Sabtu, 08 Desember 2007

Keuntungan yang sesungguhnya

Sebuah pelajaran menarik dari acara kick andy kemarin yang mendatangkan tamu Aa Gym. Ketika ditanya tentang bisnisnya yang sebagian gulung tikar karena turunnya popolaritas Aa Gym (mengingat kontroversi poligami nya), beliau cuma menjawab "bahwa keuntungan itu bukan dilihat dari omzet dan sebagainya, tapi seperti hadits nabi, yang untung itu adalah ketika kita sebagai manusia menjadi lebih baik dibanding hari kemarin. Yang rugi itu adalah ketika hari ini sama saja seperti kemarin."

Business is human. Sekali lagi kejeniusan Rasulullah SAW terbukti. Akhir-akhir ini ditemukan lagi tentang definisi orang kaya. Ternyata orang kaya itu adalah seberapa banyak ia bisa mengumpulkan uang ketika ia bangkrut sama sekali. Contohnya begini, misalkan usaha saya bangkrut total, kemudian saya butuh pinjaman untuk bertahan hidup. Ternyata total uang pinjaman yang bisa saya dapatkan dari orang-orang dekat saya adalah satu juta rupiah. Ya, satu juta rupiah itulah nilai kekayaan kita sesungguhnya. (berapa ya kekayaan saya hehehe). Contohnya Bill Gates yang ketika bankrut mendapat pinjaman milyaran dollar dari Warren Buffet. Apa kata kuncinya? integritas! SDM! human! orangnya!

Sekarang pun dikenal istilah Money Magnet. Jadi bukan kita yang mencari-cari uang, money magnet itu justru dikejar-kejar uang karena brand image nya yang sudah ternama. Simple nya seperti ini, coba kita pikirkan berapa banyak orang/bank/perusahaan yang ingin berinvestasi di perusahaan Bill Gates? buanyak sekali. Ya, itulah money magnet. Bagaimana caranya menjadi money magnet? tingkatkan integritas! SDM! human! orang! lagi-lagi manusianya...

Jadi bisakah kita simpulkan jika kesuksesan atau keuntungan perusahaan bergantung dari manusianya? jadi jika kualitas manusia baik, maka perusahaan akan menjadi untung. jika kualitas manusia buruk, perusahaan akan merugi. Sepakat ya!

Jika ditarik lagi, keuntungan perusahaan itu pada akhirnya hanyalah masalah peningkatan kualitas sumberdaya manusia. Jadi maju atau mundurnya perusahaan kita adalah bagaimana kita mampu untuk selalu belajar dalam rangka peningkatan kualitas diri.

Misalkan perusahaan kita sedang merugi, jika mental kita selalu positif dan menganggap itu adalah bagian dari pembelajaran dalam rangka peningkatan kualitas diri, maka kita akan selalu untung. Asalkan kita belajar dari kesalahan dan tidak mengulanginya lagi. Ya, KITA AKAN SELALU UNTUNG!

Apakah hari ini kita sudah lebih baik dari kemarin?


adzan101.blogspot.com

1 komentar:

Mentari mengatakan...

ilmu dan pengalaman itu harga yang tak ternilai, ya kan bang

pagi-mentari.blogspot.com