dedy, nyaris tanpa otak, tanpa modal, tapi hasilnya... ya gitu deh hehehe.. manfaatin hobi nulis aja, iseng-iseng

Kemudian, saya bisa membantu orang-orang terkasih untuk berbisnis

1. Chocolata (www.chocolata.biz)
wow, ternyata istriku berbakat bikin kue. dan telah menemukan passion bisnisnya. congratulation. setiap hari selalu banyak pesanan, alhamdulillah, dari mulai brownies, tiramisu, klappertaart dll. bener-bener membidani bisnis ini dari 0

2. Kandang kucing (kandangkucingstainless.wordpress.com)
ini sebenernya bantu paman, yang bekerja di pabrik stainless. karena saya bergelut di dunia fauna, sy tau persis ada demand tinggi untuk kandang-kandang binatang exclusive berbahan stainless. ah cuma bikin blog biasa, sisanya yang ngerjain paman saya

3. Kiddytrendy.com
Kalo yang ini bantu adik dan temen. web nya jg belom launching, tapi konsep nya oke. jualan baju anak branded. menariknya sang adik masih kuliah, dan sedang mengikuti lomba entrepreneurship. ah.. semoga kiddytrendy nya menang..

kenapa jadi banyak amat ya...
ooo.. ternyata saya bahagia ketika bisa membantu orang.. ya sudah jalanin saja..

pas banget tiba-tiba mendapat tawaran dari guru, Jayteroris untuk mengurusi sekolah monyet. Yang konsepnya sama persis dengan yg sudah saya jalani. Nah, nambah lagi kan amanah baru. Tapi tenang ah,ini mungkin panggilan untuk pengabdian..
cita-cita semasa kecil untuk menjadi guru, semoga kesampaian..
amiin..

Minggu, 13 Maret 2011

Sedapnya bisnis makanan

Selagi masih ada manusia di dunia,
Bisnis makanan gak ada matinya...

Kalau sehari 3 kali kita makan maka sebulan setidaknya 90 kali dan setahun 1080 kali.
Dikalikan 200jtan penduduk indonesia Wowwww sedaap!
Itu baru di Indonesia..

Gimana kalo bisnis makanan kita mendunia?? Wuihh MakNyusss!

Jangan jadi pengamat saja..
Yukk kita Datang, Lihat, Dengar dan Belajar langsung dari mereka yang sudah suksesss dibisnis makanan.

Siapa yang tidak kenal restoran sekelas Bumbu Desa?
Tentu kita semua mengimpikan memiliki bisnis sekelas Bumbu Desa...
Tendi Naim, salah satu pemilik sekaligus GM dari PT Bumbu Desa, konsep Rumah Makan Sunda. Membawa masakan rumahan/ kampung, menjadi masakan bergengsi.

Bumbu Desa tidak hanya sukses di kota-kota besar di Indonesia saja, tapi juga sukses besar di Kuala Lumpur!
Mari kita simak, bagaimana perjalanan Bumbu Desa dari nol hingga menjadi bisnis kelas dunia! Mari Kita Belajar, Apa saja yang musti dipersiapkan dari awal supaya bisa mendulang sukses.

Kabar baiknya, Pak Tendy sebagai Pemilik dan Pendiri dari Bumbu Desa, akan sharing kisah sukses membangun bisnisnya. Pasti akan banyak sekali ilmu yang kita dapat dari cerita beliau nanti.

Atau kita lebih tertarik berbisnis makanan yang berbasis Booth atau gerobak? Siapa yang tidak kenal Hendy Setiono pemilik Kebab Turki Baba Rafi. Beliau akan bercerita tentang bagaimana cara mengembangkan bisnis makanan. dari satu cabang, hingga belasan bahkan ratusan cabang.

Atau kita tertarik dengan bisnis makanan yang lebih kecil? warung tenda pinggir jalan misalnya. Tenang saja, salah satu pembicara yang kita hadirkan adalah pemilik warung tenda pinggir jalan. disini akan diceritakan secara blak-blakan tentang bisnis pinggiran jalan ini.

Mulai dari pengeluaran modal, tempat membeli sambel yang sudah jadi, hingga bayar preman dsb.. Pokoknya komplit tentang bisnis makanan..

Penasaran? Daftar aja Jakarta Entrepreneur Forum edisi "Sedapnya bisnis makanan"
Tempat : Resto Bumbu Desa Kelapa Gading (Jl.Boulevard Artha Gading Blok A2 021-45845394)

Waktu : Minggu 27 Maret 2010 dari pukul 09.00 - 13.00

Pembicara :
Sesi 1 : Pak Tendy (Bumbu Desa), Bang Jay (Motivator bisnis), Hendy Setiono (Baba Rafi)
Sesi 2 : Asdwin Noor (Quemama), Firman (Pemilik Warung Tenda Soto)

Biaya : Murah kok cuma Rp 100.000 sudah termasuk makan siang. Early bird malah hanya Rp 75.000

Tempat terbatas hanya 40 kursi..
so, buruan booking ke
0838-9624-9533 (Didin Razani)
021- 7872360 (Tika)
0811800513 (Asep)

Cantumkan 3 digit no HP anda pada jumlah nominal transfer anda. Contoh : anda transfer tgl 14 maret untuk 2 orang, masukkan Rp 150.585 dengan pesan : Pedaftaran Jef, NAMA.

Jangan lupa untuk segera email ke : DaftarJef@gmail.com untuk konfirmasi pendaftaran

Lalu setelah transfer,
Transfer ke
Bca 4361346691 an Muhidin
Mandiri 1670000035641 an Muhidin



Pendaftar (cuma 40 peserta)
1. Yulia Astuti
2. Yulia astuti 2
3. Asdwin Noor 1
4. Asdwin noor 2
5. Asep Triono
6. Ferdi Ramdhon
7. Adzan
8. Paramita Suri
9. Sonny Sofyan
10. Anria Prisatiani
11. Ferdy Firmansyah
12. Ferdy Firmasnyah 2
13. Ferdy Firmasnyah 3
14. Ferdy Firmasnyah 4
15. M. Sanawai
16. Denny wahyu puspitawati
17. Hendrika candras Wulan
18. Eko Munartyo
19. Caroline Adenan
20. Asa Estheria
21. Deni R
22. Chairil W
23. Yulianto
24. Ratih
25. Desi
26. Fitri (moz5)
27. Dedy suharto (moz5)
28. Wahyu
29. Ifa
30. Elis
31. AbdulKadir
32. Eko June (TDA Bekasi)
33. Ari Oni (TDA Bekasi)
34. Dudung Rahman (TDA Bekasi)
35. Barra (TDA Bekasi)
36. Ismed (TDA Bekasi)
37. Enjang (TDA Bekasi)
38. Agustina
39. Teguh Atmajaya
40. Fauzi Rachmanto
41. Adi prasetyo Nugroho
42. Fitrah Muttaqin
43. M.Ichsan
44. Rudi nugroho 1
45. Rudi Nugroho 2
46. Angga (TDA Bekasi)
47. Imaningtyas (TDA Bekasi)
48. Guruh Purnama 1
49. Guruh Purnama 2
50. Ena Lubis
51. Tatut dian prasetyo
52. Fatmawati
53. Moz5 member 1
54. Moz5 member 2
55. Moz5 member 3
56. Sari Purnamawati
57. Khariz 1
58. Khariz 2
59. Nuryanta 1
60. Nuryanta 2
61. Rudi Hartono 1
62. Rudi Hartono 2
63. Aris Permana 1
64. Aris Permana 2
65. Aris Permana 3
66. Aris Permana 4
67. Aris Permana 5
68. IFBM 1
69. IFBM 2
70. IFBM 3
71. IFBM 4

Selasa, 06 Juli 2010

MUGG (Gagal Resign)

MUGG

Akhirnya terpaksa menulis lagi..
karena bertubi-tubi mendapat pertanyaan/curhatan yang sama, hampir setiap hari..
jadi biar jawabnya mudah, supaya dirujuk ke tulisan ini..

begini kira-kira
Ny X :
"Dzan, gw capek nih dengeran cerita salah seorang member dari kota S. Tiap hari curhat, gara-gara udah resign tapi bisnisnya ga jalan-jalan alias bangkrut. Sekarang malah keluarganya terancam perceraian. Orang itu agak nyalahin komunitas yang komporin resign tanpa diberitahu resiko nya. Harusnya kasitau donk resiko resign dll, jangan cuma yang enaknya doank yang di share di komunitas. Dan banyak lho member yg bernasib sama.. gimana nih?"

Mr.Y :
"Bro, ada yang lagi curhat nih. teman saya frustasi. sudah resign trus bisnis bangkrut. dia bener-bener frustasi. Sekarang dia menghidupi keluarganya dengan "jatah" dari mertuanya. Gimana nih?"

Mr. Z
"utang jadi banyak banget..Gw nyerah nih bro.. gw mau jadi karyawan lagi. tuntutan hidup makin berat, gw butuh kepastian penghasilan...”


Menghela nafas sebentar...
Bingung juga, mulai darimana ya njelasin nya

Mulai dari kapasitas saya untuk menjawab dulu deh
1. saya bukan founder dari komunitas tersebut… saya hanyalah anggota biasa.
2. saya belum pernah merasakan jadi karyawan/TDB atau apapun istilahnya. Karena semenjak kuliah sudah berdagang. Dan saya bisa merasakan beratnya perjuangan bisnis orang-orang yang sebelumnya pernah bekerja.
3. tapi saya pernah mengalami kegagalan, kemunduran, kebangkrutan yang sama. Bahkan berkali-kali. Dan berkali-kali itu pula, alhamdulillah dengan pertolongan Allah, saya selalu bisa untuk bangkit kembali.

Oke, setelah tau kapasitas saya untuk menjawab, lanjut ya sekarang ke pembahasan.


Pertama : Menjadi karyawan tidak berarti lebih buruk dari menjadi pengusaha. Dan menjadi pengusaha, belum tentu lebih baik daripada karyawan

Mengapa?
- karena yang lebih mulia di sisi Allah adalah yang lebih bertakwa. Karyawan yang bertakwa jauh lebih baik daripada pengusaha yang korup
- ga semua pengusaha itu lebih kaya dari karyawan.. contoh : penghasilan saya saat ini tidak lebih besar dari Dirut Bank Mandiri hehe


Kedua : Pahami bahwa status pengusaha dan karyawan adalah hanya aktualisasi diri kita dalam kehidupan. Semua sama saja. Sama-sama dibutuhkan umat manusia

Bayangkan bahwa isi dunia ini adalah sebuah organisasi besar. Ada orang-orang yang bertugas menjaga keamanan (tentara/polisi), ada orang-orang yang membantu orang yang sakit (paramedic), ada yang mengatur Negara (politisi), ada pengusaha dan lain-lain.

Semuanya sama-sama dibutuhkan. Tidak ada boleh merasa lebih antara satu dan lainnya.


Ketiga : Pahami resiko

- Jadi tentara/polisi dituntut latihan fisik yang lebih. Kalo kita bukan tipe yang demikian, jangan dipaksakan ber-aktualisasi disana.

- Jadi dokter/paramedic dituntut untuk lebih empati dan sabar. Kalo kita ga nyaman ada orang yang malem-malem minta diobati, ya jangan jadi dokter

- Jadi pengusaha dituntut untuk siap profit dan siap rugi. Siap maju dan siap bangkrut. Kalo kita ga punya mental siap bangkrut, ya ga usah jadi pengusaha. Tapi ketika kita memilih menjadi pengusaha, ya terima resiko nya apapun itu. Jangan mengeluh, karena ini adalah pilihan kita. Tapi kalo memang tidak cocok, ya jadi karyawan juga ga lebih hina..

- Kata siapa pengusaha banyak waktu luang? Justru pengusaha bisa bekerja 24 jam non-stop! Tapi bedanya, kita mencintai pekerjaan kita jadinya tidak terasa capek. Jadi jangan bermimpi menjadi pengusaha itu bisa bermalas-malasan.

- Belum lagi risiko dicibir orang, keluarga, mertua dll ketika baru merintis bisnis… dibilang ga punya pekerjaan tetap lah… pekerjaan ga jelas lah.. penghasilan ga jelas.. malu-malu-in lah.. hayo apa lagi?



Keempat : Terima Konsekuensi

- Masuk jadi tentara trus mengeluh.. “gimana sih suruh lari 10km setiap hari! Emangnya ga capek!”.. “Ah, bapak/ibu sih yang maksa jadi tentara! Udah saya bilang saya ga suka! Pegel-pegel nih latihannya!”

- Masuk jadi dokter juga mengeluh… “gilak… tiap hari harus liatin darah… harus deket-deket sama orang-orang kusta, orang kudisan, exim… mana gw tahan..”.. “gara-gara siapa nih?”

- kira-kira begitulah kalo salah pilih menjadi pengusaha… terdengar seperti anak kecil ya? Ya begitulah seharusnya anda melihat diri anda ketika anda mengeluh. Ngerasa salah jalan? Belum telat kok untuk pindah haluan, tapi satu yang pasti : gentle donk sama pilihan sendiri! Jangan mengeluh! Apalagi nyalah-nyalahin orang lain atau komunitas…

Jadi, mohon maaf, saya agak kurang sepakat jika menyalahkan komunitas. Plis, jangan biasakan BEJ (blame, excuse, justify). Biasakan untuk menyalahkan diri sendiri.


