Menjadi kaya karena kejujuran
Alkisah pada jaman Dinasti Utara dan Selatan (Cina kuno) hiduplah seorang ayah bernama bernama Meng Xin. Hidupnya miskin, pekerjaannya hanyalah pedagang biasa ditambah bertani. Pada suatu hari, anak dan istri Meng kehabisan beras dan makanan setelah beberapa hari ditinggal Meng berdagang.
Sapi yang ditinggalkan Meng pun sakit, dan tidak bisa digunakan anak dan istrinya untuk bekerja di ladang. Timbul niatan dari sang anak untuk menjual sapinya yang sakit sebelum sapinya itu mati. Hingga tiba sang anak dipasar dan menawarkan sapinya untuk hanya sekedar membeli beras. Sang pembeli pun sudah curiga bahwa sapi itu sebenarnya sakit. Tapi sang anak mengelak, berbohong mengatakan bahwa sapinya baik-baik saja. Pembeli itu berhasil ditipunya dan akhirnya membeli sapi itu seharga 80 qiant (mata uang cina kala itu). Akhirnya sang anak dapat memenuhi kebutuhan dasar hidupnya dengan membeli beras untuk ibunya.
Hingga tiba ketika Meng Xin pulang dan membawa sejumlah uang. Tak lama Meng Xin marah besar karena tahu sapinya dijual. Meng Xin marah karena mengetahui sapinya sedang sakit dan tak layak dijual. Ia sangat takut akan mengecewakan orang yang membeli sapi itu. Dan mengatakan kepada anaknya bahwa tindakan yang ia lakukan adalah sebuah penipuan. Setelah sang anak meminta maaf kepada ayahnya, mereka berdua bergegas menuju ke rumah orang yang baru saja membeli sapinya.
Setibanya ditempat pembeli, Meng Xin langsung meminta maaf kepadanya dan mengatakan bahwa sapinya memang sedang sakit. Meng Xin berniat menebusnya dengan harga 100 qiant. Sang pembeli tersentuh dengan kejujuran Meng Xin, dan mengatakan bahwa Meng Xin cukup menebusnya dengan 80 qiant saja. Tapi Meng Xin bersikeras, dan mengatakan bahwa 20 qiant sisanya adalah untuk dipakai biaya merawat sapi selama beberapa hari.
Singkat cerita, kisah ini menyebar dengan cepat ke penjuru kota. Kejujuran Meng Xin menjadi buah bibir masyarakat hingga banyak orang yang mencarinya untuk bermitra usaha. Hingga menjadikan Meng Xin sebagai salah satu orang yang kaya.
"Bisa dipercaya dalam urusan kecil membantu menunjang nama baik seseorang" kata Hanfei Zi. Seperti Muhammad SAW yang selalu jujur ketika berdagang hingga dijuluki Al-Amin (orang yang terpercaya). Muhammad SAW selalu berterus terang kepada pembelinya jika ada barang dagangannya yang cacat. Tidak pernah akan rugi seseorang yang memilih jalan kejujuran. Seperti bola salju yang semakin membesar, keuntungan yang jauh lebih besar sedang menunggu orang-orang yang jujur. Sementara orang-orang yang yang tidak jujur sebenarnya sedang menukar keuntungan yang sangat besar dengan sesuatu yang murah.
Salah satu guru saya pernah berujar, "bahkan maling nomor satu pun butuh orang kepercayaan dan anak buah yang jujur!" bahkan ia menambahkan, "sangat gampang jadi orang kaya di jaman kita sekarang ini, cukup menjadi pengusaha yang jujur. Karena pengusaha yang jujur masih langka di negeri ini. Pengusaha jujur ini akan dicari-cari orang seantero negeri untuk diajak bermitra"
Tim Alpha sebagai kumpulan pengusaha muda (sangat muda karena usia anggotanya masih dibawah 25 tahun) memegang teguh masalah integritas yang selama ini menjadi ciri khas tim ini. Kejujuran merupakan harga mati, yang harus dipegang teguh tim ini apapun yang terjadi. Karena jika manusia sudah tidak bisa dipegang lidahnya, lantas apa lagi yang bisa dijadikan sandaran dan pegangan?
adzan101
Sabtu, 24 November 2007
Menjadi kaya karena kejujuran
Jumat, 23 November 2007
Tentang Kemasan
Tentang Sebuah Kemasan
Pada suatu hari seorang pria dari Chu melihat seorang nelayan membawa mutiara. Tertarik dengan ukuran mutiara yang sangat besar akhirnya pria tersebut mencoba menawarnya. Akhirnya mutiara terbeli dan sesampainya di rumah pria itu langsung merencanakan untuk membuat kotak tempat penyimpanannya. Dibenaknya, kotak itu akan dibuat dari kayu cendana yang mahal dan akan diukir gambar Naga dan Burung Hong kemudian dihiasi dengan permata. Tak lupa bagian dalamnya dilapisi beludru merah.
