Tampilkan postingan dengan label agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label agama. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 April 2011

Sebuah Organisasi Paripurna



Organisasi Paripurna

Kita semua sepertinya sepakat bahwa berorganisasi itu sulit, dan tidak mudah. Dari mulai level terkecil berupa keluarga, hingga organisasi besar level Negara. Penulis sendiri baru belajar berorganisasi ketika belasan tahun lalu dipercaya memimpin OSIS di SMU 14 Jakarta, hingga kemudian ber-organisasi dengan mendirikan beberapa perusahaan, dan juga bersama teman-teman mendirikan organisasi bernama Forum Bisnis (FORBIS) dimana penulis dipercaya sebagai ketua nya.

Memimpin keluarga, ataupun perusahaan, jelas lebih mudah dibanding memimpin organisasi seperti partai ataupun FORBIS. Tingkat kesulitan tertinggi adalah ketika kita memimpin para “jenderal”. Di tambah secara usia pun, penulis terbilang yang paling muda.

Saya pernah teringat kata-kata Chairul Tanjung ketika beliau bercerita tentang susahnya memimpin para “jenderal” diawal beliau mendirikan Transcorp. Saat itu beliau mengumpulkan para “jenderal” yang memang ahli dibidangnya.

Belum lagi melihat rumitnya memimpin organisasi bernama Negara. Semua orang berebut menjadi presiden, menteri, anggota DPR, dll. Tak jarang dengan menghalalkan segala cara. Salahnya dimana?

Penulis mendapat inspirasi tulisan ketika sehabis shalat magrib di Mall Artha Gading, sesaat sebelum pertemuan dengan ibu Yulia Astuti (Franchisor salon muslimah Moz5), Mas Ary nugroho, ibu Paramita Suri (istri penulis, owner Chocolata), Mas Donnykris (owner winnertech), dan mas Dudi. (Alhamdulillah bisa bersilaturahmi dengan orang-orang hebat). Tulisan ini harusnya menginspirasi kita tentang bagaimana menciptakan dan membentuk sebuah organisasi yang baik. Sekalian untuk update blog penulis http://adzan101.blogspot.com yang sudah lama tidak terupdate :)

Sadarkah kita bahwa Allah yang Maha Tahu telah menciptakan dan mengajarkan kita tentang sebuah organisasi yang paripurna. Dimana system ini telah berjalan 14 abad, dan tidak ditemukan Bug ataupun error?

System organisasi yang sangat sempurna itu bernama Shalat Jamaah!

Apa buktinya?
1. Ketika penulis shalat jamaah di Mall tsb (seperti shalat jamaah di tempat umum lainnya), tidak ada yang berebut jadi imam. (beda dengan pemilihan presiden). Tidak ada money politic menjadi imam, tidak perlu memakan korban. Subhanallah

2. Organisasi shalat ini telah teruji selama 14 abad! Bugs-free. Tidak ada perubahan semenjak abad ke-7. Perusahaan/Organisasi Coca-cola eksis untuk berapa abad? 2-3 abad? Ini 14 abad bung! Dengan standarisasi yang sama dan tidak berubah. Dahsyat bukan? Subhanallah!

Harusnya bisnis-bisnis franchise mengambil inspirasi tentang bagaimana sistem ini bisa bertahan lebih dari 14 abad. dengan standarisasi yang selalu sama. ayooo cari penyebabnya!

3. Bahkan system ini bukan hanya teruji ketika dijalankan oleh 1-2 orang. Tapi ketika di aplikasikan untuk jutaan orang secara langsung (misal shalat jamaah di masjidil haram ketika musim haji), tetap bugs-free! Tidak ada error sama sekali! Paripurna! Subhanallah!

Bandingkan dengan organisasi yang manusia buat. Hanya mengurus 1-2 orang saja bisa ribut. Dan ketika kita berhasil organisasi yang bagus, good governance, untuk 2-3 orang, belum tentu akan berhasil jika diterapkan untuk 1 juta anggota. Betul bukan?

4. Coba lihat juga control system pada organisasi bernama shalat ini. Ketika imam salah bacaan, jamaah ada yang membenarkan. Yang di kritik tidak marah, yang mengkritik pun tidak menjatuhkan imam. Luar biasa bagaimana Allah mengatur secara detail, Subhanallah!

5. Lihat juga ketika imam lupa gerakan, jamaah pun mengucap “Subhanallah” (Maha suci Allah). Bahkan jamaah memuji Allah. Imam pun tidak malu untuk mengakui kesalahannya dan kembali ke koridor yang benar. Subhanallah!

Ini seharusnya menginspirasi kita semua. Bahwa yang menjadi panglima kita adalah AD/ART organisasi/perusahaan yang telah disepakati bersama. Jika kita di posisi imam, ketika kita khilaf, keluar dari koridor yang berlaku, maka seharusnya legowo untuk “diluruskan”.

6. Lihat juga ketika imam batal shalatnya, misalkan mengeluarkan hadats (baca : kentut). Apakah imam tetap mempertahankan posisi nya? Luar biasa ketika system yang Allah ciptakan ini membuat imam secara sukarela mengundurkan diri. Ajaib bukan? Wahai orang-orang yang berfikir? Subhanallah!

Bahwa ada kesepakatan di organisasi/perusahaan kita untuk tidak korupsi misalnya. Ketika pimpinan korup, ya harus terima kalau system yang memecat anda. Sayangnya prinsip ini justru sering dianut oleh Negara Jepang. Ketika menterinya tidak bisa mempertanggungjawabkan uang yang nilainya dibawah Rp 10jt, menteri langsung mengundurkan diri. Hikmah shalat berjamaah ini justru dipahami oleh mereka :)

Hal ini pun pernah saya lakukan di salah satu bisnis saya jasa setup warnet, www.warnet-alpha.net Ketika imam saat itu “kentut” ya beliau batal menjadi imam. Tanpa ada rasa dendam, marah, dll. Karena telah menyepakati aturan awal tentang “shalat jamaah” dan hal-hal yang membatalkannya.

7. Dan lihatlah mekanisme pergantian imam jika ia batal. Ketika sebuah system telah paripurna, SOP telah disepakati untuk secara komit dijalankan, maka tidak penting lagi siapa yang menggantikan imam. Ketika system telah menjadi “panglima” Lihatlah bagaimana imam hanya menarik jamaah di belakangnya, tanpa melihat siapa orangnya, untuk kemudian melanjutkan kepemimpinan organisasi bernama shalat berjamaah ini.

Apakah jamaah lain ada yang protes? Apakah sang imam bernepotisme dengan mencari keluarga nya untuk menggantikannya? Apakah ada kolusi? Ga pernah ada tuh ceritanya jamaah shalat bubar ketika imam batal.. Subhanallah!

8. Diluar itu, lihatlah bahwa imam memiliki hak preogratif. Memilih bacaan surat yang ia suka. Adakah makmum yang protes? Misalkan imam membaca al-ikhlas, makmum menginginkan baca an-naas, pernahkah ada makmum yang protes di tengah-tengah shalat jamaah? Tidak ada! Subhanallah!

9. Ketika AD/ART, SOP, system, apapun namanya, sudah menjadi “panglima” pernahkah kita melihat makmum yang mbalelo? Misalkan imam sudah rukuk, tiba-tiba makmum sujud. Tidak pernah ada. Subhanallah! Ada hal-hal prinsip tentang leadership, bahwa tentang hal tertentu kita harus menghargai dan menaati imam. Selama imam tidak salah bacaan, salah gerak, dan tidak “kentut”.

10. Imam shalat jamaah memang memiliki banyak keutamaan. Tapi imam juga menanggung dosa seluruh jamaah apabila ia melakukan kesalahan. So, jelaslah bahwa shalat jamaah mengajarkan bahwa imam/pemimpin itu adalah amanah. Tanggung jawab nya berat..

11. Imam berdiri paling depan. filosofinya pemimpin harus melindungi jamaahnya. Imam melakukan gerakan, baru memberi aba-aba "Allahu akbar" supaya makmum mengikutinya. filosofinya adalah pemimpin harus memberi contoh terlebih dahulu, harus menjadi teladan.

12. Walau begitu Allah tetap memberikan guidance/pendekatan untuk tatacara pemilihan imam. Melalui lisan Rasul-Nya, “Yang menjadi imam shalat bagi manusia adalah yang paling baik bacaan kitabullahnya (Al-Quran Al-Karim). Bila mereka semua sama kemampuannya dalam membaca Al-Quran, maka yang paling banyak pengetahuannya terhadap sunnah” (HR. Jama’ah kecuali Bukhari).

Artinya, imam adalah yang paling berilmu. Ketika kita mau menunjuk menteri pendidikan, ya yang ilmunya paling mumpuni di bidang pendidikan. Ketika kita mau menunjuk menteri keuangan, ya harus yang paling ahli. Tapi ingat, tetap di dalam koridor. Kalau “kentut” ya batal, dan segera diganti. Luar biasa bukan?!

Subhanallah! Subhanallah! Subhanallah! Betapa Allah yang Maha Tahu telah mengajarkan kita tentang berorganisasi yang sempurna. Tidakkah kita berpikir dan mengambil pelajaran?!

Maha Benar Firman Allah,
“Pada hari ini orang-orang kafir telah putus asa untuk (mengalahkan) agama kalian. Oleh karena itu, janganlah kalian takut kepada mereka, tetapi takutlah kalian kepada-Ku. Pada hari ini Aku telah menyempurnakan untuk kalian agama kalian, telah mencukupkan atas kalian nikmat-Ku, dan telah meridhai Islam menjadi agama bagi kalian “(QS al-Maidah [5]: 3).

Hikmah yang bisa kita petik
- Bikinlah AD/ART, SOP, Sistem serapi dan sedetil mungkin. Musyawarahkan, disepakati dan komit bersama
- handle error nya, bikin exit strategy jika ada yg deadlock (misalkan imam "kentut") dll.
- Jadikan sistem sebagai panglima, bukan kultus individu. Ketika kita memimpin jamaah shalat, bahkan ketika presiden menjadi makmum, ya harus nurut sama imam shalat toh.. tidak ada perlakuan khusus..
- tambahkan ya...

Sekian dulu deh, tulisan ini masih versi beta. Nanti akan penulis lanjutkan. Jika ada yang mau menambahkan, nanti akan saya tambahkan. Penulis sedang belajar untuk berorganisasi yang baik, terutama dalam memimpin perusahaan. (twitter : @adzan101)

diizinkan untuk menyebarkan tulisan ini dengan memberikan link sumbernya :)


beberapa tambahan :

dari emasestu :
bicara ttg sholat jamaah... sejak dr waktunya, adzannya, iqomahnya, persiapan mau wudlhu... kalo di mesjid mau wudhlu juga ngantrinya tertip,gak ada yang rebutan, kadang malah disodor sodori untuk duluan.

dari mbak yulia astuti :
Jama'ah shalat itu baru bisa jalan kalo semua udah tau tata cara shalat ya.Bagi yang belum tahu, ya ikutin aja dulu gerakan imam. Jangan sampe, pas rukuk, nanya sama imam, kenapa harus rukuk, bacaannya gimana, dll. Nanti kalau udah selesai shalat baru nanya imam-nya

Rabu, 18 November 2009

Corrupted!

Being Corrupted!

Ada seorang pemimpin organisasi besar pernah bercerita..

"aku telah dipilih menjadi nahkoda kapal besar
saat itu banyak sekali kepentingan..

aku bertemu dengan berbagai macam orang
orang-orang itu memaksakan diriku untuk menjalankan kapal sesuai peta yang dibawanya
saat itu aku tolak..
maaf, aku sudah punya route map dari organisasi (AD/ART)

banyak sekali pihak-pihak yang memaksakan peta-nya
tapi lagi-lagi aku tolak..
maaf, aku sudah punya route map dari organisasi

aku pun mengibarkan bendera berwarna putih sebagai lambang organisasi
tapi kemudian aku lihat di kapalku..
ada orang-orang yang mengibarkan bendera berwarna merah..
ada orang-orang yang mengibarkan bendera berwarna kuning..
hijau... hitam... biru... dan lain sebagainya
aku cuma bisa mengelus dadaku..

aku lihat lebih jauh ke belakang
oh.. ternyata banyak sekali penumpangku yang lompat dari kapal..
ya, mereka telah lompat ke kapal yang lain..
tidak sedikit dari mereka.

aku lihat lagi lebih jeli.. ternyata masih ada yang bergelantungan di kapalku..
rupanya ia tidak kebagian kapal baru untuk berlabuh..
ia sedang menunggu-nunggu kapal baru untuk ditumpangi..

kemudian kapal kami terkena badai
tergoncang!
ransum kami habis
anak buah kapal, penumpang, semuanya kelaparan..
ah.. aku melihat ada yang memancing ikan di ujung kapal sebelah sana..
ada sedikit harapan untuk memenuhi hak perut-perut kami..

setelah melihat ikan tertangkap olehnya, betapa terkejutnya kami..
ikan-ikan itu hanya dimakan untuk dirinya sendiri
astaghfirullahaladziim..

saat itu saya sebagai nahkoda mencoba menahan emosi.
saya pikir, tak apalah.. yang penting tidak ada penumpang yang membakar kapal kami..

kemudian saya melihat ada asap di kapal kami
ada apa ini?
rupanya ada yang sedang bakar ikan..
saya perhatikan lagi dengan lebih jelas
wow! ternyata ada yang sedang membakar kapal kami!

disinilah kepemimpinan saya sebagai nahkoda diuji..
tujuan awal saya adalah untuk melabuhkan kapal ini di tempat yang telah ditetapkan (AD/ART)
kalau memungkinkan, dengan sebanyak-banyaknya penumpang"

ilustrasi diatas menggambarkan kehidupan kita sehari-hari. Ya, tema yang mau kita bicarakan adalah corrupted atau jiwa yang korup.

