Kamis, 02 Oktober 2014

Fokus dan Prioritas


Konon menurut bibel, pertarungan menegangkan antara David melawan Goliath terlihat tidak imbang. Goliath yang tinggi besar, menggunakan zirah lengkap, melawan David penggembala berbadan kurus dan tanpa baju pelindung. Yang david lakukan hanyalah mengincar sisi kening Goliath yang tidak terlindung, dengan pelontar untuk melontarkan batu. Setttttt! batu melesat cepat, Goliath ambruk seketika tanpa sempat melawan...

Hikmahnya? hanya perlu satu titik fokus untuk memperoleh kemenangan. Awalnya memang terlihat kecil dan dan nyaris tanpa peluang. Tapi satu-satunya peluang itu, jika di eksploitasi secara optimal, dilatih secara terus menerus akan berbalik menjadi kemenangan yang sangat bersejarah nan melegenda. Seperti kisah David diatas

Sama dengan hidup, harus fokus dengan tujuan. Kita harus berani memilih. Hal-hal yang tidak relevan dengan tujuan hidup, bahkan berpotensi melencengkan kita dari tujuan hidup, secara sadar harus berani kita singkirkan dengan segala konsekuensi nya.

Misalkan dalam hal bisnis, tentunya tujuan awal dari mendirikan bisnis adalah untuk mendatangkan profit. Yang kita fokuskan adalah bagaimana meningkatkan profit perusahaan. Entah dengan teknik marketing terbaru, atau dengan menambah kompetensi bisnis dan lain-lain. Hal-hal yang mengganggu kinerja kita untuk mencapai tujuan tersebut harus berani disingkirkan, seperti kebiasaan judi, dugem, dan sebagainya. Bahkan hal-hal yang tidak relevan (walau tidak mengganggu) juga harus disingkirkan. Seperti kongkow-kongkow bareng teman lama, aktif di organisasi yang tidak relevan, mencoba profesi lain, dan seterusnya.

First thing first kalau kata kawan saya. Bukan berarti kita menjadi sombong dengan menolak judi, dugem, kongkow-kongkow... tapi ini masalah Fokus tujuan hidup, yang akhirnya harus memilih prioritas.

Mungkin ada orang-orang yang tujuan hidupnya menjadi pejudi handal, atau pedugem handal, atau peng-kongkow handal... itu urusan mereka. Urusan saya adalah... misalkan saya seorang Guru di sekolah, ya bagaimana menemukan metoda belajar yang menarik, bagaimana murid-murid saya berhasil, dan sebagainya. Jadi ini memang semacam pilihan hidup.

Prioritas
Pernah denger prinsip pareto yang 80-20 itu? 20% hal kecil bisa mempengaruhi 80% sisanya. Nah ini juga bisa kejadian dalam hal mencapai tujuan hidup. Misalkan ada pengusaha yang income bulanan-nya sudah mencapai 1 Milyar, kemudian maju jadi caleg dimana nanti gajinya "hanya" mungkin sekitar 25 juta. Tapi perhatikan fokus dan konsentrasinya... 80% bahkan 99% waktunya hanya akan dihabiskan tentang hal-hal yang berkait profesi aleg nya. Belum lagi kalau terkena skandal-skandal. Habis waktunya... Bisnis awal tidak terurus, akhirnya bangkrut bisnisnya. Nah, kita lihat bagaimana si 25 juta yang hanya 3% dari penghasilan sebelumnya (1 Milyar), bisa membuat hancur semuanya. Pareto bekerja juga disini :D

Ah masih mending 3%. Bahkan kita rela menghancurkan bisnis kita, hanya demi 0% secara tidak sadar. Gak percaya? coba tanya teman-teman yang ikut organisasi non-profit, komunitas, asosiasi, klub, sampai parpol. Ujung-ujungnya malah sering ribut sendiri karena terlibat politik organisasi. Niat awal kita mungkin baik, untuk membantu sesama. Tapi ternyata menguras energi dan waktu kita habis-habisan. Berakhir kepada kehancuran bisnis kita sendiri yang jadi tidak terurus, karena 100% waktu kita habis disana.

Termasuk prioritas lain adalah, seperti keluarga, pertemanan, dan ibadah. Asik bisnis, tapi keharmonisan rumah tangga terganggu, anak-anak terlibat narkoba (naudzubillah), ibadah-ibadah jadi menurun kualitasnya. Lagi-lagi ini masalah prioritas. Karena seringnya saya melihat orang berjalan tanpa prioritas... ketika hilang sesuatu yang berharga dari dirinya, baru kemudian menyadari salah prioritas. Jadi sebelum telat, mari kita atur prioritas dari sekarang...