Karena besarnya mutiara tersebut ditambah kemasan yang indah, tak lama barang itu pun terjual. Keuntungan yang didapat sangat besar. Kemudian hal yang aneh terjadi. Sang pembeli kembali datang untuk mengembalikan mutiara yang baru saja dibeli. Pria itu menjadi sedih, mengira sang pembeli tidak menyukai mutiara yang ia jual. Sang pembeli mengiyakan, dan mengatakan bahwa sebenarnya ia hanya tertarik dengan kotak kemasannya yang indah...
Pria itu menjadi senang, karena mendapatkan keuntungan lebih dengan dikembalikannya mutiara secara cuma-cuma.
Kisah ini mengingatkan saya dengan suatu kejadian lucu di negeri kita. Masih ingat dengan lagu-lagu "sms siapa ini bang", "kucing garong", "ketahuan"? ya, lagu-lagu itu menjadi booming setelah dikemas ulang dengan penyanyi yang berbeda. Artinya dengan "barang" yang sama, ketika dikemas dengan SEDIKIT berbeda akan memiliki value yang BANYAK berbeda.
Tak beda dengan produk Gulaku. Selama ini kita selalu membeli gula curah dengan dibungkus plastik seadanya. Dengan memberi kemasan yang menarik, Gulaku dapat mengambil margin lebih. Kemasannya memberikan kesan bahwa Gulaku lebih bersih, berkualitas, higienis, elegan dan berbagai kesan positif lainnya.
Sama juga seperti Carrefour jika dibandingkan dengan pasar tradisional. Hanya berbeda kemasan. Bahkan hampir semua item lebih mahal di carrefour daripada pasar tradisional. Tapi kenapa banyak masyarakat yang tetap memilih belanja di carrefour?
Kemasan akan memberi kesan yang berbeda tentang produk kita. Mahal murah akan menjadi relatif. So, sudahkah kita mengemas produk kita dengan baik?
adzan101
Pada suatu hari seorang pria dari Chu melihat seorang nelayan membawa mutiara. Tertarik dengan ukuran mutiara yang sangat besar akhirnya pria tersebut mencoba menawarnya. Akhirnya mutiara terbeli dan sesampainya di rumah pria itu langsung merencanakan untuk membuat kotak tempat penyimpanannya. Dibenaknya, kotak itu akan dibuat dari kayu cendana yang mahal dan akan diukir gambar Naga dan Burung Hong kemudian dihiasi dengan permata. Tak lupa bagian dalamnya dilapisi beludru merah.
Karena besarnya mutiara tersebut ditambah kemasan yang indah, tak lama barang itu pun terjual. Keuntungan yang didapat sangat besar. Kemudian hal yang aneh terjadi. Sang pembeli kembali datang untuk mengembalikan mutiara yang baru saja dibeli. Pria itu menjadi sedih, mengira sang pembeli tidak menyukai mutiara yang ia jual. Sang pembeli mengiyakan, dan mengatakan bahwa sebenarnya ia hanya tertarik dengan kotak kemasannya yang indah...
Pria itu menjadi senang, karena mendapatkan keuntungan lebih dengan dikembalikannya mutiara secara cuma-cuma.
Kisah ini mengingatkan saya dengan suatu kejadian lucu di negeri kita. Masih ingat dengan lagu-lagu "sms siapa ini bang", "kucing garong", "ketahuan"? ya, lagu-lagu itu menjadi booming setelah dikemas ulang dengan penyanyi yang berbeda. Artinya dengan "barang" yang sama, ketika dikemas dengan SEDIKIT berbeda akan memiliki value yang BANYAK berbeda.