Rasanya bosan ya tiap hari mendengar ada oknum-oknum yang corrupted di kepolisian, kejaksaan dll..
makanya saya ga mau bahas begituan, yang dekat-dekat sajalah sama diri kita

jiwa yang tercemar (korup) yang saya maksud disini bukanlah jiwa yang suka nilep duit, yang suka mark up, atau yang lain-lain. udah ga kelas kali ya kalo kita bangsa indonesia bahas yang begituan, tapi yang lebih mendasar dari itu, adalah jiwa yang telah tercemar oleh kecintaan terhadap harta dunia. naudzubillah.

fitnah dunia ini sangatlah besar.. ketika ilustrasi diatas menceritakan ada pemancing-pemancing ikan, mungkin kisah yang sama bisa kita temukan di kehidupan sehari-hari kita. bisa jadi itu karyawan kita, partner kita, saudara kita, sahabat kita, atau bisa jadi malah diri kita sendiri!

jiwa yang tercemar ini pun lebih sering ditemui ketika kita sudah jauh dari nilai-nilai idealisme seperti saat kita sudah menikah. Coba perhatikan banyak sekali dari kita yang mungkin masa bujangannya adalah orang-orang yang idealis, tetapi ketika menikah tiba-tiba sepertinya jiwa idealisme-nya tergadai. ya, mungkin diri saya sendiri adalah salah satunya (walau bgitu tetep naudzubillah).

ya maklum, tingkat kebutuhan dan tekanan yang ada kadang membuat kita lupa (atau mungkin pura-pura lupa) dengan komitmen2 dan kewajiban2 yang diamanahkan kepada diri kita. sehingga banyak sekali kita tidak menepati janji-janji kita, konflik kepentingan, nepotisme, kolusi, atau secara tidak sadar kita telah menjadi para pemancing ikan itu.

"Tidak ada kapal kecil didalam kapal besar, kalopun mau buat sekoci, sekoci harus dimiliki bersama!"
begitulah kata salah seorang pengusaha yang memiliki perusahaan bersama teman-temannya.

wah harus begitu ya..

memang repot kalo punya kapal besar yang bukan milik sendiri. banyak kepentingan yang harus ditabrak. bikin sebuah kebijakan

juga bisa menimbulkan fitnah dari orang yang tidak suka.. ah kepala ini pusing jadinya..

kayaknya lebih enak naik Getek..
dayung sendiri, sambil liat pemandangan kiri-kanan..
penumpangnya sedikit aja, tapi bisa diatur dan taat.

kalo ransum abis, Getek berhenti sebentar untuk memancing..
abis itu makan ikan bareng-bareng
ya dinikmati saja..

ketika kapal bocor, kita tambal bareng2 dengan suka cita penuh canda tawa
wah nikmat banget..
kyknya klo kapal udah sampe tujuan jadi malah hilang suasana suka citanya itu.

Ya Allah, jauhi kami dari tercemarnya hati-hati kami..
jadikan dunia ini hanya ditangan kami, tidak di hati kami..
jangan jadikan kecintaan harta dunia ini lebih tinggi daripada kecintaan kami untuk-Mu..
jangan jadikan kecintaan harta dunia ini lebih tinggi daripada kecintaan kami untuk saudara-saudara kami..
Ya Rabb, ingatkanlah selalu hamba-Mu yang hina ini akan kematian..
akan tujuan kapal berlabuh..
jadikanlah arah kapal ini untuk selalu menuju-Mu

bahkan Rasulullah hamba yang paling Kau kasihi, beliau pernah merasakan kelaparan ketika perang khandak..
mengganjal perutnya dengan batu..
maka siapalah kami ini ya Rabb untuk protes.. padahal seberat-beratnya ujian dariMu, sama sekali kami belum pernah Engkau uji

dengan kelaparan..
berikan kami kekuatan untuk tetap bertahan mencintaiMu..
Amiin..
Allahu akbar..

Senin, 07 September 2009

Saat finish menjadi penilaian akhir

Terinspirasi dari tulisan pak guru di facebook, "It's not how you start but how you finish" - Bruce Bowen, retired NBA player.

kemudian saya tanya ke pak guru, "trus kapan finisnya?"

blio menjawab, "kalau grafiknya udah lempeng nggak ada naik turunnya lagi.. (grafik detak jantung)"

haha bener juga ya...

Kemudian saya diskusi dengan guru yang lainnya secara offline,
belio bercerita bahwa ada seseorang dengan status ustadz memilih jalan berbisnis. Namun praktek bisnisnya adalah sogok sana sogok sini demi mendapatkan proyek. Bahkan sang ustadz membuat beberapa pembenaran dengan dalil2 al-quran, naudzubillah...

Cerita guru saya, sang ustadz ini justru lucunya ga pernah mendapatkan proyek2 walau sudah menyogok sana-sini, kemudian guru saya berkata "Berarti Allah masih sayang dengan pak ustadz, menjaga dirinya dan keluarganya dari rezeki yg halal"

Wah bener juga ya..

Untuk teman2 yg beragama islam, sudah selayaknya Ridha Allah sebagai tujuan dalam hal bermuamalah. Seperti pada tulisan saya sebelumnya, ketika tujuan kita adalah Ridha Allah, maka tidak ada istilah kalah.

Karena kalah-menang ternyata dilihat dari hasil akhir

contoh 1 :
saya misalnya membeli saham Bumi ketika harganya 5000. Kemudian harganya turun menjadi 3000. Apakah saya kalah? relatif! tergantung anda membuat state garis finishnya. Ketika anda finish ketika saham Bumi di harga 3000, maka anda kalah.

Namun ketika anda menjual saham Bumi anda seharga 3000, dan kemudian anda membeli saham Astra yang saat itu diobral dengan harga 5000 (padahal harga normal 25.000), dan ternyata dalam beberapa hari ke depan, harga saham Astra menjadi 25.000. Apakah anda dinyatakan kalah?


contoh 2 :
Katakanlah anda melihat sebuah peluang bisnis yang bagus. Sudah anda amati sekian lama, dan anda yakin. Balik modal hingga 8 kali lipat dalam waktu 4 tahun. Masalahnya modalnya 150jt misalnya, dan anda benar2 sudah tidak punya uang tersisa. Satu2nya aset tersisa adalah mobil anda satu2nya. Dan kemudian anda menjualnya.... kini anda selalu naik motor untuk bepergian. Apakah anda kalah?

Saya yakin, tetangga anda akan mencemooh anda dan mengatakan anda bangkrut dan kalah. Begitu juga saudara2 anda, mertua anda, bahkan anak2 dan istri anda! Tapi inget, pemimpin harus mempunyai visi dan pendirian..

Sekali lagi kalah-menang adalah tergantung dari cara anda menempatkan garis finis. Ketika garis finish yg ada tetapkan adalah hari ini, ya boleh jadi anda kalah. Tapi klo garis finish nya digeser 4thn kemudian, bisa jadi anda menang.

Apa yang terjadi 4 tahun kemudian? Anda memiliki uang sebesar 1,2Milyar! Bahkan bisa membeli mobil yang lebih mewah ditambah sebuah apartement untuk investasi. Layak kah disebut kalah?


contoh ke 3:

adalah disaat perang Yarmuk. Saat itu Tentara Islam dengan Khalid bin Walid sebagai panglima yang memimpin 3000 orang berhadapan dengan romawi yang berjumlah 200.000 orang. Khalid memilih mundur. Saat itu para penduduk Madinah mencaci mereka sebagai pasukan pengecut.

Khalid punya visi dan pendirian, ia tidak tergoyahkan. Karena garis finish yg ia tetapkan berbeda dengan orang2 pada umumnya. Ia mundur bukan untuk kalah, tapi untuk kemudian menyerang kembali Romawi dengan menghasilkan kemenangan gilang gemilang.


contoh ke 4:

Ketika kami kehilangan beberapa klien yang justru saudara2 dekat kami (ada di tulisan sebelumnya) justru menjadi batu loncatan kami untuk mengevaluasi diri dan sekarang alhamdulillah menjadi kebanjiran klien.

Teman2 smua, seperti kata guru saya di facebook, titik finish kita adalah ketika kita mati. Karena mati adalah rahasia Allah, maka kita pun bisa menggeser state finish kita ke hari esok.

Ubahlah kekalahan kita sekarang, menjadi sebuah kemenangan gilang gemilang di masa depan. Jangan kita fokus sama kekalahan atau kerugian yang kita terima. Tapi mari kita inventaris semua potensi kita yang tersisa, itulah yg kita optimalkan..

Ibarat kita bermain sepakbola, kita kecurian gol di menit2 awal. bahkan gol lawan berbau offside. Ga usah lah kita pusing sama keputusan wasit, yang ada malah kita kena hukuman seperti Persipura hehe..

Lebih baik kita fokus membalikan keadaan supaya menjadi 4-1. Baru setelah pertandingan kita laporkan ke FIFA bahwa gol lawan itu ilegal. Just dont sweat for small stuff!

Ingat, kekalahan/kerugian yang kita hadapi ini adalah cuma sementara ketika kita sadar bahwa garis finish kita adalah hari esok

Seperti ilmu ketapel, mundur dulu sedikit, untuk lemparan batu yang lebih jauh :)

smoga berguna
adzanwahyu.com

Rabu, 19 Agustus 2009

Pidato Rasulullah menjelang Ramadhan

Pidato Rasulullah Menyambut ramadhan

Wahai manusia!

Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah, rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama.

Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan do’a-do’amu diijabah.

Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membim-bingmu untuk melakukan shaum dan membaca kitabnya. Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini.

Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu, kelaparan dan kehausan di hari kiamat. Bersedakahlah kepada kaum fuqoro dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya.

Kasihanilah anak-anak yatim, niscaya dikasihani manusia anak-anak yatimmu. Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdo’a pada waktu shalatmu, karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah azza wa jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih

Dia menjawab meraka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan do’a mereka ketika mereka ber-do’a kepada-Nya.

Wahai manusia!

Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa)-mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.

Ketahuilah, Allah ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengadzab orang-orang yang shalat dan bersujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabbul ‘alamin.

Wahai manusia!

Barangsiapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu.

Sahabat-sahabat lain bertanya: “Ya Rasulullah tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.” Rasulullah meneruskan: jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.

Wahai manusia!

Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini akan berhasil melewati sirathul mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanan-nya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat.

Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Alllah akan memuliakannya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturrahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Barangsiapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia akan berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa melakukan shalat sunnah di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardhu baginya ganjarann seperti melakukan 70 shalat fardhu di bulan lain.

Barangsipa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangnnya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat al-Qur’an, ganjarannya sama dengan mengkhatamkan al-Qur’an pada bulan-bulan yang lain.

Wahai manusia!

Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagi-mu, maka mintalah kepada Rabbmu agar tidak per-nah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu.

Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tidak lagi pernah menguasaimu. Amirul Mukminin berkata: “Aku berdiri dan berkata: Ya Rasullullah apa amal yang paling utama di bulan ini? jawab Nabi: Ya Abal Hasan amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah.”

- end of quotes -

subhanallah..
marhaban ya ramadhan...
sekalian, Adzan dan kelg mengucapkan selamat berbulan ramadhan..
mohon maaf lahir batin..

Selasa, 04 Agustus 2009

Produktifitas itu penting

Sekarang dikit2 bahas paper aset ya hehe
maklum, baru winning BUMI.

buat para investor, pasti tau banget baru beberapa bulan yang lalu IHSG sempet nyentuh angka 2500-an.. nah, baru juga "kemaren sore" sentuh angka 1200.. dan sekarang? mau tembus ke 2400

bener2 Roller coaster.
kita inget gimana Aburizal Bakrie sempet jadi orang terkaya nomor satu di Indonesia. Ketika saham anjlok, Om Ical ini kelempar beberapa peringkat ke bawah.

bayangkan, dalam sekejap banyak orang Indonesia kehilangan aset nya hingga separo lebih. banyak yang putus asa, banyak yang menyerah. disisi lain, disaat index menyentuh bottom, banyak investor masuk dan dalam sekejap mendadak kaya.

jadi inget ali imran 26-27

Katakanlah (Wahai Muhammad): “Wahai Tuhan yang mempunyai Kuasa! Engkaulah yang memberi Kuasa kepada sesiapa yang Engkau kehendaki, dan Engkaulah yang mencabut kuasa daripada sesiapa yang Engkau kehendaki. Engkaulah juga yang memuliakan sesiapa yang Engkau kehendaki, dan Engkaulah yang menghina sesiapa yang Engkau kehendaki.

Dalam kekuasaan Engkaulah saja adanya segala kebaikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu. “Engkaulah (Wahai Tuhan) yang memasukkan waktu malam ke dalam waktu siang, dan Engkaulah yang memasukkan waktu siang ke dalam waktu malam. Engkaulah juga yang mengeluarkan sesuatu yang hidup daripada benda yang mati, dan Engkaulah yang mengeluarkan benda yang mati daripada sesuatu yang hidup. Engkau jualah yang memberi rezeki kepada sesiapa yang Engkau kehendaki, dengan tiada hitungan hisabnya. (Ali Imran: 26-27)

nah, pertanyaan selanjutnya. Katakanlah kita menjadi kaya mendadak. Dapet duit dadakan 100 milyar dari saham misalnya. Saya harap kejujuran anda wahai para pengusaha indonesia, mau bisnis apa dengan uang 100 milyar? apakah anda bisa menjamin profit yang sesuai? Net profit, IRR, ROI, BEP yang baik dsb? saya jamin tidak ada yang berani ambil. Kecuali pengusaha bodoh yang rakus lagi ga amanah.

karena uang 100 Milyar pun dengan mudah bisa lenyap seketika jika kita tidak menjadikannya sebuah "pohon" untuk kemudian dipetik "buah"-nya. Klo cuma ngabisin duit 100 milyar toh anak SD juga bisa. Tapi untuk membuat 100 Milyar itu produktif dengan cashflow dan net profit tertentu yg sustainable, itu yg sulit.