Contoh masalah penyaluran Zakat, Infaq, Sodaqoh.. beda dengan kebanyakan orang yang penyalurannya lewat lembaga ZIS, saya prioritaskan dulu untuk orang-orang dekat yang membutuhkan seperti keluarga, kerabat, tetangga, karyawan dan keluarganya. Jadi maaf banget buat teman-teman yang suka sodorin proposal ke saya, seringnya anggaran ZIS sudah habis duluan. Tapi buat orang-orang yang supersibuk, dan kebetulan tinggal dikawasan elit, keluarganya juga sudah mapan semua, ya lembaga ZIS pasti membantu. Menghemat waktu, lebih merata distribusinya, dan berbagai keunggulan lainnya. Ini pilihan kita, tergantung tujuan hidup yang sudah dijelaskan diatas..

Begitu juga masalah pertemanan dan keluarga. Pssst ini topik sensitif. Memang sengaja Tuhan ciptakan seimbang antara manusia-manusia positif, dan juga negatif. Ada tipe manusia yang selalu mengeluh, gak bisa move on dari masalah masa lalunya, seolah-olah dirinya adalah manusia dengan cobaan terberat (mungkin melebihi ujian para nabi hehe). Jangan habiskan waktu kita disini... sisakan saja 2,5% waktu kita untuk mereka (biar kayak zakat hehe). Tetap fokus sesuai prioritas kita. Maju terus menatap masa depan

Ada juga manusia-manusia negatif lainnya yang selalu menjatuhkan semangat dan optimisme kita. Atau mencari-cari masalah ke kita. Susah melihat kita senang, senang melihat kita susah. Ada! kalau manusia seperti ini sebaiknya zero-tolerance. Abaikan saja yang seperti ini, tapi tetap jangan memutus silaturahim ya... tetap didoakan. inget, fokus kita tetap ke tujuan awal ;)

Hal ini yang membuat saya agak strict dengan entrepreneur-entrepreneur baru yang saya bina. Seperti mas Dendy dengan Calico Petshop nya ( www.calico.co.id ), rekomendasi saya agar petshopnya tetap fokus untuk retail... tidak tergoda jadi importir dan sebagainya. Harus menjadi retailer produk pet yang terlengkap dengan best value. Kekuatan nya harus fokuskan disana, sebagaimana Daud mengincar kening Goliath.

Saya mencoba melakukan yang demikian untuk istri saya di PlasaEmas.com untuk fokus di delivery logam mulia emas. Walau sudah menempati kantor sendiri, namun plasaemas tetap tidak melayani transaksi di kantor. Tetap fokus ke delivery. Termasuk di Prabu Cattery, yang fokusnya hanya ingin menghasilkan kucing-kucing sehat berkualitas, dan menjalin persahabatan dengan adopter serta pecinta kucing lainnya. Agar langkahnya tidak melenceng dari tujuan awal. Fokus.

Godaan-godaan untuk mencoba bisnis lain pun datang ke saya. Tapi karena sudah memilih Fokus dan Prioritas, secara sadar saya mengurungkan semua niat tersebut. Walau secara hitung-hitungan diatas kertas, sangatlah menarik. Mencoba menjaga komitmen. Bahkan dari hal-hal kecil seperti menonton pertandingan sepakbola dini hari. Jika besoknya ada agenda penting, ya secara sadar memilih untuk tidur dan istirahat cukup. Walaupun yang tanding adalah klub terkeren sejagad raya, Real Madrid.

Ah, intinya tulisan ini memang ditujukan untuk diri penulis sendiri. Betapa banyak hal-hal yang mengganggu fokus dan prioritas hidup. Satu persatu baru akan mulai di eliminasi. Bagaimana kabar fokus dan prioritas teman-teman semua?

3 komentar:

Agus Ali mengatakan...

omm judi, dugem sama kongkow2 gak jelas ya gak ada hubungannya sama sombong... memang harus di tinggalkan kata pak ustadz saya,.. hehehe...

Dorar Info mengatakan...

SANGAT MENGINSPIRASI :)

Adzan W. Jatmiko mengatakan...

wadoh dibaca gurunda ustadz aguusss... jadi malu sayah... siap pak ustadz...

@dorar info, makasih ya.. jgn lupa doain saya :D