Akar masalah adalah MUGG
Kemudian saya merenungkan akar permasalahannya. Ternyata ujung-ujungnya ada di 4 faktor ini, sebut saja MUGG

1.M stands for Mindset
Mindset sebagai akar masalah yang pertama. Saya mau jadi jenderal, tapi ga mau jadi letnan dulu. Maunya langsung jadi jenderal. Ga mau latihan fisik, ga mau belajar/sekolah, ga mau diperintah atasan.

Saya mau jadi pengusaha, saya mau seperti Bob Sadino, tapi ogah banget nganter-nganter telor ayam door to door. Ogah banget gw kerja sampe larut malam, malah ga tidur.

Saya mau jadi Begawan property seperti Trump, tapi ogah banget klo pernah bangkrut total kayak Trump.

Wake up! Jangan cengeng! Semua pengusaha-pengusaha besar pasti pernah mengalami kegagalan besar… dan mereka kuat.. mereka bertahan

Saya sendiri pernah mengalami kebangkrutan total.. bayangkan saja, dari 10 warnet yang dulu saya punya, kini hanya tinggal 1 cabang saja. Saya tidak menyerah. Hidup isinya perubahan. Saya lihat banyak orang berbondong-bondong membuat warnet. Dan mereka kesulitan untuk mengelolanya. Dan ketika mereka berbondong-bondong klik www.warnet-alpha.net (tentu saja, dengan integritas yang terus dijaga), kini kami bertransformasi menjadi penyedia jasa setup dan maintenance warnet nomor wahid di Indonesia.

Bisnis bioethanol saya pun bangkrut. Total kerugian milyaran. Bangkrut, dikhianati, miss-management adalah pelajaran-pelajaran yang berharga.. kini saya alhamdulillah dengan pertolongan Allah telah melewati masa-masa krisis itu dan bahkan membalikan keadaan. Lebih matang, lebih dewasa, sekarang apa-apa bisa jadi duit.. bahkan tanpa modal sekalipun..

Coba hitung, berapa waktu yang anda habiskan untuk memikirkan bisnis anda? Berapa jam per hari? Jangan-jangan Cuma 1-2 jam saja, atau Jangan-jangan anda malah keasikan membuat list daftar barang-barang konsumtif yang mau anda beli.

Coba hitung, berapa modal yang diinvestasikan untuk bisnis anda? Untuk marketing? Untuk pengembangan? Untuk penyusutan? Untuk riset? Untuk seminar? Atau malah lebih banyak uang yang dihabiskan untuk keperluan konsumtif?

Anda gagal karena mindset anda! Mindset anda yang bilang bahwa jadi pengusaha bisa jalan-jalan sementara bisnis jalan sendiri.. mindset anda yang bilang adanya passive income tanpa perlu bekerja. Tapi anda bertemu realitas yang berbeda, dan anda tidak siap untuk itu… anda panic.. karena tidak seenak yang dijanjikan itu…

Jadikan profesi pengusaha ini untuk pengabdian dan untuk ibadah. Insya allah semua terasa nikmat. Kerjakan dengan enjoy dan sebaik-baiknya, pada titik itu justru order/proyek/client/customer yang akan mengejar-ngejar anda! Percayalah!



2.Utang

Utang adalah akar masalah yang kedua. Ini adalah masalah yang sangat sensitive. Rasulullah sangat tidak menganjurkan berhutang, dan meng-encourage bagi hasil atau bekerjasama. Saya sendiri bukan orang yang anti-hutang, hutang boleh-boleh saja (walau saya belum pernah berhutang ke bank).. asal ada hitung-hitungan yang matang..

Contoh : bisnis jualan kue kita sudah memiliki satu karyawan untuk antar kue. Dengan net-profit bisnis 2jt/bulan. Kemudian jalan 2 tahun bisnis berkembang, net-profit menjadi 5jt/bulan. Bahkan order melebihi kapasitas produksi. Jika harus investasi mesin produksi baru plus inventaris motor buat antar dengan cara berhutang, maka misalkan diasumsikan ada beban cicilan sebesar 3jt/bulan.

- Dan dengan mesin baru itu yang dicicil itu, ternyata net-profit meningkat menjadi 7jt/bulan. Nah itu baru hutang yang bener! Untuk leverage atau pengembangan bisnis. Dan dengan cicilan yang masih bisa ter-cover dengan bisnis yang ada.

- Biasanya nih, dengan net-profit “Cuma” 2jt/bulan, kita nekat buka cabang! Supaya bisa franchise katanya! Hutang puluhan bahkan ratusan juta yang cicilannya diatas 5jt. Padahal present net-profit kita Cuma 2jt/bulan! Gimana ini logika nya… sementara tidak ada jaminan bahwa cabang akan selalu untung. Apa bedanya dengan spekulasi? Beda kalau misalnya menggunakan uang dari kantong sendiri

- Ada yang lebih parah. Bisnis nya malah belom ada, tapi udah utang ratusan juta buat buka toko kue. Nah yang ini lebih sableng lagi… saya benar-benar tidak menyarankan untuk memulai bisnis dengan hutang! Jangan pernah!

- Ditambah lagi utang-utang buat gaya hidup ga penting… cicilan mobil, cicilan blackberry, cicilan TV LCD, mention it… Jangan pernah beli segala sesuatu secara kredit ketika diperuntukan untuk urusan pribadi (bukan perusahaan). Tundalah kesenangan kecil, demi mendapat kesenangan besar nanti!

- Bayangkan anda buka 10 toko kue dengan modal utang. Cicilan 50jt/bulan. Itulah yang membuat anda menjadi frustasi! Nikmati pelan-pelan… jalani semuanya dengan sederhana… selesaikan pekerjaan dengan sebaik-baiknya.. biarkan sunnatullah bekerja. Ketika anda bersungguh-sungguh, pasti order yang akan mengejar anda… walau anda menolak sekalipun.. insya allah

- Buka 1 cabang dulu.. biar kan menjadi “matang” selama 3-4 tahun, kemudian buka cabang dengan duit tabungan sendiri. Bukan utang. Setelah buka 5 cabang dan berhasil, baru bicara franchise. Atau kalau memang yakin profit, mengapa harus franchise? KFC, Hokben, Gokana juga ga franchise kok..

- Ga punya duit buat 1 cabang? Patungan sama temen! Tentu saja yang bisa dipercaya plus mau sama-sama bekerja.

- Ga percayaan sama temen? Ya mulai dari door to door direct selling. Bisa tuh ga pake modal.

- Malu? Tengsin? Males? Ya ga usah jadi pengusaha…

Coba yuk, bisnis dengan modal yang ada aja. Klo Cuma ada 10jt, ya pake itu aja cukup kok. Klo Cuma ada 1jt, ya udah cukup juga… bisnis saya www.jasakomputer.com modalnya Cuma 1jt, belum jalan setahun menghasilkan net-profit tembus 2 digit alias 10jt. Asal focus!


3.Greedy alias serakah

Greedy atau serakah adalah musuh nomor 1 para pengusaha. Penyakit ini seperti kolesterol yang menyebabkan penyakit jantung, yakni pembunuh nomor 1 di dunia.

Baru punya itung-itungan diatas kertas, sudah dijadikan patokan.. belom-belom langsung buka 5 cabang… udah gitu pake utang…

Baru buka outlet, juga belom jalan 1 tahun, sudah di franchise kan… owalah, bisnis anda belum teruji kalo baru 1-3 tahun…

Baru buka satu outlet, beberapa bulan, udah utang bank untuk buka cabang.. bahkan sudah punya kredit mobil..

Bisnis jualan baju sudah jalan, mapan… kemudian tergoda invest banyak di bisnis batubara. Duit habis terkuras, sehingga bisnis garmen pun stagnan ga bisa berkembang karena ga ada dana pengembangan.

Bisnis baru 2-3 tahun, tapi gayanya sudah seperti konglomerasi. Punya bisnis IT, bisnis agro, bisnis garment, bisnis retail, bisnis makanan, bisnis pelatihan. Akhirnya satupun tidak ada yang jalan.

Saya pernah ditanya oleh salah seorang mahasiswa, “mas, klo kita bisnisnya banyak, kan profit kita jadi lebih banyak.. bukannya lebih enak begitu?”
Saya jawab simple, “mas kuliah ambil jurusan apa?”
“Teknik” katanya
Saya lanjutkan, “kenapa ga nyambi kuliah di FE, Kedokteran, Fisip, Sastra, MIPA, sekalian supaya sekalian gelarnya menjadi SE, ST, S.Ked, S.Sos, S.Hum. kan lebih enak banyak gelar.”
Dia jawab lagi, “Lha gimana bagi waktunya mas? Yang ada saya di DO karena nilai jelek semua, trus malah ga dapet gelar sama sekali!”

Ngapain kita keblinger.. dan tergoda sama gemerlapnya bisnis teman-teman kita? Coba berpikir ulang deh, bisnis kita yang ada sekarang itu selalu ada kemungkinan untuk menjadi besar kan? Ngapain juga tergoda sama bisnis orang lain? Yang di share ya pasti yang baik-baiknya saja toh…. Sisi “horror”-nya sudah pasti tidak diceritakan hehe.

Saya pernah tersandung di bisnis bioethanol yang tidak focus.. rugi ratusan juta.. saya hanya ingin pengalaman ini berguna buat teman-teman semua. Supaya tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Sinar matahari ketika difokuskan dengan lensa cembung, sanggup membakar kertas. Itulah kekuatan focus! Coba perhatiin orang-orang terkaya di dunia, bisnis nya focus. Bill Gates, Steve Balmer, Oracle, Wal-Mart.. walau di Indonesia masih di dominasi konglomerasi seperti Bakrie, CT, Sandiaga Uno, dll


4. Gengsi

Ini adalah akar masalah yang ke-4. Maunya sih setajir Chairul Tanjung yang sekarang. Tapi ga mau niru jalan-nya Chairul Tanjung 30 tahun yang lalu.. jungkir balik jagain mesin fotokopi.. jagain warung alat kedokteran.. nah klo kita? Belom-belom udah nyuruh dan hire karyawan buat jagain warung.. alesannya karena malu. Kalo saya mah mending malu jagain warung, daripada harus menyusahkan orang lain karena tidak punya penghasilan

Bisnis itu naik-turun.. biasanya banyakan turun-nya. Turun 100 kali, naik 1 kali. Tapi naik 1 kali itu sudah cukup untuk membayar turun 100 kali. Toh Kolonel Sanders dan Thomas alfa Edison ditolak dan gagal 1000 kali, tapi usaha terakhirnya bisa menutup semua kerugiannya. Jangan Cuma siap kaya, tapi juga harus siap miskin. Yang penting nikmati prosesnya

Bob Sadino bahkan pernah bangkrut. Dan kata istri om bob, saat itu uang yang ada Cuma cukup untuk membeli nasi ATAU rokok. Om bob harus memilih. Akhirnya saat itu om bob memilih nasi, sementara untuk kebutuhan rokoknya belio mencari puntung-puntung bekas.. kita siap tidak menjadi seperti ini?

Teman-teman dari kalangan Chinese, malah sudah biasa dengan menu bubur. Padahal warungnya sudah ramai. Tapi dengan tekun mereka mengumpulkan tabungan, untuk memperbesar bisnis.

Ketika azzam (keinginan) kita sudah kuat, seharusnya tidak berpikir jalan untuk mundur. Separah-parahnya kondisi kita, kita bisa ngasong, mbenerin komputer, jadi supir, jualan Koran.. ya minimal untuk sekedar membeli beras…
Seorang pengusaha bernama halilintar, bahkan sempat memiliki perusahaan di New Zealand dan Perancis. Bisnisnya ambruk. Dan belio ga malu untuk jadi tukang ledeng. Dipanggil ke rumah-rumah dsb. Sempat belio malu, karena customer yang memanggilnya adalah orang yang belio kenal. Kini bisnisnya bangkit lagi, dan bahkan lebih besar dari sebelumnya.

Saya sendiri pernah menjadi distributor makanan ikan hias, saya antar dengan sterofoam ke toko ikan hias dengan motor.. ya rasa malu tetap ada, tapi kalo dibawa enjoy sih asik-asik aja. ketika bisnis warnet habis, saya turun langsung untuk membantu teman-teman mendirikan warnet dengan memberikan pengalaman gagal saya untuk tidak terulang di warnet yang baru tersebut. Ya, saya melakukannya sendiri, tanpa karyawan. Alhamdulillah masa-masa kritis itu bisa dilewati, kini perusahaan ISP saya (www.net-cyber.com) memiliki sejumlah klien corporate. Bahkan sebentar lagi ada perusahaan Jerman menggunakan jasa internet dari www.net-cyber.com . Jasa Konsultan IT juga kebanjiran order dari instansi-instansi besar untuk web/software development.


Pertanyaannya, maukah kita menurunkan standar gaya hidup ketika bisnis menurun? Tadinya naik mobil, sekarang naik motor. Sekarang jagain sendiri gerobak mie ayam kita, gunting credit card, Anak-anak sekolah nya di sekolah yang mahal, pindahkan ke sekolah inpres, kurangi kebiasaan makan di resto, atau bahkan sampai berpuasa untuk menghemat pengeluaran, pindah ke kontrakan petak sementara rumah utama kita disewakan… Maukah kita? Sekali lagi ini adalah pilihan.