Yupe disinilah letaknya. Arti penting produktifitas. Islam tidak pernah menekankan pada banyak nya aset, tapi pada produktifitas. Islam tidak menekankan pada banyaknya devisa, tapi concern pada cepatnya perputaran uang. Islam menekankan pada amal nyata sehari2, bukan pada dampak. Seperti ilmu manajemen terbaru, yakni management by process, bukan by objective, bukan dari hasilnya tapi proses.

Maka dari itu, tujuan manusia diciptakan itu untuk ibadah (baca : aktualisasi diri).

Surah:51.Az-Zariyat.
"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku."

Coba jika kita disiram duit 100 milyar, bisa jadi kita udah ga nengok usaha kita sekarang. yang pasti klo status kita sekarang adalah karyawan, dijamin kita pasti resign. trus ibadah kita berkurang. yang pasti banyak waktu yang kita habiskan sia2 alias tidak produktif. maklum, pede tinggi karena ada bekingan 100 milyar. tapi percaya deh sama saya, tuh duit pasti habis!

bayangin status kita dulu yg walaupun hanya tukang sapu, asal niat kita ikhlas karena Allah kan ibadah juga. waktu kita pun produktif untuk menjaga kebersihan dll. tapi abis ketiban duit 100 Milyar, pasti kita jadi males2an, cuma ongkang2 kaki dsb.. (baca: ga produktif)

padahal dari sudut pandang ilmu apapun (agama, science, psikologi, sosiologi, dll) manusia yg produktif (alias jadi tukang sapu) lebih baik daripada yang ongkang2 kaki. Manusia yg ongkang2 kaki begini nih yg dulu dihabisin sama rezim Hitler karena dianggap tidak produktif.

Makanya saya heran klo ada orang mau jadi pengusaha adalah supaya bisa ongkang2 kaki. Ini rumus darimana sih? coba aja liat Bob Sadino yg sehari2nya masih di Kemchic, Liat Bang Sandiaga Uno yang masih jadi CEO alias karyawan, bahkan Warren Buffet sekalipun ga mau punya supir pribadi, kemana2 masih nyupir sendiri. Karena mereka lebih memahami nilai2 yg islami, yakni produktifitas.

"Barangsiapa yang pulang ke rumahnya di sore hari dan merasakan kelelahan karena kedua tangannya bekerja di siang hari, maka pada malam itu dia akan mendapat ampunan Allah SWT." (HR. Thabrani)

Nah, kenapa Rasulullah lebih menekankan "lelah"nya daripada "hasil"nya? ya itu tadi, management by process, produktifitas. masalah hasil kan urusan Allah.

"Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya". (Ath-Thalaq : 3)

tawakal adalah kata yg luas, termasuk ikhtiar di dalamnya. Orang yg berikhtiar adalah orang yg produktif. maka Allah akan mencukupkan..
luar biasa sekali.

seperti tulisan saya yg lalu, klo naek gunung bisa sekali kejap pasti ga seru.
klo bisnis dapet 100 milyar sekali kejap, juga pasti ga seru..
oh i see now, yg lebih penting adalah produktifitas.

saya mencintai pekerjaan saya sekarang, saya produktif!
dan sepertinya ketika saya dibayar 100 milyar untuk berhenti menjadi produktif, rasa2nya saya ga mau..

ya.. ya.. seperti firman Allah diatas, Allah yang akan mencukupkan..
ternyata hidup saya yg sekarang ini sudah "cukup"
karena kapasitas saya sekarang ya baru segini, saya juga bingung klo tau2 ketiban duit 100 milyar. bisa gila klo kata Bang Jay
saya juga ga punya kebutuhan tertentu yg membutuhkan duit 100 milyar..
kayaknya bener udah "cukup" deh ga perlu ngoyo

Yuk ah tetep produktif, apapun profesi kita, pengusaha, tukang sapu, programmer, pengacara.. insya Allah akan dicukupkan
toh ternyata manusia itu sebenernya hanya perlu kata "cukup"

berikut ini saya lampirkan klo agama kita tuh menekankan produktifitas. Jadi jangan mau jadi pengangguran, apapun alasannya (termasuk alasan punya passive income). hadits2 Rasulullah. Buat oleh2 nih hehe
”Siapa saja pada malam hari bersusah payah dalam mencari rejeki yang halal, malam itu ia diampuni”. (HR. Ibnu Asakir dari Anas)

”Siapa saja pada sore hari bersusah payah dalam bekerja, maka sore itu ia diampuni”. (HR. Thabrani dan lbnu Abbas)

”Tidak ada yang lebih baik bagi seseorang yang makan sesuatu makanan, selain makanan dari hasil usahanya. Dan sesungguhnya Nabiyullah Daud as, selalu
makan dan hasil usahanya”. (HR. Bukhari)

”Sesungguhnya di antara dosa-dosa itu, ada yang tidak dapat terhapus dengan puasa dan shalat”. Maka para sahabat pun bertanya: “Apakah yang dapat menghapusnya, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: ”Bersusah payah dalam mencari nafkah.” (HR. Bukhari)

”Apabila kamu selesai shalat fajar (shubuh), maka janganlah kamu tidur meninggalkan rejekimu”. (HR. Thabrani)

”Berpagi-pagilah dalam mencari rejeki dan kebutuhan, karena pagi hari itu penuh dengan berkah dan keherhasilan.” (HR. Thabrani dan Barra’)

“Sesungguhnya Allah Ta‘ala suka melihat hamba-Nya bersusah payah dalam mencari rejeki yang halal”. (HR. Dailami)

“Sesungguhnya seseorang di antara kamu yang berpagi-pagi dalam mencari rejeki, memikul kayu kemudian bersedekah sebagian darinya dan mencukupkan diri dari (meminta-minta) kepada orang lain, adalah lebih baik ketimbang meminta-minta kepada seseorang, yang mungkin diberi atau ditolak.” (HR. Bukhari dan Muslim)

“Sebaik-baik nafkah adalah nafkah pekerja yang halal.” (HR. Ahmad)

“Sesungguhnya Allah SWT sangat menyukai hamba-Nya yang Mukmin dan berusaha”. (HR. Thabrani dan Baihaqi dari lbnu ‘Umar)

”Barangsiapa yang bekerja keras mencari nafkah untuk keluarganya, maka sama dengan pejuang dijaIan Allah ‘Azza Wa Jalla”. (HR. Ahmad)

semoga berguna :)

Senin, 27 Juli 2009

Lemah is Cupu

Matahin besi dragon bertumpuk-tumpuk.. jegerrrrrrrrrrr
hancurin genteng berlapis dengan kepala... jegeerrrrrr
hancurin genteng berlapis dengan tangan, dengan paha... jegerrrrrrrr
lari belasan kilometer
memiliki lompatan terjauh
juara kejuaraan bela diri
reflek tercepat, indera tertajam
menang dikeroyok banyak preman kekekekeke.........

yak itulah jaman keemasan saya dulu hehehe

sekarang jadi pemalas, comfort zone, malah lemak dimana2..
sedih rasanya hiks hiks

klo alasannya sibuk bisnis/karir (baca : nyari duit) sehingga fisik tidak terjaga.. maka apalah kita dibanding abdurrahman bin auf yang menjadi manusia terkaya sepanjang masa. Bayangkan saja ketika melepas rombongan dagangnya menggunakan unta, maka unta terdepan sudah sampai di Mekkah, sementara unta terbelakang masih ada yg bersiap2 si Madinah. Luar biasa. Abdurrahman adalah pahlawan perang Badar. Beliau juga terlibat dalam perang Uhud dan bahkan termasuk yang bertahan disisi Rasulullah SAW ketika tentara kaum muslimin banyak yang meninggalkan medan peperangan. Dari peperangan ini ada sembilan luka parah ditubuhnya dan dua puluh luka kecil yang diantaranya ada yang sedalam anak
jari. Perang ini juga menyebabkan luka dikakinya sehingga Abdurahman bin Auf harus berjalan dengan pincang, dan juga merontokkan sebagian giginya sehingga beliau berbicara dengan cadel.

klo alesannya nyari ilmu sehingga fisik tidak terjaga.. maka apalah kita dibanding Ali bin Abi Thalib. Rasulullah Muhammad saw pernah menyatakan bahwa bila dirinya diibaratkan sebagai kota ilmu, maka Ali ibn Abi Thalib adalah pintunya ilmu. Bahkan sahabat yang paling cerdas ini pun menjadi "top skorer alias capolista" ketika perang Badar.

Apalagi alesannya? Banyak amanah? banyak jabatan?
Rasulullah adalah contoh manusia yang lengkap jabatannya. Mulai dari kepala negara yg baik, panglima militer yang handal, kepala rumah tangga teladan, dan lain2. Tapi ternyata Rasulullah menang ketika bergulat dengan jawara saat itu, Umar bin khathab. Fisiknya keren doonk..

Saya juga jadi miris ngeliat generasi muda sekarang (termasuk saya) yang kyknya lemes2 bgt.. di towel dikit juga jatoh dah. Padahal kmana2 nenteng Al-Quran, petantang-petenteng ngisi pengajian dll. Tapi body nya loyo hehe

Ayo donk, buat temen2 yg ngerasa menjadi icon atau perwakilan agama Islam. tolong donk jangan identikan agama yg indah ini dengan gaya anda yg loyo, terkesan kumuh, dekat dengan kefakiran, tukang minta sumbangan, sombong lagi!

Contoh donk para sahabat yang gagah, sholeh, tajir, berilmu, kuat, ramah, dsb.. itu baru Islam.

inget bos,
“ Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah dari pada mukmin yang lemah dalam setiap amal kebaikan “ (Diriwayatkan oleh Muslim didalam Kitab al-Qadar, bab. Iman lil-Qadari wal-Idz’aan lahu).

Jadi inget dulu guru sejarah pas SMA pernah bilang..
"Apa bedanya rombongan agama lain ketika Gold, Glory, Gosvel dengan rombongan Islam?"
"Bedanya adalah, rombongan agama lain itu ada golongan tentaranya(Glory), ada golongan pedagang(Gold), dan ada golongan agamawan(Gosvel) nya. Nah klo rombongan Islam, tiap2 orang adalah pedagang ngerangkap tentara ngerangkap agamawan"

Nah kaga ada alesan lagi ye fisik kita lemah. Lha pan klo buat nolong orang juga butuh fisik kuat. Contoh klo di jalan kita ngeliat ada wanita yg dilecehkan, atau ngeliat pencopetan dll..

Ayok, kata Aa Gym kan mulai dari yg kecil, mulai dari diri sendiri, n mulai dari sekarang..

So, mau olahraga apa kita neh? Badminton? Tenis? Renang? Memanah? Berkuda?
Lari pagi aja deh kekekekeke....


(tulisan ga jelas, intinya lagi nyari motivasi diri ini yg bermalas2an olahraga. Sebenernya ada lagi sih alesan males olahraga, yakni tengsin sama tetangga kekekekee ada yg bisa kasih saran?)

Senin, 08 Juni 2009

Mengingat Allah dikala susah atau senang..

Bahkan orang sekaliber nabi pun tetap berdoa..
ketika senang, ia tetap mengingat Allah, maka Allah pun mengingatnya ketika susah..
berikut ini adalah tafsir dari Ibnu Katsir yang saya ketik ulang..
smoga berguna :)


Surat Ash-Shaaffat (139-148)

Sesungguhnya Yunus benar-benar salah seorang Rasul : 139

(ingatlah) ketika ia lari, ke kapal yang penuh muatan, : 140

kemudian ia ikut berundi lalu dia termasuk orang-orang yang kalah dalam undia : 141

Maka ia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela.: 142

Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, : 143

niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit. : 144

Kemudian Kami lemparkan dia ke daerah yang tandus, sedang ia dalam keadaan sakit. : 145

Dan Kami tumbuhkan untuk dia sebatang pohon dari jenis labu. : 146

Dan Kami utus dia kepada seratus ribu orang atau lebih. : 147

Lalu mereka beriman, karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu. : 148

Kisah mengenai Yunus a.s. telah diuraikan dalam penafsiran surah al-Anbiyaa. Dalam hadits Bukhari dan Muslim diterangkan bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Tidak layak seorang hamba Allah mengatakan bahwa aku ini lebih baik daripada Yunus bin Matta."

Allah SWT berfirman, "ketika dia lari ke sebuah kapal penuh muatan, kemudian ia mengundi, lalu ia termasuk orang-orang yang kalah dalam undian." Hal itu terjadi demikian, tatkala kapal tersebut telah dibuat oleng oleh ombak laut, maka untuk menjaga kestabilan kapal, salah seorang dari penumpangnya harus menceburkan diri ke laut.

Maka mereka pun segera mengundi siapa yang harus menceburkan diri, agar muatan kapal sedikit berkurang dan menjadiringan. Sebanyak tiga kali ternyata undian itu jatuh ke tangan Nabi Yunus a.s. Maka dia pun segera melucuti pakaiannya dan mencebrkan dirinya ke laut.