Tak beda dengan produk Gulaku. Selama ini kita selalu membeli gula curah dengan dibungkus plastik seadanya. Dengan memberi kemasan yang menarik, Gulaku dapat mengambil margin lebih. Kemasannya memberikan kesan bahwa Gulaku lebih bersih, berkualitas, higienis, elegan dan berbagai kesan positif lainnya.
Sama juga seperti Carrefour jika dibandingkan dengan pasar tradisional. Hanya berbeda kemasan. Bahkan hampir semua item lebih mahal di carrefour daripada pasar tradisional. Tapi kenapa banyak masyarakat yang tetap memilih belanja di carrefour?
Kemasan akan memberi kesan yang berbeda tentang produk kita. Mahal murah akan menjadi relatif. So, sudahkah kita mengemas produk kita dengan baik?
adzan101
Kamis, 27 September 2007
Jaringan Informasi Bisnis Liu Bao
Pada jaman Wei Utara, ada seorang pria bernama Liu Bao. Profesinya adalah tukang jagal babi. Setelah bertahun-tahun berdagang, ia mulai memikirkan pengembangan bisnisnya.Akhirnya ia mendapat sebuah ide, Liu Bao membeli barang khas dari berbagai daerah dan menjualnya di daerah yang lain...
Karena barangnya bagus, unik, dan memang dibutuhkan, maka barang-barangnya itu dengan mudah langsung terjual habis. Hanya dalam beberapa tahun Liu Bao sudah menjadi orang kaya.
Karena usahanya semakin membesar, ia merasa perlu untuk memperoleh informasi pasar dengan lebih cepat. Ia memutuskan untuk mendirikan biro informasi disetiap kota. Dimulainya dari kota Luoyang...
Hari demi hari, laporan dari biro informasi selalu datang. Contohnya ketika ada laporan bahwa daerah Henan mengalami musim kemarau panjang, Liu Bao segera menjual gandum secara masal kesana. Ditempat lain, Luoyang turun hujan tak henti selama lima hari. Kota mengalami banjir besar. Tanah menjadi rusak setelah banjir surut. Rakyat membutuhkan segera peralatan pertanian untuk membangun kembali rumah dan tanah pertanian yang hancur. Sementara toko peralatan pertanian disana sudah tidak sanggup meladeni pemintaan yang membludak.
Biro informasi Liu Bao bergerak cepat memberikan laporan. Di kantor pusat, Liu Bao men-tender-kan alat-alat pertanian ini. Beberapa penawaran pun masuk dari suplier alat-alat pertanian. Dengan mudah ia mendapatkan harga yang terbaik yang ternyata berasal dari Zhaozhou. Ia pun memerintahkan untuk membeli peralatan di Zhaozhou dan menjual di Luoyang. Barang dagangannya laku keras, dan harganya pun sangat tinggi. Dengan informasi yang cepat dan pengelolaan yang tepat, Liu Bao menjadi pedagang terkenal hanya dalam waktu beberapa tahun saja.
Cerita ini masih sangat relevan di jaman kita. Bahkan semua menjadi mudah dengan internet. Bisajadi kita tidak memerlukan jaringan biro informasi seperti Liu Bao karena data internet kadang sudah cukup mewakili. Dalam beberapa hal kita berpeluang untuk melebihi Liu Bao yang hanya beredar di kawasan domestiknya, padahal dengan internet, area kita lebih mendunia.
Tanpa internet pun masih relevan. Masih banyak sekali produk dalam negeri yang memiliki value yang bagus. Misalkan produk komoditi perkebunan atau pertanian. Masih ada selisih harga yang sangat besar dari tingkat produsen menuju konsumen. Value chain masih sangat banyak. Masih melewati pengumpul, distributor, agen, pengecer dan lain sebagainya. Misalkan ada suatu propinsi di Indonesia yang membutuhkan suatu komoditi, kita bisa mencari di daerah penghasil komoditi tersebut dengan harga yang jauh lebih murah. Tapi tentu saja, harus bergerak cepat... Ga percaya? coba aja :)
Terakhir saya kutip kata-kata Sun Tzu,
Pemerintah yang bijaksana serta jenderal yang cakap seringkali mampu mengalahkan musuh-musuh mereka. Mereka dapat meraih kemenangan secara gemilang, karena lebih cepat dan lebih dini mendapatkan informasi mengenai situasi dan kondisi lawan
Selasa, 25 September 2007
Buaya
Cerita favorit dimas dari andrie wongso :DSelamat menikmati...