Kesimpulan

Menjadi pengusaha adalah pilihan hidup dengan segala risiko nya (baik untung besar ataupun bangkrut). Jangan pernah menyalahkan orang-orang di sekitar anda, ataupun komunitas yang meng-encourage anda untuk resign. Mereka ga salah. Bahkan harusnya kita berterima kasih. Niat mereka juga untuk kebaikan kita juga. Lebih banyak introspeksi diri.

Ternyata penyebab frustasi berbisnis berpusat pada 4 faktor, yakni MUGG (Mindset, Utang, Greedy, Gengsi). Perbaiki mindset kita, hapus hutang yang tidak produktif, jauhi sifat Greedy dan Gengsi.

Tiap orang mungkin berbeda-beda, saya sendiri sih benar-benar sudah “bakar kapal”.. jadi insya allah sampai saat ini belum pernah ada pikiran untuk menjadi karyawan. Jauh-jauh saya buang pikiran itu… karena jalur entrepreneur adalah jalan saya.. disinilah aktualisasi saya.. saya akan tetap di jalur ini, walau saya harus menjadi tukang servis komputer panggilan, atau harus jaga warnet. Saya turunkan gaya hidup (jangan tiru prinsip ini jika tidak sesuai dengan anda)

Tapi lebih dari itu… kita harus bermimpi mengisi daftar 10 besar orang-orang terkaya di Indonesia, bahkan di dunia. Karena itu, teruslah bergerak. Teruslah berinovasi. Teruslah mengeluarkan karya-karya terbaik!

Ingat pesan mbah Kiyosaki, dari income jangan langsung keluar menjadi expenses atau liability.. income masuk dulu ke asset yang menghasilkan passive income. Yang dengan passive income itu baru kita keluarkan untuk expenses atau liability.

Nikmati semua proses sebagai ibadah. Ingat, selama kita istiqomah (ga nyerempet-nyerempet yang haram) maka kita selalu ada di jalur kemenangan…

Terakhir mohon maaf kalo ada salah-salah kata ataupun menyinggung… tidak ada maksud lain selain untuk kebaikan kita semua…

adzan101

Rabu, 28 April 2010

kenali diri dan lawan, menangkan pertempuran




"Know your enemy and know yourself and you can fight a thousand battles without disaster." suntzu..

karena prinsipnya setiap hari adalah perang..
kata orang islam, setiap hari adalah jihad (makna jihad sebenarnya adalah bersungguh-sungguh)
bersungguh-sungguh dalam bekerja, berusaha, berkeluarga, berteman dsb

perang itu adalah tentang aku dan dia
perang itu adalah tentang kami dan mereka

bagaimana kita bisa memenangi peperangan jika kita tidak mengenali diri kita dan lawan kita..

ah.. saya tidak suka bicara serius...
kita analogikan ke dunia sepakbola saja yaa..

sebuah kemenangan perang, atau kemenangan sepakbola.. adalah ketika kita mendapatkan achievement2 kecil (baca: sebuah gol) yang kemudian berakumulasi hingga dinyatakan menang.

Ya, tidak ada kemenangan besar tanpa dimulai oleh kemenangan-kemenangan kecil. kemenangan kecil ini lah yang membuat morale atau semangat pasukan bangkit, confidence alias percaya diri, sehingga kemampuan terbaik akan keluar. kemenangan-kemenangan kecil ini lah yang akan mengawali dan membuka langkah penjang menuju kemenangan besar.

Coba kita lihat bagaimana Gol balasan Manchester United ketika Final Champions League melawan Bayern Munich dulu.. begitu dirayakan walau sudah di akhir waktu. dan ternyata menentukan hasil pertandingan.

Mencetak prestasi, achievement, atau sebuah Gol menjadi hal yang mutlak untuk meraih kemenangan. Lantas bagaimana cara yang mudah untuk mencetak gol? simple aja, perbanyak peluang!(opportunity)

logika mudahnya, akan lebih mudah mencetak sebuah gol ketika kita mendapatkan belasan peluang shot on goal. betul tidak?

ya mungkin ada saja yang sedikit beruntung, mencetak satu gol dari satu peluang tembakan saja. Tapi ya normalnya, butuh tembakan berkali-kali untuk mencetak sebuah gol.

jika digambarkan akan seperti ini

Perbanyak peluang --> cetak gol yang banyak (continual improvement) --> menang

semudah itu!

Sekarang mari kita kenali diri..
lebih spesifiknya adalah kekuatan dan peluang kita. kita comot pendekatan ala SWOT, Strength, Weakness, Opportunities, Threats.

coba, misalnya dengan belasan peluang emas yang sama untuk mencetak gol ke gawang Iker Casillas. Mungkin seorang Lionel Messi berhasil mencetak 4 atau 5 gol. Tapi seorang seperti Bambang Pamungkas misalnya (tanpa bermaksud merendahkan), mungkin hanya bisa mencetak 1 gol saja. (klo orang kayak saya mah malah ngebobolin gawang sendiri hehe).

Liat tuh lawan dibikin kocar kacir sama messi hehe

ya jelas aja, seorang messi memiliki kontrol bola yang nyaris sempurna, punya great composure (ini apa ya terjemahannya), tendangan nya keras dan akurat, gocekannya dengan mudah melewati bek sekaliber Sergio Ramos, Pepe dkk. Artinya seorang Messi bisa membuat gol lebih banyak dari peluang yang sama dengan Bambang Pamungkas! maka kita pun harus meningkatkan kualitas diri kita seperti Messi yang bisa menghasilkan gol 400% lebih banyak dari skill kita sekarang.

Pahami kekuatan kita dengan baik..
apa kita punya kelebihan di Heading macam Peter Crouch, atau kelebihan dalam memberikan umpan seperti Xabi Alonso. atau apapun. Tapi yang pasti, ketika kita berperang, atau bermain bola, kita harus punya fisik dan stamina yang kuat. Betul?

Baru setelah itu cari peluang yang terbaik. Peluang bisa diperbesar, dengan berlatih teamwork, berlatih set-piece, ber-networking, menambah jaringan, bersilaturahim, membantu orang, investasi di marketing dan penjualan, iklan di media, membuat promo, direct selling. Apapun yang kira-kira bisa menghasilkan "gol" kita akan menjadi lebih banyak.

Serang "Musuh" kita dari semua penjuru yang ada. Total Football istilahnya. Perhatikan hal-hal kecil yang bisa membantu tajamnya serangan kita sehingga lebih mudah mencetak gol. Kita kepung musuh. Contoh hal kecil yang bisa membantu serangan kita, tempel stiker tentang usaha kita di kendaraan-kendaraan karyawan, kendaraan kita. Contoh lain adalah menanyakan kabar klien, dan menjenguknya jika dirawat di rumah sakit. Begitu juga yang berkarir, bantu atasan kita untuk menyelesaikan masalah-masalah diluar pekerjaan misalnya. dan lain-lain. tambahin sendiri ya..

Karena kadang-kadang hal-hal kecil dan detail seperti ini lah yang akan membuat perbedaan besar. Coba liat lagi buku Tipping point nya. Ada sebuah kasus menarik dimana tingkat kejahatan di kota besar menurun drastis karena pendekatan sederhana, yaitu merubah suasana sistem busway dan menghukum pelanggaran-pelanggaran kecil. Hal ini berdasarkan teori broken windows, dimana jika di sebuah gang ada kaca yang pecah dan tidak diganti, akan memberikan kesan bahwa tidak ada otoritas yang berkuasa di daerah itu. Hal kecil ini akan terus menjalar sehingga akan banyak kaca-kaca yang pecah di daerah itu, dan membuat suasana kota menjadi semakin tidak terkontrol. Jadi perhatikan terus hal-hal detail.


sekarang sudah kita bisa tambah alurnya

tingkatkan skill untuk lebih mudah mencetak gol --> Perbanyak peluang --> cetak gol yang banyak --> menang

peningkatan skill menjadi mutlak untuk menjadi seorang Lionel Messi yang bisa lebih banyak merubah peluang menjadi gol. dalam SWOT, hal ini untuk menguatkan faktor Strength kita dan mengantisipasi atau menutup Weakness kita.


Setelah known ourself dengan strength dan opportunity nya..

sekarang mari kita lihat lawan kita.. paling tidak lawan yang ada dalam diri kita terlebih dahulu, yakni weakness kita dan ancaman yang ada.

Mari sama-sama kita saksikan video komersil yang sangat inspiratif ini




video itu menggambarkan dengan jelas weakness dan ancaman yang ada. Messi kecil 11 tahun adalah bocah yang sudah divonis punya kelainan hormon yang membuat tubuhnya tidak akan bertambah tinggi alias mungil. Oh, tapi ternyata weakness bisa menjadi kekuatan kita. Bahkan ancaman yang ada bisa diubah menjadi peluang.

Messi yang kelemahannya berbadan kecil, ternyata itu menambah kekuatannya untuk menjadi lebih cepat berlari dan lebih agile alias lincah. Ancaman lawan yang berbadan besar, ternyata adalah peluang messi untuk menendang bola lebih rendah.

Pertarungan klasik David vs Goliath juga menggambarkan yang sama. Perusahaan kecil selalu takut untuk melawan perusahaan besar, padahal perusahaan besar itu terlalu "gemuk" dan tidak lincah. kecil bukan berarti kelemahan. coba aja, untuk menentukan pricing aja, perusahan besar harus rapat berminggu-minggu. calon klien keburu kabur karena kelamaan. sementara kita perusahaan kecil, cuma butuh waktu 1 jam untuk ambil keputusan.

Ancaman internal juga bukannya tidak ada. ego pemain, kurangnya teamwork, ini pun bagian dari seni kita untuk memperoleh kemenangan besar. Lagi asik-asik nyerang, eh defender juga egois mau ikut nyerang, akibatnya serangan balik lawan berubah mematikan karena tidak ada yang menjaga pertahanan.

Belum lagi pengkhianatan ditengah kompetisi, ditinggal pemain kunci karena iming-iming transfer dan gaji besar. ini semua bagian dari risiko yang harus kita hitung dan harus kita antisipasi.

Nah, sekarang mari kita coba kenali lawan kita.
Lawan kita dalam hal ini bisa berarti kompetitor, ataupun calon klien (atau prospek)
pahami kelemahan-kelemahan lawan, dan gunakan strategi yang berbeda untuk lawan yang berbeda.

Misalkan kita tim inggris, mau melawan timnas indonesia, ya gunakan bola-bola atas karena postur tubuh lebih tinggi (ga usah pake bola-bola atas juga kayaknya inggris tetep menang hehe).

Mengenali lawan sangatlah penting, karena dengan itu kita bisa mencetak gol lebih banyak. Dan kita juga bisa membuat lawan kita frustasi karena tidak bisa mencetak gol sama sekali ke gawang kita alias menggagalkan misi kemenangan kita.

berikut ini keuntungan kita ketika mengenali lawan dalam koridor SWOT

o> strength and weakness : Dengan mengenali diri dan lawan, kita akan lebih efektif dan efisien dalam menambah, meningkatkan, mempertahankan skill yang dibutuhkan untuk berperang

o> oportunity : dengan mengenali diri dan lawan, kita akan bisa membuat peluang-peluang yang lebih banyak dan jauh lebih efektif untuk mencetak gol. serangan-serangan kita akan lebih tajam dan menggigit

o> threats : dengan mengenali diri dan lawan, kita akan mudah dan tenang untuk berhadapan dengan ancaman yang menanti. serangan-serangan lawan pun terbaca, bahkan gerakan-gerakannya bisa diramalkan. kemudian lebih dari itu, ancaman yang ada juga bisa kita ubah menjadi peluang

Jadi terakhir akan seperti ini,
Kenali diri dan lawan --> tingkatkan skill --> perbanyak peluang --> cetak banyak gol --> menang!