Tiba-tiba dia dimakan oleh ikan besar yang telah diperintahkan oleh Allah untuk tidak mengunyah dagingnya dan tidak meremukkan tulangnya.

Di saat Nabi Yunus telah berada di dalam perut ikan besar tersebut, dia mengira bahwa dia telah mati. Kemudian dia menggerakkan kepalanya dan melonjorkan kedua kakinya dan ujung-ujung kakinya. Ternyata dia masih hidup. Maka ia pun segera berdiri dan shalat di dalam perut ikan itu.

Dan di antara yang dibacanya ketika berdoa adalah, "Wahai Tuhanku! Aku telah menjadikan masjid di tempat yang tidak akan pernah dicapai oleh manusia mana pun." Para pakar sejarah berselisih pendapat tentang lamanya tinggal di dalam perut ikan.

Mujahid mengatakan, " Ikan tersebut menelannyaa di waktu pagi dan memuntahkannya kembali di waktu sore." Ada juga yang berpandapat lain. Dan berpandapat lagi. Dan berpendapat lain lagi... Hanya Allah saja yang mengetahui lamanya.

Firman Allah SWT,"Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang banyak mengingat Allah, niscaya dia akan tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit." Maksudnya, kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang menegakkan shalat.

Namun sebagian di antara mufassir mengatakan bahwa yang dimaksud dengan "mengingat" dalam ayat ini adalah seperti yang dikemukakan firman Allah SWT,"Maka ia menyeru dalam kegelapan,"Tidak ada Tuhan selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku ini termasuk orang-orang yang zalim." Maka Kami kabulkan permintaannya dan Kami menyelamatkannya dari kesedihan. Dan demikianlah orang-orang yang beriman."

Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Yazid ar- Raqasyi bahwa dia pernah mendengar dari Anas bin Malik --dan aku mengetahui Anas memarfukan kepada Rasulullah saw.--, "Sesungguhnya tatkala terpikir oleh Yunus a.s. untuk berdoa dengan kalimat-kalimat ini sedang dia berada dalam perut ikan besar, maka ia berdoa, "Ya Allah, Tidak ada Tuhan melainkan Engkau semata. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku ini termasuk orang-orang yang zalim.'

Lalu doa tersebut sampai di bawah Arasy.

Para malaikat berkata,"Ya Tuhanku, ini adalah suara lemah yang dikenal dari negeri yang jauh dan terasing."

Allah SWT bertanya,"Apakah kalian mengetahui?"

Mereka mengatakan ,"Wahai Tuhanku, siapakah dia?"

Allah menjawab,"Dia adalah hamba-Ku,Yunus."

Mereka berkata,"Hamba-Mu Yunus yang tiada hentinya diangkat baginya amal perbuatan yang diterima dan doa yang dikabulkan?"

Mereka mengatakan, "Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menyayangi hamba-Mu yang rajin beramal ketika senang, hingga Engkau selamatkan dia ketika ditimpa bencana."

Allah menjawab, "Tentu saja."

Maka Allah menurunkan perintah kepada ikan besar itu, dan ikan pun memuntahkannya di tanah yang tak bertumbuhan."(Yazid ar-Raqasyi adalah perawi dha'if).

Firman Allah SWT, "Kemudian Kami lemparkan ia ke daerah yang tandus, sedangkan dia dalam keadaan sakit."

Yaitu melemparkan ke suatu daerah yang tiada bertumbuhan dan dia sendiri dalam keadaan sakit, lemah badan, seperti bayi yang baru lahir dari perut ibunya.

"Dan Kami tumbuhkan untuk dia sebatang pohon dari jenis labu." diriwayatkan dari Ibnu Masud dan Ibnu abbas, juga dari yang lainnya bahwa yang dimaksud dengan "yaqthin" adalah pohon labu. Sebagian dari mereka menyebutkan bahwa pohon labu ini mempunyai beberapa keistimewaan dan faedah yang banyak. Di antaranya, pertumbuhunnya yang sangat cepat, daunnya dapat dijadikannya sebagai tempat berteduh karena bentuk pohonnya yang sangat besar, kelezatan rasanya, dan pohon ini tidak pernah didekati oleh lalat.

Firman Allah SWT, "Dan Kami utus dia kepada seratus ribu orang atau lebih." Ibnu Jarir meriwayatkan dari Ubay bin Kaab bahwa dia pernah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang firman Allah, "Dan kami utus dia kepada seratus ribu orang atau lebih,"

maka Rasulullah menjawab,
"selebihnya itu adalah dua puluh ribu"

Firman Allah SWT, "Lalu mereka beriman" yaitu kaum yang didatangi oleh Nabi Yunus AS tersebut semuanya beriman,

"Karena itu, Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu," Yaitu, sampai ajal mereka datang.

Hal ini seperti firman-Nya, "Dan mengapa tidak ada (penduduk) suatu kota yang beriman, lalu imannya itu bermanfaat kepadanya selain kaum Yunus? Tatkala mereka beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai waktu yang telah ditentukan." (Yunus : 98)

Selasa, 02 Juni 2009

Pemilu besok, saya milih capres yang ini nih!!

sayang udah almarhum hehehe..

dapet dari sebuah milis, selamat menikmati dan mengambil inspirasi :)

Umar bin Abdul Aziz: Kebijakan Politiknya Rahmat bagi Semesta Alam (2)
25 May 2005 - 09:24

Setelah menjadi Khalifah, Umar bin Abdul Aziz melakukan gebrakan yang tidak
diduga sebelumnya, terutama oleh keluarga, famili, dan orang-orang terdekatnya.
Banyak orang yang tercengang melihat kebijakan-kebijakan beliau yang tidak
biasa dilakukan oleh orang-orang yang tengah berkuasa.

Di antara kebijakan-kebijakan politiknya antara lain:

1. Menolak fasilitas kekhalifahan untuk dirinya yang dianggapnya berlebihan.
Para petugas kekhalifahan yang hendak mengawalnya dengan kendaraan khusus
mendapatkan sesuatu yang di luar dugaan. Umar menolak kendaraan dinas, dan
meminta kepada salah seorang di antara mereka untuk mendatangkan binatang
tunggangannya.

Al-Hakam bin Umar mengisahkan, "Saya menyaksikan para pengawal datang dengan
kendaraan khusus kekhalifahan kepada Umar bin Abdul Aziz sesaat dia diangkat
menjadi Khalifah. Waktu itu Umar berkata, 'Bawa kendaraan itu ke pasar dan
juallah, lalu hasil penjualan itu simpan di Baitul Maal. Saya cukup naik
kendaran ini saja (hewan tunggangan).'"

'Atha al-Khurasani berkata, "Umar bin Abdul Aziz memerintahkan pelayannya untuk
memanaskan air untuknya. Lalu pelayannya memanaskan air di dapur umum. Kemudian
Umar bin Abdul Aziz menyuruh pelayannya untuk membayar setiap satu batang kayu
bakar dengan satu dirham."
'Amir bin Muhajir menceritakan bahwa Umar bin Abdul Aziz akan menayalakan lampu
milik umum jika pekerjaannya berhubungan dengan kepentingan kaum Muslimin.
Ketika urusan kaum Muslimin selesai, maka dia akan memadamkannya dan segera
menyalakan lampu miliknya sendiri.

Al-Hakam bin Umar meriwayarkan bahwa Umar bin Abdul Aziz memiliki 300 penjaga.
Umar berkata kepada para pengawalnya, "Sesungguhnya aku memiliki penjaga untuk
kalian dan untukku, juga ada penjaga ajalku. Maka, siapa yang ingin tetap
berada di sini, tetaplah di sini, dan siapa yang ingin pulang, pulanglah kepada
keluarga kalian."

2. Menerapkan pola hidup sederhana, khususnya untuk diri dan keluarganya. Yunus
bin Abi Syaib berkata, "Sebelum menjadi Khalifah tali celananya masuk ke dalam
perutnya yang besar. Namun, ketika dia menjadi Khalifah, dia sangat kurus.
Bahkan jika saya menghitung jumlah tulang rusuknya tanpa menyentuhnya, pasti
saya bisa menghitungnya."

Hal senada diungkapkan putranya, Abdul Aziz bin Umar bin Abdul Aziz ketika
ditanya oleh Abu Ja'far al-Manshur perihal jumlah kekayaan ayahnya. Ja'far
bertanya, "Berapa kekayaan ayahmu saat mulai menjabat sebagai Khalifah?" Abdul
Aziz menjawab, "Empat puluh ribu dinar." Ja'far bertanya lagi, "Lalu berapa
kekayaan ayahmu saat meninggal dunia?" Jawab Abdul Aziz, "Empat ratus dinar.
Itu pun kalau belum berkurang."

Kesederhanaan Umar bin Abdul Aziz dalam kehidupan benar-benar diilhami oleh
perilaku hidup sederhana Rasulullah Saw. dan para sahabatnya. Beliau sangat
sederhana dalam berpakaian. Suatu ketika Maslamah bin Abdul Malik menjenguk
Umar bin Abdul Aziz yang sedang sakit. Maslamah melihat pakaian Umar sangat
kotor. Maslamah berkata kepada istri umar, Fathimah binti Abdul Malik,
"Tidakkah engkau cuci bajunya?" Fathimah menjawab, "Demi Allah, dia tidak
memiliki pakaian lain selain yang ia pakai."

Pada kesempatan lain Umar bin Abdul Aziz shalat Jum'at di masjid bersama orang
banyak dengan baju yang bertambal di sana-sini. Salah seorang jamaah bertanya,
"Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya Allah telah mengaruniakan kepadamu
kenikmatan. Mengapa tak mau kau pergunakan walau sekedar berpakaian bagus?"
Umar bin Abdul Aziz tertunduk sejenak, lalu dia mengangkat kepalanya dan
berkata, "Sesungguhnya berlaku sederhana yang palin baik adalah pada saat kita
kaya dan sebaik-baik pengampunan adalah saat kita berada pada posisi kuat."

Umar bin Abdul Aziz juga sangat sederhana dalam makanan. Seorang pelayan Umar,
Abu Umayyah al-Khashy berkata, "Saya datang menemui istri Umar dan dia
memberiku makan siang dengan kacang adas. Saya katakan kepadanya, 'Apakah
setiap hari tuan makan dengan kacang adas?'" Fathimah menjawab, "Wahai anakku,
inilah makanan tuanmu, Amirul Mukminin."

'Amr bin Muhajir berkata, "Uang belanja Umar bin Abdul Aziz setiap harinya
hanya dua dirham." Sedangkan Yusuf bin Ya'qub al-Khalil berkata, "Umar bin
Abdul Aziz memakai pakaian dari bulu unta yang pendek. Sedangkan penerangan
rumahnya terdiri dari tiga bambu yang di atasnya ada tanah."

Umar bin Abdul Aziz juga senantiasa mengerjakan urusan-urusan kecil yang
sebenarnya tidak pantas dikerjakan oleh seorang Amirul Mukminin. Seperti
diungkapkan oleh Abu Umayyah bahwa Umar bin Abdul Aziz pernah masuk ke satu
kamar mandi. Tiba-tiba kamar mandi itu rusak, maka dia memberperbaikinya
sendiri.

3. Menghapuskan hak-hak istimewa yang diberikan kepada keluarganya. Umar
mengumpulkan Bani Marwan dan berkata, "Sesungguhnya Rasulullah Saw. memiliki
tanah fadak, dan dari tanah itu dia memberikan nafkah kepada keluarga Bani
Hasyim. Dan dari tanah itu pula Rasulullah Saw. mengawinkan gadis-gadis di
kalangan mereka. Suatu saat, Fathimah memintanya untuk mengambil sebagian dari
hasil tanah itu, tapi Rasulullah Saw. menolaknya.

Demikian pula yang dilakukan Abu Bakar Ra. dan Umar Ra. Kemudian harta itu
diambil oleh Marwan dan kini menjadi milik Umar bin Abdul Aziz. Maka saya
memandang bahwa suatu perkara yang dilarang Rasulullah Saw. melarangnya untuk
Fathimah adalah bukan menjadi hakku. Saya menyatakan kesaksian di hadapan
kalian semua, bahwa saya telah mengembalikan tanah tersebut sebagaimana pada
zaman Rasulullah Saw." (Kisah ini diriwayatkan dari Mughirah).

Al-Awza'i meriwayatkan, ketika Umar bin Abdul Aziz menghapuskan hak-hak
istimewa kepada anggota keluarganya, mereka berusaha membujuk Umar untuk
mengembalikan hak tersebut. Umar berkata, "Harta yang ada padaku tak cukup
untuk kalian. Sedangkan mengenai harta kaum Muslimin ini, maka hak kalian sama
dengan hak kaum Muslimin yang berada di ujung dunia."

Wahib al-Wadud mengisahkan, suatu saat beberapa kerabat Umar bin Abdul Aziz
dari Bani Marwan mendatangi rumah Umar. Saat itu Umar tengah uzur tak bisa
menemui mereka. Lalu mereka berpesan kepada anaknya yang bernama Abdul Malik,
"Tolong katakan kepada ayahmu bahwa para Khalifah terdahulu selalu memberikan
keistimewaan dan uang kepada kami, karena mereka tahu kedudukan kami. Sementara
ayahmu kini telah menghapuskannya."

Abdul Malik lalu menyampaikan hal itu kepada ayahnya. Setelah kembali, Abdul
Malik berkata kepada mereka, "Sesungguhnya aku takut akan azab hari yang besar
(hari kiamat), jika aku mendurhakai Tuhanku" (Umar mengutip firman Allah QS
Al-An'am: 15).