Adalah seorang raja yang berkuasa di sebuah wilayah di Eropa, seorang raja yang terkenal pemberani dan disegani kawan maupun musuh-musuhnya. Sang raja memiliki seorang putri yang telah beranjak dewasa dan sudah saatnya menikah, namun yang diinginkannya adalah seorang menantu yang pemberani seperti dirinya
Raja mengumpulkan para penasehatnya dan disepakati mengadakan sayembara untuk mendapatkan seorang pemuda yang gagah dan pemberani. Adalah sayembara berenang menyeberangi sungai yang ada didepan benteng kerajaan yang didalamnya diisi banyak buaya yang dalam sebulan dibiarkan kelaparan agar menjadi sangat ganas.
Diumumkanlah sayembara ini ke seluruh rakyatnya dan saat hari yang ditentukan tiba, mulailah berdatangan para pemuda dari segala penjuru negri, kemudian sang raja keluar dan berdiri diatas kastilnya serta mengangkat bendera tanda dimulainya sayembara itu.
Namun hingga dua jam lamanya tak ada seorang pun yang berani terjun ke sungai yang penuh dengan buaya itu. Raja mulai gelisah dan kecewa karena merasa akan gagal mendapatkan seorang pemberani dari kalangan rakyatnya.
Ketika matahari mulai meninggi, ada sekelompok pemuda datang dan ikut merangsek di kerumunan massa ditepian sungai dan bertanya-tanya ada apa gerangan. Setelah mendapat penjelasan dari orang-orang yang ada disana merekapun hanya manggut-manggut seraya mengamati beberapa ekor buaya yang ada di sungai itu dan saling tunjuk tanpa seorangpun berani mengikuti sayembara itu.
Ketika sebagian orang mulai meninggalkan sungai itu, tiba-tiba dikejutkan dengan suara seseorang terjun ke sungai, rupanya salah seorang pemuda yang baru datang itu terjun ke sungai dan berenang menuju seberang dengan kecepatan tinggi menghindari kejaran beberapa ekor buaya yang berusaha mendekatinya.
Akhirnya pemuda itu berhasil selamat hingga seberang dan disambut dengan tepuk tangan meriah dan sang raja segera turun menyambut si pemuda itu dengan gembira..
Setelah diperkenalkan dengan putrinya, sang raja sepakat menyelenggarakan pesta pernikahan besar-besaran dan meriah selama tujuh hari tujuh malam.
Di tengah-tengah pesta pernikahan, datang pula para sahabat si pemuda pemberani ini memberikan selamat, mereka sungguh bangga memiliki seorang kawan yg kini adalah seorang menantu raja. Sambil memberikan ucapan selamat mereka tak henti-hentinya memuji keberanian si pemuda ini. Namun tiba-tiba saja si pemuda ini mengajak ke lima orang sahabatnya itu keluar dari ruang pesta dan dengan wajah kecut bertanya dengan nada menghardik..”Hey kalian semua, ayo katakan... siapa diantara kalian yang waktu itu mendorong saya terjun ke sungai ?!, asal tahu ya.. hampir saja saya mati dimakan buaya!!”
”Andai saja seseorang mampu membangunkan raksasa yang ada didalam dirinya, maka ia tak perlu menunda kesuksesan hanya karena menunggu orang lain yang menggerakkannya”
www.andriewongso.com
Minggu, 23 September 2007
Belajar dari tukang asinan keliling
Kejadian simple tadi malam yang dapat kita ambil pelajaran darinya...Tukang asinan itu beda dari biasanya. Ya, tentu saja beda. Ketika bulan puasa, ia keliling ketika selesai shalat maghrib. Lembur lah istilahnya. Outfit nya pun beda, kini ia tampak percaya diri dengan menggunakan peci ketika berdagang.
Tukang asinan itu adalah seorang tua, mungkin lebih layak dipanggil kakek. Badan nya yang mungil seolah tidak menjadikan ia alasan untuk berjuang menjemput rizkiNya.
Malam itu ia sedang berhenti di depan rumah sebelah. Aku panggil tiga kali, ia tidak menoleh, tetap menunduk. Aku terus memanggilnya, dan kemudian wajahnya menghadap ke arahku. Herannya, ia tetap berdiri di tempat, tidak bergeming. Aku panggil lagi, ia menatapku, tapi tetap tidak bergerak. Kemudian ada motor melintas, dan membantuku memanggil si kakek tua penjual asinan. Baru akhirnya sang kakek menghampiri.