Jika ini terus dijalankan.. seratus kali berperang, seratus kali pula kita menang

Maka,

"Know your enemy and know yourself and you can fight a thousand battles without disaster!!!".
"If you know the enemy and know yourself, you need not fear the result of a hundred battles. If you know yourself but not the enemy, for every victory gained you will also suffer a defeat. If you know neither the enemy nor yourself, you will succumb in every battle."
- Sun Tzu


semoga berguna,
adzan101

(bersambung)

Selasa, 01 Desember 2009

Tega dan Tegas

kegundahan hati

ketika perusahaan masih kecil, semua kerjaan bisa didasarkan prinsip kekeluargaan. Namun ketika perusahaan tumbuh, kini semua harus terukur dan tertulis. yang kualitatif harus bisa dijadikan kuantitatif, begitu kata pak guru.

ya, saya pun setuju. semua harus profesional. karena kita harus menjaga amanah dari investor ataupun klien. sekecil apapun kesalahan yang kita buat, pasti ada masanya nanti kita harus mempertanggungjawabkannya.
membayangkan ini, benak rasanya menjadi ngeri..

kemudian perusahaan saya evaluasi..
hasilnya luar biasa, banyak hal yang boros dan tidak efisien.
fundamental perusahaan sangat parah, dari segi keuangan, produksi, marketing, hingga sumber daya manusia.
saya speechless.. saya berpikir, kenapa hal yang demikian bisa dibiarkan terjadi terlalu lama disini?

karena banyak hal yang terjadi disini, yang sangat tidak sesuai dengan value yang selama ini saya pegang,
akhirnya saya memutuskan untuk mengundurkan diri.
selain itu saya pun sadar dengan segala keterbatasan saya. jika saya tetap bertahan, maka akan banyak pemecatan yang akan perlu untuk dilakukan. yah, daripada banyak menimbulkan korban, lebih baik saya melakukan hal yang simple, saya mundur.

hal yg kemudian terjadi adalah diluar dugaan. yang in-charge di perusahaan menolak pengunduran diri saya. lebih dari itu, bahkan menerima semua rekomendasi saya baik dari segi manajemen keuangan, faktor produksi, marketing, hingga pengelolaan sumber daya manusia. oh my god, disinilah rasa ga enak itu berasal.. bakal menjadi keras ke
depannya

dari segi keuangan, staf keuangan sampe keringet dingin di audit. malah sampe nangis2. akhirnya dibuat sistem dan kebijakan baru dalam bidang keuangan dan administrasi. sampe mules2 staf keuangan dibuatnya.. hasilnya kini semua menjadi rapi, tidak ada lagi defisit anggaran, tidak ada lagi cashflow yg berantakan, semua tertata rapi. data keuangan kini bisa kita lihat dimana saja dan kapan saja kita mau, alhamdulillah.

dari segi produksi, kita bikin sistem untuk maintenance klien, memastikan kualitas produk dan layanan dengan optimal. bahkan beyond clients expectation. mastiin customer service dan troubleshooting supaya secepat kilat. menekan kembali belanja perusahaan, renegosiasi, pokoknya efektifitas dan efisiensi total. alhamdulillah upaya ini kini berhasil membuat produk dan layanan kita menjadi yang terbaik.

dari segi marketing, malah terjadi revolusi besar2an, sangat masif. setiap hari selalu ada iklan di media cetak, media internet, dan bahkan door to door. tiada hari boleh terlewat tanpa penawaran. fungsi Public Relation pun ditingkatkan. kini setiap hari banyak sekali telepon masuk ke kantor untuk bertanya-tanya tentang produk. dan ada kemungkinan marketing kami lagi2 akan offside, alias harus di rem. dikarenakan sumber daya yang terbatas untuk memenuhi keinginan prospek atau klien baru. karena produk yang berkualitas, kini marketing kami memasuki babak baru yaitu babak word to mouth alias viral marketing. benar2 dahsyat sekali cara seperti ini.

berikut prestasi2 akibat reformasi perusahaan
1. warnet-warnet yang sudah ada omzet nya terdongkrak hingga 100%,
2. transaksi service komputer via www.jasakomputer.com terdongkrak hampir 300%. kini kita malah kekurangan tenaga teknisi komputer.
3. transaksi penjualan komputer dan asesorisnya meningkat hingga 200% lebih
4. proyek setup warnet dengan produk barunya, warnet cuma 9jt-an, meningkat 100% lebih. bahkan www.warnet-alpha.net sudah 2 kali tambah bandwidth karena exceeded
5. pertumbuhan klien isp kami www.net-cyber.com mencapai kenaikan 100 hingga 200%
6. kini alhamdulillah sudah tidak ada lagi klien yg berpindah ke lain hati.

prestasi yang sangat gilang gemilang..
namun itu semua menyimpan PR besar di belakang..
ya, benar sekali. masalah klasik, sumber daya manusia.
oh my god, kurang apa sih kita klo dipikir..
kenapa selalu begini ya urusan sama SDM asli indonesia.
kontrak karyawan sudah jelas, hak dan kewajiban sudah jelas. kita ga pernah lho bahkan untuk menunda2 memberikan hak karyawan, bahkan kesejahteraan juga lebih baik, tapi mengapa tidak optimal dan males2an..

masa sih semua harus dipecat supaya ada shock terapy nya?
kok kayaknya sering banget keluar masuk karyawan..
heran..padahal semua sudah diberikan..
kemudian beberapa akhirnya dipecat karena pelanggaran2 fatal..
bahkan sahabat terdekat pun harus menjadi korban
klo bener2 ikutin SOP harusnya hampir semua orang dipecat..
walah lah lah.. masa harus bgitu ya..
akhirnya jadi banyak merenung, apa selama ini saya yg kelewatan? atau gimana ya?
2 malam hampir tidak tidur, setengah ga percaya, masa iya harus pecat semua orang? masa iya aturan harus strict ditegakan?

beberapa sahabat dekat pun mengatakan bahwa yg saya lakukan adalah benar, begitu juga guru2 saya.
malah mereka ini lebih galak dan menyarankan pembersihan total.
apalagi mengingat kepercayaan dari investor, klien yang tidak boleh di sia2kan
fiuh tambah pening nih kepala...

pada suatu malam, istri saya bercerita tentang perkataannya Mario Teguh
ada seorang ibu rumah tangga yang bercerita tentang seorang istri yang betah untuk bertahan bersama suaminya.

padahal selama 15tahun, hidup sang istri itu sangatlah tersiksa karena sikap suaminya.

kemudian Mario Teguh membuat perandaian. belio mengatakan, andaikan ada dua rumah dengan dua pembantu rumah tangga yang berbeda. Majikan Rumah X selalu bertindak semena-mena terhadap pembantunya, sementara majikan Rumah Y selalu baik sama pembantunya. kira-kira pembantu rumah mana yang lebih lama bertahan? begitu tanya Mario Teguh..

tentunya semua penonton menjawab pembantu di rumah Y yang akan lebih lama bertahan. dikarenakan majikannya yang baik hati..

ternyata jawaban Mario Teguh sungguh diluar dugaan, belio justru mengatakan pembantu dirumah X lah yang lebih lama bertahan!
waw,...

belio menjelaskan bahwa secara psikologis, pembantu di rumah Y dengan majikan yang sangat baik, dia akan menganggap semua majikan adalah seperti tuan nya di rumah Y. apalagi klo ternyata pembantu di rumah Y sebelumnya sama sekali tidak pernah bekerja. maka dengan mudah ia akan meninggalkan tuannya. Tapi setelah berpindah majikan, ga sampai lama sang pembantu akan kembali meminta bekerja pada tuan Y. karena ia sudah merasakan bahwa tidak semua orang sebaik tuan Y.

makanya klo banyak mantan karyawan anda yang minta kembali bekerja kepada anda, percayalah bahwa anda adalah orang baik hehehe..
alhamdulillah hampir semua karyawan yang pernah bekerja disini selalu mengatakan mau kembali

sementara pembantu di rumah X berpikir sebaliknya. ia takut untuk pindah, khawatir majikan barunya akan memiliki sikap yang lebih buruk lagi. secara psikologis pun sang pembantu terbiasa untuk dalam kondisi tertekan. dalam kondisi tertekan, siapapun akan lebih nurut dan taat sama perintah.

wah ini insight baru lagi deh..
masa iya ya kita harus jahat dulu supaya karyawan kita nurut dan taat serta menjalankan kewajiban2..

karena merasa diri ini banyak kekurangan, akhirnya saya sms 5 sahabat terbaik saya, dan 2 orang guru saya. mereka saya paksa untuk kritik diri saya, sebutin semua kesalahan2 saya, dll.. pokoknya saya mau evaluasi diri
3 orang sahabat saya menjawab berbeda2
sahabat 1 : kekurangan Lo adalah bahwa lo ga punya kekurangan.. justru gw yang banyak salah sama elo blablabla..
sahabat 2 : wah ente mah orang baik, ga ada kekurangan. paling banyak puasa aja biar badan ga kegedean
sahabat 3 : ngga ada yg perlu di kritik, udah keren hehe.
walah.. jawaban2nya dah.. ga ada yg nyambung. tapi bener bgt tuh saran sahabat 2, kyknya saya harus lebih banyak puasa. puasa lahir batin menahan emosi dan hawa nafsu. thx bro atas nasehatnya

kemudian menyusul 1 sms dari guru saya
"kurang TEGA dan kurang TEGAS"
nah, yg ini nih..
mantep dah.. saya pikir selama ini saya sudah terlalu tega dan terlalu tegas, ternyata guru saya yg sangat mengenal saya justru mengatakan sebaliknya...
jawaban blio pun menyimpulkan cerita Mario Teguh tadi akhirnya..

so, jangan kaget ya klo kita tambah TEGA dan TEGAS :)
trima kasih atas semua yg sudah memberikan masukan, atau bahkan temen yg akan memberikan masukan lewat komentar2nya..

Rabu, 11 November 2009

Kenapa Franchise Lokal image-nya ga bagus?

Suatu saat di Bandung saya bertemu dengan salah seorang Master Franchise wilayah Jawa Barat. Bisnis Franchise lokal yang digeluti sangat terkenal, bahkan diperlukan modal milyaran untuk membuka satu outlet tersebut.

kemudian sang master franchise mengatakan,
"kapok gw sama franchise lokal. Franchise lokal hanyalah ajang para Franchisor untuk menguras duitnya Franchisee. gw ga mau lagi ambil franchise."

kemudian beberapa pernyataan yang sama juga saya temui dari pengusaha2 senior di Jakarta... oke lumayan buat bahan renungan saya, hingga berlalu beberapa bulan...

kemudian kemarin saya chat dengan salah seorang pemilik toko garmen sebut saja X,
X : mas ada orang mau buka toko garmen yg sama dengan merk toko saya di luar pulau (seperti franchise). menurut mas gimana? saya kirim proposalnya tolong kritisi ya..

Y (saya) : (setelah melihat proposal, disitu saya melihat ada franchise fee 25jt, dan royalti fee sekitar 5% klo ga salah. maklum saya alergi sama istilah2 beginian hehe) tokonya sudah berapa cabang pak?

X : 1 cabang

Y : (baguuussss..) udah jalan berapa lama?

X : 2thn (klo ga salah)

Y : (baguuuusss...)saya saranin sih jgn model franchise pak.. modelnya bantu setup aja, plus jadi supliernya.. kasian orang mau usaha belom2 udh dicekek sama franchise fee sama royalty fee.. apalagi brand kita belum kuat. paling tidak klo sudah kyk indomart or alfamart baru deh boleh tarik franchise fee...

hmmm..
nah mungkin kasus2 seperti ini kali ya yg bikin franchise lokal itu image-nya kurang baik.

memang ada semacam euforia entrepreneurship.. ya sah2 aja sih sebenernya.. dan halal2 aja kok..

cuma klo baru bisnis 1-2thn, apalagi baru punya 1 cabang (atau bahkan 3 cabang sekalipun) belum cukup teruji untuk menjual franchise.. hei, anda belum merasakan dan berpengalaman menghadapi "badai2" yg besar


Mitra kita adalah orangtua kita, anak kita, bahkan diri kita sendiri

jangan melihat franchisee adalah sapi perah yg bisa kita eksploitasi susu nya. Tapi coba pandang mereka sebagai orangtua kita sendiri yang harus kita hormati, atau anak kita sendiri yg harus kita lindungi, atau bahkan diri kita sendiri yang harus dipenuhi kebutuhannya.

Rejeki kita ga akan kemana kok, pelan2 saja, bangun brand dan fundamental perusahaan yg kuat, baru bicara franchise. jadi jangan seenaknya memeras mitra/franchisee kita, mereka itu punya harapan yang besar. berfikir agak panjang, berikan benefit yang banyak diawal jgn malah udah minta ini itu diawal. kita ga akan melakukan itu toh jika mitra itu adalah anak kita sendiri :)


Kuatin Brand dulu, baru bicara Franchise

Bayangkan, di Indonesia malah ada franchise yang belum ada cabang sama sekali. tapi udah jual franchise.. yg mau dijual apaan mas?

bisnis makanan baru jalan 1thn udah franchise. tapi klo bisnis makanan masih mending, karena differensiasinya jelas yaitu RASA. tapi coba perhatiin deh franchise2-an yg lain..
toko baju misalnya, warnet, minimarket, laundry, salon, u name it lah..
diferensiasinya dimana??
anggeplah awal2 orang bikin toko baju beli dari franchise kita, ya lama kelamaan sunatullahnya orang itu pasti taulah suplier2 kita. trus mengapa mereka merasa perlu membayar royalty fee tiap bulan?

apalagi franchise warnet, laundry, salon, dll. abis warnet berdiri bisa running sendiri kok.. trus kenapa mesti bayar royalty fee segala setiap bulan?

nah kemudian franchisee putus kontrak, bikin merk sendiri. trus kemudian franchisor marah2 merasa di khianati.. nah loh.. ribet deh..

intinya apa? kuatin brand! klo belum punya brand ga usah bicara franchise!
contoh, century21, intercontinental hotel.
bisa aja kan kita bikin hotel sendiri, lalu kenapa mesti beli franchise
1. jaminan kualitas manajemen dengan berbagai sertifikat dan standarisasi
2. brand awareness (coba aja klo bule dtg di airport, ga mungkin kan bilang ke supir taxy minta anterin ke Hotel Melati)
3. branding. Dari pihak pusat sononya terus menerus melakukan upaya branding, iklan2, dan lain2.
4. akuntabilitas, integritas, auditnya independent dsb..