Salah seorang famili Umar bin Abdul Aziz yang bernama 'Anbasah bin Said al-'Ash
menemuinya untuk menyampaikan keluhannya, "Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya
para Khalifah sebelum kamu biasa menanggung kebutuhan-kebutuhan kami, tapi kini
kamu menghapuskan kebiasaan itu untuk kami, padahal kami memiliki keluarga.
Apakah kamu izinkan saya bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup kami?" Umar
menjawab, "Sesungguhnya orang yang paling dicintai di antara kamu adalah orang
yang dapat mencukupi kebutuhan hidupnya sendiri."

Lalu Umar bin Abdul Aziz menasehatinya, "Perbanyaklah mengingat mati. Karena
jika kamu berada dalam kesempitan hidup, maka kamu akan merasa lapang. Dan jika
kamu berada dalam kelapangan hidup, maka kamu akan merasa sempit."

4. Mengembalikan harta kekayaan yang dimilikinya dan keluarganya kepada Baitul
Maal. Suatu saat, Umar bin Abdul Aziz memanggil istrinya, Fathimah binti Abdul
Malik yang memiliki banyak perhiasan berupa intan dan mutiara, "Wahai istriku,
pilihlah olehmu, kamu kembalikan perhiasan-perhiasan ini ke Baitul Maal atau
kamu izinkan saya meninggalkan kamu untuk selamanya. Aku tidak suka bila aku,
kamu, dan perhiasan ini berada dalam satu rumah." Fathimah menjawab, "Saya
memilih kamu daripada perhiasan-perhiasan ini. Bahkan bila lebih dari itu pun
aku tetap memilih kamu."

5. Mengangkat orang-orang saleh di jajaran pemerintahannya. Setelah mencopot
Khalid sebagai pengawal kekhalifahan lantaran telah menghukum orang tidak
sesuai dengan kesalahannya, Umar bin Abdul Aziz meminta 'Amr bin Muhajir untuk
menjadi salah seorang pengawalnya. Umar berkata, "Wahai 'Amr, engkau tahu bahwa
antara saya dan kamu tidak ada hubungan kekerabatan, kecuali kerabat dalam
Islam. Namun, saya mendengar bahwa kamu banyak membaca ayat-ayat Al-Qur`an, dan
saya melihat kamu melakukan shalat di suatu tempat yang kamu kira tidak ada
seorang pun yang dapat melihatmu. Saya melihat kamu melakukan shalat dengan
baik. Dan kamu adalah salah seorang dari golongan Anshar. Ambillah pedang ini
dan sejak saat ini kau kuangkat sebagai pengawalku."

6. Menolak suap dalam bentuk apa pun. 'Amr bin Muhajir meriwayatkan, suatu saat
Umar bin Abdul Aziz ingin makan apel, kemudian salah seorang anggota
keluarganya memberi apel yang diinginkan. Lalu Umar berkata, "Alangkah harum
aromanya. Wahai pelayan, kembalikan apel ini kepada si pemberi dan sampaikan
salam saya kepadanya bahwa hadiah yang dikirim telah sampai."

'Amr bin Muhajir mempertanyakan sikap Umar tersebut, "Wahai Amirul Mukminin,
orang yang memberi hadiah apel itu tak lain adalah sepupumu sendiri dan salah
seorang yang masih memiliki hubungan kerabat yang sangat dekat denganmu.
Bukankah Rasulullah Saw. juga menerima hadiah yang diberikan orang lain
kepadanya?"

Umar bin Abdul Aziz menjawab, "Celaka kamu, sesungguhnya hadiah yang diberikan
kepada Rasulullah Saw. adalah benar-benar hadiah, sedangkan yang diberikan
kepadaku ini adalah suap."

7. Menolak sistem kekhalifahan yang diwariskan secara turun-temurun. Ja'unah
mengatakan, suatu ketika Abdul Malik bin Umar bin Abdul Aziz, putranya,
meninggal dunia. Umar memujinya. Lalu Ja'unah bertanya kepada Umar, "Apakah
jika dia masih hidup, kamu akan mewasiatkan agar dia menjadi penggantimu?"
Umar menjawab, "Tidak."

"Lalu mengapa kamu memujinya?" tanya Ja'unah lagi.

"Karena saya khawatir, bila saya mengangkatnya, dia akan dihormati lantaran
ayahnya dihormati," jawab Umar.

8. Menghapuskan budaya materialistik di kalangan pejabat. Putra Umar bin Abdul
Aziz yang bernama Abdul Aziz mengisahkan, beberapa orang bawahan Umar menulis
surat kepadanya. Di antara isi suratnya berbunyi, "Sesungguhnya kota telah
rusak. Jika Amirul Mukminin memberikan kepada kami sejumlah uang agar kami
memperbaiki kota itu, maka kami akan melakukannya." Umar membalas surat itu,
"Jika kamu membaca surat ini, maka jangalah kota itu dengan cara kamu berlaku
adil dan bersihkan jalan-jalannya dari kezaliman. Karena itulah sebenar-benar
perbaikan."

9. Melakukan amar ma'ruf nahi munkar secara bijaksana. Suatu ketika Abdul Malik
bin Umar bin Abdul Aziz, salah seorang putra Umar, menemui ayahnya, dan
berkata, "Wahai Amirul Mukminin, jawaban apa yang engkau persiapkan di hadapan
Allah Swt. di hari Kiamat nanti, seandainya Allah menanyakan kepadamu, 'Mengapa
engkau melihat bid'ah, tapi engkau tidak membasminya, dan engkau melihat
Sunnah, tapi engkau tidak menghidukannya di tengah-tengah masyarakat?'"
Umar menjawab, "Semoga Allah Swt. mencurahkan rahmat-Nya kepadamu dan semoga
Allah memberimu ganjaran atas kebaikanmu. Wahai anakku, sesungguhnya kaummu
melakukan perbuatan dalam agama ini sedikit demi sedikit. Jika aku melakukan
pembasmian terhadap apa yang mereka lakukan, maka aku tidak merasa aman bahwa
tindakanku itu akan menimbulkan bencana dan pertumpahan darah, serta mereka
akan menghujatku. Demi Allah, hilangnya dunia bagiku jauh lebih ringan daripada
munculnya pertumpahan darah yang disebabkan oleh tindakanku. Ataukah kamu tidak
rela jika datang suatu masa, dimana ayahmu mampu membasmi bid'ah dan
menghidupkan Sunnah?"

Ibnu Asakir meriwayatkan dari Ibnu Ja'unah, Umar bin Abdul Aziz berpesan kepada
'Amr bin Qais sebagai pejabat baru di Ash-Shaifah, "Terimalah orang yang baik
di antara mereka, dan ampunilah orang-orang jahatnya. Janganlah kamu berada di
bagian paling depan di kalangan mereka, sehingga kamu dibunuh, dan jangan pula
menjadi orang yang berdiri di bagian paling belakang, sehingga kamu akan gagal.
Jadilah di tengah-tengah dimana posisimu dapat dilihat dan suaramu dapat
didengar."

Ibnu Asakir juga meriwayatkan dari As-Saib bin Muhammad, Al-Jarrah bin Abdullah
menulis surat kepada Umar bin Abdul Aziz sebagai berikut: Sesungguhnya
orang-orang Khurasan adalah orang-orang yang sulit diatur, kecuali dengan
pedang dan cemeti. Jika Amirul Mukminin mengizinkanku memerintah mereka dengan
pedang dan cemeti, maka saya akan lakukan.

Dalam surat balasannya, Umar bin Abdul Aziz menulis: Telah sampai surat yang
kaum kirimkan kepadaku yang menyebutkan bahwa penduduk Khurasan tidak bisa
diatur kecuali dengan pedang dan cemeti. Namun, saya yakin bahwa apa yang kamu
katakan itu adalah bohong. Mereka pasti bisa diatur dan diperbaiki dengan
keadilan dan kebenaran. Maka, sebarkanlah itu di antara mereka.

10. Menegakkan keadilan dan mengabdikan diri untuk menyejahterakan umat. Tekad
Umar bin Abdul Aziz untuk menyejahterakan rakyatnya dan menegakkan keadilan
adalah prioritas utama. Fathimah binti Abdul Malik, istrinya, pernah menemuinya
sedang menangis di tempat shalatnya. Lalu istrinya berusaha membesarkan
hatinya. Umar bin Abdul Aziz berkata, "Wahai Fathimah, sesungguhnya saya
memikul beban umat Muhammad dari yang hitam hingga yang merah. Dan saya
memikirkan persoalan orang-orang fakir dan kelaparan, orang-orang sakit dan
tersia-siakan, orang-orang yang tak sanggup berpakaian dan orang yang
tersisihkan, yang teraniaya dan terintimidasi, yang terasing dan tertawan dalam
perbudakan, yang tua dan yang jompo, yang memiliki banyak kerabat, tapi
hartanya sedikit, dan orang-orang yang serupa dengan itu di seluruh pelosok
negeri. Saya tahu dan sadar bahwa Rabbku kelak akan menanyakan hal ini di hari
Kiamat. Saya khawatir saat itu saya tidak memiliki alasan yang kuat di hadapan
Rabbku. Itulah yang membuatku menangis."

Keseriusan Umar bin Abdul Aziz dalam menegakkan keadilan dapat disimak dalam
tafsir yang ditulis Ibnu Abi Hatim. Dalam kitab itu disebutkan Muhammad bin
Ka'ab al-Qurazhi mengatakan bahwa Umar bin Abdul Aziz memanggilnya dan berkata,
"Katakan kepadaku tentang keadilan."
Muhammad bin Ka'ab al-Qurazhi berkata, "Engkau telah menanyakan suatu perkara
yang sangat besar. Jadilah engkau kepada anak kecil laksana seorang ayah, dan
kepada orangtua laksana seorang anak kecil. Sedangkan kepada yang sebaya
laksana seorang saudara, demikian pula kepada kaum wanita. Berilah manusia
sanksis sesuai dengan kesalahanya, dan sesuai dengan kondisi fisiknya.
Janganlah kamu memukul seseorang dengan satu cemeti pun karena kemarahanmu,
sehingga kamu akan dianggap sebagai orang yang melampaui batas."

Malik bin Dinar berkata, "Ketika Umar bin Abdul Aziz menjadi Khalifah, para
penggembala domba dan kambing berkata, "Siapa orang saleh yang kini menjadi
Khalifah umat ini? Keadilannya telah mencegah serigala memakan domba-domba
kami."

Musa bin A'yun bercerita, "Kami pernah menggembalakan domba-domba kami di
Karman pada masa pemerintahan Umar bin Abdul Aziz. Saat itulah antara serigala
dan domba berada di satu tempat. Namun, pada suatu malam kami mendapatkan
seekor serigala telah memangsa seekor domba. Maka saya katakan, 'Pasti lelaki
saleh itu kini telah meninggal. Lalu mereka mengaitkan kejadian itu dengan hari
wafatnya Umar bin Abdul Aziz yang ternyata dia memang meninggal di malam saat
serigala mulai memakan domba."

Kisah ini dapat dimaknai bahwa pada masa pemerintahan Umar bin Abdul Aziz umat
dan masyarakat hidup dalam keadaan sejahtera dan berkecukupan. Keadilan
ditegakkan. Sehingga tidak ada orang yang merasa dizalimi atau dicurangi yang
mengakibatkan munculnya pertikaian dan tindak kriminalitas.

Selama pemerintahan Umar bin Abdul Aziz, umat dan masyarakat berada dalam
kemakmuran. Tidak ada orang miskin dan terabaikan. Tak ada orang yang
kelaparan. Semuanya hidup serba kecukupan. Hal ini diungkapkan oleh Umar bin
Usaid, "Demi Allah, Umar bin Abdul Aziz tidak meninggal dunia hingga seorang
laki-laki datang kepada kami dengan sejumlah harta dalam jumlah besar dan
berkata, 'Salurkan harta ini sesuai kehendakmu.' Ternyata tak ada seorang pun
yang berhak menerimanya. Sungguh Umar bin Abdul Aziz telah membuat manusia
hidup berkecukupan."

11. Melestarikan lingkungan hidup. Jisr al-Qashshab berkata, "Saya melihat
serigala dan kambing hidup damai di masa pemerintahan Umar bin Abdul Aziz. Lalu
saya katakan, 'Subhanallah! Ternyata serigala sama sekali tidak berbahaya
berada di tengah-tengah kambing?'"

Secara tekstual, pernyataan Jisr al-Qashshab ini memberikan pemahaman kepada
kita bahwa Umar bin Abdul Aziz benar-benar memperhatikan aspek lingkungan
hidup, dimana semua makhluk hidup, termasuk hewan dan tumbuhan mendapatkan
keadilan. Karena hutan dilestarikan, maka binatang-binatang liar seperti
serigala tak perlu turun ke desa untuk mencari mangsa. Hewan-hewan tersebut
telah mendapatkan segala apa yang dibutuhkan.

12. Menolak nepotisme. Al-Azwa'i menceritakan suatu ketika Umar bin Abdul Aziz
duduk di rumahnya bersama para pembesar Bani Umayyah. Umar berkata, "Sukakah
jika kalian aku jadikan salah seorang pemimpin pasukan?" Mereka menjawab,
"Mengapa kau tawarkan kepada kami sesuatu yang kamu sendiri tidak
mengerjakannya?" Umar berkata, "Tidakkah kalian melihat hamparan tempat saya
kini berada? Sesungguhnya saya menyadari sepenuhnya bahwa ia akan hancur dan
sirna. Dan saya tidak suka bila tempat ini dikotori oleh kaki-kaki kalian. Lalu
bagaimana mungkin akan saya jadikan kalian sebagai pemimpin dan pengawas
orang-orang. Tidak mungkin. Dan jangan harap itu terjadi."