Agak kesal aku pun menyapa, "kenapa Pak, kok dipanggil diem aja?"
sambil tersenyum malu ia menjawab, "anuu...maaf Dik, tadi bapak lagi ngitung duit...."
entah kenapa suaranya memberikan suatu simpati tersendiri. Emosi pun reda, yang tadinya mau marah tiba-tiba malah merasa jatuh hati sama si kakek..
"Bulan puasa tambah rame Pak?" lanjut aku
"Alhamdulillah......" jawab si kakek sembari tersenyum
hmmm...benar-benar beda. Ada nuansa keteduhan dari kalimat "alhamdulillah" sang kakek. Sang kakek benar-benar mengerti dan mendalami makna nya. Ucap syukur sang kakek benar-benar menggetarkan hati saya.
Tiba-tiba ada motor berhenti, pengendara motor itu pun berniat membeli asinan sang kakek. Mungkin buat istrinya, kata aku dalam hati. Hatiku terasa lebih bergetar, sungguh Allah Maha Pemberi Rizki. RizkiNya bisa datang dari sisi yang tidak bisa kita duga-duga...
Sungguh malam itu saya mendapat banyak pelajaran berharga dari si kakek...
Pertama, kesungguhan si kakek untuk menjemput rizkiNya secara halal dan baik. Si kakek "lembur" kerja malam di usia senja, demi rizki yang halal dan demi sebuah kemuliaan. Padahal untuk ukuran si kakek, banyak orang yang memilih untuk menjadi peminta-minta, atau bahkan mengharapkan rizki dari anak-anaknya saja. Membuatku menjadi malu ketika lelah, bahwa ada kakek tua yang umurnya 3 kali lipat, tetapi pantang menyerah menjemput rizki yang halal dan baik.. Sungguh malu bagi orang-orang yang memilih rizki dari yang buruk, korupsi dan lain sebagainya. Sungguh malu bagi pemuda untuk bermalas-malasan jika melihat si kakek...
Kedua, si kakek telah mengajarkan rasa syukur mendalam. Si kakek benar-benar terlihat menikmati rupiah demi rupiah yang dihasilkan. Si kakek benar-benar menikmati pekerjaannya. Tergambar dari suaranya keihkhlasannya. Menjadi introspeksi tersendiri dengan melihatnya. Betapa selama ini kita tidak bersyukur atas rizki yang kita terima. Bahkan kita selalu merasa kurang dan kurang...
Ketiga, kakek itu telah menunjukan bahwa Allah Maha Pemberi Rizki. Tentu saja bagi hamba yang berikhtiar seperti dirinya..
Kek, hari ini kakek telah memberikan banyak pelajaran. Mulai hari ini kakek adalah salah satu dari sekian banyak guru saya. Semoga Allah merahmati dan membuka lebar-lebar pintu rizki kakek...
Ya Allah, perbanyak orang seperti si kakek ini.......
Semoga berguna
wassalam
Sabtu, 22 September 2007
Ga punya modal?
Ada sebuah kisah menarik. Alkisah jaman dahulu kala hiduplah seorang pemuda. Ia seorang miskin, tidak punya pekerjaan, apalagi penghasilan. Setiap waktu hidupnya hanya diisi penyesalan, selain mengumpat tentunya. Walau ia sadar, tempat untuk bekerja sangatlah terbatas, negerinya sedang prihatin. Tapi untuk mulai usaha, dirinya tidak memiliki modal sama sekali. Ia pun merenung putus asa.Tiba-tiba datang seorang yang sudah tua. Kakek tua itu nampak lebih beruntung kondisinya dibanding si anak muda. Dengan bijak kakek itu menyapa anak muda
"Wahai anak muda, apa yang sedang kaupikirkan? mengapa kau terlihat putus asa?" tanya kakek itu.
"Kakek lebih beruntung dari saya" jawab anak muda yang melihat orangtua itu membawa sejumlah uang tail emas. "Saya hanyalah anak muda yang miskin tidak berguna, pengangguran, tidak memiliki penghasilan.."