Lha, sekarang kita mau jualan cendol aja pake franchise2 segala..
coba bung kita juga perhatikan dari sisi franchisee nya.. jgn melulu mikirin profit

contoh lokal yang baik adalah brand seperti Hoka Bento, Gokana Tepan - Platinum - BMK punya nya pak Yunus. Udah segitu terkenal aja belum pake sistem franchise, padahal sangat2 layak untuk di franchise kan..

Jadi buat temen2 yg mau buru2 franchise kan bisnisnya mending ga usah, karena...
1. Ngerugiin franchisee (pembeli franchise anda), percaya deh nanti ujung2nya punya hubungan yg ga enak sama franchisee
2. Bikin jelek image waralaba lokal
3. Core bisnis hancur, bahkan gulung tikar, karena lebih memikirkan bagaimana supaya franchisee laku dibanding bagaimana baju laku di tokonya
4. Terakhir ya ngerugiin diri sendiri, nanti orang2 pada susah untuk percaya lagi


Solusinya apa?
1. Fokus aja di toko yg kita punya, ga akan bikin kita miskin kok.. :D
2. Lebih banyak mikirin membantu orang, sedekah, daripada mikirin numpuk profit. Emang klo duit banyak trus hati gak tenang rasanya enak?


buat para calon pembeli franchise lokal
1. Teliti yg bener ketika membeli franchise. tanyain udah jalan brp tahun bisnisnya, udah ada berapa cabang, udh berapa cabang yg bangkrut, persentasenya berapa, trus liat pembukuannya (2thn minimal) ketika lagi sepi dan rame.. jgn mau klo diliatin pembukuan yg cuma sebulan dua bulan

2. gak semua franchisor lokal itu jelek kok.. makanya lebih teliti lagi, krn yg bagus cuma sedikit hehe

Jumat, 11 September 2009

Tips ber-Mastermind ala Adzan

Gara2 lagi tren lesu-nya mastermind..

mencoba share sedikit pengalaman supaya mastermind bisa konsisten

1. Adanya common interest

contoh 1
misalkan ada anggota kami yg punya bengkel mobil, trus anggota lainnya niat me-leverage bengkelnya dengan jasa salon mobil panggilan, kemudian dia bikinkan web-nya dan ber-profit sharing.. sama2 untung toh

contoh 2
ada lagi yg hobinya ikut tender2..
kemudian ada info tender2 IT, sementara dia bukan orang IT. akhirnya dia maju tender dengan back up kami yg ber-background IT. dengan membawa bendera www.jasakomputer.com

contoh 3
Ada lagi yg mau bisnis cuci kiloan dan laundry, akhirnya kerjasama dengan jaringan warnet kami www.warnet-alpha.net untuk pemasaran. sama2 untung

dijamin deh klo ada "kepentingan" antar anggota, insya Allah nagih deh kegiatan mastermind nya


2. Adanya common concern

Kelompok mastermind kami sangat kental nuansa religi. Jadinya merasa ada kepentingan yang sama untuk misalnya menyantuni anak yatim, trus concern yang sama tentang halal-haram dalam berbisnis, kebutuhan yang sama akan ilmu agama, dan lain-lain


3. Adanya kompetisi yang positif

kita suka bikin semacam perlombaan target
- dari mulai target karyawan
- target omzet (taun depan dobel)
- target marketing (misalnya bulan depan udah iklan di tivi dsb)
nah tentu saja susah sharing beginian klo ga ada chemistry antar anggota. Ibaratnya ini sudah menyentuh "aurat" perusahaan. Tapi klo udah nge-klik mah dahsyat luar biasa. semangat tolong menolongnya kerasa sekali..

Nah untuk prasyarat itu semua memang dibutuhkan kepercayaan yg kuat antar-anggota. saya pikir memilih temen mastermind sama seperti memilih istri. Karena temen2 kita itu lah yg akan memotivasi kita, dan kita yg akan memotivasi mereka. Jadi klo emang ga sreg ya ga usah dipaksakan..

awalnya pun kami hanya berempat. ya biarin aja sedikit yang penting jalan terus. kemudian jadi berlima, berenam, bertujuh, dan seterusnya.

Jangan "silau" juga sama orang yg kita anggap berhasil. kemudian buru2 melamarnya jadi anggota mastermind. Jangan!
klo saya lebih baik punya anggota yang masih karyawan dengan chemistry yang ada, dibanding punya anggota pengusaha sukses tapi ga ada chemistry.

So, selamat ber-mastermind ;)


NB : kapan ya TDA ada jambore mastermind? kita adain perlombaan outbond antar kelompok

Senin, 07 September 2009

Saat finish menjadi penilaian akhir

Terinspirasi dari tulisan pak guru di facebook, "It's not how you start but how you finish" - Bruce Bowen, retired NBA player.

kemudian saya tanya ke pak guru, "trus kapan finisnya?"

blio menjawab, "kalau grafiknya udah lempeng nggak ada naik turunnya lagi.. (grafik detak jantung)"

haha bener juga ya...

Kemudian saya diskusi dengan guru yang lainnya secara offline,
belio bercerita bahwa ada seseorang dengan status ustadz memilih jalan berbisnis. Namun praktek bisnisnya adalah sogok sana sogok sini demi mendapatkan proyek. Bahkan sang ustadz membuat beberapa pembenaran dengan dalil2 al-quran, naudzubillah...

Cerita guru saya, sang ustadz ini justru lucunya ga pernah mendapatkan proyek2 walau sudah menyogok sana-sini, kemudian guru saya berkata "Berarti Allah masih sayang dengan pak ustadz, menjaga dirinya dan keluarganya dari rezeki yg halal"

Wah bener juga ya..

Untuk teman2 yg beragama islam, sudah selayaknya Ridha Allah sebagai tujuan dalam hal bermuamalah. Seperti pada tulisan saya sebelumnya, ketika tujuan kita adalah Ridha Allah, maka tidak ada istilah kalah.

Karena kalah-menang ternyata dilihat dari hasil akhir

contoh 1 :
saya misalnya membeli saham Bumi ketika harganya 5000. Kemudian harganya turun menjadi 3000. Apakah saya kalah? relatif! tergantung anda membuat state garis finishnya. Ketika anda finish ketika saham Bumi di harga 3000, maka anda kalah.

Namun ketika anda menjual saham Bumi anda seharga 3000, dan kemudian anda membeli saham Astra yang saat itu diobral dengan harga 5000 (padahal harga normal 25.000), dan ternyata dalam beberapa hari ke depan, harga saham Astra menjadi 25.000. Apakah anda dinyatakan kalah?


contoh 2 :
Katakanlah anda melihat sebuah peluang bisnis yang bagus. Sudah anda amati sekian lama, dan anda yakin. Balik modal hingga 8 kali lipat dalam waktu 4 tahun. Masalahnya modalnya 150jt misalnya, dan anda benar2 sudah tidak punya uang tersisa. Satu2nya aset tersisa adalah mobil anda satu2nya. Dan kemudian anda menjualnya.... kini anda selalu naik motor untuk bepergian. Apakah anda kalah?

Saya yakin, tetangga anda akan mencemooh anda dan mengatakan anda bangkrut dan kalah. Begitu juga saudara2 anda, mertua anda, bahkan anak2 dan istri anda! Tapi inget, pemimpin harus mempunyai visi dan pendirian..

Sekali lagi kalah-menang adalah tergantung dari cara anda menempatkan garis finis. Ketika garis finish yg ada tetapkan adalah hari ini, ya boleh jadi anda kalah. Tapi klo garis finish nya digeser 4thn kemudian, bisa jadi anda menang.

Apa yang terjadi 4 tahun kemudian? Anda memiliki uang sebesar 1,2Milyar! Bahkan bisa membeli mobil yang lebih mewah ditambah sebuah apartement untuk investasi. Layak kah disebut kalah?


contoh ke 3:

adalah disaat perang Yarmuk. Saat itu Tentara Islam dengan Khalid bin Walid sebagai panglima yang memimpin 3000 orang berhadapan dengan romawi yang berjumlah 200.000 orang. Khalid memilih mundur. Saat itu para penduduk Madinah mencaci mereka sebagai pasukan pengecut.

Khalid punya visi dan pendirian, ia tidak tergoyahkan. Karena garis finish yg ia tetapkan berbeda dengan orang2 pada umumnya. Ia mundur bukan untuk kalah, tapi untuk kemudian menyerang kembali Romawi dengan menghasilkan kemenangan gilang gemilang.


contoh ke 4:

Ketika kami kehilangan beberapa klien yang justru saudara2 dekat kami (ada di tulisan sebelumnya) justru menjadi batu loncatan kami untuk mengevaluasi diri dan sekarang alhamdulillah menjadi kebanjiran klien.

Teman2 smua, seperti kata guru saya di facebook, titik finish kita adalah ketika kita mati. Karena mati adalah rahasia Allah, maka kita pun bisa menggeser state finish kita ke hari esok.

Ubahlah kekalahan kita sekarang, menjadi sebuah kemenangan gilang gemilang di masa depan. Jangan kita fokus sama kekalahan atau kerugian yang kita terima. Tapi mari kita inventaris semua potensi kita yang tersisa, itulah yg kita optimalkan..

Ibarat kita bermain sepakbola, kita kecurian gol di menit2 awal. bahkan gol lawan berbau offside. Ga usah lah kita pusing sama keputusan wasit, yang ada malah kita kena hukuman seperti Persipura hehe..

Lebih baik kita fokus membalikan keadaan supaya menjadi 4-1. Baru setelah pertandingan kita laporkan ke FIFA bahwa gol lawan itu ilegal. Just dont sweat for small stuff!

Ingat, kekalahan/kerugian yang kita hadapi ini adalah cuma sementara ketika kita sadar bahwa garis finish kita adalah hari esok

Seperti ilmu ketapel, mundur dulu sedikit, untuk lemparan batu yang lebih jauh :)

smoga berguna
adzanwahyu.com

Kamis, 20 Agustus 2009

Itulah mengapa bisnis sama sodara or teman harus pasang harga lebih mahal

makanya bisnis jgn bawa2 perasaan
klo mau nolong orang ya amal aja, ga usah disebut bisnis.
klo mau nolong orang ya tanpa pamrih, titik..
klo bisnis sama sodara or teman, taripnya harus lebih mahal!
karena pasti banyak ekspektasi dan banyak nuntut

Begini critanya,
alkisah ada saudara yg minat bikin warnet dengan pola bagi hasil. akhirnya kami terima. kemudian suami nya lama2 paham akan bisnis warnet, dan secara sepihak memutuskan kontrak kerjasama pengelolaan. ya karena kita orang baik ya kita terima aja deh takdirnya. inget kan cerita saya ttg resiko menjadi orang baik hehehe

takdir emang lucu. karena takdir kemudian berkata bahwa ia harus bercerai dengan suaminya. dengan kalapnya dan tangisan memohon lagi kepada kami untuk mengelola warnetnya. ya karena kasihan, dan karena berharap perubahan ya kita terima lagi. maklum deh orang bae :p

akhirnya kita utus satu karyawan untuk mengelola warnetnya. lucunya lagi, kita bahkan tidak ambil sepeser pun keuntungan. bener2 niat menolong. setelah jalan sekian lama, kembali berkhianat. ya kita terima lagi hehe

lucu yaaa

kisah kedua adalah sahabat sendiri. orangtuanya ingin membuat warnet dan berlangganan dengan kita. awalnya minta tolong2, karena sama sekali ga ngerti bisnis warnet. ya kita tolong. maklum orang bae. kemudian setelah warnetnya sukses, ramai, berhenti berlangganan dengan kita. lucu lagi hehehe

beberapa sodara yg laen yg jd klien juga bgitu. karena over-ekspektasi jadinya banyak disuruh ini itu yg sebenernya diluar skup kerja dan kontrak hehe

disisi lain banyak klien2 baru berdatangan karena puas dengan layanan yg ada. jadi dari sisi kualitas layanan, kami tidak ada masalah dan lebih baik dibanding perusahaan sejenis

nah, jadi morale of story nya adalah
1. bisnis is bisnis, sodara is sodara, proyek amal is proyek amal.

2. jangan pernah ada diskon khusus untuk teman or sodara, klo perlu lebih mahal. karena bakal lebih banyak protes, dan kita banyakan ga enaknya klo nolak2

3. ketika urusannya kerjaan, ya ada bayarannya. jangan banyakan kasian, lha nanti nutup overhead pake apaan coba. tapi klo mau amal ya jgn harap balasan selain pahala kekeke

4. klo sama teman or keluarga ga ada jaminan ga di complain kan? makanya jgn kasih diskon, apalagi kasih gratis. sama2 nerima complain, mending sambil ngantongin duit kan. daripada complain diterima, duit jg ga ada hehehe

5. dunia itu luas. isinya bukan cuma keluarga or sodara aja kok. malah banyak orang2 yg baru kenal eh malah ngerti etika2 bisnis.

6. ketika klien lain tidak ditolerir untuk ngutang, bgitu jg keluarga sendiri or temen sendiri (biasanya temen yg ga ngerti bisnis)hehehe.

7. Banyak2 sabar yaaa..

tulisan saya diatas jg tidak bisa dijadikan generalisir, tapi saya yakin banyak temen2 yg punya kasus serupa.. ada yg mau di share?