Para pembesar itu berkata, "Mengapa tidak? Bukankah kita memiliki hubungan
kerabat? Bukankah kita juga berhak?"

Umar berkata, "Antara kamu sekalian dan orang yang berada jauh di ujung dunia
dalam pandanganku adalah sama. Tidak ada bedanya."

13. Menghukum orang sesuai dengan kesalahannya. Yahya al-Ghassani menceritakan,
ketika masih menjabat sebagai gubernur, Umar bin Abdul Aziz pernah melarang
Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik untuk membunuh orang-orang Haruri (kaum
Khawarij yang bermarkas di Desa Haruri). Umar memberi saran kepada Khalifah,
"Penjarakan saja orang-orang itu hingga mereka bertaubat."
Lalu Sulaiman bin Abdul Malik mendatangkan salah seorang Haruri dan menyuruh
orang itu bicara. Haruri itu berkata, "Apa yang harus saya katakan wahai orang
fasik anaknya orang fasik." Ucapan orang Haruri itu diulanginya lagi di hadapan
Umar bin Abdul Aziz.

Sulaiman bin Abdul Malik berkata kepada Umar, "Bagaimana pendapatmu tentang
orang ini?"
Umar bin Abdul Aziz diam. Sulaiman berkata lagi, "Saya ingin kamu menyampaikan
pendapatmu tentang orang ini sekarang juga."

Umar berkata, "Cacilah dia sebagaimana dia mencacimu."

Sulaiman berkata, "Persoalannya tidak semudah itu." Kemudian Sulaiman menyuruh
pengawalnya untuk memenggal kepala Haruri.

Umar bin Abdul Aziz keluar dari ruangan itu dan bertemu dengan Khalid, pengawal
Khalifah. Khalid berkata, "Wahai Umar, bagaimana mungkin kamu menyuruh Khalifah
untuk mencaci Haruri sebagaimana dia mencaci Khalifah? Demi Allah, tadinya saya
mengira Khalifah akan menyuruhku untuk memenggal kepalamu."

Umar bertanya kepada Khalid, "Apa yang akan kamu lakukan seandainya Khalifah
benar-benar menyuruhmu memenggal kepalaku?"
Pengawal itu berkata, "Demi Allah, saya pasti akan lakukan itu."

Ketika Umar bin Abdul Aziz menjadi Khalifah, Khalid datang menemuinya untuk
bertugas sebagai pengawal Umar. Umar bin Abdul Aziz berkata kepada Khalid,
"Letakkan pedang itu!" Lalu dilanjutkan dengan berdoa, "Ya Allah, saya telah
mencopot pedang itu dari Khalid dan saya memohon kepada-Mu janganlah Engkau
angkat pedang itu untuk selamanya."

Yahya al-Ghassani menceritakan, saat Umar bin Abdul Aziz mengangkatku sebagai
pejabat di Mosul, aku mendapatkan wilayah itu dipenuhi tindak kriminal yang
sangat tinggi. Lalu aku menulis surat untuk meminta nasehat kepada Umar apakah
harus menghukum mereka dengan prasangka dan tuduhan tanpa bukti konkrit, atau
dengan bukti-bukti dan keterangan yang jelas sebagaimana diajarkan di dalam
Sunnah Rasulullah Saw.?"
Umar bin Abdul Aziz lalu mengirim surat balasan yang isinya perintah agar aku
melakukan proses hukum berdasarkan fakta sesuai dengan Sunah Rasulullah Saw.
"Jika kebenaran dan keadilan tidak juga mampu menghadirkan perbaikan kepada
mereka, maka jangan harap mereka akan menjadi baik," jelas Umar.

Yahya menambahkan, "Tatkala aku melakukan apa yang diperintahkan Umar, Mosul
menjadi satu wilayah yang paling sedikit memiliki kasus tindak kriminal."

Wallahu a'lam bishshawab.

Rabu, 29 April 2009

Lanjutan kisah di rumah pak haji

melanjutkan tulisan yg lalu
http://adzan101.blogspot.com/2009/04/nasehat2-berharga-dari-guru-saya.html

saya pun kemudian berpikir untuk berkeluh kesah tentang kehidupan saya..
sengaja, biar nasehat2 pak haji keluar semua hehehe..


(mengenai rejeki)
"betapa banyak orang yg Allah hinakan dengan hartanya mas.."

"klo ternyata dengan menjadi miskin kita tambah dekat dgn allah, itu musibah apa nikmat mas..."

"ternyata banyak jg org yg dijadikan miskin dulu, baru iman nya bertambah"

"malaikat itu ga pernah salah kirim rezeki"

"bahkan ulat yg hidup di dalam batu besar pun, allah tumbuhkan dedaunan.. apalagi kita.."



(mengenai rejeki, jodoh, umur)

"rejeki untuk kita sedang bergerumul melayang2 di udara.. menunggu saatnya yg tepat untuk jatuh"

"masalahnya pesawat kita untuk menurunkan rejeki itu sudah siap menampung belum.. daya tampungnya brp..."

"klo pun pesawatnya kuat, apakah landasan kita sudah kuat"

"coba mas buka surat 42 ayat 27-28"

"Dan jikalau Allah melapangkan rezki kepada hamba2Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi. tetapi Allah menurunkan apa yg dikehendakinya dengan ukuran. sesungguhnya Dia Maha Mengetahui keadaaan hamba2Nya lagi Maha Melihat

"Dan dialah yg menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmatNya. dan Dia lah yg Maha Pelindung lagi Maha Terpuji"



(mengenai sikap, baik sangka, dan cinta allah)
"mas, siapakah manusia yg paling allah cinta?"

"rasulullah bukan?"

"adakah yg meragukan cinta allah untuk rasulullah?"

"tapi coba liat rasulullah, bahkan lahir dalam keadaan yatim, 6thn kemudian ditinggal ibu nya.. tempat dia bersandar tidak ada"

"kemudian allah mengambil kakeknya dan pamannya sebagai penjamin politik dan keamanannya.."

"ga cukup sampai disitu, bahkan allah mengambil suply rejeki rasulullah dgn memanggil khadijah"

"bahkan rasulullah harus diperangi bangsanya, dan diusir dari negerinya.."

"apakah kita brani bilang, klo allah ga cinta dengan rasulnya?"

"jadi jangan buruk sangka dengan Allah, apapun yg menimpa kita, yakinlah bukan azab. tapi sebagai bukti kecintaan Allah untuk kita, kerena kita selalu dikasih yang terbaik"

"ga usah main2 dgn yg namanya jodoh, umur, dan rezeki"

"itu urusan allah, kita cuma karyawan allah disini"

"pak haji masi ingat gimana waktu kecil dulu pak haji masih main kelereng sama temen2"

"seperti baru kemarin.. ternyata usia pak haji sudah senja skrg.."

"mas, dunia itu benar2 cuma sebentar.."

"dunia itu.... hanyalah sekedar 'jangan dilupakan'.. jadi fokus kita tetap ke akhirat yg abadi"...


akhirnya saya dan dimas pulang dengan riang nya..
sepertinya pengorbanan yg kehujanan itu tiada sebanding dengan ilmu allah yg disampaikan melalui pak haji alay..
alhamdulillah, dapet "rejeki" yg besar di hari itu..

pak haji ini bagi saya adalah sebuah legenda hidup..
pak haji ini menginspirasikan banyak syair yg saya buat (bisa dilihat di label poems di blog ini... ya.. sebagian besar dibuat beberapa saat setelah jumpa pak haji)
ya Allah, lapangkan dan berkahi rezeki pak haji Alay, panjangkan usia nya dalam keberkahan.. rahmati dan sayangi beliau dan keluarga..
ya Allah, perbanyak orang seperti pak haji Alay.. jadikan banyak generasi muda kami mencontoh dan meneladani beliau..
amiin ya Rabb..

Rabu, 28 Januari 2009

Terinspirasi dari pepohonan..


awalnya gara2 mau bikin sumur air di pabrik..
airnya keruh, dan cenderung kuning klo kelamaan di ember..
mau beli filter air..
nanya2 di mall, harga nya satu set bisa belasan juta..
dari testimoni temen, harga segitu pun kadang tidak bekerja efektif.
wah2 akhirnya gali sumur deh 60 meter..

pernah ga sih terbayang oleh kita kemampuan pohon untuk memfilter air kotor menjadi H20 untuk fotosintesis..
pernah kebayang ga sih arsitektur filter di pohon itu, yg oleh manusia dihargain belasan juta..
pernah kebayang ga sih filter di pohon itu jauh lebih baik dari filter buatan manusia..
pernah kebayang jg ga sih klo ternyata pohon itu bisa tumbuh secara liar, dan punya mekanisme sendiri untuk berkembang biak...
bahkan rumput sekalipun yg kecil itu punya kemampuan untuk menghasilkan H20 murni
ya ya.. air mata ini mulai menetes..
begitu agung ciptaan-Mu ya Rabb..

suatu ketika teman melihat joroknya warung indomie yang mencuci piringnya di comberan..
seketika teman pun jijik untuk makan disana..
tapi dicomberan itu tumbuh pohon jambu..
teman itu tanpa pikir2 pun langsung melahap jambunya..
padahal berasal dari air comberan itu juga..

bahkan insting manusia pun tanpa disadari sangat percaya dengan mekanisme alam ini..
betapa kita percaya ampuh nya filter di pepohonan itu..
mengapa kita sebegitu percaya?
dan mengapa kita tidak bersyukur?
eh maaf, mengapa saya tidak bersyukur? T_T
sungguh betapa Dirimu begitu mencintai kami...

di comberan itu ada beberapa pohon yg berbeda..
mulai dari jambu, nangka, durian, dan mangga..
pernahkah kita bertanya..
ada mekanisme apa di dalam pohon2 itu, sehingga buahnya berbeda2?
mengapa yg dinamakan pohon durian, bisa menghasilkan buah yg kulitnya berduri, dan buahnya berwarna kuning..
mengapa berbeda dengan pohon jambu yg kulitnya halus berwarna merah..
padahal "makanan" nya sama..
air comberan dan sinar matahari yang sama..
pernah kah kita berpikir?

pernahkah kita berpikir bahwa mekanisme pohon itu menghasilkan buah, sebagai makanan terbaik bagi manusia..
pernahkah kita mensyukuri nikmatnya rasa buah mangga... manisnya.. harumnya..
pernahkah kita mensyukuri nikmatnya buah pisang..
dan Tuhan kita telah mengatur alam sedemikian rupa untuk menjadikannya makanan untuk kita..

coba kita bayangkan, jika tidak ada pohon rambutan.
dan manusia ditantang untuk membuat pohon rambutan.
bahkan jika smua umat manusia manusia berkumpul, dan semua kekayaan bumi dikumpulkan..
niscaya tetap tidak akan mampu membuat satu pohon rambutan..
segitu mahalnya kah pohon rambutan?
ya, karena hanya Allah lah yg Maha Mencipta..

tapi coba lihat dijalan,..
harga 3 iket rambutan cuma 5rebu perak..
padahal klo kita ditantang bikin satu pohon, niscaya uang milyaran pun tidak akan cukup..
dijual cuma 5rebu perak, sampe tujuh turunan jg ga balik modal
tidak kah kita bersyukur....?

pernahkah kita membayangkan tugas pepohonan..
berdiri ditengah terik..
untuk memberikan rasa teduh..
memberikan oksigen untuk kehidupan..
dan memberikan jg makanan terbaik untuk manusia..

dan pernahkah pepohonan itu mengeluh..
mengeluh kepada Tuhannya...
dan pernahkah kita berpikir... apa yg kita, umat manusia, lakukan untuk pepohonan itu..

ya Allah..
jadikan kami hamba2Mu yg slalu bersyukur..

Sabtu, 03 Januari 2009

Monyet bisa cari duit? sekarang monyet juga bisa membantai manusia





Masihkah kita bisa tertawa?
Masihkah kita bisa mengeluh?
bisakah kita membayangkan terusik di negeri sendiri? terusir?
bisakah kita membayangkan keluarga yang kita sayangi, tewas terbunuh di depan kita?

Israel telah menunjukan kebiadabannya..
seluruh dunia menjadi saksi..
tapi mengapa kita semua terbisu..
termasuk saya...
ya Allah ampuni kami..



Ya, monyet itu kini bisa membantai manusia tidak berdosa
bahkan monyet pun merasa terhina disamakan oleh mereka..

kini lihatlah para penjajah itu merampok tanah air orang..



dimanakah rasa kemanusiaan, wahai umat manusia sedunia..
dimanakah harga dirimu wahai bangsa2 arab..

baca baik2 peta diatas!
seandainya para pejuang hamas itu menyerah,
maka selanjutnya israel akan mencaplok wilayah2 anda!
they'll eat you alive!
dan sekarang anda para pemimpin arab bahkan menyalahkan palestina juga..

kadang saya berfikir supaya semua warga palestina untuk memberikan saja wilayahnya untuk israel.. secara gratis..
maka selanjutnya iblis bernama israel itu akan sibuk merecoki mainan barunya, bernama mesir, suriah, jordan, dan negara2 arab lainnya..

dimana tajimu hai ahmedi nejat?
tulisan ust.sarwat ini cukup mewakili
http://warnaislam.com/syariah/daulah/2008/12/31/51300/Israel_dan_Iran_Ada_Apa.htm


Kepada saudara2ku di Palestina..
maafkan kami ini yang pengecut..
cuma aksi ini lah yang bisa kami lakukan
cuma doa yang bisa kami kirimkan..





hingga akhirnya janji itu datang..
“Hari Kiamat tidak akan terjadi sehingga kaum Muslimin memerangi kaum Yahudi lalu kaum Muslimin membunuh mereka. Sehingga orang yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon. Maka batu atau pun pohon itu berkata : “Wahai Muslim, Wahai Hamba Allah.. ini ada seorang Yahudi bersembunyi di belakangku, kemarilah bunuhlah dia!. Kecuali pohon gharqad, karena pohon tersebut diantara pohon-pohon (yang ditanam) orang-orang Yahudi”. (H.R. Muslim)

sekali lagi..
maafkan kami...