Kakek itu tertawa, kemudian berkata
"Sesungguhnya kamu jauh lebih kaya dari saya anak muda"
Anak muda itu kaget, setengah marah karena merasa diejek
"Maksud kakek apa? saya sudah merana dengan kondisi saya ini, jangan kakek tambah penderitaan saya dengan mengejek saya. Sudah jelas saya tidak punya apa-apa kek!"
Dengan bijak orangtua itu tersenyum
"Sejak kapan kakek mengejek kamu, Nak. Kakek serius ketika bilang kamu lebih kaya dari kakek.."
Anak muda mengernyitkan dahi nya. Entah apa maksud si kakek ini.
Sang kakek melanjutkan
"Nak, kakek punya 50 tail emas. Dengan uang ini kakek mau membeli wajah kamu yang tanpa cacat ini, untuk kakek tukar dengan wajah yang buruk. Bagaimana menurut kamu?
Kontan anak muda ini menolak tawaran si kakek
"Baiklah kalau begitu, kakek tambah 50 tail emas lagi untuk membeli kesehatan kamu. Kakek tukar dengan tubuh yang lumpuh tidak berdaya. Apakah kamu mau Nak?
Kembali anak muda menggelengkan kepala.
Kakek pun melanjutkan tawarannya
"Kakek tambah 50 tail emas lagi untuk menukar masa mudamu. Jika kamu setuju, kamu akan menjadi kakek-kakek seperti ku juga. Bagaimana Nak?"
Anak muda itu kemudian dapat berpikir maksud sang kakek
"Nah sekarang kakek tambah 50 tail terakhir untuk kakek tukar dengan kebahagian kamu. Kamu akan memiliki keluarga yang tidak bahagia jika menerima tawaran ini." lanjut sang kakek
Anak muda itu tetap menolak. Kemudian sang kakek berkata,
"Bagaimana bisa kamu bilang bahwa kamu miskin, sementara kamu memiliki harta yang melebihi harga 200tail emas?"
Anak muda itu segera berlari, dan segera mencari kayu di hutan untuk dijualnya ke pasar...
Apa hikmah cerita ini?
Saya sendiri seringkali bertemu orang-orang yang berkata "saya tidak punya modal untuk memulai usaha". Kalimat tersebut hanyalah sebuah alasan (excuse). Mental below the line yang selalu menyalahi kondisi yang seperti ini harus kita perbaiki.
Salah seorang guru saya memiliki cara unik untuk menantang tipe orang yang selalu berkata "tidak memiliki modal". Guru saya itu bersedia meminjamkan uang Rp1500 untuk membeli satu botol minuman dalam kemasan di supermarket. Dengan satu botol itu, ia akan menyuruh orang itu untuk menjual di lampu merah seharga Rp2000. Kemudian ia bisa menabung Rp500 dan membeli satu botol lagi. Begitu seterusnya hingga ia bisa membeli dua botol.
Dari dua botol menjadi empat botol, kemudian menjadi satu lusin, bahkan satu dus. Dari satu dus, menjadi dua dus, menjadi satu lusin dus, bahkan menjadi agen minuman. Dari agen minuman pun bisa menjadi distributor, bahkan memiliki pabrik sendiri! So, masihkan bilang tidak ada modal?
Semoga berguna
wassalam
adzan101.blogspot.com
Jumat, 21 September 2007
Kapal yang hilang
berjalan mereka ditemani sinar
dalam sebuah pencarian
untuk kehidupan
sinar yang meredup..
api yang memadam..
akankah semua berakhir?
tidak
bukan disini kapal bertambat
dimanakah ia?
seisi bumi terkecoh
sang nahkoda tersenyum
untuk sebuah kemenangan
untuk sebuah pemahaman
akan arti kesetiaan
hanya yang kekal untuk menggantung asa
mengapa kebinasaan mengubah arah?
hingga setengah hati membusuk
dalam sebuah pencarian
untuk kehidupan
sinar yang meredup..
api yang memadam..
akankah semua berakhir?
tidak
bukan disini kapal bertambat
dimanakah ia?
seisi bumi terkecoh
sang nahkoda tersenyum
untuk sebuah kemenangan
untuk sebuah pemahaman
akan arti kesetiaan
hanya yang kekal untuk menggantung asa
mengapa kebinasaan mengubah arah?
hingga setengah hati membusuk
Langganan:
Postingan (Atom)