Kamis, 13 Agustus 2009

Pengusaha sambilan dan poligami

"Saya punya karyawan yg hebat, dengan itu saya bisa delegasi tugas dan bisa kerjain yg laen. Passive income nih!"
sekilas terasa manis..
dan hal ini mungkin terjadi, keberuntungan pemula klo minjem istilah Kiyosaki

tapi setaun kemudian
"karyawan saya buka usaha sendiri, trus gimana nih bisnis ga jalan? ga sanggup lagi nih bayar sewa tempat, dll dll.."

ah dat typical..

ribuan orang punya status Full TDA, mungkin ribuan orang juga yg menghabiskan waktu2nya lebih banyak untuk bisnisnya. konsentrasi full 100% untuk bisnis. Itu aja bisa bangkrut kok bisnisnya!

Lha, ini sungguh keren. punya bisnis tapi disambi jadi pegawai kantoran. yg harusnya mengeluarkan 200% kemampuan dan konsentrasi supaya paling tidak sama dengan yg full TDA. kok mengharapkan bisnis yg lebih (atau paling tidak sama) dengan yg full TDA? padahal toko ditengok juga engga, alasannya klasik "kan delegasi karyawan, kan passive income, kan jadi pengusaha enak, dll"

ya rasain deh klo bangkrut..
maksudnya nikmati aja, dan ambil hikmahnya..

saran saya buat temen2 yg pingin usaha sambil nyambi,
- jangan pake modal gede
- jangan beli aset (misalkan ruko, alat2 dsb, klo bisa kontrak/sewa aja)
- jangan pake karyawan (lha kerjaan sbg pegawai kantoran gimana? ya risiko lah jadi pengusaha sambilan)
- pilih jenis usaha yg kira2 kita betah ngabisin waktu di tempat usaha kita itu atau jualan produk usaha kita
- jangan lama2 disambinya. buruan resign dari kantor kalo brani n yakin

contoh misalnya mau usaha sampingan jualan gorengan. Boleh ada karyawan di pagi hari, tapi pas sore hari kita sendiri yg jaga. atau bantu2 karyawan yg ada. ya, SETIAP HARI. dinikmati. klo ga bisa nikmati ya ganti bidang usaha, klo ga punya duit buat ganti usaha ya berdoa aja supaya bisa menikmati hehehe.. sapa tau doanya makbul

Saran saya yg lain adalah. klo mau nyambi usaha, suami-istri jgn 22nya kerja. mending istri suruh resign buat bisnis. nah suami support klo pas ada waktu luang. Ini mah seringnya 22nya pada kerja kantoran, trus bisnis ga pernah ditengok, pas bangkrut protesnya paling gede ke Allah.

Jadi terimalah nasib anda sebagai para pengusaha sambilan. Nasib anda adalah harus memberikan effort yg lebih besar untuk mengurusi bisnis anda. Ya, hampir sama ketika para lelaki mutusin poligami. Ya risiko lah klo istri tua jadi marah2, istri muda manja2 minta perhatian, jam istirahat jadi kurang, makan jadi kurang, kantong jadi tipis.

Nah, jangan iri juga klo ada pasangan monogami yg bisa santai, bisa ngabisin waktu sama anak2 n keluarga, lebih disayang keluarga dll.. walaupun banyak juga pasangan monogami yg berantakan, dan keluarga poligami yg damai. Tapi ya itu tadi, butuh effort lebih.

So, itu tergantung pilihan anda. Tapi inget, jangan lari dan cengeng dari risiko pilihan anda. Klo udah milih nyambi (poligami) ya jgn iri sama hasil yg didapat org2 yg fokus.. okey..

smoga berguna

Selasa, 11 Agustus 2009

Penting untuk pemasaran

Jaman sekarang ini tantangan untuk bisnis semakin tinggi karena tingkat kompetisi. akses informasi begitu bebas, sehingga tak heran perusahaan yg berumur ratusan tahun pun bisa bangkrut..

Ga usahlah pake konsultan2 orang bule, toh yg di negeri bule sono juga pada bangkrut tuh bisnis2nya. justru sektor UMKM lah yg sebenernya paling kuat menghalau badai krismon..

begitu pun perusahaan saya, harus banyak kreatip untuk terus bertahan dan berkembang. Berikut ini hal2 yg perlu kita perhatikan untuk pemasaran, karena kita pun seorang marketer.

1. Orang2 sekarang menjadi lebih berbeda.
makanya orang jadul makin susah idup.. pemikiran2 jadul jg udah ga relevan. belajar ekonomi di kampus, ketika lulus udah ga sesuai sama kenyataan. semangat belajar harus tinggi, karena dunia cepat berubah. Anak2 bisa melakukan empat atau lima hal sekaligus, sementara kite yg tua2 cuma bisa 1-2 pekerjaan.

2. Pemasaran tradisional sudah di titik kritis. Ada riset yg menyebut bahwa 54% konsumen di Amerika melarang telemarketing. Tuh! baca nih tulisan yg bener ya! buat para agen asuransi, sales forex/komoditas, jualan MLM... baca bener2 ya... orang udah pada keganggu sama telemarketing. So, jangan mencoreng perusahaan anda, atau bahkan diri anda sendiri, dengan ber-telemarketing kekekekee...

3. Keputusan untuk membeli dilakukan dengan segera. Rata2 keputusan yg diambil untuk memilih merek yg dibeli hanya membutuhkan waktu 2,6 detik..
Gimana ya cara nawarin produk kita klo waktu yg dibutuhkan cuma 2,6 detik?

4. Pasar2 menjadi lebih kompetitif. Intensitas kompetisi meningkat 3 kali lipat dalam sepuluh tahun terakhir

5. Produk2 lebih cepat ditiru dan mudah menjadi ketinggalan jaman. hiks.. salah satunya ya bisnisku ini.. teknologinya berubah cepat, bisa ngos2an klo ngikutin terus hehe. Lifecycle produk berkurang hingga 70% dari umur normal. Orang jadi pada bingung deh, bikin bisnis plan untuk 5 tahun, ga taunya bisnisnya cuma bisa bertahan 1,5tahun aja... hayo lhooo

6. Para konsumen jadi semakin bingung dengan banyaknya pilihan. Rata2 orang dpt menerima 300 pesan setiap harinya.. wah tantangan nih

7. Teknologi ternyata telah menjadi acuan penting untuk konsumen dalam melakukan pembelian. 42% konsumen menggunakan internet sebelum membeli mobil baru

8. Namun percaya atau tidak, 75% konsumen ternyata ujung2nya membeli berdasarkan rekomendasi orang lain juga

9. 60% investasi yg dilakukan pada merek baru memberikan hasil pada tahun mendatang. dan bukan pada tahun ini. catet tuh. Apalagi klo kita ga investasi sama sekali, maka baru memberikan hasil di kehidupan mendatang hahahahahahah

10. Banyak bisnis beroperasi dalam waktu singkat, tapi disisi lain investor2 besar melihat potensi bisnis paling tidak untuk 4 tahun ke depan

11. Fakta yg ada, kebanyakan value bisnis sekarang dilihat dari intangible asset... so, jangan lupa investasi di aset jenis yg satu ini

12. Talenta pemasaran sangat penting dalam kepemimpinan bisnis, 21% dari CEO FTSE adalah pemasar, dan menghasilkan lebih baik daripada yg lain.. Ya klo bisnis kita mau bagus, mau ga mau harus jadi pemasar yg baik..

smoga berguna yaw

Kamis, 06 Agustus 2009

Fokus dan empat tips awal mencari guru bisnis

kejadian di beberapa hari terakhir

"Zan, oi cariin mobil XXX donk di Jakarta. Biasanya harganya 100jt, klo dijual dikota Lek (Pak lek) harganya 125jt. Lumayan kan! nah kita patungan yuk fifty-fifty"

"Zan, ada tuh si bapak XXX baru aja buka salon mobil, modal cuma 30jt, keuntungan bisa 10jt/bulan. gimana mau buka ga?"

"Zan, ada si X tuh, baru 17 tahun, di tahun 2009 udah gain 2000% di saham"

"Zan jualan makanan jenis XXX yuk pake gerobak, pasti rame nih lagi bulan puasa sebentar lagi. balik modal paling cuma 3 bulan"

Hehe kyknya ngga deh.. saya lebih milih untuk fokus di bisnis saya sekarang walaupun return yg didapat mungkin tidak sebesar gembor2 diatas.

Pengalaman lebih dari 5 tahun untuk berdagang memang tidak bisa dibohongi, dan juga tidak bisa di karbit ilmunya. Tapi tenang saja, disini saya mau berbagi pengalaman saya selama itu.

salah satu kesalahan pengusaha pemula adalah mudahnya kegoda untuk tidak fokus berbisnis. Seperti melihat air hujan deras dan ingin menampung airnya dengan ember kita. kita lari2 mondar-mandir untuk mendapatkan air yg tercurah deras itu.. akhirnya malah ga dapet apa2 (ya paling ngga dapet pengalaman ehehehe). sementara kita melihat ember yg terdiam di pojok justru menampung air hujan hingga luber..

begitu juga ketika melihat bisnis teman2.. nah ini nih..
sebelumnya mohon maaf bukan bermaksud menggurui..

karena banyak sekali orang seperti saya dahulu kala, yg menghendaki sekali figur seorang mentor karena ga pede mau mulai bisnis. Karena dengan adanya mentor/guru yg ideal, kita bisa menghindari kerugian2 akibat bisnis yg tidak fokus.

Berikut ini hasil diskusi saya dengan beberapa pengusaha yg jam terbangnya diatas 5 bahkan 10thn. inilah tips mencari guru

1. Carilah guru yang ga mau dibayar..
Pengusaha sejati itu pasti ingin sekali memiliki banyak duplikat alias orang2 yang bisa menikmati peran wirausaha. Makanya klo ada yg jargon nya coach bisnis tapi minta bayaran ya buat saya sih ga layak jadi guru. walau bukan berarti bisa diabaikan ilmunya.

Adalagi yg walaupun ga mau dibayar, tapi ada tendensi supaya kita membeli produk dari pak guru itu. klo prinsipnya suka sama suka sih ga masalah, yg penting sadar resiko. Tapi klo sikap sang guru itu berubah ketika kita ga mau beli produknya, ya tinggalin aja. Dia bukan guru yang baik berarti :)

tapi walau ga mau dibayar bukan berarti kita bisa semena-mena. Banyak2 pengertian akan kesibukan sang guru, klo perlu bantu sang guru keluar dari kesulitan, dsb dsb..

saya pernah punya guru yg hanya ada waktu adalah ketika shalat shubuh di komplek blio. ya mau ga mau saya subuh disana


2. Carilah guru yang bisnisnya fokus
suka heran deh klo ada pembicara yg bisnisnya udah macem2. "saya bisnis retail, trus pendidikan juga, trus agro juga, trus makanan juga, trus trus trus..." padahal mulai bisnis baru kemaren sore.
bukan berarti ga mungkin sih, tapi klo anda sedang bicara disebuah forum yg isinya pengusaha dengan pengalaman 5thn keatas, ya be careful...

karena lagi2 saya bilang, pengalaman tidak bisa dibohongi. Bagi pengusaha dengan jam terbang belasan tahun, dengan mudah bisa membaca itu semudah seperti kita sedang membaca anak umur 5 tahun yg sedang belajar berbohong.. yak semudah itu :)


3. Carilah guru yang membesarkan bisnisnya sendiri
adalagi pembicara entrepreneur yang ketika ditanya bisnisnya apa? "saya punya sekian cabang franchise X, sekian cabang Franchise Y, belasan cabang franchise Z" walah....

bukan berarti ga ada ilmunya sih. pasti ada kok ilmu yg bisa kita ambil. cuma menurut saya yg kyk gini jangan dijadiin referensi.

Apalagi klo ada pengusaha yg keliatannya sukses, tapi masih aktif MLM misalnya. Wah apapun alesannya, saya jamin, bisnisnya lagi mandek. yang beginian kurang bagus klo dijadiin guru dan dimintakan pendapat.


4. Carilah guru yang kesibukan sehari2nya ya jagain toko or bisnisnya itu
coba liat Pak Haji Alay yg sehari2 jaga tokonya, Pak Roni juga begitu, lebih banyak waktu untuk mikirin bisnisnya dengan penuh passion dan kesenangan.


Intinya sih berguru bisa sama siapa aja, bahkan sama yg gagal sekalipun bisa jadi guru. Nyari guru yg seperti diatas memang susah, tapi bukan berarti ga mungkin. Emang sih lebih repot. Klo mau gampang ya bisa aja pake jasa business coach, tinggal bayar n dia dateng hehehe.. ya tapi kurang ideal. klo mau yg bagus kan emang harus repot dikit.

N Jangan lupa, klo udah ketemu guru yg sesuai, kita lebih sering memberi dan jgn mulu nodong ilmunya (hehehe bisa bgt yak ngomong bgini, padahal saya jg belom bisa kasih apa2 ke pak guru. walau terus berusaha)

smoga berguna
dan mohon maaf klo ada salah2 kata, ini cuma pendapat saya yg bisa salah..

