Rabu, 29 Oktober 2008

Indonesia doesnt need d world, but d world need Indonesia

Suatu pagi di bandar lampung, menjemput seseorang di bandara. Orang itu sudah tua, kisaran 60 tahun. Sebut saja si bapak.

Si bapak adalah pengusaha asal singapura, dengan logat bicara gaya melayu, english, (atau singlish?) beliau menceritakan pengalaman2 hidupnya kepada kami yang masih muda. Mulai dari pengalaman bisnis, spiritual, keluarga, bahkan percintaan hehehe..

"Your country is so rich!"

Ah biasa banget kan denger kata2 begitu. Tapi tunggu dulu..

"Indonesia doesnt need d world, but d world need Indonesia"
"Everything can be found here in Indonesia, u dont need d world"
"Mudah saja, Indonesia paru2 dunia. Tebang saja hutan di Kalimantan, dunia pasti kiamat. Dunia yang butuh Indonesia!"

"Singapore is nothing, we cant be rich without indonesia. 500.000 orang indonesia berlibur ke singapura setiap bulan. bisa terbayang uang yang masuk ke kami? apartemen2 dan condo terbaru kami yang membeli pun orang2 indonesia, ga peduli harga yang selangit, laku keras. Lihatlah rumah sakit kami, orang indonesia semua yang berobat."

"Kalian tahu bagaimana kalapnya pemerintah kami ketika asap hutan indonesia masuk? ya benar2 panik. sangat berasa, we are nothing."

"Kalian ga tau kan klo agustus kemarin dunia krisis beras. termasuk di singapura dan malaysia? kalian di indonesia dengan mudah dapat beras"

"Lihatlah negara kalian, air bersih dimana2.. lihatlah negara kami, air bersih pun kami beli dari malaysia. Saya pernah ke kalimantan, bahkan pasir pun mengandung permata. Terlihat glitter kalo ada matahari bersinar. Petani disana menjual Rp3000/kg ke sebuah pabrik China. Dan si pabrik menjualnya kembali seharga Rp 30.000/kg. Saya melihatnya sendiri"

"Kalian sadar tidak klo negara2 lain selalu takut meng-embargo Indonesia? Ya, karena negara kalian memiliki segalanya. Mereka takut klo kalian menjadi mandiri, makanya tidak di embargo. harusnya KALIANLAH YANG MENG-EMBARGO DIRI KALIAN SENDIRI. Beli lah dari petani2 kita sendiri, beli lah tekstil garmen dari pabrik2 sendiri. Tak perlu kalian impor klo bisa produksi sendiri."

"Jika kalian bisa mandiri, bisa MENG-EMBARGO DIRI SENDIRI, Indonesia will rules the world.."

Jleb... tengsin banget ga sih ada orang asing yang ngomong begitu...

10 komentar:

Zidni mengatakan...

Pendeskripsian yang menarik,
Pembicaraan awal yang sangat menarik.
kelihatan kalo si bapak adalah orang yg berpengalaman.

Anonim mengatakan...

ya sekarang gini,
kita pikirkan bagaimana caranya dan siapa saja yang dapat merubah semua ini.
kalau cuma sekedar kata dan tanpa tindakan itu tidak akan terwujut.
betul gak?

Anonim mengatakan...

salam kenal mas adzan,
saya mau sedikit berkomentar...

mungkin klo ada lanjutannya terakhir dia tanya ulang...
"are you indonesian??"
bukan, saya adalah satu dari sebagian besar rakyat indonesia yang tidak pernah tahu apa arti memiliki..

mitasuri mengatakan...

iya...emang keren tulisannya...(bkn krn suami sendiri kok yg nulis :p) wajar klo ada yg ngiler buat ngebajak. Salut mas... makin bangga deh istrinya :)

Abi Tazkia mengatakan...

Jadi trenyuh bacanya...
Pertanyaanya ah...why ??
Whay ?? ...kenapa keadaan negaraku masih kaya gini ?? hiks ..

opappi mengatakan...

Kalo setuju dengan revolusi mas, terutama pendidikan nya mas,
mental bangsa kita kayaknya lemah.

Liat duit dikit, maunya korup, ada kekuasaan dikit, sama aja.
yang dulunya baik, pas ada kesempatan, langsung embat.

Aah..gitu aja kali mas ya.

nadya mengatakan...

waduh, deg-degan jantung saya baca artikel ini.. bener2 pencerahan.. berarti selama ini kita emang di bego-begoin ya.. hahahaha...
bahkan pemerintah yang kita percaya pun malah "memeras" n ngebogoin rakyat..

emang ujung2nya baliknya ke PENDIDIKAN juga sih pak!, kita memang di didik untuk apatis dan ga perduli sama nasib bangsa ini.. " ini kan memang salah satu teori kekuasaan monarki(kalo ga salah pelajaran jaman sms:)"..
kudu di sebar luaskan ni, tulisan gini, biar banyak yang SADAR..
pak, saya mau nulis artikel dengan kutipan tulisan bapak ini boleh ga? buat tulis di blog aja sih:)

thank u soo much ya:)

nadiya
choco_iced85@y

handhika mengatakan...

Jan,
pernah denger konsep comparative advantage nya David Ricardo gak?
Suatu bangsa mungkin bisa survive mandiri, semua2nya berasal dari produksi dalam negeri, no import, dll. Tapi mereka tidak akan bisa efisien.
Free trade justru akan menguntungkan semua pihak. Invisible hand speaks.

Mujahidah76 mengatakan...

Waks.....
Suatu yang cliche Pak.
Tapi kalo diliat memang orang Indonesia rata2 selalu mencari kamanan dan kenyamanan dulu kan. Oleh karena itu lebih membanggakan buat mereka untuk menjadi orang upahan dan bukan orang yang mengupah. It's just a matter of status rather than the bigger vision of theirselves rule the world.
Thanks it's inspiring anyway..........for the beginner :)

Agus Ramada S mengatakan...

Bravo kang!
Indonesia bisa Bangkit!
Mohon ijin dishare ya.