Jumat, 26 Desember 2008

Yusuf Mansyur dan Satpam

dari blog mas ardhiyanto..

Banyak yang mau berubah, tapi memilih jalan mundur. Andakah orangnya? (Taken From Kuliah Online WISATA HATI)

Satu hari saya jalan melintas di satu daerah.. Tertidur di dalam mobil. Saat terbangun, ada tanda pom bensin sebentar lagi. Saya pesen ke supir saya: "Nanti di depan ke kiri
ya".
"Masih banyak, Pak Ustadz". Saya paham. Supir saya mengira saya pengen beli bensin.
Padahal bukan. Saya pengen pipis. Begitu berhenti dan keluar dari mobil, ada seorang
sekuriti. "PakUstadz!". Dari jauh ia melambai dan mendekati saya.
Saya menghentikan langkah. Menunggu beliau.
"Pak Ustadz, alhamdulillah nih bisa ketemu Pak Ustadz. Biasanya kan hanya melihat di TV saja…". Saya senyum aja. Ga ke-geeran, insya Allah, he he he.
"Saya ke toilet dulu ya".
"Nanti saya pengen ngobrol boleh Ustadz?"
"Saya buru-buru loh. Tentang apaan sih?"
"Saya bosen jadi satpam Pak Ustadz".
Sejurus kemudian saya sadar, ini Allah pasti yang "berhentiin" saya. Lagi enak-enak tidur di perjalanan, saya terbangun pengen pipis. Eh nemu pom bensin.
Akhirnya ketemu sekuriti ini. Berarti barangkali saya kudu bicara dengan dia. Sekuriti ini barangkali "target operasi" dakwah hari ini. Bukan jadwal setelah ini. Begitu pikir saya. Saya katakan pada sekuriti yang mulia ini, "Ok, ntar habis dari toilet ya".
***
"Jadi, pegimana? Bosen jadi satpam? Emangnya ga gajian?", tanya saya membuka percakapan. Saya mencari warung kopi, untuk bicara-bicara dengan beliau ini.
Alhamdulillah ini pom bensin bagus banget. Ada minimart nya yang dilengkapi fasilitas ngopi-ngopi ringan.
"Gaji mah ada Ustadz. Tapi masa gini-gini aja?"
"Gini-gini aja itu, kalo ibadahnya gitu-gitu aja, ya emang udah begitu. Distel kayak apa juga, agak susah buat ngerubahnya".
"Wah, ustadz langsung nembak aja nih".
Saya meminta maaf kepada sekuriti ini umpama ada perkataan saya yang salah. Tapi umumnya begitu lah manusia. Rizki mah mau banyak, tapi sama Allah ga mau mendekat. Rizki mah mau nambah, tapi ibadah dari dulu ya begitu-begitu saja.
"Udah shalat ashar?"
"Barusan Pak Ustadz. Soalnya kita kan tugas. Tugas juga kan ibadah, iya ga? Ya saya pikir sama saja".
"Oh, jadi ga apa-apa telat ya? Karena situ pikir kerja situ adalah juga ibadah?"
Sekuriti itu senyum aja.

Disebut jujur mengatakan itu, bisa ya bisa tidak. Artinya, sekuriti itu bisa benar-benar menganggap kerjaannya ibadah, tapi bisa juga ga. Cuma sebatas omongan doangan. Lagian, kalo nganggap kerjaan-kerjaan kita ibadah, apa yang kita lakukan di dunia ini juga ibadah, kalau kita niatkan sebagai ibadah. Tapi, itu ada syaratnya. Apa syaratnya? Yakni kalau ibadah wajibnya, tetap nomor satu. Kalau ibadah wajibnya nomor tujuh belas, ya disebut bohong dah tuh kerjaan adalah ibadah. Misalnya lagi, kita niatkan usaha kita sebagai ibadah, boleh ga? Bagus malah. Bukan hanya boleh. Tapi kemudian kita menerima tamu sementara Allah datang. Artinya kita menerima tamu pas waktu shalat datang, dan kemudian kita abaikan shalat, kita abaikan Allah, maka yang demikian masihkah pantas disebut usaha kita adalah ibadah? Apalagi kalau kemudian hasil kerjaan dan hasil usaha, buat Allah nya lebih sedikit ketimbang buat kebutuhan-kebutuhan kita.
Kayaknya perlu dipikirin lagi tuh sebutan-sebutan ibadah.

"Disebut barusan itu maksudnya jam setengah limaan ya? Saya kan baru jam 5 nih masuk ke pom bensin ini", saya mengejar.
"Ya, kurang lebih dah".
Saya mengingat diri saya dulu yang dikoreksi oleh seorang faqih, seorang 'alim, bahwa shalat itu kudu tepat waktu. Di awal waktu. Tiada disebut perhatian sama Yang Memberi
Rizki bila shalatnya tidak tepat waktu. Aqimish shalaata lidzikrii, dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku. Lalu, kita bersantai-santai dalam mendirikan shalat. Entar-entaran. Itu
kan jadi sama saja dengan mengentar-entarkan mengingat Allah. Maka lalu saya ingatkan sekuriti yang entahlah saya merasa he is the man yang Allah sedang berkenan mengubahnya dengan mempertemukan dia dengan saya.
"Gini ya Kang. Kalo situ shalatnya jam setengah lima, memang untuk mengejar ketertinggalan dunia saja, jauh tuh. Butuh perjalanan satu setengah jam andai ashar ini kayak sekarang, jam tiga kurang dikit. Bila dalam sehari semalam kita shalat telat terus, dan kemudian dikalikan sejak akil baligh, sejak diwajibkan shalat, kita telat terus, maka
berapa jarak ketertinggalan kita tuh? 5x satu setengah jam, lalu dikali sekian hari dalam sebulan, dan sekian bulan dalam setahun, dan dikali lagi sekian tahun kita telat. Itu
baru telat saja, belum kalo ketinggalan atau kelupaan, atau yang lebih bahayanya lagi kalau bener-benar lewat tuh shalat? Wuah, makin jauh saja mestinya kita dari
senang".

Saudara-saudaraku Peserta KuliahOnline, percakapan ini kurang lebih begitu. Mudah-mudahan sekuriti ini paham apa yang saya omongin. Dari raut mukanya, nampaknya ia paham.
Mudah-mudahan demikian juga saudara-saudara ya? He he he. Belagu ya saya? Masa omongan cetek begini kudu nanya paham apa engga sama lawan bicara?
Saya katakan pada dia. Jika dia alumni SMU, yang selama ini telat shalatnya, maka kawan-kawan selitingnya mah udah di mana, dia masih seperti diam di tempat. Bila seseorang membuka usaha, lalu ada lagi yang buka usaha, sementara yang satu usahanya maju, dan yang lainnya sempit usahanya, bisa jadi sebab ibadah yang satu itu bagus sedang yang lain tidak.
Dan saya mengingatkan kepada peserta KuliahOnline untuk tidak menggunakan mata telanjang untuk mengukur kenapa si Fulan tidak shalat, dan cenderung jahat lalu hidupnya seperti penuh berkah? Sedang si Fulan yang satu yang rajin shalat dan banyak kebaikannya, lalu hidupnya susah. Jawaban terhadap pertanyaan-pertanya an seperti ini cukup kompleks. Tapi bisa diurai satu satu dengan bahasa-bahasa kita, bahasa-bahasa kehidupan yang cair dan dekat dengan fakta.
Insya Allah ada waktunya pembahasan yang demikian.
Kembali kepada si sekuriti, saya tanya, "Terus, mau berubah?"
"Mau Pak Ustadz. Ngapain juga coba saya kejar Pak Ustadz nih, kalo ga serius?"
"Ya udah, deketin Allah dah. Ngebut ke Allah nya".
"Ngebut gimana?"
"Satu, benahin shalatnya. Jangan setengah lima-an lagi shalat asharnya. Pantangan telat. Buru tuh rizki dengan kita yang datang menjemput Allah. Jangan sampe keduluan
Allah".

Si sekuriti mengaku mengerti, bahwa maksudnya, sebelum azan udah standby di atas sajadah. Kita ini pengen rizkinya Allah, tapi ga kenal sama Yang Bagi-bagiin rizki. Contohnya ya pekerja-pekerja di tanah air ini.. Kan aneh. Dia pada kerja supaya dapat gaji. Dan gaji itu rizki. Tapi giliran Allah memanggil, sedang Allah lah Tuhan yang sejatinya menjadikan seseorang bekerja, malah kelakuannya seperti ga menghargai Allah. Nemuin klien, rapih, wangi, dan persiapannya masya Allah. Eh, giliran ketemu Allah,
amit-amit pakaiannya, ga ada persiapan, dan tidak segan-segan menunjukkan wajah dan fisik lelahnya. Ini namanya ga kenal sama Allah.
"Yang kedua," saya teruskan. "Yang kedua, keluarin sedekahnya".
Saya inget betul. Sekuriti itu tertawa. "Pak Ustadz, pegimana mau sedekah, hari gini aja nih, udah pada habis belanjaan. Hutang di warung juga terpaksa dibuka lagi,. Alias udah mulai ngambil dulu bayar belakangan".
"Ah, ente nya aja kali yang kebanyakan beban. Emang gajinya berapa?"
"Satu koma tujuh, Pak ustadz".
"Wuah, itu mah gede banget. Maaf ya, untuk ukuran sekuriti, yang orang sering sebut orang kecil, itu udah gede".
"Yah, pan kudu bayar motor, bayar kontrakan, bayar susu anak, bayar ini bayar itu. Emang ga cukup Pak ustadz".
"Itu kerja bisa gede, emang udah lama kerjanya?"
"Kerjanya sih udah tujuh taon. Tapi gede gaji bukan karena udah lama kerjanya. Saya ini kerjanya pagi siang sore malem, ustadz".
"Koq bisa?"
"Ya, sebab saya tinggal di mess. Jadi dihitung sama bos pegimana gitu sampe ketemu angka 1,7jt".
"Terus, kenapa masih kurang?"
"Ya itu, sebab saya punya tanggungan banyak".
"Secara dunianya, lepas aja itu tanggungan. Kayak motor. Ngapain juga ente kredit motor? Kan ga perlu?"
"Pengen kayak orang-orang Pak Ustadz".
"Ya susah kalo begitu mah. Pengen kayak orang-orang, motornya. Bukan ilmu dan ibadahnya. Bukan cara dan kebaikannya. Repot".
Sekuriti ini nyengir. Emang ini motor kalo dilepas, dia punya 900 ribu. Rupanya angsuran motornya itu 900 ribu. Ga jelas tuh darimana dia nutupin kebutuhan dia yang lain. Kontrakan saja sudah 450 ribu sama air dan listrik. Kalo ngelihat keuangan model begini, ya nombok dah jadinya.
"Ya udah, udah keterlanjuran ya? Ok. Shalatnya gimana? Mau diubah?"
"Mau Ustadz. Saya benahin dah".
"Bareng sama istri ya. Ajak dia. Jangan sendirian. Ibarat sendal, lakukan berdua. Makin cakep kalo anak-anak juga dikerahin.. Ikutan semuanya ngebenahin shalat".
"Siap ustadz".
"Tapi sedekahnya tetap kudu loh".
"Yah Ustadz. Kan saya udah bilang, ga ada".
"Sedekahin aja motornya. Kalo engga apa keq".
"Jangan Ustadz. Saya sayang-sayang ini motor. Susah lagi belinya. Tabungan juga ga ada. Emas juga ga punya".

Sekuriti ini berpikir, saya kehabisan akal untuk nembak dia. Tapi saya akan cari terus. Sebab tanggung. Kalo dia hanya betulin shalatnya saja, tapi sedekahnya tetap ga keluar, lama keajaiban itu akan muncul. Setidaknya menurut ilmu yang saya dapat. Kecuali Allah berkehendak lain. Ya lain soal itu mah. Sebentar kemudian saya bilang sama ini sekuriti,
"Kang, kalo saya unjukin bahwa situ bisa sedekah, yang besar lagi sedekahnya, situ mau percaya?". Si sekuriti mengangguk. "Ok, kalo sudah saya tunjukkan, mau ngejalanin?". Sekuriti ini ngangguk lagi. "Selama saya bisa, saya akan jalanin," katanya, manteb.
"Gajian bulan depan masih ada ga?"
"Masih. Kan belum bisa diambil?"
"Bisa. Dicoba dulu".
"Entar bulan depan saya hidup pegimana?"
"Yakin ga sama Allah?"
"Yakin".
"Ya kalo yakin, titik. Jangan koma. Jangan pake kalau".