Selasa, 04 Agustus 2009

Produktifitas itu penting

Sekarang dikit2 bahas paper aset ya hehe
maklum, baru winning BUMI.

buat para investor, pasti tau banget baru beberapa bulan yang lalu IHSG sempet nyentuh angka 2500-an.. nah, baru juga "kemaren sore" sentuh angka 1200.. dan sekarang? mau tembus ke 2400

bener2 Roller coaster.
kita inget gimana Aburizal Bakrie sempet jadi orang terkaya nomor satu di Indonesia. Ketika saham anjlok, Om Ical ini kelempar beberapa peringkat ke bawah.

bayangkan, dalam sekejap banyak orang Indonesia kehilangan aset nya hingga separo lebih. banyak yang putus asa, banyak yang menyerah. disisi lain, disaat index menyentuh bottom, banyak investor masuk dan dalam sekejap mendadak kaya.

jadi inget ali imran 26-27

Katakanlah (Wahai Muhammad): “Wahai Tuhan yang mempunyai Kuasa! Engkaulah yang memberi Kuasa kepada sesiapa yang Engkau kehendaki, dan Engkaulah yang mencabut kuasa daripada sesiapa yang Engkau kehendaki. Engkaulah juga yang memuliakan sesiapa yang Engkau kehendaki, dan Engkaulah yang menghina sesiapa yang Engkau kehendaki.

Dalam kekuasaan Engkaulah saja adanya segala kebaikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu. “Engkaulah (Wahai Tuhan) yang memasukkan waktu malam ke dalam waktu siang, dan Engkaulah yang memasukkan waktu siang ke dalam waktu malam. Engkaulah juga yang mengeluarkan sesuatu yang hidup daripada benda yang mati, dan Engkaulah yang mengeluarkan benda yang mati daripada sesuatu yang hidup. Engkau jualah yang memberi rezeki kepada sesiapa yang Engkau kehendaki, dengan tiada hitungan hisabnya. (Ali Imran: 26-27)

nah, pertanyaan selanjutnya. Katakanlah kita menjadi kaya mendadak. Dapet duit dadakan 100 milyar dari saham misalnya. Saya harap kejujuran anda wahai para pengusaha indonesia, mau bisnis apa dengan uang 100 milyar? apakah anda bisa menjamin profit yang sesuai? Net profit, IRR, ROI, BEP yang baik dsb? saya jamin tidak ada yang berani ambil. Kecuali pengusaha bodoh yang rakus lagi ga amanah.

karena uang 100 Milyar pun dengan mudah bisa lenyap seketika jika kita tidak menjadikannya sebuah "pohon" untuk kemudian dipetik "buah"-nya. Klo cuma ngabisin duit 100 milyar toh anak SD juga bisa. Tapi untuk membuat 100 Milyar itu produktif dengan cashflow dan net profit tertentu yg sustainable, itu yg sulit.

Yupe disinilah letaknya. Arti penting produktifitas. Islam tidak pernah menekankan pada banyak nya aset, tapi pada produktifitas. Islam tidak menekankan pada banyaknya devisa, tapi concern pada cepatnya perputaran uang. Islam menekankan pada amal nyata sehari2, bukan pada dampak. Seperti ilmu manajemen terbaru, yakni management by process, bukan by objective, bukan dari hasilnya tapi proses.

Maka dari itu, tujuan manusia diciptakan itu untuk ibadah (baca : aktualisasi diri).

Surah:51.Az-Zariyat.
"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku."

Coba jika kita disiram duit 100 milyar, bisa jadi kita udah ga nengok usaha kita sekarang. yang pasti klo status kita sekarang adalah karyawan, dijamin kita pasti resign. trus ibadah kita berkurang. yang pasti banyak waktu yang kita habiskan sia2 alias tidak produktif. maklum, pede tinggi karena ada bekingan 100 milyar. tapi percaya deh sama saya, tuh duit pasti habis!

bayangin status kita dulu yg walaupun hanya tukang sapu, asal niat kita ikhlas karena Allah kan ibadah juga. waktu kita pun produktif untuk menjaga kebersihan dll. tapi abis ketiban duit 100 Milyar, pasti kita jadi males2an, cuma ongkang2 kaki dsb.. (baca: ga produktif)

padahal dari sudut pandang ilmu apapun (agama, science, psikologi, sosiologi, dll) manusia yg produktif (alias jadi tukang sapu) lebih baik daripada yang ongkang2 kaki. Manusia yg ongkang2 kaki begini nih yg dulu dihabisin sama rezim Hitler karena dianggap tidak produktif.

Makanya saya heran klo ada orang mau jadi pengusaha adalah supaya bisa ongkang2 kaki. Ini rumus darimana sih? coba aja liat Bob Sadino yg sehari2nya masih di Kemchic, Liat Bang Sandiaga Uno yang masih jadi CEO alias karyawan, bahkan Warren Buffet sekalipun ga mau punya supir pribadi, kemana2 masih nyupir sendiri. Karena mereka lebih memahami nilai2 yg islami, yakni produktifitas.

"Barangsiapa yang pulang ke rumahnya di sore hari dan merasakan kelelahan karena kedua tangannya bekerja di siang hari, maka pada malam itu dia akan mendapat ampunan Allah SWT." (HR. Thabrani)

Nah, kenapa Rasulullah lebih menekankan "lelah"nya daripada "hasil"nya? ya itu tadi, management by process, produktifitas. masalah hasil kan urusan Allah.

"Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya". (Ath-Thalaq : 3)

tawakal adalah kata yg luas, termasuk ikhtiar di dalamnya. Orang yg berikhtiar adalah orang yg produktif. maka Allah akan mencukupkan..
luar biasa sekali.

seperti tulisan saya yg lalu, klo naek gunung bisa sekali kejap pasti ga seru.
klo bisnis dapet 100 milyar sekali kejap, juga pasti ga seru..
oh i see now, yg lebih penting adalah produktifitas.

saya mencintai pekerjaan saya sekarang, saya produktif!
dan sepertinya ketika saya dibayar 100 milyar untuk berhenti menjadi produktif, rasa2nya saya ga mau..

ya.. ya.. seperti firman Allah diatas, Allah yang akan mencukupkan..
ternyata hidup saya yg sekarang ini sudah "cukup"
karena kapasitas saya sekarang ya baru segini, saya juga bingung klo tau2 ketiban duit 100 milyar. bisa gila klo kata Bang Jay
saya juga ga punya kebutuhan tertentu yg membutuhkan duit 100 milyar..
kayaknya bener udah "cukup" deh ga perlu ngoyo

Yuk ah tetep produktif, apapun profesi kita, pengusaha, tukang sapu, programmer, pengacara.. insya Allah akan dicukupkan
toh ternyata manusia itu sebenernya hanya perlu kata "cukup"

berikut ini saya lampirkan klo agama kita tuh menekankan produktifitas. Jadi jangan mau jadi pengangguran, apapun alasannya (termasuk alasan punya passive income). hadits2 Rasulullah. Buat oleh2 nih hehe
”Siapa saja pada malam hari bersusah payah dalam mencari rejeki yang halal, malam itu ia diampuni”. (HR. Ibnu Asakir dari Anas)

”Siapa saja pada sore hari bersusah payah dalam bekerja, maka sore itu ia diampuni”. (HR. Thabrani dan lbnu Abbas)

”Tidak ada yang lebih baik bagi seseorang yang makan sesuatu makanan, selain makanan dari hasil usahanya. Dan sesungguhnya Nabiyullah Daud as, selalu
makan dan hasil usahanya”. (HR. Bukhari)

”Sesungguhnya di antara dosa-dosa itu, ada yang tidak dapat terhapus dengan puasa dan shalat”. Maka para sahabat pun bertanya: “Apakah yang dapat menghapusnya, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: ”Bersusah payah dalam mencari nafkah.” (HR. Bukhari)

”Apabila kamu selesai shalat fajar (shubuh), maka janganlah kamu tidur meninggalkan rejekimu”. (HR. Thabrani)

”Berpagi-pagilah dalam mencari rejeki dan kebutuhan, karena pagi hari itu penuh dengan berkah dan keherhasilan.” (HR. Thabrani dan Barra’)

“Sesungguhnya Allah Ta‘ala suka melihat hamba-Nya bersusah payah dalam mencari rejeki yang halal”. (HR. Dailami)

“Sesungguhnya seseorang di antara kamu yang berpagi-pagi dalam mencari rejeki, memikul kayu kemudian bersedekah sebagian darinya dan mencukupkan diri dari (meminta-minta) kepada orang lain, adalah lebih baik ketimbang meminta-minta kepada seseorang, yang mungkin diberi atau ditolak.” (HR. Bukhari dan Muslim)

“Sebaik-baik nafkah adalah nafkah pekerja yang halal.” (HR. Ahmad)

“Sesungguhnya Allah SWT sangat menyukai hamba-Nya yang Mukmin dan berusaha”. (HR. Thabrani dan Baihaqi dari lbnu ‘Umar)

”Barangsiapa yang bekerja keras mencari nafkah untuk keluarganya, maka sama dengan pejuang dijaIan Allah ‘Azza Wa Jalla”. (HR. Ahmad)

semoga berguna :)

Rabu, 22 Juli 2009

Jangan Menyerah

hehe bingung mau nulis judul apaan..
jadi inget lagu D'Massiv yg baru..

awalnya adalah pertemuan dengan sang Guru Timur, beliau menasehati tentang makna dari kegagalan..
berikut kira2 pelajaran dari beliau.

"Jika sebuah peti kita dorong dengan kekuatan tertentu, dan tidak bergerak. kemudian kekuatan kita dobel, tidak bergerak juga.. kita naikan 3 kali lipat, tidak bergerak juga. Bahkan 10 kali lipat pun tidak bergerak. Pasti kita semua mengatakan bahwa itu adalah suatu kegagalan"

"Tapi lucunya, orang seperti Hamzah ra yg menemui syahidnya di medan Uhud, kita semua pasti bilang bahwa Hamzah tidak gagal"

"Ketika saya bertanya kepada peserta seminar, smua menjawab bahwa niat adalah alasannya. Karena niat Hamzah adalah ridha Allah, maka ia tidak gagal, sebaliknya ia menang."

"Maka saya bertanya balik, lalu apa bedanya dengan mendorong peti tadi?? selama niat saya mendorong adalah karena Allah, berarti saya tidak gagal!"

hmm... menarik...
kemudian beliau melanjutkan..

"seandainya kita selalu meningkatkan kekuatan kita untuk mendorong peti setiap harinya, itu lah keuntungan.. tetapi klo kita menggunakan kekuatan yg sama setiap harinya, itu lah kerugian. apalagi klo kita semakin melemahkan kekuatan dorong, itu celaka. begitu kata sayyidina Ali ra"

"masalah peti bergerak atau tidak, itu urusan Allah. bisa jadi Allah justru membuatnya mundur. itu diluar kekuasaan kita. jadi, BERGERAK ATAU TIDAKNYA PETI, ITU BUKAN URUSAN KITA. tugas kita hanyalah meningkatkan usaha kita"

"Jadi, jangan menggunakan parameter kesuksesan dengan sesuatu yg berbau keduniaan.. sukses adalah ketika kita konsisten menjalankan apa yg Allah perintahkan dan menjauhi laranganNya. Bagi saya, pengusaha yg hobi sogok-menyogok dalam proyek dia tidaklah sukses. Sebaliknya pengusaha yg menjaga rizkiNya dari yg haram2, barulah dia disebut sukses.."

"sukses adalah ketika kita istiqomah... dan juga kita selalu meningkatkan ikhtiar kita seperti mendorong peti tadi"

waw.. berasa ditonjok..
untuk tetap istiqomah kita harus memiliki kecintaan yg tinggi..
maka sepulang dari situ penulis langsung berdoa
"Ya Allah... karuniakan hamba sebuah wasilah (maksudnya sarana bisnis) yg hamba cintai.. atau jadikan hamba mencintai wasilah/bisnis yang hamba sedang jalankan..."

oke, kemudian saya cuci otak saya..
kini saya ga peduli sama target2.. karena bergerak atau tidaknya peti, itu bukan urusan saya
fokus saya adalah bagaimana supaya ikhtiar kita selalu meningkat setiap harinya
untuk mengindari rasa malas, saya berdoa seperti yg dicontohkan Rasulullah

“Allahuma inni ‘audzubika minal hammi wal hazan, Allahuma inni audzubika minal ajzi wal kasal, Allahuma inni audzubika minal jubn wal bukhl, Allahuma inni audzubika ghalabati daini wa qohrirrijal ”
Wahai Allah aku berlindung kepada-Mu dari kegundahan dan kesedihan, dari rasa lemah dan kemalasan, dari kebakhilan dan dan sifat pengecut, dan dari beban hutang dan tekanan orang-orang (jahat).

