Kamis, 06 Agustus 2009

Fokus dan empat tips awal mencari guru bisnis

kejadian di beberapa hari terakhir

"Zan, oi cariin mobil XXX donk di Jakarta. Biasanya harganya 100jt, klo dijual dikota Lek (Pak lek) harganya 125jt. Lumayan kan! nah kita patungan yuk fifty-fifty"

"Zan, ada tuh si bapak XXX baru aja buka salon mobil, modal cuma 30jt, keuntungan bisa 10jt/bulan. gimana mau buka ga?"

"Zan, ada si X tuh, baru 17 tahun, di tahun 2009 udah gain 2000% di saham"

"Zan jualan makanan jenis XXX yuk pake gerobak, pasti rame nih lagi bulan puasa sebentar lagi. balik modal paling cuma 3 bulan"

Hehe kyknya ngga deh.. saya lebih milih untuk fokus di bisnis saya sekarang walaupun return yg didapat mungkin tidak sebesar gembor2 diatas.

Pengalaman lebih dari 5 tahun untuk berdagang memang tidak bisa dibohongi, dan juga tidak bisa di karbit ilmunya. Tapi tenang saja, disini saya mau berbagi pengalaman saya selama itu.

salah satu kesalahan pengusaha pemula adalah mudahnya kegoda untuk tidak fokus berbisnis. Seperti melihat air hujan deras dan ingin menampung airnya dengan ember kita. kita lari2 mondar-mandir untuk mendapatkan air yg tercurah deras itu.. akhirnya malah ga dapet apa2 (ya paling ngga dapet pengalaman ehehehe). sementara kita melihat ember yg terdiam di pojok justru menampung air hujan hingga luber..

begitu juga ketika melihat bisnis teman2.. nah ini nih..
sebelumnya mohon maaf bukan bermaksud menggurui..

karena banyak sekali orang seperti saya dahulu kala, yg menghendaki sekali figur seorang mentor karena ga pede mau mulai bisnis. Karena dengan adanya mentor/guru yg ideal, kita bisa menghindari kerugian2 akibat bisnis yg tidak fokus.

Berikut ini hasil diskusi saya dengan beberapa pengusaha yg jam terbangnya diatas 5 bahkan 10thn. inilah tips mencari guru

1. Carilah guru yang ga mau dibayar..
Pengusaha sejati itu pasti ingin sekali memiliki banyak duplikat alias orang2 yang bisa menikmati peran wirausaha. Makanya klo ada yg jargon nya coach bisnis tapi minta bayaran ya buat saya sih ga layak jadi guru. walau bukan berarti bisa diabaikan ilmunya.

Adalagi yg walaupun ga mau dibayar, tapi ada tendensi supaya kita membeli produk dari pak guru itu. klo prinsipnya suka sama suka sih ga masalah, yg penting sadar resiko. Tapi klo sikap sang guru itu berubah ketika kita ga mau beli produknya, ya tinggalin aja. Dia bukan guru yang baik berarti :)

tapi walau ga mau dibayar bukan berarti kita bisa semena-mena. Banyak2 pengertian akan kesibukan sang guru, klo perlu bantu sang guru keluar dari kesulitan, dsb dsb..

saya pernah punya guru yg hanya ada waktu adalah ketika shalat shubuh di komplek blio. ya mau ga mau saya subuh disana


2. Carilah guru yang bisnisnya fokus
suka heran deh klo ada pembicara yg bisnisnya udah macem2. "saya bisnis retail, trus pendidikan juga, trus agro juga, trus makanan juga, trus trus trus..." padahal mulai bisnis baru kemaren sore.
bukan berarti ga mungkin sih, tapi klo anda sedang bicara disebuah forum yg isinya pengusaha dengan pengalaman 5thn keatas, ya be careful...

karena lagi2 saya bilang, pengalaman tidak bisa dibohongi. Bagi pengusaha dengan jam terbang belasan tahun, dengan mudah bisa membaca itu semudah seperti kita sedang membaca anak umur 5 tahun yg sedang belajar berbohong.. yak semudah itu :)


3. Carilah guru yang membesarkan bisnisnya sendiri
adalagi pembicara entrepreneur yang ketika ditanya bisnisnya apa? "saya punya sekian cabang franchise X, sekian cabang Franchise Y, belasan cabang franchise Z" walah....

bukan berarti ga ada ilmunya sih. pasti ada kok ilmu yg bisa kita ambil. cuma menurut saya yg kyk gini jangan dijadiin referensi.

Apalagi klo ada pengusaha yg keliatannya sukses, tapi masih aktif MLM misalnya. Wah apapun alesannya, saya jamin, bisnisnya lagi mandek. yang beginian kurang bagus klo dijadiin guru dan dimintakan pendapat.


4. Carilah guru yang kesibukan sehari2nya ya jagain toko or bisnisnya itu
coba liat Pak Haji Alay yg sehari2 jaga tokonya, Pak Roni juga begitu, lebih banyak waktu untuk mikirin bisnisnya dengan penuh passion dan kesenangan.


Intinya sih berguru bisa sama siapa aja, bahkan sama yg gagal sekalipun bisa jadi guru. Nyari guru yg seperti diatas memang susah, tapi bukan berarti ga mungkin. Emang sih lebih repot. Klo mau gampang ya bisa aja pake jasa business coach, tinggal bayar n dia dateng hehehe.. ya tapi kurang ideal. klo mau yg bagus kan emang harus repot dikit.

N Jangan lupa, klo udah ketemu guru yg sesuai, kita lebih sering memberi dan jgn mulu nodong ilmunya (hehehe bisa bgt yak ngomong bgini, padahal saya jg belom bisa kasih apa2 ke pak guru. walau terus berusaha)

smoga berguna
dan mohon maaf klo ada salah2 kata, ini cuma pendapat saya yg bisa salah..

2 komentar:

annas mengatakan...

Betul pak, apalagi kalau gabung ama komunitas entrepreneur banyak banget godaannya.

ada tips-trick agar fokus?

wah menarik juga ya punya guru di bisnis, belum punya pengalaman kalau yang ini

azzaam mengatakan...

Dimana yah biasanya gabung komunitas entrepreneur?