Sekuriti ini saya bimbing untuk kasbon. Untuk sedekah. Sedapetnya. Tapi usahakan semua. Supaya bisa signifikan besaran sedekahnya. Sehingga perubahannya berasa. Dia janji akan ngebenahin mati-matian shalatnya. Termasuk dia akan polin shalat taubatnya, shalat hajatnya, shalat dhuha dan tahajjudnya. Dia juga janji akan rajinin di waktu senggang untuk baca al Qur'an. Perasaan udah lama banget dia emang ga lari kepada Allah. Shalat Jum'at aja nunggu komat, sebab dia sekuriti. Wah, susah dah. Dan itu dia
aminin. Itulah barangkali yang sudah membuat Allah mengunci mati dirinya hanya menjadi sekuriti sekian tahun, padahal dia Sarjana Akuntansi!
Ya, rupanya dia ini Sarjana Akuntansi. Pantesan juga dia ga betah dengan posisinya sebagai sekuriti. Ga kena di hati. Ga sesuai sama rencana. Tapi ya begitu dah hidup.. Apa boleh buta, eh, apa boleh buat. Yang penting kerja dan ada gajinya.
Bagi saya sendiri, ga mengapa punya banyak keinginan. Asal keinginan itu keinginan yang diperbolehkan, masih dalam batas-batas wajar. Dan ga apa-apa juga memimpikan sesuatu yang belom kesampaian sama kita. Asal apa? Asal kita
barengin dengan peningkatan ibadah kita. Kayak sekarang ini, biarin aja harga barang pada naik. Ga usah kuatir. Ancem aja diri, agar mau menambah ibadah-ibadahnya. Jangan malah berleha-leha. Akhirnya hidup kemakan dengan tingginya harga,. Ga kebagian.
***

Sekuriti ini kemudian maju ke atasannya, mau kasbon. Ketika ditanya buat apa? Dia nyengir ga jawab. Tapi ketika ditanya berapa? Dia jawab, Pol. Satu koma tujuh. Semuanya. "Mana bisa?" kata komandannya.
"Ya Pak, saya kan ga pernah kasbon. Ga pernah berani. Baru ini saya berani".
Komandannya terus mengejar, buat apa? Akhirnya mau ga mau sekuriti ini jawab dengan menceritakan pertemuannya dengan saya.
Singkat cerita, sekuriti ini direkomendasikan untuk ketemu langsung sama ownernya ini pom bensin.. Katanya, kalau pake jalur formal, dapet kasbonan 30% aja belum tentu lolos
cepet. Alhamdulillah, bos besarnya menyetujui. Sebab komandannya ini ikutan merayu, "Buat sedekah katanya Pak", begitu kata komandannya.
Subhaanallaah, satu pom bensin itu menyaksikan perubahan ini. Sebab cerita si sekuriti ini sama komandannya, yang merupakan kisah pertemuannya dengan saya, menjadi kisah yang> dinanti the end story nya. Termasuk dinanti oleh bos nya.
"Kita coba lihat, berubah ga tuh si sekuriti nasibnya", begitu lah pemikiran kawan-kawannya yang tahu bahwa si sekuriti ini ingin berubah bersama Allah melalui jalan shalat dan sedekah.
Hari demi hari, sekuriti ini dilihat sama kawan-kawannya rajin betul shalatnya. Tepat waktu terus. Dan lumayan istiqamah ibadah-ibadah sunnahnya. Bos nya yang mengetahui
hal ini, senang. Sebab tempat kerjanya jadi barokah dengan adanya orang yang mendadak jadi saleh begini. Apalagi kenyataannya si sekuriti ga mengurangi kedisiplinan
kerjaannya.. Malah tambah cerah muka nya.
Sekuriti ini mengaku dia cerah, sebab dia menunggu janjinya Allah. Dan dia tahu janji Allah pastilah datang. Begitu katanya, menantang ledekan kawan-kawannya yang pada mau ikutan rajin shalat dan sedekah, asal dengan catatan dia berhasil dulu.
Saya ketawa mendengar dan menuliskan kembali kisah ini. Bukan apa-apa, saya demen ama yang begini. Sebab insya Allah, pasti Allah tidak akan tinggal diam. Dan barangkali
akan betul-betul mempercepat perubahan nasib si sekuriti.
Supaya benar-benar menjadi tambahan uswatun hasanah bagi yang belum punya iman. Dan saya pun tersenyum dengan keadaan ini, sebab Allah pasti tidak akan mempermalukannya juga, sebagaimana Allah tidak akan mempermalukan si sekuriti.
Suatu hari bos nya pernah berkata, "Kita lihatin nih dia. Kalo dia ga kasbon saja, berarti dia berhasil. Tapi kalo dia kasbon, maka kelihatannya dia gagal. Sebab buat apa
sedekah 1 bulan gaji di depan yang diambil di muka, kalau kemudian kas bon. Percuma".
Tapi subhaanallah, sampe akhir bulan berikutnya, si sekuriti ini ga kasbon.
Berhasil kah? Tunggu dulu. Kawan-kawannya ini ga melihat motor besarnya lagi. Jadi, tidak kasbonnya dia ini, sebab kata mereka barangkali aman sebab jual motor. Bukan dari keajaiban mendekati Allah.
Saatnya ngumpul dengan si bos, ditanyalah si sekuriti ini sesuatu urusan yang sesungguhnya adalah rahasia dirinya.
"Bener nih, ga kasbon? Udah akhir bulan loh. Yang lain bakalan gajian. Sedang situ kan udah diambil bulan kemaren".
Sekuriti ini bilang tadinya sih dia udah siap-siap emang mau kasbon kalo ampe pertengahan bulan ini ga ada tanda-tanda. Tapi kemudian cerita si sekuriti ini
benar-benar bikin bengong orang pada. Sebab apa? Sebab kata si sekuriti, pasca dia benahin shalatnya, dan dia sedekah besar yang belum pernah dia lakukan seumur hidupnya, yakni hidupnya di bulan depan yang dia pertaruhkan, terjadi keajaiban. Di kampung, ada transaksi tanah, yang melibatkan dirinya. Padahal dirinya ga terlibat
secara fisik. Sekedar memediasi saja lewat sms ke pembeli dan penjual. Katanya, dari transaksi ini, Allah persis mengganti 10x lipat. Bahkan lebih. Dia sedekah 1,7jt
gajinya. Tapi Allah mengaruniainya komisi penjualan tanah di kampungnya sebesar 17,5jt. Dan itu terjadi begitu cepat. Sampe-sampe bulan kemaren juga belum selesai. Masih tanggalan bulan kemaren, belum berganti bulan. Kata si sekuriti, sadar kekuatannya ampe kayak gitu, akhirnya dia malu sama Allah. Motornya yang selama ini dia sayang-sayang, dia jual! Uangnya melek-melek buat sedekah. Tuh motor dia pake buat ngeberangkatin satu-satunya ibunya yang masih hidup. Subhaanallaah kan? Itu jual motor, kurang. Sebab itu motor dijual cepat harganya ga nyampe 13 juta.
Tapi dia tambahin 12 juta dari 17jt uang cash yang dia punya. Sehingga ibunya punya 25 juta. Tambahannya dari simpenan ibunya sendiri.
Si sekuriti masih bercerita, bahwa dia merasa aman dengan uang 5 juta lebihan transaksi. Dan dia merasa ga perlu lagi motor. Dengan uang ini, ia aman. Ga perlu kasbon.
Mendadak si bos itu yang kagum. Dia lalu kumpulin semua karyawannya, dan menyuruh si sekuriti ini bercerita tentang keberkahan yang dilaluinya selama 1 bulan setengah ini.
Apakah cukup sampe di situ perubahan yang terjadi pada diri si sekuriti?
Engga. Si sekuriti ini kemudian diketahui oleh owner pom bensin tersebut sebagai sarjana S1 Akuntansi. Lalu dia dimutasi di perusahaan si owner yang lain, dan dijadikan
staff keuangan di sana. Masya Allah, masya Allah, masya Allah. Berubah, berubah, berubah.
Saudara-saudaraku sekalian.. Cerita ini bukan sekedar cerita tentang Keajaiban Sedekah dan Shalat saja. Tapi soal tauhid. soal keyakinan dan iman seseorang kepada Allah,
Tuhannya. Tauhid, keyakinan, dan imannya ini bekerja menggerakkan dia hingga mampu berbuat sesuatu. Tauhid yang menggerakkan! Begitu saya mengistilahkan. Sekuriti ini mengenal Allah. Dan dia baru sedikit mengenal Allah. Tapi
lihatlah, ilmu yang sedikit ini dipake sama dia, dan diyakini. Akhirnya? Jadi! Bekerja penuh buat perubahan dirinya, buat perubahan hidupnya.

Subhaanallaah, masya Allah. Dan lihat juga cerita ini, seribu kali si sekuriti ini
berhasil keluar sebagai pemenang, siapa kemudian yang mengikuti cerita ini? Kayaknya kawan-kawan sepom bensinnya pun belum tentu ada yang mengikuti jejak suksesnya si
sekuriti ini. Barangkali cerita ini akan lebih dikenang sebagai sebuah cerita manis saja. Setelah itu, kembali lagi pada rutinitas dunia. Yah, barangkali tidak semua ditakdirkan menjadi manusia-manusia pembelajar.
Pertanyaan ini juga layak juga diajukan kepada Peserta KuliahOnline yang saat ini mengikuti esai ini? Apa yang ada di benak Saudara? Biasa sajakah? Atau mau bertanya, siapa sekuriti ini yang dimaksud? Di ana pom bensinnya? Bisa kah kita bertemu dengan orang aslinya? Berdoa saja. Sebab kenyataannya juga buat saya tidak gampang menghadirkan testimoni aslinya. Semua orang punya prinsip hidup yang berbeda. Di antara semua peserta KuliahOnline saja ada yang insya Allah saya yakin mengalami keajaiban-keajaiban dalam hidup ini. Sebagiannya memilih diam saja, dan sebagiannya
lagi memilih menceritakan ini kepada satu dua orang saja, dan hanya orang-orang tertentu saja yang memilih untuk benar-benar terbuka untuk dicontoh. Dan memang bukan apa-apa, ketika sudah dipublish, memang tidak gampang buat seseorang menempatkan dirinya untuk menjadi contoh. Yang lebih penting buat kita sekarang ini, bagaimana kemudian kisah ini mengisnpirasikan kita semua untuk kemudian sama-sama mencontoh saja kisah ini. Kita ngebut sengebut2nya menuju Allah. Yang merasa dosanya banyak, sudah, jangan "Dan pada sebagian malam bertahajjudlah dengannya sebagai tambahan bagimu.Mudah- mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji". (Al Isra': 79

Rabu, 19 November 2008

Haaahh.. kamu ga bisa bayar qurban??

dapet dari pak aries di sebuah milis

Entah dinyana darimana..



Tiba-tiba saja muncul sebuah sosok yang datang menghampiri si Budi yang langsung bertanya, “Budi, apakah kamu tahun ini ikut memberikan qurban pada Idul Adha nanti?”



Dengan terbata-bata si Budi menjawab, “Soriii.. kayaknya tahun ini nggak bisa.. gua nggak punya duit buat bayar qurban..”



“Haahhh.. kamu nggak bisa bayar qurban?” tiba-tiba saja sosok putih melayang di depan si Budi mendadak menjadi sangar dan terlihat begitu besar.



“Beneran.. gua nggak punya duit.. by the way.. loe siapa ya?” sergah si Budi yang menjadi ketakutan melihat sosok putih itu menjadi sangar dan terlihat begitu besar di hadapannya.



“Saya Malaikat Maut! Saya akan cabut ruh kamu seketika saat perintah eksekusimu ditetapkan oleh-Nya!” bentak sosok putih tersebut yang mengaku sebagai Malaikat Maut.



“Waduh.. plisss.. gua masih belum turun kan perintah eksekusinya?” tanya si Budi yang semakin ketakutan.



“Itu tidak penting! Sekarang jawab dulu mengapa kamu nggak bisa bayar qurban tahun ini!” sergah Sang Malaikat Maut.



“Wah.. repot nih.. gaji gua nggak cukuplah buat bayar qurban..” balas si Budi.



“APAA?? Gaji kamu yang sejuta sebulan itu nggak cukup buat bayar qurban?”



“Kamu merokok saja sehari habis sebungkus.. berarti sebulan habis sekitar 180 ribu.. berarti setahun kamu sudah membuang uang yang diamanatkan oleh Alloh SWT sekitar 2 juta rupiah!!!”



“Padahal harga seekor kambing di sebuah lembaga amil zakat saja hanya 850 ribu rupiah! Masih berani kamu ngomong nggak punya uang buat bayar qurban?!!??”



“Hanya menyisihkan setengah dari harta yang dimubazirkan saja kamu tidak mau??!!??”



“Kamu ini benar-benar keterlaluan!!!”



Si Budi semakin ketakutan melihat Malaikat Maut murka terhadap ketololannya.



“Tapi gimana nih.. gua kan bentar lagi mau mati.. gimana mau bayar qurban..” celetuk si Budi mencoba mencari dalih.



“Siapa bilang kamu akan mati sekarang? Untung Alloh SWT belum memberi perintah pencabutan nyawa kamu! Ayo sekarang segera bangun dari mimpi kamu dan tunaikanlah qurban kamu tahun ini!” sergah Sang Malaikat Maut.



Tiba-tiba saja si Budi terbangun dari tidurnya dan bisa bernafas lega karena ternyata kejadian tadi hanya mimpi.



Apakah si Budi akan membayar qurban tahun ini?

Entahlah.. karena ternyata saat ini pun saat terbangun dari tidurnya dia membakar sebatang rokok dan menghisapnya