Alhamdulillah, ketika setiap sehabis solat membacanya, rasa malas langsung hilang..

kemudian saya bersama teman2 melahirkan jargon "Tiada hari tanpa penawaran"
entah dengan pertemuan2 bersama calon klien, penawaran via email, bahkan hingga menempel pamflet di jalanan. hehe..
siang2 kena panas.. wah alhamdulillah, ternyata lagi2 doa nya dikabulkan..
Allah yang menguasai hati ini telah membuat saya jatuh cinta yg sangat dalam dengan bisnis yg skrg..
alhamdulillah..

satu hari kita melakukan 20 hingga 50 penawaran..
dan hampir sebulan kita selalu konsisten untuk seperti itu

waw...
luar biasa efeknya..
ya lagi2 saya bilang cuma "efek"

karena saya sudah sukses ketika saya konsisten meningkatkan ikhtiar saya hehe
ISP saya kebanjiran calon klien (www.net-cyber.com dan www.cybernusa.com)
divisi komputer juga kebanjiran order (www.jasakomputer.com pdhl web-nya aja belom bener)
warnet saya pun mencetak rekor yg belom pernah didapat setahun terakhir. padahal kita menyaksikan banyak warnet bertumbangan atau bangkrut (www.warnet-alpha.net)
bisnis Agro juga menunjukan tren kebangkitan..

Ah saya ga mikirin.. lagi2 itu cuma efek...
karena saya sudah sukses ketika saya berusaha :)

sementara ini dulu penjelasan saya tentang status facebook saya terakhir "menghimbau para sales net-cyber untuk menghentikan sementara penawaran, karena kantor pusat kewalahan menangani permintaan baru"

Hari ini adalah hari terbaik dalam hidup saya ...
Hari terbaik karena saya telah memberikan usaha terbaik yang bisa saya berikan!

Kamis, 04 Juni 2009

Berbisnis bermodalkan ketakwaan...

Basi banget ya judulnya...

ceritanya Selasa kemarin, ditemani bapak Dedy (owner dan CEO PT.Alpha Multimedia Tech www.net-cyber.com) dapet kehormatan karena salah satu guru kami, Bpk Robbyantono, bersedia meluangkan waktu untuk bersilaturahmi.

so, as always, sayang nih klo perkataan2nya yg bergizi itu tidak didokumentasikan untuk diwariskan ke anak-cucu hehehe..

setelah ditraktir makan,
kira2 beginilah perkataan2 beliau..

"bertahun2 saya berbisnis, ternyata kesimpulan saya mengerucut bahwa kesuksesan kita itu pada akhirnya bergantung dari kedekatan kita kepada Allah"

waw.. opening yg bagus hihihihi..
tampak Dedy semakin serius

"saya pernah bertemu dengan pengusaha sukses, beliau punya perusahaan di Perancis, Malaysia, punya peternakan di New Zealand, dan lain2. Beliau ini ketika akan ekspansi bisnis baru, satu hal yg pertama ditanya adalah apakah bisnis baru ini akan membuat kita semakin bertakwa? dan juga mengajak orang2 untuk bertakwa?"

hehehe klo kita mah ada bisnis baru pasti pendekatannya, berapa lama ROI? berapa lama BEP? betul ga... tapi ini ada sebuah pendekatan baru, yaitu ketakwaan

"maka ketika orang itu ditanya kunci suksesnya ya beliau jawab bahwa kuncinya adalah takwa"

"mas, klo ustadz yg ngomong kunci sukses bisnis adalah takwa, biasa aja toh. tapi ini yg ngomong adalah pengusaha yg tinggal dikawasan elit, dengan kendaraan mercy nya, dan perusahaan2nya yg tersebar di berbagai negara. Ya, beliau bilang kunci sukses bisnis adalah takwa!"

"coba perhatikan ibadah2 wajib kita. apakah dengan bisnis kita sekarang sudah membuat kita shalat wajib berjamaah di masjid?"

"seharusnya kita heran ada orang yang berani menunda waktu shalat karena urusan bisnis. Padahal kita sama2 tahu bahwa yg mengatur rezeki itu adalah Allah, padahal kita sama2 tau bahwa yg memiliki diri kita adalah Allah, bahkan kita tau bahwa semua yang ada di bumi dan langit juga milik Allah"

"mas adzan, kita sering mengeluh karena bisnis kita. Kita mengeluh karena mengecewakan pelanggan, mengecewakan karyawan, mengecewakan investor, mengecewakan keluarga, tapi pernah kita berpikir klo kita sering mengecewakan Allah?"

kemudian ditutup dengan perkataan,

"kita kan paham banget tuh klo kita harus bergantung sama Allah, nah pertanyaannya, layak-kah Allah menolong kita?"

terakhir, alhamdulillah Pak Robby bersedia dilamar menjadi guru kita hehehe

Trima kasih Pak Robby, smoga Allah membalas kebaikan bapak dengan balasan yg berlipat, amiin..

Mau nambahin Ded?

btw buat pak Robby, kami siap menerima tantangannya insya Allah

Sabtu, 25 April 2009

Harga dan persepsinya

sedikit dari hasil perenungan..

kenapa klo kita belanja di pasar becek, kita bisa nawar harga?
tetapi klo belanja di carrefour, ga kita tawar harga nya?

kenapa klo kita di toko obat tradisional bisa kita tawar harga nya?
tapi klo beli di apotik atau toko obat modern spt century, guardian, ga kita tawar?

kenapa klo kita beli buah di tukang sayur keliling bisa kita tawar?
tapi klo beli di toko buah seperti Total tidak kita tawar?

kenapa klo kita belanja di tanah abang bisa kita tawar?
tapi klo beli di Matahari, atau Manet misalnya, ga brani kita tawar?

kenapa langganan internet-an kita ga brani kita tawar?
kenapa langganan pulsa kita ga brani kita tawar?
kenapa cicilan mobil/rumah kita ga brani kita tawar?

ini adalah masalah persepsi..

perusahaan2 tersebut telah membuat kesan yg seolah2 tidak bisa ditawar. Dan paling tidak, pembeli akan dibikin malu untuk menawar harga barang kita.

saya pun tes kecil2an..
suatu hari saya membeli obat di apotik, kemudian saya tawar harga.
dan ajaib!
harga bisa ditawar!

kita, sebagai pengusaha, harusnya membuat produk kita yang membuat persepsi bahwa harga produk tsb adalah harga pas..
berikut cara2nya


1. layout toko kita dibuat sedikit modern

hal ini akan menimbulkan efek ke pelanggan bahwa kita bukan toko murahan, dan akan menimbulkan persepsi bahwa harga tidak bisa ditawar. termasuk toko online kita disini


2. beli mesin buat kasir, atau timbangan digital

pernah perhatikan tukang buah pinggir2 jalan yg skrg menggunakan timbangan digital untuk menimbang buahnya? ya.. sepanjang pengamatan saya, harga yg dicetak ditimbangan itu jarang untuk ditawar orang, bahkan ibu2 sekalipun!

saya pernah beli buah di pinggir jalan yg menggunakan timbangan digital. Seperti biasa, sifat iseng saya keluar. pada saat itu saya tidak membawa kendaraan, dan hanya memakai kaos dan celana belel. pokoknya tampilannya kere bgt dahh

Kebetulan pemiliknya adalah ibu2. ketika saya tawar harganya, ibu2 itu kaget dan melototi saya. seolah2 mengatakan, "kamu kampungan banget sih, aku udah pake timbangan digital lhoo.. kok masih ditawar!"

lah saya bales pandangannya itu sambil ngomong jg dihati "emangnya orang nawar itu dosa bu!"

dan bener, ibu itu seperti marah dan tersinggung. intinya harga tidak bisa ditawar. hehe kaget kali ya ada orang yg out of the box seperti saya hehe.

Begitu juga pengalaman saya dengan mesin kasir digital..
adalah sebuah toko material bangunan yg di modernisasi. Padahal toko itu hanyalah berjualan digarasi rumahnya pinggir jalan (orang2 kampung tengah pasti tau deh hehe). Tapi layout toko dibikin modern, dan menggunakan mesin kasir digital itu.

akhirnya persepsi orang
"harga tidak bisa ditawar"
"wajarlah harga mahal"

nah menarik bukan..
bahkan pelanggan kita bisa memberikan justifikasi atas pricing kita yg mahal hehehe..

nah lagi2 saya tes, saya beli engsel pintu. harga 126rb ditawar jadi 125rb cuma turun seribu perak hehehe..



3. harga keriting dan tempel stiker/ label harga

misalkan harga produk kita Rp 123.426
pasti menimbulkan persepsi bahwa harga itu adalah harga pas
hal ini dilakukan oleh retail2 besar. Dan pernahkah ada orang yg brani nawar harga di Carrefour? Alfamart? Indomaret?


4. karyawan menggunakan seragam

seragam yg bagus yaa
dijamin, pelanggan akan malu klo mau nawar harga


5. Tagihan/bon/kwitansi dicetak secara digital

trust me, it works!


6. Berikan diskon, hadiah, atau up selling

Diskon 20% untuk kerudung
Beli kerudung dapet manset
Beli satu kerudung, dapet diskon 50% untuk kaos kaki misalnya.
ya begitulah..


Walah.. masih kesel jg tuh sama ibu2 penjual buah..
sampe skrg ga balik lagi ke toko buahnya..

so,
walau kita punya trik untuk "harga pas"
tapi tetep harus ramah sama pelanggan :)
setuju???

www.adzanwahyu.com

Selasa, 21 April 2009

The Swordless Samurai

Julukan untuk legenda Jepang, Toyotomi Hideyoshi

kisah lengkapnya ada di buku Taiko,
sedikit ceritanya diangkat dibuku yg baru dicetak mas haikal berjudul The Swordless Samurai.

Hideyoshi adalah tokoh pemersatu Jepang, bahkan konon sempat mencoba ekspansi wilayah ke China dan Mongol.

Tapi ketika ditilik ke belakang, ternyata Hideyoshi hanyalah anak seorang petani, bukan kasta Samurai. Perawakannya kecil, sebagian orang bahkan majikannya Oda Nobunaga memanggilnya "Monyet".

Tidak pandai bermain Katana, keahliannya hanyalah imajinasi, negosiasi, diplomasi, dan strategi. Itu sudah lebih dari cukup untuk menyatukan Jepang Raya. dan mendapat posisi yg paling terhormat di Jepang.

sekali lagi, hideyoshi adalah anak petani miskin, berperawakan pas2an (dipanggil monyet), ga bisa main pedang. parah kan hehehe

hampir sama seperti saya, dan kebanyakan teman2.. ya.. kita adalah swordless samurai juga.. tentu saja sebagai pengusaha

- kita bukan anak orang kaya
- kita ga ganteng (gw doank kali yak hehe)
- kita ga punya modal
- kita bukan anak pejabat yg bisa jadi pengusaha dadakan lwt proyek2 pemerintah
- kita ga punya bakat dagang
- dll dll

kita hanya perlu bekerja secara cerdas, dan tentu saja menyenangkan :)

Ya.. kita adalah The Swordless Samurai

Minggu, 19 April 2009

Ide Outsource PRT

hehe
tulisan ini sebenernya dari pengalaman temen2 yg pada susah nyari tenaga PRT.
Udah nyarinya susah, sekalinya dapet orangnya malah kaga bener.
ga betahan lah, hobi ngutil lah, dll dll..

pokoknya jaman sekarang susah cari PRT,
orang2 di kampung pada milih jadi TKW atau buruh pabrik
lebih bergengsi lahyaw daripada PRT

di sisi lain,
di jakarta ini orang2 bahkan brani bayar 250-300rb per bulan hanya untuk sekedar mencuci baju. Ya, nyuci baju doank. Ga pake ngepel, nyapu, nguras kamar mandi, apalagi masak hehe

Aha! peluang nih!
nah, knapa ga kita bikin usaha yg mem-provide tenaga itu.
lebih enak toh..

modalnya, gampang aja, cuma seragam lengkap ala janitor kantoran yg di outsource itu.
biar karyawan juga bangga, trus kita ga kliatan sbg perusahaan ecek2..
klien kita pun jd bangga

nih itung2annya klo ga percaya..

misalkan 1 rukun tetangga ada 60 Kepala keluarga, anggep cuma 30 kepala keluarga yg menggunakan jasa kita.
(saya yakin ke depan nya, bisa2 60 KK itu akan ga punya PRT sama sekali. dan bakal jadi klien kita)

yg kita perlukan cuma,
1. 6 mesin cuci, dan 4 tenaga operator
2. 4 tenaga untuk nyapu, ngepel, dll
3. tentu saja dengan seragam yg keren dan elit kekeke..

misalkan satu KK ditarik @Rp400rb, (ke depan nya bisa jadi 600rb per bulan)
30 orang maka 12jt per bulan.

pengeluaran untuk tenaga kerja @900rb
8 orang maka 7,2jt
listrik Rp 800rb
total pengeluaran 8jt

so, untung bersih 4jt per RT, gimana klo satu RW? satu kelurahan kekeke
jgn lupa tambahin service cuci mobil or motor bwt nambah2 penghasilan..
tentu saja ada uang jasa juga untuk tenaga kerja kita (alias bagi hasil)

klien kita pun enak, soalnya
1. ga perlu repot jatahin makan PRT
2. klo ada masalah apa2, tinggal komplain ke providernya
3. Ga ada istilah diutangin sama pembantu
4. kaga ada istilah pembantu bawa pacar ke rumah dan berbuat mesum
5. kaga rebutan chanel TV gara2 si mbok mau nonton sinetron
6. ga ada istilah si bapak selingkuh sama si mbok wekekeke
7. ga ada istilah PRT izin pulang krn anak sakit

hayo.. siapa brani tangkap peluang ini hehe

adzanwahyu.com